Sepatah Kata Dari Penterjemah
Segala puji hanya bagi Allah semata, dan shalawat
dan salam semoga senantiasa dianugerahkan atas
Rasulullah dan atas keluarga beliau serta sahabat-
sahabatnya.
Amma ba’du :
Sebenarnya, sudah lama saya ingin menterjemah
buku kecil ini, yang penuh dengan bukti yang
akurat dari buku-buku pegangan kaum syi’ah.
Tatkala salah seorang ikhwan yang mulia
mengirim email kepada saya untuk minta dikirimi
makalah tentang syi’ah, disebabkan di kampusnya
sedang gencar-gencarnya dakwah syi’ah, maka
saya semakin terdorong untuk cepat-cepat
menterjemahkan buku ini, agar kerusakan aqidah
golongan yang sesat ini bisa diketahui oleh
masyarakat umum.
Tulisan ini insya Allah akan saya kirim lewat group
diskusi ini secara bertahap menjadi 16 edisi.
Terjemahan ini diizinkan untuk disebarluaskan
bagi siapa yang ingin menyebarkannya secara

cuma-cuma, asalkan tidak dirobah sedikitpun dari
tulisannya.
Akhirnya kepada Allah -lah kita memohon agar
kita semua diberi keikhlasan dalam beramal
shaleh, dan ditetapkan di atas agama-Nya yang
lurus, dianugerahkan niat yang baik, dan
pemahaman yang benar terhadap Al Quran dan
Sunnah sesuai dengan pemahaman sahabat. Serta
dijauhkan dari segala yang merusak akidah,
sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha
Dekat. Amiin.
Ditulis oleh :
Abu Abdillah Muhammad Elvi Syam, Lc.
di Hail, KSA

Maktabah Abu Salma al-Atsari
Pendahulu an
Segala puji hanya bagi Allah semata, dan shalawat
dan salam semoga senantiasa dianugerahkan atas
Rasulullah dan atas keluarga beliau serta sahabat-
sahabatnya.
Amma ba’du :
Sesunguhnya motivasi yang mendorong untuk
menulis makalah ini adalah apa yang terlihat
belakangan ini, yakni, semakin gencarnya
kegiatan Rafidhah (syi’ah) dalam mendakwahi
ajaran mereka setaraf dunia Islam, dan bahaya
terhadap agama islam yang dimiliki oleh golongan
yang keluar ini, serta kelengahan dari
kebanyakkan dari awam kaum muslimin terhadap
bahaya mereka, serta apa-apa yang terdapat
dalam akidah mereka berupa syirik, celaan
terhadap Al Quran, celaan terhadap para sahabat,
ghuluw (berlebih-lebihan) terhadap para imam.
Sungguh penyusun telah bertekat untuk menulis
makalah ini, dan menjawab apa yang menjadi
problem dalam permasalahan ini secara ringkas,
mengikuti metode syeikh kita Syeikh Alaamah

abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin -semoga Allah
menjaganya- dalam kitab beliau ((At Ta’liiqaatu
‘Ala Matni Lum’atil ‘Itiqaad)), dan dengan cara
menukil dari buku-buku Rafidhah yang terkenal
dan tersohor di kalangan mereka, serta dari buku-
buku ahli sunnah dari kalangan para imam-imam
terdalulu dan belakangan, dimana mereka telah
membantah dan menerangkan kerusakan akidah
mereka yang berdiri atas kesyirikan, ghuluw
(sikap berlebih-lebihan), kedustaan, caci maki,
celaan, tikaman, dll.
Sesungguhnya penyusun telah berusaha dalam
makalah yang singkat dan kurang berharga ini,
untuk membuktikan kesalahan mereka dari buku-
buku mereka dan karangan-karangan yang
terpercaya di kalangan mereka, sebagaimana
perkataan Syeikh Ibrahim bin Sulaiman Al Jabhan
-semoga Allah menjaganya- : “Dari mulutmu aku
menghukummu wahai pemeluk syi’ah”.
Akhirnya, penyusun memohon kepada Allah ‘Ajja
wa Jalla semoga makalah ini bermanfaat bagi
orang-orang yang bisa memandang dengan baik,
sebagaimana firman Allah:
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-
benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang
mempunyai hati atau yang menggunakan

pendengarannya, sedang dia menyaksikannya “
(Surat : Qoof, ayat : 37).
Dan penyusun mengucapkan terima kasih, kepada
setiap orang yang ikut menanam saham bersama
penyusun dalam menerbitkan buku kecil ini,
Wallahu ‘Alam, semoga Allah senantiasa
menganugerahkan shalawat dan salam atas
Rasulullah dan atas keluarga beliau serta sahabat-
sahabatnya.
Ditulis oleh :
Abdullah bin Muhammad As Salafi.

Kapan Munculnya Firqah Rafidhah?
Firqah ini tumbuh tatkala muncul seorang Yahudi
mendakwakan dirinya sudah masuk Islam,
namanya Abdullah bin Saba. Mendakwakan
kecintaan terhadap ahli bait, dan terlalu memuja-
muji Ali, dan mendakwakan, bahwa Ali punya
wasiat untuk mendapatkan khalifah, kemudian ia
mengangkat Ali sampai ke tingkat Ketuhanan, hal
ini diakui oleh buku-buku syi’ah sendiri.
Al Qummi berkata dalam bukunya “Al Maqaalaat
wal Firaq”
: “Ia mengakui keberadaannya, dan
1
menganggabnya orang pertama yang berbicara
tentang wajibnya keimaman Ali, dan raj’iyah Ali
,
2
dan menampakkan celaan terhadap Abi Bakr,
Umar dan Utsman serta seluruh sahabat, seperti
yang dikatakan oleh An Nubakhti di bukunya
“Firaqus Syi’ah”
. Sebagaimana Al Kissyi
3
mengatakan demikian juga di bukunya yang
dikenal dengan “Rijaalul Kissyi”
. Pengakuan
4
adalah tuan argumen (argumen yang akurat), dan
Lihat “Al Maqaalaat wal Firaq” oleh Al Qummi, hal : 10-21
1
Keyakinan bahwa Ali akan kembali ke dunia sebelum hari kiyamat
2
Lihat “Firaqus Syi’ah” oleh An Nubakhti, hal : 19-20
3
Lihat : apa yang dicantumkan oleh Al Kissyi dalam beberapa riwayat dari
4
Ibnu Saba dan akidah-akidahnya, lihat no : 170, 171, 172, 173, 174, dari hal :
106-108

mereka-mereka ini semuanya adalah syeikh-
syeikh besar Rafidhah.”
Al Baghdadi berkata : “Kelompok Sabaiyah adalah
pengikut Abdullah bin Saba yang telah berlebih-
lebihan (dalam memuji) Ali, dan mendakwakkan,
bahwasanya Ali adalah nabi, kemudian bersikap
berlebih-lebiahn lagi, sehingga ia mendakwakan
bahwasanya Ali adalah Allah.”
Al Baghdadi berkata juga : “Adalah ia (Abdullah
bin Saba) anak orang berkulit hitam, asal usulnya
adalah orang Yahudi dari penduduk Hirah
(Yaman), lalu mengumumkan keislamannya, dan
menginginkan agar ia mempunyai kerinduan dan
kedudukan di sisi penduduk negeri Kufah, dan ia
juga menyebutkan kepada mereka, bahwasanya ia
membaca di Taurat, bahwa sesungguhnya bagi
tiap-tiap nabi punya orang yang diwasiatkan, dan
sesungguhnya Ali adalah orang yang diwasiatkan
Muhammad Sholallahu ‘alaihi wassalam.”
Dan As Syahrastaani menyebutkan dari ibnu Saba,
bahwasanya ia adalah orang yang pertama kali
menyebarkan perkataan keimaman Ali secara nas
/ telah ditetapkan, dan ia menyebutkan juga dari
kelompok sabaiyah, bahwa kelompok ini adalah
firqah (golongan) yang pertama sekali
mengatakan masalah ghaibah
dan akidah
5
raj’iyah, kemudian syiah mewarisinya setelah itu,
meskipun mereka itu berbeda, dan pecahan
Keyakinan menghilangnya imam Askari yang mereka tunggu-tunggu
5

golongan mereka banyak. Perkataan tentang
keimaman dan kekhilafan Ali merupakan nas dan
wasiat, itu merupakan dari kesalahan-kesalahan
Ibnu Saba. Yang akhirnya syi’ah sendiri berpecah
menjadi golongan-golongan dan perkataan-
perkataan yang banyak sampai puluhan golongan
dan perkataan.
Begitulah syiah membuat bid’ah dalam perkataan
tentang keyakinan wasiat, raj’iyah, ghaibah,
bahkan perkataan menjadikan imam-imam
sebagai tuhan
, karena mengikuti Ibnu Saba orang
6
yahudi itu.
******
Ushul ‘Itiqad Ahli Sunnah Wal Jama’ah, Al Lalikaai, 1/22-23
6

Kenapa Syi’ah Dinamakan Dengan
Rafidhah?
Penamaan ini disebutkan oleh syeikh mereka Al
Majlisi dalam bukunya “Al Bihaar” dan ia
mencantumkan empat hadits dari hadits-hadits
mereka
.
7
Ada yang mengatakan : mereka dinamakan
rafidhah, karena mereka datang ke Zaid bin Ali bin
Husein, lalu mereka berkata : “Berlepas dirilah
kamu dari Abu Bakr dan Umar sehingga kami bisa
bersamamu!”, lalu beliau menjawab : “Mereka
berdua (Abu Bakr dan Umar) adalah sahabat
kakekku, bahkan aku setia kepada mereka”.
Mereka berkata : “Kalau begitu, kami menolakmu
(rafadhnaak) maka dinamakanlah mereka
Raafidhah (yang menolak), dan orang yang
membai’at dan sepakat dengan Zaid bin Ali bin
Husein disebut Zaidiyah
.
8
Ada yang mengatakan : mereka dinamakan
dengan Raafidhah, karena mereka menolak
Lihat buku : Al Bihaar, oleh Al Majlisi, hal : 68-96-97. (Dia ini merupakan
7
salah seorang tempat bertanya orang-orang rafidhah (syi’ah) untuk zaman-
zaman terakhir).
At Ta’liiqaatu ‘Ala Matni Lum’atil ‘Itiqaad, oleh : Syeikh Alaamah Abdullah bin
8
Abdurrahman Al Jibrin, -semoga Allah menjaganya-, hal : 108.

keimaman (kepemimpinan) Abu Bakr dan Umar
.
9
Dan dikatakan mereka dinamakan dengan
Rafidhah karena mereka menolak agama
.
10
******
Lihat : catatan kaki buku Maqaalaat Al Islamiyiin, oleh Muhyiddin Abdul
9
Hamid, (1/89).
Lihat : di buku Maqaalaat Al Islamiyiin, (1/89).
10

Rafidhah Terpecah Menjadi Berapa
Firqoh (Golongan)?
Ditemukan di dalam buku Daairatul Ma’arif
bahwasanya : golongan yang muncul dari cabang-
cabang syi’ah jauh melebihi dari angka tujuhpuluh
tiga golongan yang terkenal itu
.
11
Bahkan dikatakan oleh seorang rafidhah Mir Baqir
Ad Damaad
, sesungguhnya seluruh firqoh-firqoh
12
yang tersebut dalam hadits, yaitu hadits
berpecahnya umat ini menjadi tujuh puluh tiga
golongan, maksudnya adalah firqoh-firqoh syi’ah.
Dan sesungguhnya golongan yang selamat itu dari
mereka adalah golongan Imamiyah.
Al Maqrizi menyebutkan bahwa jumlah firqoh-
firqoh mereka itu sampai 300 (tiga ratus) firqoh
.
13
As Syahrastaani berkata : “Sesungguhnya
Rafidhah terbagi menjadi lima bagian : Al
Kisaaniyah, Az Zaidiyah, Al Imamiyah, Al Ghaliyah
dan Al Ismailiyah
.”
14
Daairatul Ma’arif, (4/67).
11
Dia adalah Muhammad Baqir bin Muhammad Al Asadi, termasuk tokoh
12
besar syi’ah
Dia adalah Al Maqrizi du Al Khuthath, ((2/351).
13
Al Milal wan Nihal, oleh As Syahrastani, hal :147
14

Al Baghdadi berkata : “Sesungguhnya Rafidhah
setelah masa Ali ada empat golongan : Zaidiyah,
Imamiyah, Ghulaah dan Kisaaniyah.

15
Perlu diperhatikan bahwa sesungguhnya Az
Zaidiyah tidak termasuk dari firqoh-forqoh
Rafidhah, kecuali kelompok Al Jarudiyah.
******
Al Farqu Bainal Firaq, oleh Al Baghdadi, hal : 41
15

Apakah dimaksud dengan akidah Al
Badaa’ yang diimani o leh Rafidhah?
Al Badaa’ yaitu bermakna tampak (muncul)
setelah sembunyi, atau bermakna timbulnya
pandangan baru. Al Badaa’ sesuai dengan kedua
makna itu, haruslah didahului oleh ketidaktahuan,
serta baru diketahui. Keduanya ini merupakan
suatu hal yang mustahil atas diri Allah, akan tetapi
orang Rafidhah (syiah) menisbatkan kepada Allah
sifat Al Badaa’.
Telah diriwayatkan dari Ar Rayaan bin Al Sholt, ia
berkata : “Saya telah mendengar Al Ridha berkata
: “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali
mengharamkan khamar, dan mengakui bahwa
Allah itu memiliki sifat Al Badaa'”
. Dan dari Abi
16
Abdillah ia berkata : “Tidak pernah Allah diibadati
dengan sesuatu apapun seperti (mengibadatinya
dengan) Al Badaa’
. Maha Tinggi Allah dari hal itu
17
dengan ketinggian yang besar.
Lihatlah wahai saudaraku muslim, bagaimana
mungkin mereka menisbatkan kepada Allah
subhanahu wa ta’ala sifat jahal (ketidaktahuan),
sedangkan Dia mengatakan tentang diri-Nya :
Ushulul Kafi, hal :40
16
Ushulul Kafi, oleh Al Kulaini di kitab tauhid : 1/133
17

Artinya : “Katakanlah : Tidak ada seorang pun di
langit dan di bumi yang tahu ghaib kecuali Allah.”
Dan di sisi lain Rafidhah (syi’ah) meyakini bahwa
sesungguhnya para imam mengetahui seluruh
ilmu, dan tidak akan tersembunyi baginya sesuatu
apapun.
Apakah ini keyakinan Islam (akidah Islam) yang
dibawa oleh nabi Muhammad -Shallallahu ‘Alaihi
Wa Sallam- ??????

Apa Akidah Rafidhah Dalam Masalah
Sifat?
Adalah Rafidhah orang yang pertama kali
mengatakan tajsiim (bersifat seperti tubuh
manusia). Sungguh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah
menentukan bahwa sesungguhnya orang yang
melakukan kedustaan ini dari kalangan kaum
Rafidhah adalah Hisyam ibnul Hakam
, dan
18
Hisyam bin Salim Al Jawaliqi, Yunus bin
Abdurrahman Al Qummi, dan Abu Ja’far Al
Ahwal
.
19
Seluruh orang yang disebutkan tadi termasuk
syeikh-syeikh besar golongan Itsna Asyariyah
(Rafidhah), kemudian mereka menjadi pemeluk
paham Jahmiyah mu’athilah, sebagaimana
sekumpulan riwayat mereka menyifati Rabb
semesta alam dengan sifat-sifat negetif yang
mereka masukkan sebagai sifat yang tetap bagi
Allah. Dan sungguh Ibnu Babawaih meriwayatkan
lebih dari tujuhpuluh riwayat yang mengatakan
bahwa Allah Ta’ala, tidak disifiti dengan jaman,
tidak dengan tempat, tidak dengan
bagaimananya, tidak dengan gerak, tidak dengan
berpindah, tidak dengan sesuatupun dari sifat-
Minhaaj sunnah (1/20) oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah
18
‘Itiqadaat Firaqul Muslimin Wal Musyrikin, hal : 97
19

sifat tubuh, Dia bukan yang bisa diraba, bukan
bertubuh dan berbentuk.”
Maka syeikh-syeikh
20
mereka mengikuti jalan (metode) yang sesat ini
dengan menta’til (menghilangkan) sifat-sifat yang
tercantum dalam AlQuran dan sunnah.
Sebagaimana mereka mengingkari turunnya Allah
yang Maha Agung. Mereka mengatakan Al Quran
makhluk, mereka mengingkari ru’yah (melihat
kepada Allah) pada hari akhirat. Tercantum dalam
kitab “Biharul Anwar”, bahwasanya Abu Abdillah
Ja’far As Shodiq ditanya tentang Allah ta’ala,
apakah bisa dilihat pada hari akhirat? Beliau
berkata : “Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari
hal itu dengan ketinggian yang besar,
sesungguhnya pandangan tidak akan bisa
mencapai kecuali hal-hal yang mempunyai warna
dan bentuk, dan Allah yang menciptakan warna-
warni dan bentuk”.
Bahkan mereka mengatakan : “Jika seandainya
dinisbatkan kepada Allah sebagian sifat seperti
ru’yah, maka dihukum sebagai murtad,
sebagaimana yang didapatkan dari syeikh mereka
Ja’far Al Najfi di kitab “Kasyful Ghitho'” hal : 417.
Perlu diketahui bahwasanya melihat kepada Allah
pada hari akhirat adalah benar adanya dan sudah
konsisten dalam Kitab dan Sunnah tanpa meliputi
seluruhnya dan tanpa bagaimananya,
sebagaimana firman Allah :
At Tauhid, oleh Abu Babawaih, hal : 57
20

“Wajah-wajah pada saat itu berseri-seri, kepada
Rabbnya melihat” (Al Qiyamah : 22,23).
Dan dari sunnah apa yang tercantum dalam
Shahih Bukhari dan Muslim dari hadits Jarir bin
Abdillalh Al Bajali, berkata : “Adalah kami duduk-
duduk bersama Rasulullah, lalu beliau melihat
kepada purnama, pada malam empat belas, lalu
bersabda : “Sesungguhnya kalian akan melihat
Rabb kalian dengan mata telanjang, sebagaimana
kalian melihat ini (purnama), dimana kalian tidak
berdesakan melihatnya”
. Dan ayat-ayat serta
21
hadits-hadits dalam masalah itu banyak sekali,
yang tidak memungkinkan kita untuk
menyebutkannya.
22
******
Bukhari no : 544, dan Muslim no : 633
21
Lihat karangan-karangan Ahli Sunnah Wal Jamaah dalam menetapkan
22
ru’yah, seperti kitab Ar Ru’yah oleh Daruqutni, dan kitab imam Al Lalikai dan
lainnya

Apa Keyakinan Rafidhah (Syiah)
Terhadap Al Quran-ul Karim Yang Ada
Di Tengah-Tengah Kita Sekarang,
Padahal Allah Telah Berjanji Untuk
Menjaganya?
Sesungguhnya Rafidhah yang dinamakan pada
zaman kita sekarang ini dengan syiah,
mengatakan sesungguhnya Al Quran yang ada di
pada kita, bukanlah Al Quran yang telah
diturunkan kepada nabi Muhammad, akan tetapi
telah dirubah, ditukar, ditambah dan dikurangi.
Jumhur ahli hadits dari kalangan syi’ah meyakini
adanya pelencengan (perubahan) dalam Al Quran
seperti yang disebutkan oleh An Nuuri Al Tibrisi
dalam kitabnya “Fashlul Khithab Fi Tahrifil Kitabi
Rabbil Arbab”.
23
Dan Muhammad bin Ya’qub Al Kulaini berkata di
“Ushulul Kafi” di bawah Bab bahasan :
“Sesungguhnya tidak ada yang bisa
mengumpulkan Al Quran seluruhnya, kecuali para
iman” dari Jabir ia berkata : saya telah mendengar
Abu Ja’far berkata : “Tidaklah seseorang dari
manusia mendakwakan bahwasanya dia telah
mengumpulkan Al Quran secara keseluruhannya
Fashlul Khithab, oleh Hasan bin Muhammad Taqiyun Nuri Al Tibrisi, hal :
23
32

sebagaimana Allah telah menurunkannya, kecuali
ia itu adalah orang pendusta. Tidak ada yang
mempu mengumpulkannya dan menghafalnya
seperti yang telah diturunkan Allah kecuali Ali bin
Abi Talib dan para imam setelah mereka”.
Dan Ahmad Al Tibrisi dalam kitab “Al Ihtijaaj” dan
Al Mulla Hasan dalam tafsirnya “As Shaafi”
sesungguhnya Umar telah berkata kepada Zaid bin
Tsabit : Sesungguhnya Ali telah datang kepada
kita dengan membawa Al Quran, yang di
dalamnya tercantum aib-aib orang muhajirin dan
anshor.
Dan sungguh kami telah memandang untuk
mengumpulkan Al Quran dan menghilangkan
setiap apa-apa yang di dalamnya terdapat aib-aib
muhajirin dan anshr. Dan Zaid pun telah
memenuhinya untuk itu, kemudian berkata : “Jika
saya telah selesai dari (mengumpulkan) Al Quran
sesuai yang anda minta, lalu jelas atas saya akan
Al Quran yang dikumpulkannya (Ali), bukankah itu
menghancurkan setiap apa yang telah anda
kerjakan?
Maka berkata Umar : “Jadi bagaimana jalan
keluarnya? Berkata Zaid : Anda lebih tahu dengan
jalan keluarnya”, berkata Umar : Tiada jalan
keluar kecuai kita harus membunuhnya agar kita
lega darinya. Lalu ia pun merancang
pembunuhannya (Ali) lewat tangan Khalid bin

Walid, akan tetapi dia tidak mempu
melakukannya
.
24
Tatkala Umar menjadi khalifah, mereka (para
sahabat) meminta Ali untuk mendatangkan Al
Quran kepada mereka, agar mereka sama mereka
merubahnya. Lantas Umar berkata : Wahai Abul
Hasan, alangkah baiknya kalau seandainya kamu
membawa Al Quran yang pernah kamu bawa ke
hadapan Abu Bakr, agar kita bersatu atasnya. Lalu
Ali berkata : Tidak mungkin, dan tidak mungkin
ada jalan untuk itu, sebenarnya saya
membawanya ke hadapan Abu Bakr hanyalah
untuk menegakkan hujjah atasnya, agar kalian
tidak mengatakan pada hari kiamat
“Sesungguhnya kami akan hal ini dalam keadaan
lengah” (Al A’raf :172), atau agar kalian tidak
mengatakan; “Kamu tidak pernah
mendatangkannya kepada kami” (Al A’raf : 129).
Sesungguhnya Al Quran ini tidak ada yang
menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci, dan
orang-orang yang diwasiatkan dari kalangan
anakku. Lalu berkata Umar : “Apakah ada waktu
untuk menampakkannya diketahui ? Lantas Ali
berkata : “Ya, jika telah bangkit seseorang dari
Lihatlah saudara seiman, alangkah kejinya kisah yang dibuat-buat oleh
24
kaum syiah terhadap para sahabat
i
anakku, ia akan menampakkannya dan membawa
manusia atasnya
.
25
Walau bagaimanapun orang syiah menampakkan
sikap berlepas dirinya terhadap buku An Nuri al
Tibrisi ini, demi mengamalkan akidah Taqiyah,
akan tetapi kitab itu terselubung dan tersimpan
dalam ratusan nas-nas (pernyataan-pernyataan)
dari ulama mereka dalam kitab-kitab yang diakui,
menetapkan hal itu, dan bahwasanya mereka
betul-betul yakin dengan perubahan itu, dan
beriman dengannya, akan tetapi mereka tidak
ingin timbul kehebohan sekitar akidah mereka ini
terhadap alquran.
Dan tinggal setelah itu, bahwa ada dua Al Quran,
yang pertama yang diketahui, dan yang lain
khusus, tersembunyi. Diantaranya surat Wilayah,
dan diantara yang didakwakan oleh syi’ah
Rafidhah, bahwa ada satu ayat telah dihapus dari
Al Quran yaitu :
“Dan kami telah menjadikan Ali sebagai
menantumu”, Mereka mendakwakan ayat ini
dihapus dari surat Alam Nasyrah, sementara
mereka tidak pernah malu dangan dakwaan
mereka ini, karena mereka mengetahui bahwa
surat itu adalah makkiyah, dan Ali belum menjadi
menantu Nabi saat di Mekah.
Al Ihtijaaj oleh Al Tibrisi hal :225, kitab Fashlul Khithab, hal : 7
25

Bagaimana Akidah Ra fidhah Terhadap
Para Sahabat Rasulullah?
Akidah Rafidhah berdiri atas caci maki, mencela
dan mengkafirkan para sahabat -semoga Allah
meridhoi para sahabat-. Al Kulaini menyebutkan di
“Furu’ Al Kafi” dari Ja’far ‘alaihi salam : “Manusia
menjadi murtad setelah Nabi (meninggal) kecuali
tiga orang, lalu aku bertanya : siapa tiga orang itu
? beliau berkata : Al miqdaad bin Aswad, Abu Dzar
Al Ghifari dan Salman Al Farisi
.
26
Al Majlisi dalam kitab “Haqqul Yakin” menyebutkan
: “Bahwasanya seorang budak Ali bin Husein
berkata kepadanya : saya mempunyai hak
pelayanan yang wajib atas dirimu, maka beritahu
aku tentang Abu Bakr dan Umar, lalu ia menjawab
: “Mereka berdua adalah orang kafir, dan orang
yang mencintai mereka maka ia orang kafir
juga.”
27
Furuu’ Al Kafi, oleh Al Kulaini, hal : 115
26
Haqqul Yakiin, oleh Al Majlisi, hal : 522. Di sini perlu di isyaratkan bahwa
27
sesungguhnya Ali bin Hasein dan Ahlu Bait semuanya berlepas diri dari
semua ini yaitu kedustaan yang diada-adakan oleh kaum Rafidah atas diri
mereka, semoga Allah memerangi kaum rafidhah, alangkah jeleknya
kedustaan yang mereka buat. (Insya Allah penterjemah akan membuat satu
edisi yang berisikan sikap Ahlul Bait terhadap para sahabat, yang akan
diambil dari buku-buku pegangan mereka sendiri, agar pembaca mengetahui

Dalam tafsir Al Qummi pada firman Allah (An Nahl
: 90) :
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku
adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum
kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji,
kemungkaran dan permusuhan. dia memberi
pengajaran kepadamu agar kamu dapat
mengambil pelajaran.”
Mereka mengatakan : al fahsyaa’ (keji) adalah
Abu Bakr, al-munkar adalah Umar dan baghyi
(kezoliman) adalah Utsman
.
28
Mereka mengatakan dalam buku mereka “Miftahul
Jinaan” : Ya Allah anugerahkanlah salawat atas
Muhammad dan atas keluarga Muhammad dan
laknatlah dua berhala kaum Quraisy dan dua yang
mereka sembah selain Allah
. dan dua thoghut
29
serta anak perempuan mereka berdua….dan
seterusnya
. Dan yang mereka maksudkan
30
sebenarnya mereka telah menyelisihi ahlul Bait sendiri dalam bersikap
terhadap para sahabat Rasul.)
Tafsir Al Qummi, hal : 218
28
Ketahuilah pembaca budiman : Mereka sendiri telah menjadikan kuburan
29
Kumaini sebagai tempat yang suci, dan mendirikan di atasnya bangunan
seperti Ka’bah sebagai tandingan Ka’bah kita yang mulia
Miftahul Jinaan, hal : 114. Lihat doa dua berhala Quraisy, insya Allah di
30
edisi ke 15

dengan itu adalah Abu Bakr, Umar, Aisyah dan
Hafshah.
Pada hari asyura (hari ke sepuluh bulan
Muharram), mereka membawa seekor anjing lalu
mereka namakan dengan umar, kemudian mereka
menghujani dengan pukulan pakai tongkat, serta
melontarnya dengan batu sampai mati, kemudian
mereka menghadirkan seekor anak kambing,
mereka beri nama dengan Aisyah, kemudian
mereka mulai mencabut bulunya, dan menghujani
dengan pukulan pakai sandal, sampai mati
.
31
Sebagaimana mereka merayakan hari
terbunuhnya Faruq Umar bin Khatab dan mereka
memberi nama pembunuh umar yaitu abu Lu’lu’ al
Majusi dengan nama Baba Syujaa’uddin (bapak)
pemberani agama (pahlawan agama)
, semoga
32
Allah meridhoi seluruh sahabat dan para ummul
mukminin.
Lihatlah wahai saudaraku muslim, alangkah
dengkinya dan alangkah kejinya golongan yang
keluar dari agama ini, tentang apa yang telah
mereka katakan terhadap manusia pilihan setelah
para nabi, yang mana Allah dan rasul-Nya telah
memuji mereka. Dan telah sepakat umat ini atas
keadilan (kelurusan dan keterpercayaan) dan
keutamaan mereka. Sejarah dan kenyataan pun
telah membuktikan dan menyaksikan serta
Tabdiidul Zhilaam wa tanbiihun Niyam, oleh Ibrahim Al Jabhaan, hal : 27
31
Abbas Al Qummi, ( Alkuna wal Alqaab) 2/55
32

perkara-perkara ini sudah merupakan
pengetahuan yang wajib diketahui (oleh setiap
umat) atas kebaikan, dan posisi mereka selalu di
depan serta jihad mereka dalam Islam.
******

Apa Segi Kesamaan Antara Yahudi
dengan Rafidhah?
Syeikh Islam Ibnu Taimiyah berkata : ”Bukti dari,
sesungguhnya bencana Rafidhah adalah bencana
Yahudi, hal itu terlihat pada :
Sesungguhnya orang Yahudi mengatakan :
Tidak boleh yang menjadi raja kecuali dari
keluarga nabi Daud, Rafidhah berkata : Tidak
boleh menjadi imam kecuali dari anak Ali.
Yahudi mengatakan : Tidak ada jihad di jalan
Allah sampai keluar Masehid Dajjal dan
diturunkan pedang. Orang Rafidhah
mengatakan : Tidak ada jihad di jalan Allah
sampai keluar Al Mahdi, dan datingnya
penyeru menyeru dari langit.
Orang Yahudi mengakhirkan (mengundurkan)
shalat sampai bintang bertebaran, begitu juga
orang Rafidhah mereka mengundurkan shalat
maghrib sampai bintang-bintang bertebaran,
padahal hadits mengatakan : “Senantiasa
umatku di atas fitrah, selama mereka tidak

mengakhirkan shalat maghrib sampai bintang
bertebaran
.
33
Orang Yahudi telah merubah taurat, begitu
juga orang Rafidhah, mereka telah merubah Al
Quran.
Orang Yahudi tidak memandang bolehnya
mengusap khuf (sepatu kulit yang menutupi
mata kaki), begitu juga orang Rafidhah.
Orang Yahudi membenci malaikat Jibril,
mereka mengatakan : Malaikat Jibril adalah
musuh kita dari kalangan malaikat. Begitu juga
orang Rafidhah, mereka mengatakan :
Malaikat Jibril telah salah menyampaikan
wahyu kepada Muhammad
.
34
Hadits diriwayatkan oleh : Ima m Ahmad : 4/147. 5/417, 422, Abu Daud, no :
33
418, dan Abnu Majah, no : 689, di dalam jawaid dikatakan : sanadnya hasan
(baik).
Ada juga suatu kelompok yang mengatakan yang aneh-aneh, mereka
34
mengatakan : sesungguhnya Jibril telah berkhianat, dimana ia menyampaikan
wahyu kepada Nabi Muhammad, sedangkan yang lebih utama dan lebih
berhak terhadap risalah adalah Ali bin Abi Thalib, oleh karena inilah mereka
mengatakan : telah berkhianat Amiin (malaikan jibril) dan ia telah menghalang
risalah sampai ke Haidari (Ali).
Wahai saudaraku muslim, bagaimana mungkin mereka menuduh Jibril Alaihi
salam telah berkhianat, sedangkan Allah telah menyifatinya dengan amanah
(terpercaya), sebagaimana Allah telah berfirman : Telah dibawa oleh Ruhul
Amiin (malaikat Jibril), dan firman-Nya : selalu taat kemudian terpercaya”.
Apakah yang akan anda katakan wahai muslin terhadap keyakinan yang
diimani oleh orang-orang rafidhah ini?

Begitu juga orang Rafidhah meyerupai orang
kristen pada satu ajaran nasrani yaitu, wanita-
wanita mereka tidak memiliki hak
mendapatkan mahar, akan tetapi hanya
bersenang-senang dengan mereka dengan
kesenangan, begitu juga orang Rafidhah,
mereka menikah dengan cara mut’ah, dan
mereka menghalalkan itu.
Orang yahudi dan kristen lebih utama dari
orang Rafidhah dengan satu sifat (yaitu) :
Orang yahudi jika ditanya : siapakah orang
yang terbaik di kalangan pemeluk agamamu?
Mereka menjawab : adalah sahabat-sahabat
Musa.
Orang Kristen jika ditanya : siapakah orang
yang terbaik di kalangan pemeluk agamamu?
Mereka menjawab : adalah Hawari (sahabat-
sahabat) Isa.
Orang rafidhah jika ditanya : siapakah orang
yang terburuk di kalangan pemeluk agamamu?
Mereka menjawab : adalah sahabat-sahabat
Muhammad.”
35
******
Minhaajus Sunnah, oleh syeikhul Islam Ibnu Taimiyah : 1/24
35

Apa Akidah Orang Rafidhah Te rhadap
Para Imam Mereka?
Rafidhah mendakwakan kema’suman (terjaga dari
dosa) bagi para imam, dan bahwasanya mereka
mengetahui hal ghaib. Dinukil oleh Al Kulaini
dalam Usulul Kafi : “Telah berkata Imam Ja’far as
Shodiq : “Kami adalah perbendaharaan ilmu Allah,
kami adalah penterjemah perintah Allah, kami
adalah kaum yang maksum, telah diperintahkan
untuk menta’ati kami, dan dilarang untuk
menentang kami, kami adalah hujjah Allah yang
kuat terhadap siapa yang berada di bawah langit
dan di atas bumi”
.
36
Al Kulaini meriwayatkan di Al Kafi : Bab
“Sesungguhnya para imam, jika mereka
berkehendak untuk mengetahui, maka mereka
pasti mengetahuinya”. Dari Jafar ia berkata :
“Sesungguhnya Imam jika ia berkehendak
mengetahui, maka ia pasti mengetahui, dan
sesungguhnya para imam mengetahui kapan
Usulul_Kafi, hal : 165. (marikita simak apa firman Allah yang menerangkan
36
tentang sifat nabi Muhammad, Allahberfirman dalam surat Al An’am ayat 50 :
(artinya) : “Katakanlah : “Aku tidakmengatakan kepadamu, bahwa
perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) akumengatakan yang
ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku
seorangmalaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan
kepadaku..”
( pent )

mereka akan mati, dan sesungguhnya mereka
tidak akan mati kecuali dengan pilihan mereka
sendiri.”
37
Khumaini yang celaka menyebutkan – dalam salah
satu tulisannya bahwa para imam lebih afdhal
(mulia) dari para nabi dan rasul, ia berkata -
semoga Allah menghinakannya : “Sesungguhnya
imam-imam kita mempunyai suatu kedudukan
yang tidak bisa dicapai oleh malaikat yang
didekatkan, dan tidak pula oleh nabi yang
diutus”
.
38
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Orang
Rafidhah mendakwakan sesungguhnya agama ini
diserahkan kepada pendeta-pendeta dan rahib-
rahib, maka yang halal itu adalah yang dihalalkan
mereka, dan yang haram itu adalah yang
diharamkan mereka, serta agama itu adalah apa
yang mereka syariatkan”.
39
Usulul Kafi, di dalam kitabulHujjah : (1/258). (mengetahui mati dan di mana
37
akan mati itu adalah rahasia yangtidak diketahui kecuali hanya Allah semata,
Allah berfirman dalam surat Lukmanayat 34, (artinya) : “Sesungguhnya
Allah, hanya pada sisi-Nya sajalahpengetahuan tentang Hari Kiamat; dan
Dia-lah Yang menurunkan hujan danmengetahui apa yang ada dalam rahim.
Dan tiada seorangpun yagn dapat mengetahui(denga pasti) apa yang akan
diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapatmengetahui di bumi
mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahi lagiMaha
Mengenal.”
( pent)
Hukumatul Islamiyah, Khumaini,(berarti para imam mereka lebih mulia dari
38
Rasulullah sendiri, apakah perkataanseperti ini boleh keluar dari mulut
seorang muslim yang memeluk agama Islam????
)
pent
Minhajus Sunnah, oleh SyeikhulIslam Ibnu Taimiyah (1/482).
39

Jika pembaca ingin melihat kekufuran, kesyirikan
dan ghuluw (sikap berlebih-lebihan mereka) -
semoga Allah melindungi kita- maka bacalah
syair-syair yang diungkapkan oleh syeikh mereka
zaman sekarang ini yaitu Ibrahim Al Amili,
terhadap Ali bin Abi Thalib -semoga Allah meridhai
Ali- :
Abu hasan, engkaulah hakikat Tuhan (yang
diibadati),
dan alamat kekuasaan-Nya yang tinggi.
Engkaulah yang menguasai ilmu ghaib,
maka mungkinkah tersembunyi bagimu
akan sesuatu yang hasul.
Engkaulah yang mengendalikan poros alam,
bagimu para ulamanya yang tinggi.
Bagimu amar (urusan) bila engkau menghendaki,
kau menghidupkan besok,
bila engkau menghendaki kau cabut ubun-
ubun.
Ali bin Sulaiman Al Mazidi mengutarakan syairnya
dalam memuji Ali bin Abi Thalib :
Abu Hasan engkaulah suami orang yang suci,
Dan (engkaulah) sisi tuhan yang diibadati
serta jiwa rasul.
Dan (engkaulah) pernama kesempuranaan dan
matahari akal,
(engkau) Hamba dari tuhan, dan engkaulah
yang Maha Raja.
Engkau dipanggil oleh nabi di hari kadir,

Dan telah menaskan atas dirimu sesuai
dengan kejadian Ghadir
Bahwasanya engkau bagi kaum mukminin adalah
amir (pemimpin),
dia telah mengkalungkan kepadamu buhul
kekuasaannya.
Kepadamulah kembalinya seluruh perkara,
dan engkaulah yang maha mengetahui
dengan kadungan dada.
Engkaulah yang akan membangkitkan apa yang
ada dalam kubur
Bagimulah pengadilan hari kiamat
berdasarkan kepada nas.
Engkaulah yang maha mendengar dan engkaulah
yang maha melihat
Engkau atas setiap sesuatu maha mampu.
Kalaulah tidak karena engkau, pasti bintang tidak
berjalan
Kalaulah tidak karena engkau, pasti planet
tidak berputar.
Engkaulah, dengan setiap makhluk mengetahui,
Engkaulah yang berbicara dengan ahli kitab.
Kalaulah tidak karena engkau, tidak mungkin
musa
akan diajak berbicara, Maha suci Dzat yang
telahmenciptakanmu
Engkau akan melihat rahasia namamu di jagat
raya,
Kecintaan terhadap dirimu seperti matahari
di atas kening.

Kebencian terhadap dirimu di wajah orang
yangmembenci,
Bagaikan peniup api, maka tidak akan
beruntung yangmembencimu.
Siapa itu yang telah ada, dan siapa itu yang ada,
Tidak para nabi dan tidak (pula) para rasul,
Tidak (pula) qalam lauh dan tidak (pula)
alamsemesta,
(kecuali) Seluruhnya adalah hamba-hamba
bagimu.
Wahai Abu Hasan wahai yang mengatur wujud,
(wahai) goa orang yang terusir, dan tempat
berlindungpendatang.
yang memberi minum pengagungmu pada hari
berkumpul(hari kiamat).
orang yang mengingkari hari berbangkit,
adalah orangyang mengingkarimu.
Wahai Abu Hasan wahai Ali yang gagah.
Kesetiaan padamu bagiku di dalam kuburku
sebagaitanda penunjuk,
Namamu bagiku dalam keadaan sempit
merupakan lambang
Dan kecintaan kepadamu adalah yang
memasukkanku kedalam surgamu
Dengan lantaran dirimu kemulian yang ada pada
diriku.
Bila datang perintah Tuhan yang Maha Mulia
Menyeru penyeru, berangkat-berangkat(kematian-
kematian).

Dan tidaklah mungkin engkau akan
meninggalkan orangyang berlindung
denganmu.
Apakah syi’ir seperti ini diucapkan oleh seorang
muslim yang memeluk agama Islam?, Demi Allah,
bahkan sesungguhnyaorang-orang jahiliyah (Kafir)
sekalipun belum pernah jatuh dalam kesyirikan
dankekufuran, terlalu muja-muji / ghuluw seperti
yang diperbuat oleh orang rafidhahcelaka ini.
40
******
Penterjemah melihat sendiribagaimana cara mereka membaca syair-syair
40
di kuburan baqi’ (madinah), dibacakandan dinyanyi-nyanyikan oleh kepala
regunya, yang lain menangis dan merapatseperti orang Yahudi meratap di
depan dinding mesjid Aqsha

Apa Akidah Raj’ah Yang Diimani Oleh
Orang Rafidhah?
Orang Rafidhah telah membuat bidah Raj’ah,
berkata Al Mufid : “Telah sepakat mazhab
Imamiyah atas wajibnya terjadi Raj’ah di
kebanyakan dari para orang yang telah mati”
.
41
Yaitu (yang mereka maksudkan dengan Raj’ah ini)
bangkitnya penutup imam-imam mereka, yang
bernama Al Qaaim pada akhir zaman, ia keluar
dari bangunan di bawah tanah, lalu menyembelih
seluruh musuh-musuh politiknya, dan
mengembalikan kepada syiah hak-hak mereka
yang dirampas oleh kelompok-kelompok lain
sepanjang masa (yang telah berlalu)
.
42
Berkata sayid Al Murtadho di dalam kitabnya “Al
Masail An Nashiriyah” : “Sesungguhnya Abu Bakr
dan Umar disalib pada saat itu di atas suatu pohon
di zaman Al Mahdi -yakni imam mereka yang
kedua belas- yang mereka beri nama Qaaim Ali
Muhammad (penegak keluarga Muhammad), dan
pohon itu pertamanya basah sebelum penyaliban,
lalu menjadi kering setelahnya
.
43
Awaailul Maqaalaat, oleh Al Mufiid, Hal : 51
41
Al Khuthuthul ‘Ariidhah, oleh Muhibbudin Al Khatiib, hal : 80
42
Awaailul Maqaalaat, oleh syeikh mereka yang bergelar Al Mufiid, Hal : 95.
43

Berkata Al Majlisi di dalam Kitab “Haqul Yakin”
dari Muhammad Al Baqir (berkata) : “Jika Al Mahdi
telah keluar, maka sesungguhnya ia akan
menghidupkan ‘Aisyah Ummul Mukminin dan ia
melaksanakan (menjatuhkan) hukum had (hudud)
atas diri Aisyah”.
44
Kemudian bagi mereka pemahaman Raj’ah ini
berkembang, dan mengatakan (berlakunya)
Raj’ah (kembali hidup) seluruh orang syiah dan
imam-imam mereka dan seluruh musuh mereka
bersama imam-imam mereka. Akidah khurafat ini
mengungkapkan rasa dengki yang tersembunyi di
dalam diri mereka, yang mereka mengungkapkan
rasa dengki itu dengan cerita dongeng seperti ini.
Dan adalah keyakinan ini merupakan sarana
(jembatan) yang diambil oleh orang-orang
Sabaiyah untuk mengingkari hari akhirat.
******
Haqul Yakiin, oleh Muhammad Al Baqir Al Majlisi, hal : 347.
44

Apa Akidah Taqiyah Menurut Orang
Rafidhah?
Taqiyah didefinisikan oleh salah seorang ulama
mereka zaman sekarang dengan ucapannya :
“Taqiyah yaitu kamu mengatakan atau melakukan
(sesuatu), berlainan dengan apa yang kamu
yakini
; untuk menolak bahaya dari dirimu atau
45
hartamu atau untuk menjaga kehormatanmu”
.
46
Bahkan mereka mendakwakan bawah
sesungguhnya Rasulullah telah melakukannya
(Taqiyah) tatkala Abdullah bin Ubai bin Salul
kepala orang-orang munafik meninggal, dimana
beliau datang untuk menyolatkannya, lalu Umar
berkata kepadanya : Tidakkah Allah telah
melarangmu dari hal itu? -yakni berdiri di atas
kuburan munafik ini-, lalu Rasulullah
menjawabnya : “Celaka kamu, kamu tidak tahu
apa yang saya ucapkan : sesungguhnya saya
mengucapkan : Ya Allah isilah perutnya dengan
Inilah hakikat kemunafikan, yaitu menampakkan sesuatu yang tidak sesuai
45
dengan apa yang dibatin, atau menampakkan keimanan dan
menyembunyikan kekafiran. Dengan kata lain, takiyah / nifak itu adalah lain di
mulut lain di hati. Itulah akidah orang syiah, maka hati-hatilah dari tipu
muslihat mereka,
.
( pent )
As Syi’ah fil Mizaan, oleh Muhammad Jawaad Mughniyah, hal : 48
46

api, dan penuhilah kuburannya dengan api dan
selalulah api membakar dirinya “.
47
Lihatlah wahai saudaraku muslim, bagaimana
mereka telah menyandarkan kepada diri
Rasulullah kedustaan. Apakah masuk akal, bahwa
para sahabat Rasulullah mendoakan rahmat
untuknya (Abdullah bin Ubai), sedangkan Nabi
melaknatnya?
Al Kulaini menukilkan di usul Kafi : ” Berkata Abu
Abdillah: “wahai Abu Umar sesungguhnya
sembilan per sepuluh (sembilan puluh persen)
agama ini terletak pada (akidah) Taqiyah, dan
tidak ada agama bagi orang yang tidak melakukan
Taqiyah, Taqiyah ada pada setiap sesuatu kecuali
di nabidz (korma yang direndam dalam air untuk
membuat arak) dan di dalam menyapu atas khuuf
(kaus atau kulit kulit).” Dan dinukilnya juga dari
Abi Abdillah ia berkata : “Jagalah agama kalian
dan tutuplah agama itu dengan Taqiyah, karena
tidak ada iman bagi orang yang tidak mempunyai
Taqiyah.”
48
Maka orang Rafidhah memandang Taqiyah itu
adalah fardu (wajib), tidak akan berdiri mazhab ini
kecuali dengan Taqiyah, dan mereka menerima
pokok-pokok mazhab secara sembunyi-sembunyi
dan terang-terangan. Mereka selalu
melaksanakannya Taqiyah itu terlebih-lebih, bila
Furuu’ul Kafii, kitab AL Janaaiz, hal : 188
47
Usuulul Kafii, hal : 482-483
48

konsisi yang sulit telah mengepung mereka, maka
hati-hatilah dari orang Rafidhah wahai kaum
muslimin.
******

Apa Keyakinan At-thiinah (Tanah)
Yang Diimani Oleh Orang Rafidhah?
Yang dimaksud dengan at thiinah (tanah) menurut
orang Rafidhah adalah tanah perkuburan Husain –
radhiallahu ‘anhu-. Salah seorang dari orang-
orang sesat mereka yang bernama Muhammad An
Nu’man Al Haritsi yang bergelar dengan “Syeikh Al
Mufid”, menukilkan di kitabnya “Al Mazaar” dari
Abi Abdillah ia berkata : “Di tanah perkuburan
Husain terdapat obat untuk segala penyakit dan ia
merupakan obat yang paling besar (ampuh)”.
Berkata Abdullah : “Oleskanlah di mulut bayi
kalian tanah (perkuburan) Husain”
Ia berkata : Telah dikirim kepada Abi Hasan Al
Ridha dari negeri Khurasan sebuah bungkusan
kain di antaranya terdapat segumpal tanah, maka
dikatakan kepada utusan itu : Apa ini? Ia berkata
: Tanah perkuburan Husain, tidaklah ia mengirim
sedikitpun dari bungkusan kain atau lainnya,
kecuali ia meletakkan di dalamnya tanah itu, dan
berkata tanah itu pengaman insya Allah.
Dikatakan kepadanya : Sesungguhnya seorang
laki-laki bertanya kepada Shadiq tentang
pengambilannya akan tanah perkuburan Husain,
maka Shodiq menjawab : “Apa bila kamu
mengambilnya maka ucapkanlah : “Ya Allah
sesungguhnya saya meminta kepadamu

disebabkan oleh hak malaikat yang telah
mengenggamnya (tanah ini), dan meminta
kepadamu, disebabkan oleh hak Nabi yang telah
menyimpannya, dan oleh hak Al Washi (Ali) yang
telah bersatu di dalamnya agar Engkau
melimpahkan Shalawat kepada Muhammad dan
atas keluarga Muhammad dan agar Engkau
menjadikannya obat penawar untuk seluruh
penyakit, dan pengaman dari seluruh ketakutan,
dan penjaga dari seluruh kejahatan.
Abu Abdillah ditanya tentang penggunaan dua
jenas tanah dari perkuburan Hamzah dan
pekuburan Husain serta mana yang paling utama
diantara keduanya, maka ia berkata : “Tasbih
yang dibuat dari tanah perkuburan Husain akan
bertasbih (sendirinya) ditangan, tanpa
(pemiliknya) bertasbih.”
49
Sebagaimana orang Rafidhah mendakwakan,
sesungguhnya orang syi’ah tercipta dari tanah
yang khusus dan orang Sunni tercipta dari tanah
yang lain, lalu terjadilah pengadukkan antara
kedua tanah tadi dengan cara tertentu, maka apa-
apa yang terdapat pada orang syiah dari
kemasiatan dan kejahatan, maka itu merupakan
pengaruh dari tanah sunni, dan apa-apa yang
terdapat pada orang sunni dari kebaikan dan
anamah, maka itu disebabkan oleh pengaruh
tanah syi’ah. Dan apabila pada hari Kiamat nanti,
Kitab Al Mazaar, oleh syeikh mereka yang bergelar “ Syeikh Al Mufid” hal :
49
125

maka kejelekan dan dosa-dosa orang syi’ah
diletakkan di atas Ahli Sunnah, dan kebaikan
(pahala) Ahli Sunnah akan diberikan kepada orang
syi’ah.
50
******
‘Ilal-As Syaraai’ hal : 490-491, Bihar Al Anwar : 5/247-248
50

Apa Akidah Orang Rafidhah Te rhadap
Ahli Sunnah?
Akidah orang Rafidhah berdiri di atas penghalalan
harta dan darah ahli sunnah. Al Shoduq di kitab
(Al ‘Ilal) meriwayatkan dengan sanadnya kepada
Daud bin Farqad, ia berkata : “Saya telah berkata
kepada Abi Abdillah : Apa yang anda katakan
terhadap An Naashib (Ahli Sunnah), ia berkata :
“Darahnya halal, akan tetapi saya berTaqiyah
atasmu, jika kamu mampu untuk membalikkan
dinding atas dirinya (ahli sunnah) atau
menenggelamkannya di laut, agar ia tidak akan
bersaksi atas dirimu, maka lakukanlah. Saya
berkata : Apa pandanganmu di hartanya? Ia
menjawab : “Ambillah semampumu”.
51
Bahkan orang syi’ah Rafidhah memandang, bahwa
kekafiran Ahli Sunnah lebih berat dari kekafiran
orang Yahudi dan Nasrani, karena mereka (Yahudi
dan Nasrani) menurut Rafidhah orang-orang kafir
asli, dan mereka ini (ahli sunnah) adalah kafir
murtad, dan kafir murtad lebih berat menurut
ijma’, oleh karena itu mereka (mau) berkerja
sama dengan orang-orang kuffar untuk melawan
Al Mahasin An Nafsaaniyah, Hal : 166.
51

kaum muslimin, hal itu seperti yang disaksikan
oleh sejarah.
52
Terdapat di dalam kitab “Wasaail As Syi’ah”
(diriwayatkan) dari Al Fudhail bin Yasaar, ia
berkata : saya telah bertanya kepada Abu Ja’far
tentang wanita ‘Arifah (yakni wanita bermazhab
Rafidhah) apakah saya menikahkannya dengan An
Nashib (ahli Sunnah)? Maka ia berkata : “Tidak;
karena Nashiba (ahli sunnah ) orang kafir.”
53
An Nawasib (orang-orang An Nasib) menurut
pemahaman Ahli sunnah adalah mereka yang
membenci Ali bin Abi Thalib –radhiallahu ‘anhu-,
akan tetapi menurut orang Rafidhah, mereka
menamakan Ahli sunnah dengan Nawashib (An
Nashib), karena mereka mendahulukan keimaman
Abu Bakr, dan Umar dan Utsman atas Ali, padahal
sesungguhnya mengutamakan Abu Bakr dan Umar
atas diri Ali telah terjadi sejak zaman Nabi,
dalilnya perkataan Ibnu Umar : “Adalah kami di
zaman rasulullah memilih di antara sahabat siapa
yang terbaik, maka kami memilih (orang yang
terbaik) Abu Bakr, kemudian Umar kemudian
Utsman”. (H.R. Bukhari), dan ditambah oleh At
Thabrani di Kitab “Mu’jam Al Kabir” : Nabi pun
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “ Sesungguhnya orang Rafidhah
52
berkerjasama dengan orang-orang Tatar tatkala orang Tatar menyerang
negeri kaum Muslimin. (Fatawa : 35/151). Lihatlah kitab :Kaifa Dakhalat Tatar
Bilaadal Muslimin (Bagaimana orang Tatar (bisa) masuk ke negeri kaum
muslimin) oleh Dr. Sulaiman bin Hamd Al Audah
Wasaail As Syi’ah, oleh Al Hur Al ‘Amili (7/431), At Tahdzib (7/303)
53

mengetahui hal yang demikian dan tidak
mengingkarinya”. Dan bagi Ibnu Asaakir : “Adalah
kami mengutamakan Abu Bakr, dan Umar, dan
Utsman dan Ali”.
Imam Ahmad dan lainnya meriwayatkan dari Ali
bin Abi Thalib sesungguhnya ia berkata : “Sebaik-
baik umat ini setelah nabinya adalah Abu Bakr,
kemudian Umar, kalau aku berkehendak pasti aku
telah menyebutkan orang yang ketiga”. Berkata
Adz Dzahabi : Ini (Hadits ini) Mutawatir.”
54
******
At Ta’liiqaat ‘Ala Matan Lum’atil ‘Itiqaad, oleh Syeikh kita Al Allamah
54
Abdullah bin Jibrin –semoga Allah menjaganya-, hal : 91

Apa Keyakinan Orang Rafidhah
Tentang Nikah Mut ’ah? Dan Apa
Keutamaannya Menurut Mereka?
Nikah mut’ah mempunyai keutamaan yang agung
sekali di sisi orang Rafidhah –Al’iyaadzu billah-.
Tercantum dalam kitab “Manhaj As Shodiqin”
karangan Fathullah Al Kaasyaani dari As Shodiq
(menerangkan) bahwasanya nikah mut’ah itu
adalah dari ajaran agamaku dan agama bapak-
bapakku, dan orang yang melaksanakannya
berarti dia mengerjakan ajaran agama kita, dan
orang yang mengingkarinya berarti dia
mengingkari ajaran agama kita, bahkan ia
memeluk agama lain dari agama kita. Dan anak
(hasil) nikah mut’ah lebih mulia dari anak istri
yang tetap. Orang yang mengingkari nikah mut’ah
adalah kafir murtad.”
55
Al Qummi menukilkan di dalam kitab “Man Laa
Yahduruhu Al Faqiih” dari Abdulah bin Sinan dari
Abi Abdillah, ia berkata : “Sesungguhnya Allah
Tabaraka wa Ta’ala telah mengharamkan atas
golongan kita setiap yang memabukkan dari
sertiap minuman, dan telah mengganti mereka
dari hal itu dengan nikah mut’ah”
.
56
Manhaj As Shodiqiin, karangan Mulla Fathullah al Kasyaani, hal : 356
55
“ Man Laa Yahduruhu Al Faqiih” , hal : 330.
56

Orang Rafidhah tidak pernah menyaratkan
(membatasi) bilangan tertentu dalam nikah
mut’ah. Tercantum dalam kitab “Furuu’ Al Kafi”
dan At Tahdziib” dan “Al Istibshoor” dari Zaraarah,
dari Abi Abdillah, ia berkata : “Saya telah
menyebutkan kepadanya akan nikah mut’ah
apakah nikah mut’ah itu (terjadi) dari empat
(yang dibolehkan), ia berkata : nikahilah dari
mereka-mereka (para wanita) seribu,
sesungguhnya mereka-mereka itu adalah wanita
yang disewa (dikontrak). Dan dari Muhammad bin
Muslim dari Abi Ja’far sesungguhnya ia berkata
tentang nikah mut’ah : “Bukan nikah mut’ah itu
(dilakukan) dari empat (istri yang dibolehkan),
karena ia (nikah mut’ah) tidak ada talak, tidak
mendapat warisan, akan tetapi ia itu hanyalah
sewaan”
.
57
Bagaimana mungkin ini, padahal Allah telah
berfirman :
Artinya : “Dan orang-orang yang menjaga
kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka
atau budak yang mereka miliki; maka
Al Furuu’ min Al Kafii, (2/43), dan kitab “ At Tahdziib” (2/188).
57

sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Barangsiapa mencari yang di balik itu maka
mereka itulah orang-orang yang melampaui
batas”. (Al Mukminun : 5-7).
Maka jelaslah dari ayat yang mulia ini bahwa
sesungguhnya apa yang dihalalkan dari nikah
adalah istri dan budak perempuan yang dimiliki,
dan diharamkan apa yang lebih dari (selain) itu.
Wanita yang dimut’ah adalah wanita sewaan,
maka ia bukanlah istri (yang sah), dan ia tidak
bisa mendapatkan warisan dan tidak bisa ditalak,
jadi dia itu adalah pelacur / wanita pezina –
wal’iyaadzubillah-.
Syeikh Abdullah bin Jibriin berkata : “Orang
Rafidhah berdalih dalam menghalalkan nikah
mut’ah dengan ayat di surat An Nisa’ yaitu firman
Allah :
Artinya : “Dan (diharamkan juga kamu
mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-
budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan
hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu.
Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian
(yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk
dikawini bukan untuk berzina. Maka istri-istri yang

telah kamu nikmati (campur) di antara mereka,
berikanlah kepada mereka maharnya (dengan
sempurna), sebagai suatu kewajiban;”. (An Nisa :
24).
Jawab : Sesungguhnya ayat ini semuanya dalam
masalah nikah; dari firman Allah ayat 19 di surat
An Nisa sampai 23, setelah Allah menyebutkan
wanita-wanita yang haram dinikahi karena nasab
dan sebab, kemudian Allah berfirman : Artinya :
“Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian.”
Maksudnya dihalalkan bagimu menikahi selain
wanita-wanita (yang disebutkan tadi) bila kamu
menikahi mereka untuk bersenang-senang yaitu
bersetubuh yang halal, maka berikanlah mahar
mereka yang telah kamu wajibkan untuk mereka,
dan jika mereka mengugurkan sesuatu dari
mahar-mahar itu berdasarkan dari jiwa yang baik
(keridhoan hati), maka tidak mengapa atas kamu
dalam hal itu. Beginilah ayat ini ditafsirkan oleh
jumhur (mayoritas) sahabat dan orang-orang
setelah mereka
.
58
Dari perkataan Syeikh Ibnu Jibrin semoga Allah mengangkat darajatnya,
58
adapun dalil dari Sunnah dalam mengharamkan nikah mut’ah adalah hadits
Ar Rafi’ bin Sirah Al Juhani, sesungguhnya bapaknya menceritakan
kepadanya bahwa sesungguhnya ia (bapaknya) bersama rasulullah, maka
beliau bersabda : wahai Manusia sesungguhnya saya pernah mengizinkan
untuk kalian bersenang-senang dengan perempuan (nikah mut’ah), dan
sesungguhnya Allah sungguh telah mengharamkan hal itu (nikah mut’ah)
sampai hari Kiamat, barangsiapa yagn memiliki seseorang wanita darinya
maka hendaklah ia melepaskannya, dan janganlah kalian mengambil

Bahkan di sisi (menurut) orang Rafidhah
perkaranya telah sampai menghalalkan
menyetubuhi wanita di lubang anusnya.
Tercantum dalam kitab “Al Istibshoor” dari Ali bin
Al Hakam ia berkata : “Saya telah mendengar
Shofwan berkata : “Saya telah berkata kepada Al
Ridha : Sesungguhnya seorang laki-laki dari
budak-budakmu memerintahkan saya untuk
menanyakan kepadamu akan suatu masalah,
maka dia takut dan malu kepadamu untuk
menanyakanmu, ia berkata : apa itu? Ia berkata :
Apakah boleh bagi laki-laki untuk menyetubuhi
wanita (istrinya) di lubang anusnya? Ia menjawab
: Ya, hal itu boleh baginya”
.
59
******
sedikitpun dari apa yang telah kalian berikan kepadanya.” (H.R. Muslim no :
1406).
Al Istibshoor, (3/243).
59

Apa Keyakinan Orang Ro fidhah
Terhadap Najaf Dan Karbala? Dan Apa
Keutamaan Menziarahinya Menurut
Mereka?
Orang syi’ah sungguh telah menjadikan tempat-
tempat perkuburan imam-imam mereka baik
imam dakwaan mereka belaka atau hakiki,
sebagai tempat yang haram dan suci (seperti
maram Makkah) : maka kota Kufah adalah haram,
Karbala haram, Qum haram. Dan mereka
meriwayatkan dari As Shidiq : “Sesungguhnya
Allah memiliki haram yaitu kota Mekkah, dan
Rasulullah memilik haram yaitu kota Madinah, dan
Amirul mukminin memiliki haram yaitu kota Kufah
dan kita memiliki haram yaitu Qum.
Karbala menurut mereka lebih afdhol (utama) dari
Ka’bah. Hal ini tercantum dalam kitab “Al Bihaar”
dari Abi Abdillah bahwasanya ia berkata :
“sesungguhnya Allah telah mewahyukan ke
Ka’bah; kalaulah tidak karena tanah Karbala,
maka Aku tidak akan mengutamakanmu, dan
kalaulah tidak karena orang yang dipeluk oleh
bumi Karbala (Husain), maka Aku tidak akan
menciptakanmu, dan tidaklah Aku meciptakan
rumah yang mana engkau berbangga dengannya,
maka tetap dan berdiamlah kamu, dan jadilah
kamu sebagai dosa yang rendah, hina, dina, dan

tidak congkak dan sombong terhadap bumi
Karbala, kalau tidak, pasti Aku telah buang dan
lemparkan kamu ke dalam Jahanam.
60
Dan tercantum juga di dalam kitab “Al Mazaar”
karangan Muhammad An Nu’man yang diberi gelar
dengan syeikh Mufid, di dalam Bab “Ucapan saat
berdiri di atas kuburan” yaitu orang yang
menziarahi kuburan Husain mengisyaratkan
dengan tangan kanannya sambil mengucapkan
doa yang panjang, diantaranya :
“Saya datang berziarahmu, untuk mencari
keteguhan kaki di dalam berhijrah kepadamu, dan
sungguh saya telah meyakini bahwasanya Allah
Jalla Tsanaauhu, dengan lantaranmu Dia
melapangkan kesulitan, dan dengan lantaranmu
Dia menurunkan Rahmat, dan dengan lantaranmu
Dia menahan bumi yang jatuh bersama
penduduknya, dengan lantaramu Allah
mengokohkan gunung-gunung di atas pondasinya,
dan sungguh saya telah menghadap (munajat)
kepada Rabbku, bahwa dengan lantaranmu wahai
tuanku untuk menyelesaikan hajat kebutuhan dan
keampunan dosa-dosaku.”
Dan tercantum dalam kitab “Al Mazaar” tentang
keutamaan kota Kufah, dari Ja’far Al Shodiiq ia
berkata : “Tempat yang paling mulia (utama)
setelah haram Allah dan haram rasul-Nya adalah
kota Kufah, karena kota Kufah Suci bersih, di sana
Kitab Al Bihaar : (10/107)
60

terdapat kuburan para nabi dan rasul dan ahli
wasiat yang jujur, dan di sana terlihat keadilan
Allah, dan di sana datang Qaimah (penegak) dan
pengegak-penegak setelahnya, Kota Kufah itu
tempat turunnya para nabi dan ahli wasiat serta
orang-orang yang sholeh
.
61
Lihatlah wahai pembaca yang budiman,
bagaimana mereka itu jatuh dalam kesyirikan,
karena mereka meminta kepada selain Allah
dalam menyelesaikan dan memenuhi hajat
kebutuhan, meminta dan memohon pengampunan
dosa-dosa kepada manusia, bagaimana mungkin
hal itu terjadi, sedangkan Allah telah berfirman :
“Siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain
dari pada Allah” (Ali Imran : 135).
Kita berlindung dengan Allah dari perbuatan syirik.
******
Kitab Al Mazaar, karangan Muhammad An Nu’man yang diberi gelar
61
dengan syeikh Mufid, hal : 99.

Apa Segi Perbedaan Antara Syi’ah
Rafidhah Dengan Ahli Sunnah?
Berkata : Nizhomuddin Muhammad Al ‘Azhomi di
dalam mukaddimah buku “Syiah dan Nikah
Mut’ah” : Sesungguhnya perbedaan antara kita
dengan mereka
bukanlah terpokus di perbedaan
cabang-cabang fikih, seperti masalah nikah mut’ah
saja, sama sekali tidak, sesungguhnya perbedaan
itu pada dasarnya adalah perbedaan dalam
masalah pokok-pokok prinsip, ya.. perbedaan
dalam akidah terpokus di beberapa point dibawah
ini :
1. Rafidhah mengatakan sesungguhnya Al Quran
dirubah (diselewengkan) dan kurang.
Sedangkan kita (Ahli Sunnah) mengatakan :
Sesungguhnya Al Quran adalah kalamullah
lengkap tanpa ada kekurangan, tidak pernah dan
tidak akan dihinggapi oleh penukarbalikan,
mengurangan dan perubahan sampai Allah
mewariskan bumi ini dan orang-orang yang ada di
atasnya (hari Kiamat), sebagaimana Allah
berfirman:

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-
Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar
memeliharanya.” (QS. Al-Hijr : 9)
2. Rafidhah mengatakan sesungguhnya para
sahabat Rasulullah terkecuali beberapa orang,
telah murtad setelah rasulullah wafat, dan mereka
berbalik 180 derajat, dan mereka mengkhianati
amanah dan agama, terutama tiga orang khalifah;
As Shidiq (Abu Bakr), Al Faruq (Umar) dan Dzu
Nurain (Utsman), oleh karena itu mereka yang
bertiga ini menurut mereka (Rafidhah) adalah
termasuk orang yang paling bersangatan
kekufuran, kesesatan dan kesalahannya.
Sedangkan kita (Ahli Sunnah) mengatakan
sesungguhnya para sahabat Rasulullah adalah
sebaik-baik manusia setelah para nabi, dan
sesungguhnya mereka itu adalah adil (istiqomah)
seluruhnya, tidak pernah sengaja berdusta atas
nabi mereka, mereka orang-orang yang
terpercaya dalam menukilkan berita.
3. Rafidhah mengatakan sesungguhnya para imam
adalah imam-imam Rafidhah yang dua belas yang
ma’shum (terjaga dari dosa), mereka mengetahui
hal ghaib, dan mengetahui seluruh ilmu yang
dikeluarkan (diajarkan) kepada para malaikat,
para nabi dan para rasul, dan sesungguhnya
mereka mengetahui ilmu yang terdahulu dan
sekarang, dan tidak ada yang tersembunyi bagi
mereka sesuatu apapun, dan sesungguhnya
mereka mengetahui seluruh bahasa alam

semesta, dan sesungguhnya seluruh bumi ini
adalah milik mereka.
Sedangkan kita (Ahli Sunnah) mengatakan,
sesungguhnya mereka itu adalah manusia biasa
seperti manusia-manusia lainnya, tiada perbedaan
antara mereka, diantara imam-imam itu adalah
ahli fikih, ulama dan khalifah, dan kita tidak
menisbahkan kepada mereka apa yang tidak
pernah mereka katakan terhadap diri mereka
sendiri, bahkan kita berlepas diri darinya dan
mereka pun
(para imam) berlepas diri dari hal
itu.
62
******
Mukaddimah kitab As- Syi’ah wal Mut’ah, oleh Nizhomuddin Muhammad Al
62
‘Azhomi, Hal : 6.

Apa Keyakinan Orang Rafidhah Pada
Hari Asyura (Sepuluh Muharram) Dan
Apa Keutamaannya Menurut Mereka?
Sesungguhnya Rafidhah mengadakan perayaan
dan perkumpulan dan ratapan tangis, mereka
melakukan demonstrasi di jalan-jalan dan di
lapangan-lapangan umum. Mereka memakai
pakaian hitam tanda duka cita dalam
memperingati mati syahidnya Husain dengan
mengonsentrasikan pada sepuluh hari pertama
dari bulan Muharram di setiap tahun, dengan
keyakinan sesungguhnya perbuatan itu termasuk
dari sebaik-baik untuk mendekatkan diri kepada
Allah. Maka mereka memukul-mukul pipi mereka
dengan tangan mereka sendiri, memukul-mukul
dada dan punggung mereka. Mereka merobek-
robek baju sambil menangis dan berteriak-teriak
dengan menyeru : wahai Husain, wahai Husain.
Terlebih-lebih pada hari ke sepuluh setiap bulan
Muharram, bahkan mereka memukul diri mereka
sendiri dengan rantai besi dan pedang, seperti
yang terjadi di negeri-negeri yang dihuni oleh
Rafidhah seperti Iran.
Dan para ulama mereka mendorong mereka untuk
melakukan hal-hal yang bodoh ini dimana hal itu
menjadi bahan tawaan semua umat. Sungguh
salah seorang dari pembesar mereka yaitu

Muhammad Hasan Alu Kasyif al Ghatha, telah
ditanya tentang apa yang dilakukan oleh pengikut
golongannya seperti menukul dan menampar
wajah…. dst, ia berkata : sesungguhnya ini
termasuk dari mengagungkan syiar-syiar Allah :
63
“Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar
Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari
ketaqwaan hati”. (QS. 22:32)
******
Perbuatan yang bodoh dan lucu ini dilakukan mereka setiap tahun. Dan
63
ketahuilah sesungguhnya Nabi telah melarang di dalam hadits yang shahih
yang dikeluarkan oleh Muslim dengan no : 103, melarang menampar wajah
(pipi) dan merobek baju…, akan tetapi orang Rafidhah -semoga Allah
mempermalukan mereka- membuang hadits ini jauh-jauh, karena mereka ini
adalah firqah (golongan) yang paling pendusta terhadap Rasulullah.

Apakah Keyakinan Orang Rafidhah
Tentang Bai’at
Orang Rafidhah menganggap setiap pemerintahan
selain pemerintahan Itsna ‘Asyara (syi’ah Itsna
“asyarah/ Imammiyah/ Rafidhah) adalah
pemerintahan yang batil (tidak sah). Diriwayatkan
di dalam kitab “Al Kaafii” dengan syarahan
(uraian) Al Mazandaraani dan di dalam kitab Al
Ghaibah oleh An Nu’mani, dari Abi Ja’far, ia
berkata : “Setiap bendera yang diangkat
(dikibarkan) sebelum bendera Al Qaaim -Mahdinya
orang Rafidhah- maka pemiliknya adalah
thoghut”.
64
Dan tidak boleh menta’ati seorang hakim yang
bukan dari Allah, kecuali dengan cara Taqiyah
(kemunafikan), penguasa yang absolut dan zholim
tidaklah pantas untuk menjadi pemimpin, dan
setiap pemimpin yang bersifat yang serupa
dengan itu. Seluruhnya gelar itu mereka
memberikan nama itu kepada penguasa kaum
muslimin yang bukan dari imam-imam mereka,
orang paling utama dari mereka itu adalah
khulafaurasyidin -semoga Allah meridhoi mereka-
yaitu : Abu Bakr, Umar dan Utsman.
Kitab “Al Kaafii” dengan syarahan (uraian) Al Mazandaraani, dan lihat kitab
64
Al Bihaar (25/113).

Tokoh Rafidhah Al Majlisi, dimana ia merupakan
salah seorang dari orang-orang yang sesat dari
mereka, pengarang kitab “Bihaarul Anwar”,
berkata tentang tiga orang khalifah rasyidin :
“Sesungguhnya mereka tiada lain kecuali
perampas yang zholim, murtad dari agama,
semoga laknat Allah atas mereka dan terhadap
orang-orang yang mengikuti mereka di dalam
menzholimi ahlu bait dari pertama sampai
terakhir”.
65
Inilah yang dikatakan oleh imam mereka Al Majlisi
yang kitabnya dikatagorikan ke dalam reffrensi
mereka (rujukan) yang pokok dan terpenting
dalam hadits mengenai umat yang paling mulia
setelah para rasul dan nabi.
Berdasarkan kepada keyakinan mereka terhadap
khilifah kaum muslimin, maka mereka
menganggap setiap orang yang bekerjasama
dengan mereka adalah thoghut dan zholim. Al
Kulaini meriwayatkan dengan sanadnya dari Umar
bin Hanzholah, ia berkata : “Saya telah bertanya
kepada Abu Abdillah tentang dua orang dari
golongan kita, di antara mereka berdua terjadi
perselisihan dalam masalah agama atau harta
warisan, lalu mereka berdua berhukum (minta
diselesaikan secara hukum) kepada penguasa dan
kepada hakim, apakah hal itu halal? Ia berkata :
barangsiapa berhukum (meminta diselesaikan
secara hukum) kepada mereka, dengan kebenaran
Kitab Al Bihaar oleh Al Majlisi (4/385).
65

atau kebatilan, maka sesungguhnya mereka
berhukum kepada thoghut, dan apa yang telah
diputuskan untuknya sesungguhnya yang ia ambil
adalah harta haram, walaupun sebenarnya itu
haknya, karena ia telah mengambilnya dengan
hukum thoghut”.
66
Berkata Khumaini yang celaka -semoga Allah
menghukumnya dengan hukum sepantas dan
setimpal- dalam mengomentari pembicaraan
mereka ini : “Imam itu sendiri dilarang untuk
merujuk kepada penguasa-penguasa dan hakim-
hakim mereka, dan merujuk kepada mereka
dikatagorikan merujuk kepada thoghut.”
67
******
Kitab “Al Kaafii” oleh Al Kulaini (1/67), kitab At Tahdziib (6/301) dan kitab
66
Man Laa Yahsuruhu Al Faqiih : (3/5).
Al Hukumaatul Islamiyah, hal : 74.
67

Apakah Hukum Usaha Mendekat kan
Antara Ahli Sunnah Yang Bertauhid
Dengan Ra fidhah Yang Musyrik?
Saudaraku pembaca yang budiman, saya
cukupkan saja dalam masalah ini, dengan
mencantumkan tulisan dari tulisan-tulisan DR.
Nashir AL Qafari di dalam kitabnya : “Masalah At
Taqriib”, yaitu tulisan yang ke tujuh, dimana
beliau berkata -semoga Allah menjaganya :
“Bagaimana mungkin mendekatkan antara orang
yang mencaci kitab Allah dan menafsirkannya
tidak sesuai dengan tafsirannya, dan
mendakwakan turunnya kitab-kitab ilahi (wahyu)
kepada imam-imamnya setelah Al Quranul Karim?,
dan ia memandang keimaman itu adalah
kenabian, para imam baginya seperti para nabi
dan bahkan lebih mulia, dan ia menafsirkan
mengibadati Allah semata yang mana itu adalah
inti dari misi (ajaran) para rasul seluruhnya tidak
sesuai dengan maknanya yang hakiki, dan
mendakwakan bahwa sesungguhnya ibadah itu
adalah ta’at kepada para imam. dan
sesungguhnya syirik kepada Allah adalah mentaati
selain mereka (para imam) bersama mereka, ia
mengkafirkan orang-orang yang terbaik dari para
sahabat rasulullah, dan mengkliem seluruh para
sahabat dengan murtad, kecuali tiga atau empat

atau tujuh sesaui dengan perbedaan riwayat
mereka. Dan orang ini (orang Syiah) tampil
berbeda dengan keganjilan dari jamaah kaum
muslimin dengan masalah-masalah akidah dan
keyakinan di dalam keimaman, kemaksuman
(terjaga dari dosa), Taqiyah (kemunafikan), dan
mengatakan Raj’ah (imam kembali ke dunia), Al
qhaibah (menghilangnya As Kaari) dan Al
Bada’
.”
68
69
******
Defenisi ini lihat kembali edisi-edisi yang telah berlalu, diantaranya edisi : 2,
68
6 dan 7.
“Masalah At Taqriib” DR. Nashir AL Qafari (2/302).
69

Apakah Perkataan Para Imam
Terdahulu Dan Belakang Tentang
Rafidhah (Syi’ah)?
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah telah berkata: “Dan
sungguh telah sepakat ahli ilmu dalam bidang
naql, riwayat dan sanad, bahwasanya Rafidhah
adalah yang paling pendusta dari kalangan
kelompok-kelompok (yang sesat), berbohong
terdapat dalam diri mereka sudah sejak lama, oleh
karena inilah para imam-imam Islam
menggelarkan keistimewaan mereka dengan
sering (banyak) berdusta.
Asyhab bin Abdul Aziz telah berkata : Imam Malik
telah ditanya tentang Rafidhah, maka beliau
menjawab : Janganlah kamu berbicara dengan
mereka, dan janganlah mengambil riwayat dari
mereka, sesungguhnya mereka itu orang-orang
yang berdusta (pembohong).
Dan berkata Imam Malik : orang yang mecaci
maki para sahabat Rasulullah, maka ia tidak
berhak mendapatkan nama, atau tempat di dalam
Islam.
Berkata Ibnu Katsir di dalam firman Allah :

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-
orang yang bersama dia adalah keras terhadap
orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama
mereka: kamu lihat mereka ruku’ dan sujud
mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-
tanda meraka tampak pada muka mereka dari
bekas sujud.Demikianlah sifat-sifat mereka dalam
Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu
seperti tanaman mengeluarkan tunasnya maka
tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu
menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas
pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati
penanam-penanamnya karena Allah hendak
menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan
kekuatan orang-orang mu’min)”. (Al Fath : 29).
“Dari ayat ini, maka Imam Malik menyimpulkan di
dalam satu riwayat darinya, dengan mengkafirkan
orang-orang rafidhah dimana mereka membenci
para sahabat, beliau berkata : “Karena para
sahabat menjengkelkan hati mereka (orang-orang

rafidhah), barangsiapa yang dijengkeli oleh para
sahabat maka ia adalah kafir oleh ayat ini”.
Al Qarthubi telah berkata : “Sungguh Imam Malik
telah berbuat baik dalam ucapannya dan ia telah
benar dalam menafsirkannya, maka barangsiapa
mencela seorang saja dari mereka atau mencela
riwayatnya maka ia sungguh telah membantah
Allah Rabb semesta alam, dan telah
menggugurkan syari’at-syari’at kaum muslimin.”
70
Abu Hatim telah berkata : ” Telah menceritakan
kepada kami Harmalah, ia berkata : Saya telah
mendengar Imam Syafi’i berkata : “Saya belum
pernah melihat seseorang yang lebih mudah
bersaksi dengan kepalsuan daripada Rafidhah”.
Muammil bin Ahab telah berkata : “Saya telah
mendengar Yazid bin Harun berkata : “Ditulis
(riwayat hadits) dari setiap pelaku bid’ah bila tidak
mengajak ke bid’ahnya, kecuali Rafidhah,
sesungguhnya mereka itu pendusta.”
Dan Muhammad bin Sa’ad Al Ashbahaani telah
berkata : “Saya telah mendengar syeikh Syuraik
berkata : “Ambillah ilmu itu dari setiap orang yang
kamu jumpai kecuali Rafidhah, sesungguhnya
mereka membuat-buat (memalsukan) hadits, dan
mereka menjadikan hal itu sebagai agama”.
Syuraik ini adalah Syuraik bin Abdullah Qodhi
(hakim) kota Kufah.
Ushul Madzhab As Syi’ah Al Imamiyah Al Itsna Asyara, oleh Dr. Nashir AL
70
Qafaari, (3/1250).

Mu’awiyah telah berkata : “Saya telah mendengan
Al ‘Amasy berkata : Saya menjumpai sekelompok
manusia, dan mereka tidaklah menyebutkan
tentang mereka (rafidhah) kecuali (digolongkan
kepada) orang-orang sangat pembohong”,
maksudnya (mereka pembohong itu) adalah
pengikut AL Mughirah bin Sa’id yang bermadzhab
rafidhah lagi pendusta, seperti yang disifati oleh
imam Adz Dzahabi.
71
Syeikhul Islam telah berkata dalam mengomentari
apa yang dikatakan oleh para imam salaf : “Dan
adapun Rafidhah asal usul bid’ah mereka diambil
dari Zindiq dan kufur serta unsur kesengajaan,
kebohongan banyak sekali di tengah-tengah
mereka, dan mereka mengakui hal itu, dengan
mengatakan : Agama kita adalah Taqiyah, yaitu
salah seorang dari mereka mengucapkan dengan
lidahnya berbeda dengan apa yang ada di hatinya.
Dan inilah hakikat kebohongan dan kemunafikan,
maka mereka dalam hal itu sebagaimana pepadah
: “Ia telah melemparku dengan penyakitnya lalu ia
lari”.
72
Berkata Abdullah bin Ahmad bin Hambal : Saya
telah bertanya kepada bapakku tentang Rafidhah,
maka ia mengatakan : “Yaitu orang-orang yang
mencaci maki atau mencela Abu Bakr dan Umar”.
Dan Imam Ahmad ditanya tentang Abu Bakr dan
Umar, maka ia menjawab : Doa’kanlah mereka
Minhaajus Sunnah, oleh Syeikhul Islam Ibnu Timiyah, (1/59-60).
71
Minhaajus Sunnah, oleh Syeikhul Islam Ibnu Timiyah, (1/68).
72

berdua agar diberi rahmat, dan berlepas dirilah
dari orang yang membenci mereka berdua”.
73
Al Khallal meriwayatkan dari Abu Bakr Al Marwazi,
ia berkata : Saya telah bertanya kepada Abu
Abdillah (Imam Ahmad) tentang orang yang
mencaci maki Abu Bakr dan Umar serta ‘Aisyah,
maka ia berkata : “Saya tidak memandangnya di
dalam Islam (artinya orang yang mencaci itu telah
keluar dari Islam-pent).
74
Al Khallal meriwayatkan, ia berkata : Saya telah
diberi tahu oleh Harb bin Ismail Al Karmaani, ia
berkata : Telah bercerita kapada kami Musa bin
Harun bin Ziad, ia berkata : saya telah mendengar
Al Firyaabi sedangkan seorang laki-laki bertanya
kepadanya tentang orang yang mencaci maki Abu
Bakr, ia berkata : Kafir. Lalu ia berkata lagi,
apakah disolatkan? Ia berkata: Tidak.”
Ibnu Hazam telah berkata : tentang Rafidhah
tatkala ia berdebat dengan orang Kristen, dan
orang-orang memberikan kepadanya kitab-kitab
Rafidhah untuk bantahan terhadapnya (Ibnu
Hazam dan berkata) : sesungguhnya Rafidhah
bukanlah kaum muslimin, dan perkataan mereka
bukanlah argumen terhadap agama, akan tetapi
Rafidhah itu hanyalah suatu golongan, mula
Al Masail dan Al Rasail Al Mawiyah ‘An Imam Ahmad bin Hambal, oleh
73
Abdul Ilah bin Sulaiman Al Ahmadi, (2/357).
As Sunnah oleh Khalal (3/493). Ini merupakan pernyataan yang jelas dari
74
imam Ahmad dalam menghukum kafir orang Rafidhah.

terjadinya kira-kira duapuluh lima tahun setelah
Nabi Wafat, dan permulaannya adalah merespon
pangilan orang yang hampir masuk islam dari
orang-orang yang dihina Allah. Rafidhah itu adalah
kelompok yang berjalan atas jalan ajaran Yahudi
dan Nasrani dalam kebohongan dan kekufuran.”
75
Abu Zur’ah Ar Raazi berkata : “Bila kamu melihat
seseorang yang mencaci salah seorang dari para
sahabat Rasulullah, maka ketahuilah
sesungguhnya dia itu Zindiq.”
Lajnah Daimah Lil Iftak (Lembaga Tetap untuk
Fatwa) di Kerajaan Saudi Arabia pernah ditanya
dengan satu pertanyaan, dalam pertanyaan itu
penanya mengatakan bahwa ia dan sekelompok
teman bersamanya berada di perbatasan utara
berdekatan dengan cek point negara Iraq. Di sana
ada sekelompok penduduk yang bermadzhab Al
Ja’fariyah, dan diantara mereka (kelompok
penanya) ada orang yang enggan untuk memakan
sembelihan penduduk itu, dan diantara mereka
ada yang makan, maka kami bertanya: Apakah
halal bagi kami untuk memakan sembelihan
mereka, ketahuilah sesungguhnya mereka berdoa
minta tolong kepada Ali, Hasan dan Husain serta
seluruh pemimpin-pemimpin mereka di dalam
keadaan sulit dan keadaan lapang ? Lalu Lajnah
(lembaga) yang diketuai oleh Syeikh Abdul ‘Aziz
bin Abdullah bin Baz dan (anggota-anggotanya);
Syeikh Abdul Razaq ‘Afifi, Syeikh Abdullah bin
Al Fashlu Fi Al Milal wa An Nihal, oleh Ibnu Hazam (2/78).
75

Ghudayan, dan Syeikh Abdullah bin Qu’uud,
semoga Allah memberi pahala kepada mereka
semua.
Jawabannya : Segala puji bagi Allah semata, dan
shalawat dan salam semoga dianugerahkan
kepada rasul-Nya dan keluarga beliau serta
sahabat-sahabatnya, dan adapun selanjutnya:
Jika permasalahannya seperti yang disebutkan
oleh penanya, bahwa sesungguhnya jamaah
(kelompok) yang memiliki ajaran Ja’fariyah,
mereka berdo’a dan meminta tolong kepada Ali,
Hasan dan Husain serta pemimpin-pemimpin
mereka, maka mereka itu adalah orang-orang
musyrik murtad, kelaur dari agama Islam, semoga
Allah melindungi kita dari itu, tidaklah halal
memakan sembelihan mereka, karena sembelihan
itu adalah bangkai, walaupun mereka menyebut
nama Allah saat menyembelihnya.”
76
Syeikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin
ditanya, soal itu berbunyi : wahai syeikh yang
mulia, di negeri kami terdapat seorang rafidhah
(bermadzhab syi’ah rafidhah) bekerja sebagai
tukang sembelih, maka ahlusunnah datang
kepadanya untuk menyembelih sembelihan
mereka, dan begitu juga sebagian rumah makan,
bekerja sama dengan orang rafidhah ini, dan
dengan rafidhah lainnya yang berprofesi sama,
apakah hukumnya bertransaksi atau berkoneksi
Fatwa Lajnah Daimah Lil Iftak, (2/264).
76

dengan orang rafidhah ini dan semisalnya? Apakah
hukum sembelihannya, apakah sembelihannya
halal atau haram, berikanlah kepada kami fatwa,
semoga syeikh diberi pahala oleh Allah.
(Beliau menjawab) Wa’alaikum salam
warahmatullah wabarakatuh wa ba’du: Tidaklah
halal sembelihan orang rafidhah, dan juga
memakan sembelihannya, sesungguhnya orang
rafidhah pada umumnya adalah orang-orang
musyrik, dimana mereka selalu menyeru Ali bin
Abi Thalib di waktu sempit dan lapang, sampai di
Arafah dan saat tawaf dan sa’i, mereka juga
menyeru anak-anak beliau dan imam-imam
mereka seperti yang sering kita dengar dari
mereka, perbuatan ini adalah syirik akbar dan
keluar dari agama Islam yang berhak dihukum
mati atasnya.
Sebagaimana mereka sangat berlebih-lebihan
dalam menyifati Ali, mereka menyifati beliau
dengan sifat-sifat yang tidak layak kecuali hanya
untuk Allah, sebagaimana kita mendengarnya dari
mereka di Arafah, dan mereka disebabkan
perbuatan itu telah murtad, yang mana mereka
telah menjadikannya sebagai Rabb, Sang
Pencipta, dan Yang mengatur Alam, Yang
mengetahui ghaib, yang menguasai kemudaratan
dan manfaat, dan semisal itu.
Dan sebagaimana mereka mencela Al Quran,
mereka mendakwakan bawah para sahabat telah
merubah, menghilangkan dari Al Quran ayat-ayat

yang banyak berhubungan dengan Ahlu Bait dan
musuh-musuh mereka, lalu mereka tidak
berpedoman kepada Al Quran dan mereka tidak
memandangnnya sebagai dalil dan argumen.
Sebagaimana mereka mencela pemuka-pemuka
sahabat, seperti tiga orang khalifah rasyidin, dan
selain mereka dari orang yang diberi kabar
gembira jaminan masuk surga, para umul
mukminin (istri-istri rasulullah), para sahabat
yang terkenal, seperti Anas, Jabir, Abu Hurairah
dan semisalnya, maka mereka tidak menerima
hadits-hadits para sahabat tersebut, karena
mereka itu orang kafir menurut dakwaan mereka,
mereka tidak mengamalkan hadits-hadits di
Bukhari Muslim kecuali yang berasal dari Ahlu
Bait. Mereka bergantung dengan hadits-hadits
palsu atau hadits-hadits yang di dalamnya tidak
ada bukti atas apa yang mereka katakan. Akan
tetapi walaupun demikian, mereka itu adalah
bersikap munafik, maka mereka mengucapkan
dengan lidah mereka apa yang tidak ada pada hati
mereka (yang tidak mereka yakini), mereka
menyembunyikan di diri mereka apa yang tidak
mereka tampakkan kepadamu, mereka berkata :
barangsiapa tidak bersikap Taqiyah (nifaq) maka
tidak ada agama baginya. Maka dakwaan mereka
itu tidak bisa diterima dalam ukhwah
persaudaraan, dan dakwaan mereka akan cinta
syari’at… dan seterusnya. Sikap nifaq adalah
merupakan akidah bagi mereka. Semoga Allah
menjaga (kita) dari kejelekan mereka, semoga

Allah menganugerahkan shalawat dan salam
keada Muhammad, dan keluarga beliau serta para
sahabatnya.
77
******
Fatwa ini keluar dari syeikh setelah dilontarkan kepada beliau suatu soal
77
yang berhubungan dengan sikap bergaul sama orang rafidhah pada tahun
1414 H, dan penyusun ingin menerangkan sekitar apa yang terdengar bahwa
syeikh Abdullah AL Jibrin -semoga Allah melindunginya- beliau seorang yang
mengkafirkan orang-orang Rafidhah, yang benarnya adalah bawah para
imam dari terdahulu sampai belakangan ini mengkafirkan kelompok ini, hal itu
disebabkan karena hujjah telah ditegakkan kepada mereka, dan hilangnya
uzur kebodohan dari mereka. (Insya Allah penerjemah akan membuat edisi
khusus tentang perkataan ulama salaf terhadap rafidhah).

74 of 75-

الحمد لله الذي هدانا للإسلام ومن علينا به وأخرجنا في خير أمة فنسأله التوفيق لما يحب ويرضى والحفظ مما يكره ويسخط.
.2 اعلم أن الإسلام هو السنة والسنة هي الإسلام ولا يقوم أحدهما إلا بالآخر فمن السنة لزوم الجماعة و من رغب غير الجماعة وفارقها فقد خلع ربقة الإسلام من عنقه وكان ضالا مضلا .
.3 والأساس الذي بينا عليه الجماعة هم أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم رحمهم الله أجمعين وهم أهل السنة والجماعة فمن لم يأخذ عنهم فقد ضل وابتدع وكل بدعة ضلالة والضلال وأهله في النار قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه لا عذر لأحد في ضلاله ركبها حسبها هدى ولا في هدى تركه حسبه ضلاله فقد بينت الأمور وثبتت الحجة وانقطع العذر وذلك أن السنة والجماعة قد أحكما أمر الدين كله وتبين للناس فعلى الناس الاتباع واعلم رحمك الله أن الدين إنما جاء من قبل الله تبارك وتعالى لم يوضع على عقول الرجال وآرائهم وعلمه عند الله وعند رسوله فلا تتبع شيئا بهواك فتمرق من الدين فتخرج من الإسلام فإنه لا حجة لك فقد بين رسول الله صلى الله عليه وسلم لأمته السنة وأوضحها لأصحابه وهم الجماعة وهم السواد الأعظم والسواد الأعظم الحق وأهله فمن خالف أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم في شيء من أمر الدين فقد كفر .
.4 واعلم أن الناس لم يبتدعوا بدعة قط حتى تركوا من السنة مثلها فاحذر المحرمات من الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة والضلالة وأهلها في النار .
.5 واحذر صغار المحدثات من الأمور فإن صغار البدع تعود حتى تصير كبارا وكذلك كل بدعة أحدثت في هذه الأمة كان أولها صغيرا يشبه الحق فاغتر بذلك من دخل فيها ثم لم يستطع المخرج منها فعظمت وصارت دينا يدان بها فخالف الصراط المستقيم فخرج من الإسلام فانظر رحمك الله كل من سمعت كلامه من أهل زمانك خاصة فلا تعجلن ولا تدخلن في شيء منه حتى تسأل وتنظر هل تكلم فيه أحد من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم أو أحد من العلماء فإن أصبت فيه أثرا عنهم فتمسك به ولا تجاوزه لشيء ولا تختر عليه شيئا فتسقط في النار .
.6اعلم أن الخروج عن الطريق على وجهين أما أحدهما فرجل قد زل عن الطريق وهو لا يريد إلا الخير فلا يقتدى بزلله فإنه هالك ورجل عاند الحق وخالف من كان قبله من المتقين فهو ضال مضل شيطان مريد في هذه الأمة حقيق على من عرفه أن يحذر الناس منه ويبين لهم قصته لئلا يقع في بدعته أحد فيهلك .
.7 واعلم رحمك الله أنه لا يتم إسلام عبد حتى يكون متبعا مصدقا مسلما فمن زعم أنه قد بقي شيء من أمر الإسلام لم يكفوناه أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم فقد كذبهم وكفى بهذا فرقة وطعنا عليهم فهو مبتدع ضال مضل محدث في الإسلام ما ليس منه .
.8 واعلم رحمك الله أنه ليس في السنة قياس ولا تضرب لها الأمثال ولا تتبع فيها الأهواء بل هو التصديق بآثار رسول الله صلى الله عليه وسلم بلا كيف ولا شرح ولا يقال لم ولا كيف فالكلام والخصومة والجدال والمراء محدث يقدح الشك في القلب وإن أصاب صاحبه الحق والسنة .
.9 واعلم رحمك الله أن الكلام في الرب تعالى محدث وهو بدعة وضلالة ولا يتكلم في الرب إلا بما وصف به نفسه عز وجل في القرآن وما بين رسول الله صلى الله عليه وسلم لأصحابه فهو جل ثناؤه واحد ليس كمثله شيء وهو السميع البصير ربنا أول بلا متى وآخر بلا منتهى يعلم السر وأخفى وهو على عرشه استوى وعلمه بكل مكان ولا يخلو من علمه مكان .
.10 ولا يقول في صفات الرب تعالى لم إلا شاك في الله تبارك وتعالى والقرآن كلام الله وتنزيله ونوره وليس مخلوقا لأن القرآن من الله وما كان من الله فليس بمخلوق وهكذا قال مالك بن أنس وأحمد بن حنبل والفقهاء قبلهما وبعدهما والمراء فيه كفر .
.11 والإيمان بالرؤية يوم القيامة يرون الله عز وجل بأعين رؤوسهم وهو يحاسبهم بلا حاجب ولا ترجمان .
.12 والإيمان بالميزان يوم القيامة يوزن فيه الخير والشر له كفتان وله لسان .
.13 والإيمان بعذاب القبر ومنكر ونكير والإيمان بحوض رسول الله صلى الله عليه وسلم ولكل نبي حوض إلا صالح عليه السلام فإن حوضه ضرع ناقته .
.14 والإيمان بشفاعة رسول الله صلى الله عليه وسلم للمذنبين الخاطئين يوم القيامة وعلى الصراط ويخرجهم من جوف جهنم وما من نبي إلا وله شفاعة وكذلك الصديقون والشهداء والصالحون ولله بعد ذلك تفضل كثير على من يشاء والخروج من النار بعدما احترقوا وصاروا فحما .
.15 والإيمان بالصراط على جهنم يأخذ الصراط من شاء الله ويجوز من شاء الله ويسقط في جهنم من شاء الله ولهم أنوار على قدر إيمانهم.
.16 والإيمان بالأنبياء والملائكة والإيمان بأن الجنة حق والنار حق وأنهما مخلوقتان الجنة في السماء السابعة وسقفها العرش والنار تحت الأرض السابعة السفلى وهما مخلوقتان قد علم الله تعالى عدد أهل الجنة ومن يدخلها وعدد أهل النار ومن يدخلها لا تفنيان أبدا بقاؤهما مع بقاء الله أبد الآبدين ودهر الداهرين .
.17 وآدم عليه السلام كان في الجنة الباقية المخلوقة فأخرج منها بعدما عصى الله عز وجل
.18 والإيمان بالمسيح الدجال .
.19 والإيمان بنزول عيسى ابن مريم عليه السلام ينزل فيقتل الدجال ويتزوج ويصلي خلف القائم من آل محمد صلى الله عليه وسلم ويموت ويدفنه المسلمون .
.20 والإيمان بأن الإيمان قول وعمل ونية يزيد وينقص يزيد ما شاء الله وينقص حتى لا يبقى منه شيء
.21 وأفضل هذه الأمة والأمم كلها بعد الأنبياء صلوات الله عليهم أجمعين أبو بكر ثم عمر ثم عثمان هكذا روي لنا عن ابن عمر قال كنا نقول ورسول الله صلى الله عليه وسلم بين أظهرنا إن خير الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أبو بكر وعمر وعثمان ويسمع بذلك النبي صلى الله عليه وسلم فلا ينكره ثم أفضل الناس بعد هؤلاء علي وطلحة والزبير وسعد بن أبي وقاص وسعيد بن زيد وعبد الرحمن بن عوف وأبو عبيدة عامر بنالجراح وكلهم يصلح للخلافة ثم أفضل الناس بعد هؤلاء أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم القرن الأول الذي بعث فيهم المهاجرون الأولون والأنصار وهم من صلى القبلتين ثم أفضل الناس بعد هؤلاء من صحب رسول الله صلى الله عليه وسلم يوما أو شهرا أو سنة أو أقل من ذلك أو أكثر نترحم عليهم ونذكر فضلهم ونكف عن زللهم ولا نذكر أحدا منهم إلا بالخير لقول رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا ذكر أصحابي فأمسكوا وقال سفيان بن عيينة من نطق في أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم بكلمة فهو صاحب هوى .
.22 والسمع والطاعة للأئمة فيما يحب الله ويرضى ومن ولي الخلافة بإجماع الناس عليه ورضاهم به فهو أمير المؤمنين لا يحل لأحد أن يبيت ليلة ولا يرى أن ليس عليه إمام برا كان أو فاجرا والحج والغزو مع الإمام ماض وصلاة الجمعة خلفهم جائزة ويصلى بعدها ست ركعات يفصل بين كل ركعتين هكذا قال أحمد ابن حنبل .
.23 والخلافة في قريش إلى أن ينزل عيسى ابن مريم عليه السلام ومن خرج على إمام من أئمة
المسلمين فهو خارجي قد شق عصا المسلمين وخالف الآثار وميتته ميتة جاهلية .
.24 لا يحل قتال السلطان ولا الخروج عليه وإن جار وذلك لقول رسول الله صلى الله عليه وسلم لأبي ذر الغفاري اصبر وإن كان عبدا حبشيا وقوله للأنصار اصبروا حتى تلقوني على الحوض وليس من السنة قتال السلطان فإن فيه فساد الدنيا والدين .ويحل قتال الخوارج إذا عرضوا للمسلمين في أموالهم وأنفسهم وأهليهم وليس له إذا فارقوه أن يطلبهم ولا يجهز على جريحهم ولا يأخذ فيهم ولا يقتل أسيرهم ولا يتبع مدبرهم .
.25 واعلم أنه لا طاعة لبشر في معصية الله عزوجل . ومن كان من أهل الإسلام فلا تشهد له بعملخير ولا شر فإنك لا تدري بما يختم له عند الموت ترجو له رحمة الله وتخاف عليه ذنوبه لا تدري ما سبق له عند الموت إلى الله من الندم وما أحدث الله في ذلك الوقت إذا مات على الإسلام ترجو له الرحمة وتخاف عليه ذنوبه وما من ذنب إلا وللعبد منه توبة.
.26 والرجم حق والمسح على الخفين سنة وتقصير الصلاة في السفر سنة والصوم في السفر من شاء صام ومن شاء أفطر ولا بأس بالصلاة في السراويل .
.27 والنفاق أن يظهر الإسلام باللسان ويخفي الكفر بالضمير .
.28 واعلم بأن الدنيا دار إيمان وإسلام وأمة محمد صلى الله عليه وسلم فيها مؤمنون مسلمون في أحكامهم ومواريثهم وذبائحهم والصلاة عليهم ولا نشهد لأحد بحقيقة الإيمان حتى يأتي بجميع شرائع الإسلام فإن قصر في شيء من ذلك كان ناقص الإيمان حتى يتوب واعلم أن إيمانه إلى الله تعالى تام الإيمان أو ناقص الإيمان إلا ما أظهر لك من تضييع شرائع الإسلام والصلاة على من مات من أهل القبلة سنة والمرجوم والزاني والزانية والذي يقتل نفسه وغيره من أهل القبلة والسكران وغيرهم الصلاة عليهم سنة ولا يخرج أحد من أهل القبلة من الإسلام حتى يرد آية من كتاب الله عز وجل أو يرد شيئا من آثار رسول الله صلى الله عليه وسلم أو يصلي لغير الله أو يذبح لغير الله وإذا فعل شيئا من ذلك فقد وجب عليك أن تخرجه من الإسلام فإذا لم يفعل شيئا من ذلك فهو مؤمن ومسلم بالاسم لا بالحقيقة .
.29 وكل ما سمعت من الآثار شيئا مما لم يبلغه عقلك نحو قول رسول الله صلى الله عليه وسلم قلوب العباد بين إصبعين من أصابع الرحمن عز وجل وقوله إن الله ينزل إلى السماء الدنيا وينزل يوم عرفة وينزل يوم القيامة وإن جهنم لا يزال يطرح فيها حتى يضع عليها قدمه جل ثناؤه وقول الله تعالى للعبد إن مشيت إلي هرولت إليك وقوله خلق الله آدم على صورته وقول رسول الله صلى الله عليه وسلم رأيت ربي في أحسن صورة وأشباه هذه الأحاديث فعليك بالتسليم والتصديق والتفويض والرضا ولا تفسر شيئا من هذه بهواك فإن الإيمان بهذا واجب فمن فسر شيئا من هذا بهواه ورده فهو جهمي ومن زعم أنه يرى ربه في دار الدنيا فهو كافر بالله عز وجل.
.30 والفكرة في الله بدعة لقول رسول الله صلى الله عليه وسلم تفكروا في الخلق ولا تفكروا في الله فإن الفكرة في الرب تقدح الشك في القلب .
.31 وأعلم أن الهوام والسباع والدواب نحو الذر والذباب والنمل كلها مأمورة ولا يعلمون شيئا إلا بإذن الله تعالى .
.32 والإيمان بأن الله قد علم ما كان من أول الدهر وما لم يكن وما هو كائن أحصاه وعده عدا ومن قال إنه لا يعلم إلا ما كان وما هو كائن فقد كفر بالله العظيم .
.33 ولا نكاح إلا بولي وشاهدي عدل وصداق قل أو كثر ومن لم يكن لها ولي فالسلطان ولي من لا ولي له وإذا طلق الرجل امرأته ثلاثا فقد حرمت عليه لا تحل له حتى تنكح زوجا غيره .
.34 ولا يحل دم امرئ مسلم يشهد أن لا اله الا الله ويشهد أن محمدا عبده ورسوله إلا بإحدى ثلاث زنا بعد إحصان أو مرتد بعد إيمان أو قتل نفس مؤمنة بغير حق فيقتل به وما سوى ذلك فدم المسلم على المسلم حرام أبدا حتى تقوم الساعة .
.35 وكل شيء مما أوجب الله عليه الفناء يفنى إلا الجنة والنار والعرش والكرسي والصور والقلم واللوح ليس يفنى شيء من هذا أبدا ثم يبعث الله الخلق على ما أماتهم عليه يوم القيامة يحاسبهم بما شاء فريق في الجنة وفريق في السعير ويقول لسائر الخلق ممن لم يخلق للبقاء كونوا ترابا .
.36 والإيمان بالقصاص يوم القيامة بين الخلق كلهم بني آدم والسباع والهوام حتى للذرة من الذرة حتى يأخذ الله عز وجل لبعضهم من بعض لأهل الجنة من أهل النار ولأهل النار من أهل الجنة ولأهل الجنة بعضهم من بعض ولأهل النار بعضهم من بعض .
.37 وإخلاص العمل لله والرضا بقضاء الله والصبر على حكم الله والإيمان بأقدار الله كلها خيرها وشرها حلوها ومرها .
.38 والإيمان بما قال الله قد علم الله ما العباد عاملون والى ما هم صائرون لا يخرجون من علم الله ولا يكون في الأرضين والسماوات إلا ما علم الله تعالى وتعلم أن ما أصابك لم يكن ليخطئك وما أخطأك لم يكن ليصيبك ولا خالق مع الله عز وجل .
والتكبير على الجنائز أربع وهو قول مالك بن أنس وسفيان الثوري والحسن بن صالح وأحمد بن حنبل والفقهاء وهكذا قال رسول الله صلى الله عليه وسلم .
.39 والإيمان بأن مع كل قطرة ملك ينزل من السماء حتى يضعها حيث أمره الله عز وجل .
.40 والإيمان بأن رسول الله صلى الله عليه وسلم حين كلم أهل القليب يوم بدر أي المشركين كانوا يسمعون كلامه .
.41 والإيمان بأن الرجل إذا مرض آجره الله على مرضه والشهيد يأجره الله على شهادته .
.42 والإيمان بأن الأطفال إذا أصابهم شيء في دار الدنيا يألمون وذلك أن بكر بن أخت عبد الوهاب قال لا يألمون وكذب .
.43 واعلم أنه لا يدخل أحد الجنة إلا برحمة الله ولا يعذب الله أحدا إلا بقدر ذنوبه ولو عذب أهل السموات والأرض برهم وفاجرهم عذبهم غير ظالم لهم .
.44 لا يجوز أن يقال لله عز وجل إنه ظالم وإنما يظلم من يأخذ ما ليس له والله له الخلق والأمر والخلق خلقه والدار داره لا يسأل عما يفعل وهم يسألون ولا يقال لم وكيف ولا يدخل أحد بين الله وبين خلقه .
.45 وإذا سمعت الرجل يطعن على الآثار ولا يقبلها أو ينكر شيئا من أخبار رسول الله صلى الله عليه وسلم فاتهمه على الإسلام فإنه رجل رديء المذهب والقول ولا يطعن على رسول الله صلى الله عليه وسلم ولا على أصحابه لأنا إنما عرفنا الله وعرفنا رسوله وعرفنا القرآن وعرفنا الخير والشر والدنيا والآخرة بالآثار فإن القرآن أحوج إلى السنة من السنة إلى القرآن .
.46 والكلام والجدل والخصومة في القدر خاصة منهي عنه عند جميع الفرق لأن القدر سر الله ونهى الرب جل اسمه الأنبياء عن الكلام في القدر ونهى النبي صلى الله عليه وسلم عن الخصومة في القدر وكرهه أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم والتابعون وكرهه العلماء وأهل الورع ونهوا عن الجدال في القدر فعليك بالتسليم والإقرار والإيمان واعتقاد ما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم في جملة الأشياء واسكت عما سوى ذلك .
.47 والإيمان بأن رسول الله صلى الله عليه وسلم اسري به إلى السماء وصار إلى العرش وسمع كلام الله ودخل الجنة واطلع في النار ورأى الملائكة وسمع كلام الله عز وجل وبشرت به الأنبياء ورأى سرادقات العرش والكرسي وجميع ما في السموات في اليقظة حمله جبريل على البراق حتى أداره في السموات وفرضت عليه الصلوات الخمس تلك الليلة ورجع إلى مكة ليلته وذلك قبل الهجرة .
واعلم أن أرواح الشهداء في حواصل طير خضر تسرح في الجنة وتأوي إلى قناديل تحت العرش وأرواح الفجار والكفار في بئر برهوت وهي في سجين .
والإيمان بأن الميت يقعد في قبره وترسل فيه الروح حتى يسأله منكر ونكير عن الإيمان وشرائعه ثم تسل روحه بلا ألم ويعرف الميت الزائر إذا زاره ويتنعم المؤمن في القبر ويعذب الفاجر كيف شاء الله
والإيمان بأن الله هو الذي كلم موسى بن عمران يوم الطور وموسى يسمع من الله الكلام بصوت وقع في مسامعه منه لا من غيره فمن قال غير هذا فقد كفر بالله العظيم.
والعقل مولود أعطي كل انسان من العقل ما أراد الله يتفاوتون في العقول مثل الذرة في السماوات ويطلب من كل إنسان من العمل على قدر ما أعطاه من العقل وليس العقل باكتساب إنما هو فضل من الله .
واعلم أن الله فضل العباد بعضهم على بعض في الدين والدنيا عدلا منه لا يقال جار ولا حابى فمن قال إن فضل الله على المؤمن والكافر سواء فهو صاحب بدعة بل فضل الله المؤمن على الكافر والطائع على العاصي والمعصوم على المخذول عدلا منه هو فضله يعطيه من يشاء ويمنعه من يشاء .
ولا يحل أن تكتم النصيحة أحدا من المسلمين برهم وفاجرهم في أمر الدين فمن كتم فقد غش المسلمين ومن غش المسلمين فقد غش الدين ومن غش الدين فقد خان الله ورسوله والمؤمنين.
والله سميع بصير عليم يداه مبسوطتان قد علم أن الخلق يعصونه قبل أن يخلقهم علمه نافذ فيهم فلم يمنعه علمه فيهم أن هداهم للإسلام ومن به عليهم كرما وجودا وتفضلا فله الحمد .
.48 واعلم أن البشارة عند الموت ثلاث بشارات يقال أبشر يا حبيب الله برضى الله والجنة ويقال أبشر يا عبد الله بالجنة بعد الانتقام ويقال أبشر يا عدو الله بغضب الله والنار هذا قول ابن عباس .
.49 واعلم أن أول من ينظر إلى الله تعالى في الجنة ألاضراء ثم الرجال ثم النساء بأعين رؤوسهم كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إنكم سترون ربكم كما ترون القمر ليلة البدر لا تضامون في رؤيته والإيمان بهذا واجب وإنكاره كفر .
.50 واعلم أنها لم تكن زندقة ولا كفر ولا شكوك ولا بدعة ولا ضلالة ولا حيرة في الدين إلا من الكلام وأهل الكلام والجدل والمراء والخصومة والعجب .
.51 وكيف يجترئ الرجل على المراء والخصومة والجدال والله يقول ما يجادل في آيات الله إلا الذين كفروا فعليك بالتسليم والرضى بالآثار والكف والسكوت .
.52 والإيمان بأن الله يعذب الخلق في النار في الأغلال والانكال والسلاسل والنار في أجوافهم وفوقهم وتحتهم وذلك أن الجهمية منهم هشام الفوطي قال إنما يعذب الله عند النار ردا على الله ورسوله
.53 واعلم أن صلاة الفريضة خمس صلوات لا يزاد فيهن ولا ينقص في مواقيتها وفي السفر ركعتان إلا المغرب فمن قال أكثر من خمس فقد ابتدع ومن قال أقل من خمس فقد ابتدع لا يقبل الله شيئا منها إلا لوقتها إلا أن يكون نسيانا فإنه معذور يأتي بها إذا ذكرها أو يكون مسافرا فيجمع بين الصلاتين إن شاء .
.54 والزكاة من الذهب والفضة والتمر والحبوب والدواب على ما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم فإن قسمها فجائز وإن دفعها إلى الإمام فجائز والله أعلم .
55. واعلم أن أول الإسلام شهادة أن لا اله الا الله وأن محمدا عبده ورسوله وأن ما قال الله كما قال ولا خلف لما قال وهو عند ما قال .
.56 والإيمان بالشرائع كلها .
.57 واعلم أن الشراء والبيع حلال إذا بيع في أسواق المسلمين على حكم الكتاب والسنة من غير أن يدخله تغرير أو ظلم أو غدر أو خلاف للقرآن أو خلاف للعلم .
.58 واعلم أنه ينبغي للعبد أن تصحبه الشفقة أبدا ما صحب الدنيا لأنه لا يدري على ما يموت وبما يختم له وعلى ما يلقى الله عز وجل وإن عمل كل عمل من الخير وينبغي للرجل المسرف على نفسه أن لا يقطع رجاءه عند الموت ويحسن ظنه بالله ويخاف ذنوبه فإن رحمة الله فبفضل وإن عذبه فبذنب .
.59 والإيمان بأن الله تعالى اطلع نبيه صلى الله عليه وسلم على ما يكون في أمته إلى يوم القيامة .
.60 واعلم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ستفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة وهي الجماعة قيل من هم يا رسول الله قال ما أنا عليه اليوم وأصحابي هكذا كان الدين إلى خلافة عمر بن الخطاب الجماعة كلها وهكذا في زمن عثمان فلما قتل عثمان رضي الله عنه جاء الاختلاف والبدع وصار الناس فرقا فمن الناس من ثبت على الحق عند أول التغيير وقال به وعمل به ودعا إليه .
.61 وكان الأمر مستقيما حتى كانت الطبقة الرابعة في خلافة فلان انقلب الزمان وتغير الناس جدا وفشت البدع وكثر الدعاة إلى غير سبيل الحق والجماعة ووقعت المحنة في كل شيء لم يتكلم به رسول الله صلى الله عليه وسلم ولا أحد من الصحابة ودعوا إلى الفرقة
وقد نهى الله عز وجل عن الفرقة وكفر بعضهم بعضا وكل دعا إلى رأيه وإلى تكفير من خالفه فضل الجهال والرعاع ومن لا علم له وأطمعوا الناس في شيء من أمر الدنيا وخوفوهم عقاب الدنيا فاتبعهم الخلق على خوف في دينهم ورغبة في دنياهم فصارت السنة وأهل السنة مكتومين وظهرت البدعة وفشت وكفروا من حيث لا يعلمون من وجوه شتى ووضعوا القياس وحملوا قدرة الرب وآياته وأحكامه وأمره ونهيه على عقولهم وآرائهم فما وافق عقولهم قبلوه وما خالف عقولهم ردوه فصار الإسلام غريبا والسنة غريبة وأهل السنة غرباء في جوف ديارهم .
.62 واعلم أن المتعة متعة النساء والاستحلال حرام إلى يوم القيامة .
.63 واعرف لبني هاشم فضلهم لقرابتهم من رسول الله صلى الله عليه وسلم واعرف فضل قريش والعرب وجميع الأفخاذ فاعرف قدرهم وحقوقهم في الإسلام .
.64 ومولى القوم منهم واعرف فضل الأنصار ووصية رسول الله صلى الله عليه وسلم فيهم وآل الرسول فلا تسبهم واعرف فضلهم وجيرانه من أهل المدينة فاعرف فضلهم .
.65 واعلم أن أهل العلم لم يزالوا يردون قول الجهمية حتى كان في خلافة بني العباس تكلمت الرويبضة في أمر العامة وطعنوا على آثار رسول الله صلى الله عليه وسلم وأخذوا بالقياس والرأي وكفروا من خالفهم فدخل في قولهم الجاهل والمغفل والذي لا علم له حتى كفروا من حيث لا يعلمون فهلكت الأمة من وجوه وكفرت من وجوه وتزندقت من وجوه وضلت من وجوه وابتدعت من وجوه إلا من ثبت على قول رسول الله صلى الله عليه وسلم وأمره ونهيه وأصحابه ولم يتخطى أحدا منهم ولم يجاوز أمرهم ووسعه ما وسعهم ولم يرغب عن طريقتهم ومذهبهم وعلم أنهم كانوا على الإسلام الصحيح والإيمان الصحيح فقلدهم دينه واستراح .
.66 واعلم أن الدين إنما هو التقليد والتقليد لأصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم.
.67 ومن قال لفظه بالقرآن مخلوق فهو جهمي ومن سكت ولم يقل مخلوق ولا غير مخلوق فهو جهمي هكذا قال أحمد بن حنبل وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إنه من يعش منكم بعدي فسيرى اختلافا كثيرا فإياكم ومحدثات الأمور فإنها ضلالة وعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين عضوا عليها بالنواجذ .
.68 واعلم أنه إنما جاء هلاك الجهمية من أنهم فكروا في الرب عز وجل فأدخلوا لم وكيف وتركوا الأثر ووضعوا القياس وقاسوا الدين على رأيهم فجاءوا بالكفر عيانا لا يخفي ف كفروا وكفروا الخلق واضطرهم الأمر إلى أن قالوا بالتعطيل.
.69 قال بعض العلماء منهم أحمد بن حنبل الجهمي كافر ليس من أهل القبلة حلال الدم لا يرث ولا يورث لأنه قال لا جمعة ولا جماعة ولا عيدين ولا صدقة وقالوا من لم يقل القرآن مخلوق فهو كافر واستحلوا السيف على أمة محمد صلى الله عليه وسلم وخالفوا من كان قبلهم وامتحنوا الناس بشيء لم يتكلم فيه رسول الله صلى الله عليه وسلم ولا أحد من أصحابه وأرادوا تعطيل المساجد والجوامع وأوهنوا الإسلام وعطلوا الجهاد وعملوا في الفرقة وخالفوا الآثار وتكلموا بالمنسوخ واحتجوا بالمتشابه فشككوا الناس في أديانهم واختصموا في ربهم وقالوا ليس هناك عذاب قبر ولا حوضا ولا شفاعة والجنة والنار لم يخلقا وأنكروا كثيرا مما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم فاستحل من استحل تكفيرهم ودمائهم من هذا الوجه لأنه من رد آية من كتاب الله فقد رد الكتاب كله ومن رد حديثا عن رسول الله صلى الله عليه وسلم فقد رد الأثر كله وهو كافر بالله العظيم فدامت لهم المدة ووجدوا من السلطان معونة على ذلك ووضعوا السيف والسوط على من دون ذلك فدرس علم السنة والجماعة وأوهنوها فصاروا مكتومين لإظهار البدع والكلام فيها ولكثرتهم فاتخذوا المجالس وأظهروا آراءهم ووضعوا فيها الكتب وأطمعوا الناس وطلبوا لهم الرياسة فكانت فتنة عظيمة لم ينج منها إلا من عصم الله فأدنى ما كان يصيب الرجل من مجالستهم أن يشك في دينه أو يتابعهم أو يرى رأيهم على الحق ولا يدري أنهم على حق أو على باطل فصار شاكا فهلك الخلق حتى كانت أيام جعفر الذي يقال له المتوكل فأطفأ الله به البدع وأظهر به الحق وأظهر به أهل السنة وطالت ألسنتهم مع قلتهم وكثرة أهل البدع إلى يومنا هذا.
.70 فالرسم والبدع وأهل الضلالة قد بقي منهم قوم يعملون بها ويدعون إليها لا مانع يمنعهم ولا حاجز يحجزهم عما يقولون ويعملون.
.71 واعلم أنه لم تجئ زندقة قط إلا من الهمج الرعاع واتباع كل ناعق يميلون مع كل ريح فمن كان هكذا فلا دين له قال الله عز وجل فما اختلفوا إلا من بعد ما جاءهم العلم بغيا بينهم وهم علماء السوء أصحاب الطمع .
.72 واعلم أنه لا يزال الناس في عصابة من أهل الحق والسنة يهديهم الله ويهدي بهم غيرهم ويحيي بهم السنن وهم الذين وصفهم الله تعالى مع قلتهم عند الاختلاف فقال وما اختلف فيه إلا الذين أوتوه من بعد ما جآءتهم البينات بغيا بينهم ثم استثناهم فقال فهدى الله الذين ءامنوا لما اختلفوا فيه من الحق بإذنه والله يهدي من يشاء إلى صراط مستقيم وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا تزال عصبة من أمتي ظاهرين على الحق لا يضرهم من خذلهم حتى يأتي أمر الله وهم ظاهرون
.73 واعلم أن العلم ليس بكثرة الرواية والكتب ولكن العالم من اتبع الكتاب والسنة وإن كان قليل العلم والكتب ومن خالف الكتاب والسنة فهو صاحب بدعة وإن كان كثير الرواية والكتب .
.74 واعلم أنه من قال في دين الله برأيه وقياسه وتأوله من غير حجة من السنة والجماعة فقد قال على الله ما لا يعلم ومن قال على الله مالا يعلم فهو من المتكلفين والحق ما جاء من عند الله عز وجل والسنة ما سنه رسول الله صلى الله عليه وسلم والجماعة ما اجتمع عليه أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم في خلافة أبي بكر وعمر وعثمان ومن اقتصر على سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم وما كان عليه الجماعة فلج على أهل البدعة كلهم واستراح بدنه وسلم له دينه إن شاء الله لأن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ستفترق أمتي وبين لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم الفرقة الناجية منها فقال ما أنا عليه وأصحابي فهذا هو الشفاء والبيان والأمر الواضح والمنار المستقيم وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إياكم والتنطع وإياكم والتعمق وعليكم بدينكم العتيق .
.75 واعلم أن الدين العتيق ما كان من وفاة رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى قتل عثمان بن عفان رضي الله عنه وكان قتله أول الفرقة وأول الاختلاف فتحاربت الأمة وافترقت واتبعت الطمع والهوى والميل إلى الدنيا .
.76 وليس لأحد رخصة في شيء أخذ به مما لم يكن عليه أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم أو يكون رجل يدعو إلى شيء أحدثه من قبله من أهل البدع فهو كمن أحدثه فمن زعم ذلك أو قال به فقد رد السنة وخالف الحق والجماعة وأباح الهوى وهو أشر على هذه الأمة من إبليس ومن عرف ما ترك أهل البدع من السنة وما فارقوا منها فتمسك به فهو صاحب سنة وصاحب جماعة وحقيق أن يتبع وأن يعاون وأن يحفظ وهو ممن أوصى به رسول الله صلى الله عليه وسلم .
.77 واعلم أن أصول البدع أربعة أبواب يتشعب من هذه الأربعة اثنان وسبعون هوى ثم يصير كل واحد من البدع يتشعب حتى تصير كلها إلى ألفين وثمان مائة كلها ضلالة وكلها في النار إلا واحدة وهو من آمن بما في هذا الكتاب واعتقده من غير ريبة في قلبه ولا شكوك فهو صاحب سنة وهو الناجي إن شاء الله
86.
.78 واعلم ولم يجاوزوها بشيء ولم يولدوا كلاما مما لم يجيء فيه أثر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ولا عن أصحابه لم تكن بدعة.
.79 واعلم أنه ليس بين العبد وبين أن يكون مؤمنا حتى يصير كافرا إلا أن يجحد شيئا مما أنزل الله أو يزيد في كلام الله أو ينقص أو ينكر شيئا مما قال الله عز وجل أو شيئا مما تكلم به رسول الله صلى الله عليه وسلم فاتق الله وانظر لنفسك وإياك والغلو في الدين فإنه ليس من طريق الحق في شيء .
.80 وجميع ما وصفت لك في هذا الكتاب فهو عن الله تعالى وعن رسوله صلى الله عليه وسلم وعن التابعين وعن القرن الثالث إلى القرن الرابع فاتق الله يا عبد الله وعليك بالتصديق والتسليم والتفويض والرضى بما في هذا الكتاب ولا تكتم هذا الكتاب احدا من أهل القبلة فعسى الله أن يرد به حيرانا من حيرته أو صاحب بدعة من بدعته أو ضالا عن ضلالته فينجو به فاتق الله وعليك بالأمر الأول العتيق وهو ما وصفت لك في هذا الكتاب فرحم الله عبدا ورحم والديه قرأ هذا الكتاب وبثه وعمل به ودعا إليه واحتج به فإنه دين الله ودين رسوله وأنه من استحل شيئا خلافا لما في هذا الكتاب فإنه ليس يدين الله بدين وقد رده كله كما لو أن عبدا آمن بجميع ما
قال الله عز وجل إلا أنه شك في حرف فقد جميع ما قال الله وهو كافر كما أن شهادة أن لا إله إلا الله لا تقبل من صاحبها إلا بصدق النية وخالص اليقين وكذلك لا يقبل الله شيئا من السنة في ترك بعض ومن خالف ورد من السنة شيئا فقد رد السنة كلها فعليك بالقبول ودع المحال واللجاجة فإنه ليس من دين الله في شيء وزمانك خاصة زمان سوء فاتق الله .
.81 فإذا وقعت الفتنة فالزم جوف بيتك وفر من جوار الفتنة وإياك والعصبية وكل ما كان من قتال بين المسلمين على الدنيا فهو فتنة فاتق الله وحده لا شريك له ولا تخرج فيها ولا تقاتل فيها ولا تهوى ولا تشايع ولا تمايل ولا تحب شيئا من أمورهم فإنه يقال من أحب فعال قوم خيرا كان أو شرا كان كمن عمله وفقنا الله وإياكم لمرضاته وجنبنا وإياكم معاصيه .
.82 وأقل من النظر في النجوم إلا بما تستعين به على مواقيت الصلاة واله عما سوى ذلك فإنه يدعو إلى الزندقة .
.83 وإياك والنظر في الكلام والجلوس إلى أصحاب الكلام وعليك بالآثار وأهل الآثار وإياهم فاسأل ومعهم فاجلس ومنهم فاقتبس .
.84 واعلم أنه ما عبد الله بمثل الخوف من الله وطريق الخوف والحذر والشفقات والحياء من الله تبارك وتعالى واحذر أن تجلس مع من يدعو إلى الشوق والمحبة ويخلو مع النساء وطريق المذهب فإن هؤلاء كلهم في ضلالة .
.85 واعلم أن الله تعالى دعا الخلق كلهم إلى عبادته ومن من بعد ذلك على من يشاء بالإسلام تفضلا منه .
.86 والكف عن حرب علي ومعاوية وعائشة وطلحة والزبير رحمهم الله أجمعين ومن كان معهم لا تخاصم فيهم وكل أمرهم إلى الله تعالى فإن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إياكم وذكر أصحابي وأصهاري وأختاني وقال إن الله تعالى نظر إلى أهل بدر فقال اعملوا ما شئتم فقد غفرت لكم
.87 واعلم أنه لا يحل مال امرئ مسلم إلا بطيبة من نفسه وإن كان مع رجل مال حرام فقد ضمنه لا يحل لأحد أن يأخذ منه شيئا إلا بإذنه فإنه عسى أن يتوب هذا فيريد أن يرده على أربابه فأخذت حراما .
.88 والمكاسب ما بان لك صحته فهو مطلق إلا ما ظهر فساده فإن كان فاسدا يأخذ من الفاسد ممسكة نفسه ولا تقول اترك المكاسب وآخذ ما أعطوني لم يفعل هذا الصحابة ولا العلماء إلى زماننا هذا قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه كسب فيه بعض الدنية خير من الحاجة إلى الناس .
.89 والصلوات الخمس جائزة خلف من صليت إلا أن يكون جهميا فإنه معطل وإن صليت خلفه فأعد صلاتك وإن كان امامك يوم الجمعة جهميا وهو سلطان فصل خلفه وأعد صلاتك وإن كان إمامك من السلطان وغيره صاحب سنة فصل خلفه ولا تعد صلاتك .
.90 والإيمان بأن أبا بكر وعمر رحمة الله عليهما في حجرة عائشة مع رسول الله صلى الله عليه وسلم قد دفنا هنالك معه فإذا أتيت القبر فالتسليم عليهما بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم واجب والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر واجب إلا من خفت سيفه وعصاه والتسليم على عباد الله أجمعين .
.91 ومن ترك صلاة الجمعة والجماعة في المسجد من غير عذر فهو مبتدع والعذر كمرض لا طاقة له بالخروج إلى المسجد أو خوف من سلطان ظالم وما سوى ذلك فلا عذر لك ومن صلى خلف إمام فلم يقتد به فلا صلاة له .
.92 والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر باليد واللسان والقلب بلا سيف والمستور من المسلمين من لم يظهر منه ريبة .
.93 وكل علم إدعاه العباد من علم الباطن لم يوجد في الكتاب ولا في السنة فهو بدعة وضلالة لا ينبغي لأحد أن يعمل به ولا يدعو إليه .
.94 وأي امرأة وهبت نفسها لرجل فإنها لا تحل له يعاقبان إن نال منها شيئا إلا بولي وشاهدي عدل وصداق .
.95 وإذا رأيت الرجل يطعن على أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم فاعلم أنه صاحب قول سوء وهوى لقول رسول صلى الله عليه وسلم إذا ذكر أصحابي فأمسكوا فقد علم النبي صلى الله عليه وسلم ما يكون منهم من الزلل بعد موته فلم يقل فيهم إلا خيرا وقال
ذروا أصحابي لا تقولوا فيهم إلا خيرا ولا تحدث بشيء من زللهم ولا حربهم ولا ما غاب عنك علمه ولا تسمعه من أحد يحدث به فإنه لا يسلم لك قلبك إن سمعته .
.96 وإذا سمعت الرجل يطعن على الآثار أو يرد الآثار أو يريد غير الآثار فاتهمه على الإسلام ولا تشك أنه صاحب هوى مبتدع .
.97 واعلم أن جور السلطان لا ينقص فريضة من فرائض الله التي افترضها على لسان نبيه صلى الله عليه وسلم جوره على نفسه وتطوعك وبرك معه تام إن شاء الله تعالى .
.98 يعني الجماعة والجمعة والجهاد معهم وكل شيء من الطاعات فشاركهم فيه فلك نيتك له .
.99 وإذا رأيت الرجل يدعو على السلطان فاعلم أنه صاحب هوى وإذا سمعت الرجل يدعو للسلطان بالصلاح فاعلم أنه صاحب سنة إن شاء الله يقول فضيل بن عياض لو كان لي دعوة مستجابة ما جعلتها الا فيالسلطان قيل له يا أبا علي فسر لنا هذا قال إذا جعلتها في نفسي لم تعدني وإذا جعلتها في السلطان صلح فصلح بصلاحه العباد والبلاد فأمرنا أن ندعو لهم بالصلاح ولم نؤمر أن ندعو عليهم وإن جاروا وظلموا لأن جورهم وظلمهم على أنفسهم وصلاحهم لأنفسهم وللمسلمين.
.100 ولا تذكر أحدا من أمهات المؤمنين إلا بخير .
.101 وإذا رأيت الرجل يتعاهد الفرائض في جماعة مع السلطان وغيره فاعلم أنه صاحب سنة إن شاء الله تعالى وإذا رأيت الرجل يتهاون بالفرائض في جماعة وإن كان مع السلطان فاعلم أنه صاحب هوى .
.102 والحلال ما شهدت عليه وحلفت عليه أنه حلال وكذلك الحرام ما حاك في صدرك فهو شبهة
، والمستور من بان ستره والمهتوك من بان هتكه وإذا سمعت الرجل يقول فلان ناصبي فاعلم أنه رافضي وإذا سمعت الرجل يقول فلان مشبه أو فلان يتكلم بالتشبيه فاعلم أنه جهمي وإذا سمعت الرجل يقول تكلم بالتوحيد واشرح لي التوحيد فاعلم أنه خارجي معتزلي أو يقول فلان مجبر أو يتكلم بالإجبار أو تكلم بالعدل فاعلم أنه قدري لأن هذه الأسماء محدثة أحدثها أهل البدع .
.103 وقال عبد الله بن المبارك لا تأخذوا عن أهل الكوفة في الرفض شيئا ولا عن أهل الشام في السيف شيئا ولا عن أهل البصرة في القدر شيئا ولا عن أهل خراسان في الإرجاء شيئا ولا عن أهل مكة في الصرف ولا عن أهل المدينة في الغناء لا تأخذوا عنهم في هذه الأشياء شيئا .
.104 وإذا رأيت الرجل يحب أبا هريرة وأنس بن مالك وأسيد بن حضير فاعلم أنه صاحب سنة إن شاء الله وإذا رأيت الرجل يحب أيوبا وابن عون ويونس بن عبيد وعبد الله بن ادريس الأودي والشعبي ومالك بن مغول ويزيد بن زريغ ومعاذ بن معاذ ووهب بن جرير وحماد بن زيد وحماد بن سلمة ومالك بن أنس والأوزاعي وزائدة بن قدامة فاعلم أنه صاحب سنة وإذا رأيت الرجل يحب أحمد بن حنبل والحجاج بن المنهال وأحمد بن نصر وذكرهم بخير وقال قولهم فاعلم أنه صاحب سنة .
.105 وإذا رأيت الرجل يجلس مع أهل الأهواءفاحذره واعرفه فإن جلس معه بعدما علم فاتقه فإنه صاحب هوى .
.106 وإذا سمعت الرجل تأتيه بالأثر فلا يريده ويريد القرآن فلا تشك أنه رجل قد احتوى على الزندقة فقم من عنده ودعه .
.107 واعلم أن الأهواء كلها ردية تدعو إلى السيف وأردؤها وأكفرها الرافضة والمعتزلة والجهمية فإنهم يريدون الناس على التعطيل والزندقة .
.108 واعلم أنه من تناول أحدا من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم فاعلم أنه إنما
أراد محمدا صلى الله عليه وسلم وقد آذاه في قبره وإذا ظهر لك من إنسان شيء من البدع فاحذره فإن الذي أخفى عنك أكثر مما أظهر وإذا رأيت الرجل رديء الطريق والمذهب فاسقا فاجرا صاحب معاص ظالما وهو من أهل السنة فاصحبه واجلس معه فإنه ليس تضرك معصيته وإذا رأيت الرجل عابدا مجتهدا متقشفا محترفا بالعبادة صاحب هوى فلا تجلس معه ولا تسمع كلامه ولا تمشي معه في طريق فإني لا آمن أن تستحلي طريقه فتهلك معه رأى يونس بن عبيد ابنه وقد خرج من عند صاحب هوى فقال يا بني من أين خرجت قال
من عند عمرو بن عبيد قال يا بني لأن أراك خرجت من بيت هيتي أحب إلي من أن أراك خرجت من بيت فلان وفلان ولأن تلقى الله زانيا سارقا خائنا أحب إلي من أن تلقاه بقول أهل الأهواء .
.109 أفلا تعلم أن يونس قد علم أن الهيتي لا يضل ابنه عن دينه وأن صاحب البدعة يضله حتى يكفره.
.110 فاحذر ثم احذر أهل زمانك خاصة وانظر من تجالس وممن تسمع ومن تصحب فإن الخلق كأنهم في ردة إلا من عصم الله منهم وإذا رأيت الرجل يذكر ابن أبي داؤد والمريسي أو ثمامة وأبا الهذيل وهشام الفوطي أو واحدا من أتباعهم وأشياعهم فاحذره فإنه صاحب بدعة وإن هؤلاء كانوا على الردة واترك هذا الرجل الذي ذكرهم بخير .
.111 والمحنة في الإسلام بدعة وأما اليوم فيمتحن بالسنة لقوله إن هذا العلم دين فانظروا ممن تأخذون دينكم ولا تقبلوا الحديث الا ممن تقبلون شهادته فانظر إن كان صاحب سنة له معرفة صدوق كتبت عنه وإلا تركته .
.112 وإذا أردت الإستقامة على الحق وطريق أهل السنة قبلك فاحذر الكلام وأصحاب الكلام والجدال والمراء والقياس والمناظرة في الدين فإن استماعك منهم وإن لم تقبل منهم يقدح الشك في القلب وكفى به قبولا فتهلك وما كانت قط زندقة ولا بدعة ولا هوى ولا ضلالة إلا من الكلام والجدال والمراء والقياس وهي أبواب البدع والشكوك والزندقة .
.113 فالله الله في نفسك وعليك بالآثار وأصحاب الأثر والتقليد فإن الدين إنما هو التقليد يعني للنبي صلى الله عليه وسلم وأصحابه رضوان الله عليهم أجمعين ومن قبلنا لم يدعونا في لبس فقلدهم واسترح ولا تجاوز الأثر وأهل الأثر وقف عند متشابه القرآن والحديث ولا تقس شيئا ولا تطلب من عندك حيلة ترد بها على أهل البدع فإنك امرت بالسكوت عنهم فلا تمكنهم من نفسك أما علمت أن محمد بن سيرين مع فضله لم يجب رجلا من أهل البدع في مسألة واحدة ولا سمع منه آية من كتاب الله عز وجل فقيل له فقال أخاف أن يحرفها فيقع في قلبي شيء .
.114 وإذا سمعت الرجل يقول إنا نحن نعظم الله إذا سمع آثار رسول الله صلى الله عليه وسلم فاعلم أنه جهمي يريد أن يرد أثر رسول الله صلى الله عليه وسلم ويدفعه بهذه الكلمة وهو يزعم أنه يعظم الله وينزهه إذا سمع حديث الرؤية وحديث النزول وغيره أفليس قد رد أثر رسول الله صلى الله عليه وسلم إذ قال إنا نحن نعظم الله أن ينزل من موضع إلى موضع فقد زعم أنه أعلم بالله من غيره فاحذر هؤلاء فإن جمهور الناس من السوقة وغيرهم على هذا الحال وحذر الناس منهم وإذا سألك الرجل عن مسألة في هذا الباب وهو مسترشد فكلمه وأرشده وإذا جاءك يناظرك فاحذره فإن في المناظرة المراء والجدال والمغالبة والخصومة والغضب وقد نهيت عن جميع هذا وهو يزيل عن طريق الحق ولم يبلغنا عن أحد من فقهائنا وعلمائنا أنه جادل أو ناظر أو خاصم .
.115 قال الحسن الحكيم لا يماري ولا يداري حكمته ينشرها إن قبلت حمد الله وإن ردت حمد الله وجاء رجل إلى الحسن فقال أنا أناظرك في الدين فقال الحسن أنا قد عرفت ديني فإن كان دينك قد ضل منك فاذهب فاطلبه وسمع رسول الله صلى الله عليه وسلم قوما على باب حجرته يقول أحدهم ألم يقل الله كذا ويقول الآخر ألم يقل الله كذا فخرج مغضبا فقال أبهذا أمرتكم أم بهذا بعثت إليكم أن تضربوا كتاب الله بعضه ببعض فنهاهم عن الجدال .
.116 وكان ابن عمر يكره المناظرة ومالك بن أنس ومن فوقه ومن دونه إلى يومنا هذا وقول الله عز وجل أكبر من قول الخلق قال الله تعالى وما يجادل في آيات الله إلا الذين كفروا وسأل رجل عمر بن الخطاب فقال ما الناشطات نشطا فقال لو كنت محلوقا لضربت عنقك وقال النبي صلى الله عليه وسلم المؤمن لا يماري ولا أشفع للمماري يوم القيامة ودعوا المراء لقلة خيره .
.117 ولا يحل لرجل أن يقول فلان صاحب سنة حتى يعلم أنه قد اجتمعت فيه خصال السنة فلا يقال له صاحب سنة حتى تجتمع فيه السنة كلها قال عبد الله بن المبارك أصل اثنين وسبعين هوى أربعة أهواء فمن هذه الأربعة الأهواء تشعبت الاثنان وسبعون هوى القدرية والمرجئة والشيعة والخوارج فمن قدم أبا بكر وعمر وعثمان وعليا على أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ولم يتكلم في الباقين إلا بخير ودعا لهم فقد خرج من التشيع أوله وآخره ومن قال الإيمان قول وعمل يزيد وينقص فقد خرج من الأرجاء أوله وآخره ومن قال الصلاة خلف كل بر وفاجر والجهاد مع كل خليفة ولم ير الخروج على السلطان بالسيف ودعا لهم بالصلاح فقد خرج من
قول الخوارج أوله وآخره ومن قال المقادير كلها من الله عز وجل خيرها وشرها يضل من يشاء ويهدي من يشاء فقد خرج من قول القدرية أوله وآخره وهو صاحب سنة .
.118 وبدعة ظهرت هي كفر بالله العظيم ومن قال بها فهو كافر بالله لا شك فيه من يؤمن بالرجعة ويقول علي بن أبي طالب حي وسيرجع قبل يوم القيامة ومحمد بن علي وجعفر بن محمد وموسى بن جعفر ويتكلمون في الإمامة وأنهم يعلمون الغيب فاحذرهم فإنهم كفار بالله العظيم .
.119 قال طعمة بن عمرو وسفيان بن عيينة من وقف عند عثمان وعلي فهو شيعي لا يعدل ولا يكلم ولا يجالس ومن قدم عليا على عثمان فهو رافضي قد رفض آثار أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ومن قدم الأربعة على جميعهم وترحم على الباقين وكف عن زللهم فهو على طريق الاستقامة والهدى في هذا الباب .
.120 والسنة أن تشهد للعشرة الذين شهد لهم رسول الله صلى الله عليه وسلم بالجنة أنهم من أهل الجنة لا شك فيه ولا تفرد بالصلاة على أحد إلا رسول الله صلى الله عليه وسلم وعلى آله فقط وتعلم أن عثمان قتل مظلوما ومن قتله كان ظالما فمن أقر بما في هذا الكتاب وآمن به واتخذه إماما ولم يشك في حرف منه ولم يجحد حرفا منه فهو صاحب سنة وجماعة كامل قد كملت فيه الجماعة ومن جحد حرفا مما في هذا الكتاب أوشك في حرف منه أو شك فيه أو وقف فهو صاحب هوى ومن جحد أو شك في حرف من القرآن أو في شيء جاء عن رسول الله صلى الله عليه وسلم لقي الله مكذبا فاتق الله واحذر وتعاهد إيمانك .
.121 ومن السنة أن لا تطيع أحدا في معصية الله ولا الوالدين والخلق جميعا ولا طاعة لبشر في معصية الله ولا يحب عليه أحدا واكره ذلك كله لله .
.122 والإيمان بأن التوبة فرض على العباد أن يتوبوا إلى الله عز وجل من كبير المعاصي وصغيرها .
.123 ومن لم يشهد لمن شهد له رسول الله صلى الله عليه وسلم بالجنة فهو صاحب بدعة وضلالة شاك فيما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم قال مالك بن أنس من لزم السنة وسلم منه أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم مات كان مع النبيين والصديقين والشهداء والصالحين وإن قصر في العمل وقال بشر بن الحارث السنة هي الإسلام والإسلام هو السنة وقال الفضيل بن عياض إذا رأيت رجلا من أهل السنة فكأنما رأيت رجلا من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم وإذا رأيت رجلا من أهل البدع فكأنما رأيت رجلا من المنافقين وقال يونس بن عبيد العجب ممن يدعو اليوم إلى السنة . وأعجب منه المجيب إلى السنة وكان ابن عون يقول عند الموت السنة السنة وإياكم والبدع حتى مات
.124 وقال أحمد بن حنبل مات رجل من أصحابي فرئي في المنام فقال قولوا لأبي عبد الله عليك بالسنة فإن أول ما سألني ربي عز وجل عن السنة وقال أبو العالية من مات على السنة مستورا فهو صديق والاعتصام بالسنة نجاة .
.125 وقال سفيان الثوري من أصغى بإذنه إلى صاحب بدعة خرج من عصمة الله ووكل إليها يعني إلى البدع .
.126 وقال داود بن أبي هند أوحى الله تبارك وتعالى إلى موسى بن عمران لا تجالس أهل البدع فإن جالستهم فحاك في صدرك شيء مما يقولون أكببتك في نار جهنم .
.127 وقال الفضيل بن عياض من جالس صاحب بدعة لم يعط الحكمة .
.128 وقال الفضيل بن عياض لا تجلس مع صاحب بدعة فإني أخاف أن تنزل عليك اللعنة وقال الفضيل بن عياض من أحب صاحب بدعة أحبط الله عمله وأخرج نور الإسلام من قلبه وقال الفضيل بن عياض من جلس مع أصحاب بدعة في طريق فجز في طريق غيره .
.129 وقال الفضيل بن عياض من عظم صاحب بدعة فقد أعان على هدم الإسلام ومن تبسم في وجه مبتدع فقد استخف بما أنزل الله عز وجل على محمد صلى الله عليه وسلم ومن زوج كريمته مبتدع فقد قطع رحمها ومن تبع جنازة مبتدع لم يزل في سخط الله حتى يرجع .
.130 وقال الفضيل بن عياض آكل مع يهودي ونصراني ولا آكل مع مبتدع وأحب أن يكون بيني وبين صاحب بدعة حصن من حديد .
.131 وقال الفضيل بن عياض إذا علم الله عز وجل من الرجل أنه مبغض لصاحب بدعة غفر له وإن قل عمله ولا يكن صاحب سنة يمالئ صاحب بدعة إلا نفاقا ومن أعرض بوجهه عن صاحب بدعة ملأ الله قلبه إيمانا ومن انتهر صاحب بدعة آمنه الله يوم الفزع الأكبر ومن أهان صاحب بدعة رفعه الله في الجنة مائة درجة فلا تكن صاحب بدعة في الله أبدا .

أبو بكر الصديق أول الخلفاء الراشدين

ص -11- مقدمةالمؤلف
أحمد الله على نعمائه الجمة وآلائه التي لا تعد ولا تحصى، وأستغفره من كبائر الذنوب وصغائرها، وأسأله الهداية والتوفيق، وأصلي وأسلم على محمد رسول الله صلى الله عليه وسلم.
أما بعد فقد كنت شديد الرغبة في تأليف سيرة رسول الله صلى الله عليه وسلم لنشرها على العالم الإسلامي فقضيت الأيام والليالي الطوال في الإطلاع والبحث في السير فجمعت شتاتها وشرحت الغامض منها وحققت الروايات وأثبت تواريخ الوقائع ورددت على الاعتراضات والترهات ردودا مدعمة بالبراهين الساطعة والحجج القاطعة، فجاء الكتاب وافيا بغرضي من حيث إيصال المعلومات الصحيحة إلى العالم الإسلامي. ولما فرغ طبعه، تلقاه الناس بالقبول والاستحسان وأقبلوا على مطالعته بشوق وشغف ونال بحمد الله وفضله رضا العامة والخاصة وتواردت علي رسائل التفريط والتشجيع من الكبراء والعلماء والأدباء حتى عجزت عن شكرهم على ثقتهم بشخصي العاجز الضعيف، وشعرت بقوة تدفعني إلى مواصلة البحث والتأليف بالرغم من كثرة المشاغل الدنيوية. وقد سألني كثير من الأصدقاء الأعزاء أن أتبع سيرة رسول الله بسير الخلفاء بالطريقة نفسها التي انتهجتها، فسرتني فكرتهم ولم يسعني إلا إجابة طلبهم واستخرت الله تعالى أن أكتب سيرة أبي بكر الصديق رضي الله عنه فإنه أول الخلفاء الذين أمرنا رسول الله بالاقتداء بهم والاهتداء بهديهم.
لما توفي النبي صلى الله عليه وسلم ارتجت العرب واختلف المسلمون ولا سيما الأنصار والمهاجرون في الخلافة فتدارك الأمر أبو بكر بحكمته وسرعة بديهته وتمت له البيعة بالإجماع. وقد برهن رضي الله عنه أنه أكفأ رجل وأنه رجل الساعة وقتئذ لأن العرب عندما سمعوا بوفاة رسول الله ارتد كثير منهم واستفحل أمر المرتدين في جزيرة العرب وظهر المتنبئون وجمعوا جيوشهم وثاروا على المسلمين. فمنهم من خرج عن الإسلام ومنهم من منع الزكاة ووضع الصلاة وأباح المحرمات وطرد كثيرا من الولاة، ولولا شدة تمسك أبي بكر بسنة رسول الله وقوة عزيمته وشجاعته لتغلب المرتدون وقضوا على الإسلام قضاء مبرما. ولقد هال أمر المرتدين في بادئ الأمر كبراء الصحابة، ولكن أبا بكر ثبت ولم يتزعزع وظهرت كفايته في إرسال الجيوش واختيار القواد والولاة إلى جميع أنحاء العرب، فكبح جماح المرتدين وهزمهم شر هزيمة واستتب الأمن في البلاد في أقل من سنة. ولم يقتصر على ذلك بل بعث الجيوش إلى العراق والشام فانهزمت الفرس والروم ومن والاهما من العرب وتعدى المسلمون في

ص -12- فتوحهم شبة جزيرة العرب. وقد تم ذلك كله في مدة خلافته وهي سنتان وأشهر، ولا شك أن هذه مدة قصيرة بالنسبة إلى ما تم في خلالها من جلائل الأعمال، وقد مهد بذلك طريق الفتوحات الإسلامية لمن جاء بعد من الخلفاء واتضحت بذلك حكمة رسول الله في اختيار أبي بكر بعده.
وقد كان رضي الله عنه مع ذلك لطيفا وديعا متواضعا زاهدا في الدنيا متقشفا عادلا غير طامع في ملك أو غنى، بل كان كل همه نشر الإسلام وتوطيد أركانه واتباع سنة رسول الله. وقد كان مؤلفا لقلوب المسلمين. وعلى العموم كان خير قدوة لهم في دينهم ودنياهم. وقد اختار لهم خير من يصلح للخلافة بعده وهو عمر بن الخطاب رضي الله عنه الذي كان وزيره وقاضيه وملازما له طول مدة خلافته وذلك حفظا لكيان الإسلام.
هذا هو أبي بكر الصديق خليفة رسول الله الذي عنيت بترجمة حياته وشرح خلافته ومآثره في كتابي هذا.
وإني لأرجو الله سبحانه وتعالى أن أكون قد وفقت في عملي، كما أرجو أن ينتفع به المسلمون ويتدبروا في سير سلفهم الصالح بعد أن سهلت لهم ما يتعسر فهمه من حيث شرح المواقع وسير الرجال وضبط التواريخ وتفسير الألفاظ الغامضة تسهيلا للبحث والمراجعة وتوفيرا للوقت. وإني في الختام أقدم مزيد شكري لجميع الذين أبدوا اهتمامهم وإعجابهم بمؤلفي ” محمد رسول الله ” ولا شك أني مدين لهم بهذا العطف والتشجيع.

ص -13- ترجمة حياة أبو بكر الصديق1 رضي الله عنه
هو عبد الله بن عثمان بن عامر بن عمرو بن كعب ابن سعد بن تيم بن مرة بن كعب بن لؤي القرشي التيمي، يلتقي مع رسول الله في مرة بن كعب. أبو بكر الصديق بن أبي قحافة. واسم أبي قحافة عثمان، وأمه أم الخير سلمى بنت صخر بن عامر بن كعب بن سعد بن تيم بن مرة، وهي ابنة عم أبي قحافة.
أسلم أبو بكر ثم أسلمت أمه بعده، وصحب رسول الله صلى الله عليه وسلم. قال العلماء: لا يعرف أربعة متناسلون بعضهم من بعض صحبوا رسول الله، إلا آل أبي بكر الصديق وهم: عبد الله بن الزبير، أمه أسماء بنت أبي بكر بن أبي قحافة، فهؤلاء الأربعة صحابة متناسلون، وأيضا أبو عتيق بن عبد الرحمن بن أبي بكر بن أبي قحافة رضي الله عنهم.
ولقب عتيقا لعتقه من النار وقيل: لحسن وجهه، وعن عائشة رضي الله عنها: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ” أبو بكر عتيق الله من النار “2 فمن يومئذ سمي عتيقا. وقيل: سمي عتيقا لأنه لم يكن في نسبه شيء يعاب به. وأجمعت الأمة على تسميته صديقا، قال علي بن أبي طالب رضي الله عنه: إن الله تعالى هو الذي سمى أبا بكر على لسان رسول الله صلى الله عليه وسلم صديقا وسبب تسميته أنه بادر إلى تصديق رسول الله صلى الله عليه وسلم ولازم الصدق فلم تقع منه هنات3 ولا كذبة في حال من الأحوال، وعن عائشة أنها قالت :
لما أسري بالنبي صلى الله عليه وسلم إلى المسجد الأقصى أصبح يحدث الناس بذلك فارتد ناس ممن كان آمن وصدق به وفتنوا به، فقال أبو بكر: إني لأصدقه في ما هو أبعد من ذلك، أصدقه بخبر السماء غدوة أو روحة، فلذلك سمي أبا بكر الصديق.
وقال أبو محجن الثقفي :

وسـمـيـت صـديـقـا وكـل مـهـاجـر سواك يسمـى بـاسـمـه غيـر منـكر

سـبـقـت إلـى الإسـلام والـلـه شـاهـد وكـنـت جليسا فـي العريش الـمشهـر

ولد أبو بكر سنة 573 م بعد الفيل بثلاث سنين تقريبا وكان رضي الله عنه صديقا لرسول الله قبل البعث وهو أصغر منه سنا بثلاث سنوات وكان يكثر غشيانه في منزله ومحادثته. وقيل: كنى بأبي

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- سير أعلام النبلاء: 2/629، معرفة الثقات: 2/387، الثقات: 1/52، تهذيب التهذيب: 12/45، تقريب التهذيب: 1/381، تهذيب الكمال: 15/282، الاستيعاب: 3/963، الإصابة: 4/169.
2- أخرجه الحاكم في مستدركة “2/450″
3- هنات: شر وفساد

ص -14- بكر لابتكاره الخصال الحميدة، فلما أسلم آزر النبي صلى الله عليه وسلم في نصر دين الله تعالى بنفسه وماله، وكان له لما أسلم 40.000 درهم أنفقها في سبيل الله مع ما كسب من التجارة. قال تعالى {وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّى وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَى}.[الليل 17 – 19] وقد أجمع المفسرون على أن المراد به أبو بكر. وقد رد الفخر الرازي على من قال إنها نزلت في حق علي رضي الله عنه.
كان أبو بكر رضي الله عنه من رؤساء قريش في الجاهلية محببا فيهم مؤلفا لهم، وكان إليه الأشناق1 في الجاهلية، كان إذا عمل شيئا صدقته قريش، وأمضوا حمالته وحمالة من قام معه، وإن احتملها غيره خذلوه ولم يصدقوه، فلما جاء الإسلام سبق إليه، وأسلم من الصحابة بدعائه خمسة من العشرة المبشرين بالجنة وهم: عثمان بن عفان، والزبير بن العوام، وعبد الرحمن بن عوف، وسعد بن أبي وقاص، وطلحة بن عبيد الله، وأسلم أبواه وولداه وولد ولده من الصحابة فجاء بالخمسة الذين أسلموا بدعائه إلى رسول الله فأسلموا وصلوا.
وقد ذهب جماعة إلى أنه أول من أسلم، قال الشعبي: سألت ابن عباس من أول من أسلم؟ قال: أبو بكر، أما سمعت قول حسان :

إذا تـذكـرت شـجـوا مـن أخـي ثـقـة فـاذكـر أخـاك أبـا بـكـر بـمـا فـعـلا

خـيـر الـبـرية أتـقـاهـا وأعـدلـهـا بـعـد الـنـبـي وأوفـاهـا بـمـا حـمـلا

والـثـاني الـتـالي الـمحمـود مـشـهـده وأول الـنـاس قـدمـا صـدق الـرســلا

وكان أعلم العرب بأنساب قريش وما كان فيها من خير وشر، وكان تاجرا ذو ثروة طائلة، حسن المجالسة، عالما بتعبير الرؤيا، وقد حرم الخمر على نفسه في الجاهلية هو وعثمان بن عفان، ولما أسلم جعل يدعو الناس إلى الإسلام قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” ما دعوت أحدا إلى الإسلام إلا كانت عنده كبوة2 ونظر وتردد إلا ما كان من أبي بكر رضي الله عنه ما علم عنه حين ذكرته له”3 أي: أنه بادر به، ونزل فيه وفي عمر {وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْر} [آل عمران: 159 ]فكان أبو بكر بمنزلة الوزير من رسول الله صلى الله عليه وسلم فكان يشاوره في أموره كلها. وقد أصاب أبا بكر من إيذاء قريش شئ كثير . فمن ذلك أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لما دخل دار الأرقم ليعبد الله ومن معه من أصحابه سرا ألح أبو بكر رضي الله عنه في الظهور فقال النبي صلى الله عليه وسلم “يا أبا بكر

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- الأشناق: جمع شنق أن تزيد الإبل على المائة خمسا أو ستا في الحمالة، وقيل: كان الرجل من العرب إذا حمل حمالة زاد أصحابها ليقطع ألسنتهم ولينسب إلى الوفاء. ويراد بها هنا الديات
2- كبوة: عثرة وتردد
3- ذكره الطبري في الرياض النضرة: ص415، وذكره المعافري في السيرة النبوية: 2/91

ص -15- إنا قليل”، فلم يزل به حتى خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم ومن معه من الصحابة رضي الله عنهم وقام أبو بكر في الناس خطيبا ورسول الله صلى الله عليه وسلم جالس ودعا إلى رسول الله، فهو أول خطيب دعا إلى الله تعالى فثار المشركون على أبي بكر رضي الله عنه وعلى المسلمين يضربونهم فضربوهم ضربا شديدا، ووطئ أبو بكر بالأرجل وضرب ضربا شديدا، وصار عتبة بن ربيعة يضرب أبا بكر بنعلين مخصوفتين ويحرفهما إلى وجهه حتى صار لا يعرف أنفه من وجهه، فجاءت بنو تيم يتعادون فأجلت المشركين عن أبي بكر إلى أن أدخلوه منزله ولا يشكون في موته، ثم رجعوا فدخلوا المسجد فقالوا: والله لئن مات أبو بكر لنقتلن عتبة، ثم رجعوا إلى أبي بكر وصار والده أبو قحافة وبنو تيم يكلمونه فلا يجيب حتى آخر النهار، ثم تكلم وقال: ما فعل رسول الله صلى الله عليه وسلم؟ فعذلوه فصار يكرر ذلك فقالت أمه: والله ما لي علم بصاحبك، فقال: اذهبي إلى أم جميل فاسأليها عنه. وخرجت إليها وسألتها عن محمد بن عبد الله، فقالت : لا أعرف محمدا ولا أبا بكر ثم قالت: تريدين أن أخرج معك؟ قالت: نعم، فخرجت معها إلى أن جاءت أبا بكر فوجدته صريعا فصاحت وقالت: إن قوما نالوا هذا منك لأهل فسق وإني لأرجو أن ينتقم الله منهم فقال لها أبو بكر رضي الله عنه: ما فعل رسول الله صلى الله عليه وسلم؟ فقالت: هذه أمك، قال: لا عين منها؛ أي أنها لا تفشي سرك، قالت: سالم هو في دار الأرقم، فقال: والله لا أذوق طعاما ولا أشرب شرابا أو آتي رسول الله صلى الله عليه وسلم. قالت أمه: فأمهلناه حتى إذا هدأت الرجال وسكن الناس خرجنا به يتكئ علي حتى دخل على رسول الله صلى الله عليه وسلم فرق له رقة شديدة وأكب عليه يقبله وأكب عليه المسلمون كذلك فقال: بأبي أنت وأمي يا رسول الله ما بي من بأس إلا ما نال الناس من وجهي وهذه أمي برة بولدها فعسى الله أن يستنقذها من النار، فدعا لها رسول الله صلى الله عليه وسلم ودعاها إلى الإسلام فأسلمت.
ولما اشتد أذى كفار قريش لم يهاجر أبو بكر إلى الحبشة مع المهاجرين بل بقي مع رسول الله صلى الله عليه وسلم تاركا عياله وأولاده وأقام معه في الغار ثلاثة أيام قال الله تعالى: {ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا} [التوبة: 41]
ولما كانت الهجرة جاء رسول الله صلى الله عليه إلى أبي بكر وهو نائم فأيقظه، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “قد أذن لي في الخروج”1. قالت عائشة: فلقد رأيت أبا بكر يبكي من الفرح ثم خرجا حتى دخلا الغار فأقاما فيه ثلاثة أيام، وأن رسول الله لولا ثقته التامة بأبي بكر لما صاحبه في هجرته فاستخلصه لنفسه . وكل من سوى أبي بكر فارق رسول الله وإن الله تعالى سماه {ثَانِيَ اثْنَيْنِ}.
قال رسول صلى الله عليه وسلم لحسان بن ثابت : “هل قلت في أبي بكر شيئا ؟” فقال : نعم . فقال : “قل وأنا أسمع” . فقال :

وثـاني اثـنـيـن فـي الـغـار الـمـنـيـف2 وقـد طـاف الـعـدو بـه إذ صـعـد الـجـبـلا

وكـان حـب رسـول الـلـه قـد عـلـمـوا مـن الـبـريـة لـم يـعـدل بـه رجـلا

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- أخرجه ابن خزيمة في صحيحه “4/132″
2- المنيف : العالي المشرف

ص -16- فضحك رسول الله حتى بدت نواجذه، ثم قال: “صدقت يا حسان هو كما قلت”1
وكان النبي صلى الله عليه وسلم يكرمه ويجله ويثني عليه في وجهه واستخلفه في الصلاة، وشهد مع رسول الله بدرا وأحدا والخندق وبيعة الرضوان بالحديبية وخيبر وفتح مكة وحنينا والطائف وتبوك وحجة الوداع، ودفع رسول الله رايته العظمى يوم تبوك إلى أبي بكر وكانت سوداء وكان فيمن ثبت معه يوم أحدا وحين ولى الناس يوم حنين، وهو من كبار الصحابة الذين حفظوا القرآن كله. ودفع أبو بكر عقبة بن معيط، عن رسول الله لما خنق رسول الله وهو يصلي عند الكعبة خنقا شديدا، وقال: {أَتَقْتُلُونَ رَجُلاً أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ وَقَدْ جَاءَكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ مِنْ رَبِّكُمْ} [غافر: 28]
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:”لو كنت متخذا خليلا لاتخذت أبا بكر خليلا”2، رواه البخاري ومسلم. وأعتق أبو بكر سبعة ممن كانوا يعذبون في الله وهم: بلال وعامر بن فهيرة وزنيرة والنهدية وابنتها، وجارية بني مؤمل، وأم عبيس. وكان أبو بكر إذا مدح قال: اللهم أنت أعلم بي من نفسي وأنا أعلم بنفسي منهم، اللهم اجعلني خيرا مما يظنون واغفر لي ما لا يعلمون ولا تؤاخذني بما يقولون.
قال عمر رضي الله عنه: أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نتصدق ووافق ذلك مالا عندي، فقلت: اليوم أسبق أبا بكر إن سبقته فجئت بنصف مالي، فقال: “ما أبقيت لأهلك؟” قلت: مثله، وجاء أبو بكر بكل ما عنده، فقال: “يا أبا بكر ما أبقيت لأهلك؟” قال: أبقيت لهم الله ورسوله، قلت: لا أسبقه إلى شئ أبدا3.
روي لأبي بكر رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم 142 حديثا اتفق البخاري ومسلم منها على ستة، وانفرد البخاري بأحد عشر، ومسلم بحديث واحد، وسبب قلة رواياته مع تقدم صحبته وملازمته النبي صلى الله عليه وسلم أنه تقدمت وفاته قبل انتشار الأحاديث واعتناء التابعين بسماعها، وتحصيلها، وحفظها.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- أخرجه الحاكم في مستدركة “3/82″
2- أخرجه البخاري في كتاب فضائل أصحاب النبي صلى الله عليم وسلم، باب قول النبي صلى الله عليه وسلم:” لو كنت متخذا خليلا” ” الحديث:3656″، ومسلم في كتاب فضائل الصحابة باب من فضائل أبي بكر الصديق رضي الله عنه ” الحديث:2382″.
3- أخرجه الحاكم في المستدرك “1/574″

ص -17- بعض الأحاديث المصرحة بفضل أبي بكر
عن عمرو بن العاص: أن النبي عليه السلام بعثه على جيش ذات السلاسل قال: فأتيته فقلت: أي الناس أحب إليك؟ فقال: “عائشة”، فقلت: من الرجال؟ فقال: “أبوها”، فقلت ثم من؟ قال: “عمر بن الخطاب”1، فعد رجالا، رواه البخاري ومسلم.
وعن ابن عمر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من جر ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة” فقال أبو بكر: إن أحد شقي ثوبي يسترخي إلا أن أتعاهد ذلك منه، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إنك لست تصنع ذلك خيلاء”2 رواه البخاري.
وعن أبي هريرة: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من أصبح منكم اليوم صائما؟” قال أبو بكر: أنا، قال : “فمن تبع منكم اليوم جنازة؟” قال أبو بكر: أنا، قال: “فمن أطعم منكم اليوم مسكينا؟” قال أبو بكر: أنا، قال: “فمن عاد منكم اليوم مريضا؟” قال أبو بكر: أنا، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “ما اجتمعن في امرئ إلا ودخل الجنة”3 رواه مسلم.
وعن أبي هريرة: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان على حراء هو وأبو بكر، وعمر، وعثمان، وعلي، وطلحة، والزبير، فتحركت الصخرة، فقال النبي عليه السلام: “اهدأ فما عليك إلا نبي وصديق وشهيد”4 رواه مسلم.
وعن حذيفة قا: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “اقتدوا باللذين من بعدي أبي بكر وعمر”5 رواه الترمذي.
وعن ابن عمر: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لأبي بكر: “أنت صاحبي على الحوض وصاحبي في الغار”6 رواه الترمذي.
وعن أبي هريرة قال: قال رسول الله عليه وسلم: “ما نفعني مال أحد قط ما نفعني مال أبي بكر”7 فبكى أبو بكر وقال: وهل أنا ومالي إلا لك يا رسول الله.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
-1 أخرجه البخاري في كتاب: المناقب، باب: قول النبي: “لو كنت متخذا خليلا” ” الحديث : 3662″، وأخرجه مسلم في كتاب فضائل الصحابة، باب: من فضائل أبي بكر الصديق ” الحديث:2384″
-2 أخرجه البخاري في كتاب: المناقب، باب: قول النبي: ” لو كنت متخذا خليلا” ” الحديث : 3665″
3- أخرجه مسلم في كتاب: الزكاة، باب: من جمع الصدقة وأعمال البر ” الحديث : 1208″
-4 أخرجه مسلم في كتاب: فضائل الصحابة، باب: من فضائل طلحة والزبير ” الحديث : 2417″
-5 أخرجه الترمذي في كتاب : المناقب عن رسول الله، باب : في مناقب أبي بكر وعمر كليهما ” الحديث : 3595 “
-6 أخرجه الترمذي في كتاب : المناقب عن رسول الله، باب : في مناقب أبي بكر وعمر كليهما ” الحديث : 3603 “
7 -أخرجه الترمذي في كتاب : المناقب عن رسول الله، باب : في مناقب أبي بكر الصديق ” الحديث : 3594 “

ص -18- ومن فضائله رضي الله عنه :
أن عمر بن الخطاب كان يتعاهد عجوزا كبيرة عمياء في بعض حواشي المدينة من الليل فيستقي لها ويقوم بأمرها، فكان إذا جاء وجد غيره قد سبقه إليها فأصلح ما أرادت، فجاءها غير مرة كيلا يسبق إليها فرصده عمر فإذا الذي يأتيها هو أبو بكر الصديق وهو خليفة، فقال عمر: أنت هو لعمري1
وهو أول خليفة في الإسلام وأول أمير أرسل على الحج، حج بالناس سنة تسع هجرية، وأول من جمع القرآن، وأول من سمى مصحف القرآن مصحفا، وكان يفتي الناس في زمان رسول الله صلى الله عليه وسلم أبو بكر وعمر.
توفي أبو بكر يوم الاثنين 22 جمادى الآخرة سنة 13هـ – 23 أب – أغسطس سنة 634 وتوفي أبوه بعده بنحو ستة أشهر وله 63 سنة كرسول الله صلى الله عليه وسلم وعمر بن الخطاب.
صفته رضي الله عنه
كان أبو بكر رجلا أبيض خفيف العارضين لا يتمسك إزاره، معروق الوجه ناتئ الجبهة عاري الأشاجع2 أقنى3 غائر العينين حمش4 الساقين ممحوص5 الفخذين يخضب بالحناء والكتم.
زوجاته وأولاده
تزوج أبو بكر في الجاهلية قتيلة بنت سعد فولدت له عبد الله وأسماء، أما عبد الله فإنه شهد يوم الطائف مع النبي صلى الله عليه وسلم وبقي إلى خلافة أبيه ومات في خلافته وترك سبعة دنانير فاستكثرها أبو بكر، وولد لعبد الله اسماعيل فمات ولا عقب له، وأما أسماء فهي ذات النطاقين، و هي التي قطعت قطعة من نطاقها فربطت به على فم السفرة في الجراب التي صنعت لرسول الله وأبي بكر عند قيامها بالهجرة وبذلك سميت ذات النطاقين وهي أسن من عائشة وكانت أسماء أشجع نساء الإسلام وأثبتهن جأشا وأعظمهن تربية للولد على الشهامة، وعزة النفس، تزوجها الزبير بمكة فولدت له عدة أولاد ثم طلقها فكانت مع ابنها عبد الله بن الزبير حتى قتل بمكة وعاشت مائة سنة حتى عميت، وماتت.
وتزوج أبو بكر أيضا في الجاهلية أم رومان6 فولدت له عبد الرحمن، وعائشة زوجة رسول الله، توفيت في حياة رسول الله في سنة ست من الهجرة، فنزل رسول الله قبرها واستغفر لها وكانت حية وقت حديث الإفك، وحديث الإفك في سنة ست في شعبان، فعبد الرحمن شقيق عائشة، شهد بدرا وأحدا مع الكفار ودعا إلى البراز فقام إليه أبو بكر ليبارزه، فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم: “متعنا

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الخلفاء: ص80 .
2- الأشاجع: مفاصل الأصابع.
3- أقنى : طول بالأنف ودقة أرنبة مع حدب في وسطه من غير قبح .
4- حمش : دقيق.
5- محموص: أي شديد.

6- تاريخ الطبري: 2/351، والمنتظم: 4/56.

ص -19- بنفسك”1 وكان شجاعا راميا أسلم في هدنة الحديبية وحسن إسلامه، شهد اليمامة مع خالد بن الوليد فقتل وهو من أكابرهم، وهو الذي قتل محكم اليمامة بن الطفيل الذي كان من قواد بني حنيفة المشهورين، رماه بسهم في نحره فقتله، كما سيأتي ذكر ذلك في موقعة اليمامة، وكان عبد الرحمن أسن ولد أبي بكر وكان فيه دعابة، توفي فجأة بمكان اسمه حبش على نحو عشرة أميال من مكة وحمل إلى مكة، ودفن فيها وكان موته سنة 53 هـ.
وتزوج أبو بكر في الإسلام – أسماء بنت عميس2- وكانت قبله عند جعفر بن أبي طالب، فلما قتل جعفر تزوجها أبو بكر الصديق فولدت له محمد بن أبي بكر ثم مات عنها فتزوجها علي بن أبي طالب فولدت له يحي، وأما محم بن أبي بكر، فكان يكنى أبا القاسم، وكان من نسابة قريش، ولاه علي بن ابي طالب رضي الله عنه مصر فقاتله صاحب معاوية وظفر به فقتله، وولد له القاسم.
وتزوج أيضا في الإسلام -حبيبة بنت خارجة بن زيد بن أبي زهير الخزرجي3- فولدت له جارية سمتها عائشة أم كلثوم تزوجها طلحة بن عبيد الله فولدت له زكريا، وعائشة، ثم قتل عنها فتزوجها عبد الرحمن بن عبيد الله بن أبي ربيعة المخزومي.
قال الأستاذ واشنجتون إيرفنج في كتاب “محمد وخلفاؤه”:
كان أبو بكر رجلا عاقلا سديد الرأي وقد كان في بعض الأحيان شديد الحذر والحيطة في إدارته لكنه كان شريف الأغراض غير محب للذات، ساعيا للخير لا لمصلحته الذاتية فلم يبتغ من وراء حكمه مطامح دنيوية بل كان لا يهمه الغنى، زاهدا في الفخر، راغبا عن اللذات ولم يقبل أجرا على خدماته غير مبلغ زهيد يكفي لمعاش رجل عربي عادي ولم يكن له سوى جمل وعبد، وكان يوزع ما كان يرد إليه في كل يوم جمعة إلى المحتاجين، والفقراء، ويساعد المعوزين بماله الخاص.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- أخرجه الحاكم في مستدركة “3/539″.
2- تاريخ الطبري: 2/351 والمنتظم: 4/56.
3 تاريخ الطبري : 2/351، والمنتظم: 4/56.

ص -20- حديث السقيفة1 وبيعة أبي بكر الصديق
توفي رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم الاثنين 12 ربيع الأول من السنة الحادية عشرة من الهجرة “9 حزيران يونيه سنة 632 م ” فهب الأنصار يطالبون بالخلافة قبل أن يدفن رسول الله مع أم المهاجرين لم يكونوا قد فكروا في الخلافة، بل كان كبار الصحابة مشغولين بتجهيز رسول الله ودفنه، وطمع سعد بن أبي عبادة في أن يكون خليفة ويكنى أبا ثابت وكان نقيب بني ساعدة2 والسيد المطاع في الخزرج.
اجتمع الأنصار في سقيفة بني ساعدة وجاؤوا بسعد بن عبادة وهو مريض بالحمى ليبايعوه وطلبوا إليه أن يخطب، فقال لابنه أو بعض بني عمه: إني لا أقدر لشكواي أن أسمع القوم كلهم كلامي، ولكن تلق مني قولي فأسمعهم، فكان يتكلم ويحفظ الرجل قوله فيرفع صوته فيسمع أصحابه.
خطبة سعد بن عبادة3
قال سعد بعد أن حمد الله وأثنى عليه :
يا معشر الأنصار، لكم سابقة في الدين، وفضيلة في الإسلام ليست لقبيلة من العرب، إن محمدا عليه السلام لبث بضع عشرة سنة في قومه يدعوهم إلى عبادة الرحمن، وخلع الأنداد والأوثان، فما آمن به من قومه إلا رجال قليل، ما كانوا يقدرون على أن يمنعوا رسول الله، ولا أن يعزوا دينه، ولا أن يدفعوا عن أنفسهم ضيما4 عموا به، حتى إذا أراد[الله] بكم الفضيلة، ساق إليكم الكرامة وخصكم بالنعمة، فرزقكم الإيمان به وبرسوله، والمنع له ولأصحابه، والإعزاز له ولدينه، والجهاد لأعدائه، فكنتم أشد الناس على عدوه حتى استقامة العرب لأمر الله طوعا وكرها، وأعطى البعيد المقادة صاغرا داخرا حتى أثخن الله عز وجل لرسوله بكم الأرض، ودانت بأسيافكم له العرب، وتوفاه الله وهو عنكم راض وبكم قرير عين استبدوا بالأمر دون الناس، فإنه لكم دون الناس.
هذه خطبة سعد بن عبادة، فقد كان يرى أن المهاجرين استبدوا بالأمر، وأن الأنصار أحق بالولاية للأسباب التي ذكرها، مع أن المهاجرين لم يكونوا قد اجتمعوا، ولم يتشاوروا في أمر الخلافة، ولم يقرروا شيئا، ولا شك أن هذه الخطبة حازت استحسان الأنصار، ولا سيما الخزرج، فأجابوا بأجمعهم أن قد وفقت في الرأي، وأصبت في القول، ولن نعدو ما رأيت، نوليك هذا الأمر فإنك فينا مقنع، ولصالح المؤمنين رضا.
وطبيعي أن يحتج المهاجرون على هذا الكلام فقالوا: نحن المهاجرون وأصحاب رسول الله

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 4/692، والرياض النضره: 2/199.
2- في الأصل: سعادة، وهو تحريف.
3- تاريخ الطبري: 2/241
4- الضيم: الظلم

ص -21- الأولون وعشيرته وأولياؤه، فقال الأنصار: منا أمير ومنكم أمير ولن نرضى بدون هذا أبدا، فقال سعد: “هذا أول الوهن”.
بلغ عمر بن الخطاب ما كان من خطبة سعد وما وقع من خلاف بين الأنصار الذين أثاروا هذا الموضوع وبين المهاجرين، فجاء إلى منزل رسول الله، وأرسل إلى أبي بكر أن أخرج إلي فأرسل إليه أني مشتغل فأرسل إليه أنه قد حدث أمر لا بد لك من حضوره، فخرج فأعلمه الخبر فمضيا مسرعين إلى السقيفة ومعهما أبو عبيدة بن الجراح، وأراد عمر رضي الله عنه أن يبدأ بالكلام فأسكته أبو بكر قائلا: رويدا حتى أتكلم، ثم تكلم بكل ما أراد أن يقول عمر.
خطبة أبي بكر الصديق1
بدأ أبو بكر فحمد الله وأثنى عليه ثم قال :
إن الله بعث محمدا رسولا إلى خلقه، وشهيدا، على أمته ليعبدوا الله ويوحدوه، وهم يعبدون من دونه آلهة شتى، ويزعمون أنها لهم عنده شافعة، ولهم نافعة وإنما هي من حجر منحوت، وخشب منجور، ثم قرأ: {وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ} [يونس: 18] وقالوا: {َا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى } [الزمر: 3 ]، فعظم على العرب أن يتركوا دين آبائهم، فخص الله المهاجرين الأولين من قومه بتصديقه، والإيمان به، والمواساة له، والصبر معه على شدة أذى قومهم لهم، وتكذيبهم إياهم، وكل الناس لهم مخالف، زار عليهم، فلم يستوحشوا لقلة عددهم، وشنف الناس لهم وإجماع قومهم عليهم، فهم أول من عبد الله في الأرض، وآمن بالله والرسول وهم أولياؤه وعشيرته وأحق الناس بهذا الأمر من عبده، ولا ينازعهم ذلك إلا ظالم، أنتم يا معشر الأنصار من لا ينكر فضلهم في الدين، ولا سابقتهم العظيمة في الإسلام، رضيكم الله أنصارا لدينه ولرسوله، وجعل إليكم هجرته وفيكم جلة2 أزواجه وأصحابه فليس بعد المهاجرين الأولين عندنا بمنزلتكم، فنحن الأمراء وأنتم الوزراء، لا تفتانون بمشورة، ولا تقضى دونكم الأمور.
خطبة الحباب بن المنذر3
فقام الحباب بن المنذر بن الجموح الأنصاري الخزرجي السلمي، ويكنى أبا عمر وكان يقال له ذو الرأي، فقال : يا معشر الأنصار املكوا عليكم أمركم فإن الناس في فيئكم وفي ظلكم ولن يجتري مجترئ على خلافكم، ولن يصدر الناس إلا عن رأيكم، أنتم أهل العز والثروة، وأولو العدة والمنعة والتجربة، ذوو البأس والنجدة وإنما ينظر الناس إلى ما تصنعون، ولا تختلفوا فيفسد رأيكم، وينتقض عليكم أمركم أبى هؤلاء إلا ما سمعتم فمنا أمير ومنهم أمير.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/242، تاريخ اليعقوبي: 2/125.
2- الجلة: العظماء والسادة.
3- تاريخ الطبري: 2/243.

ص -22- ورد عمر بن الخطاب على الحباب فقال :
هيهات لا يجتمع اثنان في قرن والله لا ترضى العرب أن يؤمروكم ونبيها من غيركم ولكن العرب لا تمتنع أن تولي أمرها من كانت النبوة فيهم وولي أمرهم فيهم، ولنا بذلك على من أبى من العرب الحجة الظاهرة والسلطان المبين، من ذا ينازعنا سلطان محمد وإمارته، ونحن أولياؤه وعشيرته إلا مدل1 بباطل أو متجانف2 لإثم أو متورط في هلكة، فقام الحباب بن المنذر فقال :
يا معشر الأنصار املكوا على أيديكم، ولا تسمعوا مقالة هذا وأصحابه، فيذهبوا بنصيبكم من هذا الأمر فإن أبوا علكم ما سألتموه فأجلوهم عن هذه البلاد، وتولوا عليهم هذه الأمور، فأنتم والله أحق بهذا الأمر منهم فإنه بأسيافكم دان لهذا الدين من دان ممن لم يكن يدين، أنا جذيلها المحكك3 وعذيقها4 المرجب5، أما والله لو شئتم لنعيدنها جذعة.
لقد لج الحباب في الخصومة، واستعمل في خطبته ألفاظا شديدة وحرض الأنصار على إجلاء المهاجرين من المدينة إذا لم يولوهم الخلافة وتوعدهم بالشر لذلك قال له عمر محتدا: إذن يقتلك الله، قال: بل إياك يقتل.
قال أبو عبيدة: يا معشر الأنصار إنكم أول من نصر وآزر فلا تكونوا أول من غير وبدل.
وعندئذ قام بشير بن سعد بن ثعلبة بن الجلاس الخزرجي الأنصاري، ويكنى أبا النعمان فقال :
يا معشر الأنصار إنا والله كنا أولى فضيلة في جهاد المشركين وسابقة في هذا الدين، ما أردنا به إلا رضا ربنا، وطاعة نبينا والكدح لأنفسنا، فما ينبغي لنا أن نستطيل على الناس بذلك، ألا إن محمدا صلى الله عليه وسلم من قريش وقومه أحق به وأولى، وايم الله لا يراني الله أنازعهم هذا الأمر، أبدا فاتقوا الله ولا تخالفوهم ولا تنازعوهم.
فأراد أبو بكر بحكمته أن يضع حدا لهذا الخلاف خشية استحكامه فرشح للخلافة اثنين من المهاجرين قائلا: هذا عمر وهذا أبو عبيدة فأيهما شئتم فبايعوا.
فقالا: لا والله لا نتولى هذا الأمر عليك، فإنك أفضل المهاجرين وثاني اثنين إذ هما في الغار وخليفة رسول الله على الصلاة والصلاة أفضل دين المسلمين فمن ذا ينبغي له أن يتقدمك، أو يتولى هذا الأمر عليك أبسط يدك نبايعك، فلما ذهبا ليبايعاه سبقهما إليه بشير بن سعد فبايعه، فهو على ذلك أول من بايع أبا بكر الصديق،

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- مدل الباطل: أي فيه جراءة وعلامة على الباطل.
2- متجانف: أي متمايل متعمد.
3- الجذل المحكك: الذي بنصب في العطن لتحتك به الإبل الجربى
4- عذيقها: كل غصن له شعب
5- المرجب: وهو تصغير ” تعظيم”، وأراد بالترجيب التعظيم. وقوله: أنا جذيها المحكك وعذيقها المرجب، مثل يضرب لمن يستشفى برأيه ويعتمد عليه.

ص -23- ولما رأت الأوس ما صنع بشير بن سعد، وما تدعو إليه قريش وما تطلب الخزرج من تأمير سعد بن عبادة، قال بعضهم لبعض وفيهم أسيد بن حضير “الذي كان رئيس الأوس يوم بعاث ومن أحسن الناس صوتا بالقرآن، وكان أحد المشهود لهم بالعقل وأحد النقباء” :
والله لئن وليتها الخزرج عليكم مرة لا زالت لهم عليكم بذلك الفضيلة، ولا جعلوا لكم معهم فيها نصيبا أبدا فقوموا فبايعوا أبا بكر. فقاموا إليه فبايعوه، فأنكر على سعد بن عبادة وعلى الخزرج ما كانوا أجمعوا له من أمرهم1.
ولم يلق الرأي الذي قاله الأنصار “منا أمير ومنكم أمير” قبولا حتى سعد نفسه فإنه لما سمع به قال: هذا أول الوهن. لأن انقسام القوة موهن لها، و كذا رفضه عمر حيث قال: هيهات لا يجتمع اثنان في قرن. وأسرع عمر في مبايعة أبي بكر علما منه بمكانته واعترافا بفضله.
أقبل الناس يبايعون أبا بكر من كل جانب، وأقبلت أسلم بجماعاتها حتى تضايقت بهم السكك فبايعوا فكان عمر يقول: ما هو إلا أن رأيت أسلم فأيقنت بالنصر وكاد الناس من شدة الزحام يطأون سعد بن عبادة الذي كان يومئذ مريضا ولا يستطيع النهوض، وحدثت بينه وبين عمر مشادة، وأخيرا حمل سعد وأدخل في داره وترك أياما ثم بعث إليه أن أقبل فبايع فقد بايع الناس وبايع قومك فقال :
أما والله حتى أرميكم بما في كنانتي من نبل، وأخضب سنان رمحي وأضربكم بسيفي ما ملكته يدي، وأقاتلكم بأهل بيتي ومن أطاعني من قومي فلا أفعل، وايم الله لو أن الجن اجتمعت لكم مع الإنس ما بايعتكم حتى أعرض على ربي وأعلم ما حسابي.2
هذا ما أجاب به سعد من دعوه إلى مبايعة أبي بكر بعد أن علم أن البيعة قد تمت ولكن ماذا يفيد امتناعه عن البيعة، وليس له أنصار ولا أغلبية! لقد طمع في الخلافة، وظن أن قومه سيقاومون ويتمسكون به إلى آخر رمق3 من حياتهم، إنه توعد وهدد بمفرده لذلك لم يكترث به أحد فتركوه وشأنه.
فلما علم أبو بكر بما قال سعد، قال له عمر: لا تدعه حتى يبايع، فقال له بشير بن سعد: إنه قد لج وأبى، وليس بمبايعتكم حتى يقتل، وليس بمقتول حتى يقتل معه ولده، وأهل بيته، وطائفة من عشيرته، فاتركوه فليس تركه بضاركم إنما هو رجل واحد، فتركوه عملا برأي بشير.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/243.
2- تاريخ الطبري:2/244
3- الرمق: بقية الحياة.

ص -24- تخلف علي1 رضي الله عنه عن البيعة
قال الزهري: بقي علي وبنو هاشم والزبير ستة أشهر لم يبايعوا أبا بكر حتى ماتت فاطمة رضي الله عنها فبايعوه وكانت فاطمة أرسلت إلى أبي بكر تسأله ميراثها من رسول الله مما أفاء الله عليه بالمدينة وفدك وما بقي من خمس خيبر فأبى أبو بكر أن يدفع إليها شيئا؛ لأن رسول الله قال: “لا نورث ما تركناه صدقة” فوجدت فاطمة على أبي بكر الصديق في ذلك ولم تكلمه حتى توفيت2.
وقد كان علي رضي الله عنه يرى أنه أحق بالخلافة من أبي بكر لقرابته من رسول الله، لذلك فقد تخلف عن البيعة مع أن رسول الله لما مرض وتعذر عليه الخروج إلى الصلاة، قال: “مروا أبا بكر فليصل بالناس” فقالت له عائشة: يا رسول الله إن أبا بكر رجل رقيق إذا قام مقامك لا يسمع الناس من البكاء. قال:” مروا أبا بكر فليصل بالناس” فعاودته مثل مقالتها، فقال: “إنكن صواحبات يوسف، مروا أبا بكر فليصل بالناس”3.
وفي تقديمه أبا بكر للصلاة إشارة إلى أنه الخليفة بعده. قال الزبير: لا أغمد سيفا حتى يبايع علي، فقال عمر: خذوا سيفه واضربوا به الحجر، ثم أتاهم عمر فأخذهم للبيعة، وقيل لما سمع علي ببيعة أبي بكر خرج في قميصه ما عليه إزار، ولا رداء عجلا حتى يبايعه ثم استدعى إزاره ورداءه فتجلله، قال ابن الأثير: والصحيح أن أمير المؤمنين ما بايع إلا بعد ستة أشهر4.
وممن تخلف عن بيعة أبي بكر عتبة بن أبي لهب، وخالد بن سعيد والمقداد بن عمرو، وسلمان الفارسي، وأبو ذر، وعمار بن ياسر، والبراء بن عازب وأبي بن كعب ومالوا مع علي، وتخلف أيضا أبو سفيان من بني أمية.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- الطبقات الكبرى: 2/315، الرياض النضرة: 2/199.
2- تاريخ الطبري: 2/236.
3- أخرجه البخاري في كتاب: الأذان، حد المريض أن يشهد الجماعة ” الحديث: 664″.
4- تاريخ اليعقوبي: 2/126، وسير أعلام النبلاء: 14/451.

ص -25- أفضل الناس بعد رسول الله
أفضل الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أبو بكر رضي الله عنه، وقالت الشيعة وكثير من المعتزلة: هو علي وهؤلاء جوزوا إمامة المفضول مع وجود الفاضل، وحجتهم أن قيام علي بالجهاد كان أكثر من قيام أبي بكر فوجب أن يكون علي أفضل منه لقوله تعالى: {وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْراً عَظِيماً} [النساء: 59].
وأجاب أهل السنة عنه بأن الجهاد على قسمين: جهاد بالدعوة إلى الدين وجهاد بالسيف، ومعلوم أن أبا بكر رضي الله عنه جاهد في الدين في أول الإسلام بدعوة الناس إلى الإسلام، بدعوته أسلم عثمان، وطلحة، والزبير، وسعد، وسعيد، وأبو عبيدة بن الجراح رضي الله عنهم أجمعين، وعلي رضي الله عنه إنما جاهد بالسيف عند قوة الإسلام، فكان الأول أولى، وحجة القائلين بفضل أبي بكر رضي الله عنه قوله صلى الله عليه وسلم: “ما طلعت الشمس ولا غربت على أحد بعد النبيين والمرسلين أفضل من أبي بكر”1
تجهيز رسول الله ودفنه2
بعد أن بويع أبو بكر جهز رسول الله ودفن ليلة الأربعاء وقد غسل في قميصه وغسله العباس، والفضل وقثم ابنا العباس، وأسامة بن زيد، وشقران مولى رسول الله، وحضرهم أوس بن خولى الأنصاري من بئر يقال لها الغرس لسعد بن خثيمة بقباء، وكان العباس وابناه يقلبونه، وأسامة وشقران يصبان الماء، وعلي يغسله وعليه قميصه، وهو يقول: بأبي أنت وأمي ما أطيبك حيا وميتا3، وكفن في ثلاثة أثواب يمانية بيض من كرسف – قطن- ليس في كفنه قميص ولا عمامة ولا عروة.
وبعد أن غسل رسول الله وكفن، وضع على سرير وأدخل عليه المسلمون أفواجا يقومون ويصلون عليه، ثم يخرجون ويدخل آخرون ولم يؤمهم في الصلاة عليه إمام حتى إذا فرغت الرجال دخلت النساء ثم دخل الصبيان.
وكان أول من دخل أبو بكر وعمر، فقالا: _ السلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته_ ومعهما نفر من المهاجرين والأنصار قدر ما يسع البيت، فسلموا كما سلم أبو بكر، وعمر، وصفوا صفوفا لا يؤمهم عليه أحد، فقال أبو بكر وعمر وهما في الصف الأول حيال رسول الله :
اللهم إنا نشهد أن قد بلغ ما أنزل عليه ونصح لأمته، وجاهد في سبيل الله حتى أعز الله دينه،

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- أخرجه الحاكم في مستدركه “3/96″
2- تاريخ الطبري: 2/233، الرياض النظرة: 2/42، تاريخ الخلفاء: ص 70.
3- تاريخ الطبري: 2/238، والمنتظم: 4/54.

ص -26- وتمت كلماته فآمن به وحده لا شريك له، فاجعلنا يا إلهنا ممن يتبع القول الذي أنزل معه، واجمع بيننا وبينه حتى يعرفنا ونعرفه، فإنه كان بالمؤمنين رؤوفا رحيما، لا نبتغي بالإيمان بدلا، ولا نشتري به ثمنا أبدا 1.
فيقول الناس آمين آمين، ثم يخرجون ويدخل غيرهم، ولما فرغوا نادى عمر خلوا الجنازة وأهلها.
ولما اختلفوا في موضع دفنه قال أبو بكر: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “ما مات نبي قط إلا يدفن حيث تقبض روحه”2 قال علي: وأنا أيضا سمعته. فرفع فراشه ودفن، ولما أرادوا أن يحفروا لرسول الله، كان بالمدينة رجلان أبو عبيدة بن الجراح يضرح لأهل مكة، وكان أبو طلحة الأنصاري هو الذي يلحد لأهل المدينة، فجاء أبو طلحة وألحد لرسول الله، وجعل في قبره قطيفة حمراء كان يلبسها فبسطت تحته، وكانت الأرض ندية، ورش قبره صلى الله عليه وسلم بلال بتربة بدا من قبل رأسه وجعل عليه من حصباء العرصة3 حمرا وبيضا، ورفع قبره عن الأرض قدر شبر، ونزل قبره علي، والفضل وقثم ابنا العباس، وشقران، وأوس بن خولى الأنصاري.
خطبة أبي بكر بعد البيعة4
بعد أن تمت بيعة أبي بكر بيعة عامة، صعد المنبر وقال بعد أن حمد الله وأثنى عليه :
أيها الناس قد وليت عليكم، ولست بخيركم، فإن أحسنت فأعينوني، وإن أسأت فقوموني، الصدق أمانة، والكذب خيانة، والضعيف فيكم قوي عندي حتى آخذ له حقه، والقوي عندي ضعيف حتى آخذ منه الحق إن شاء الله تعالى، لا يدع أحد منكم الجهاد، فإنه لا يدعه قوم إلا ضربهم الله بالذل، أطيعوني ما أطعت الله ورسوله فإذا عصيت الله ورسوله فلا طاعة لي عليكم، قوموا إلى صلاتكم رحمكم الله.
فيا لها من كلمات جامعة حوت الصراحة والعدل، مع التواضع والفضل، والحث على الجهاد لنصرة الدين، وإعلاء شأن المسلمين.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 5/265، الطبقات الكبرى: 2/290.
2- أخرجه ابن أبي شيبة في مصنفه “7/228″.
3- العرصة: كل بقعة بين الدور الواسعة لسي فيها بناء.
4- الرياض النضرة: 2/213، تاريخ الخلفاء: ص69، تاريخ الطبري: 2/238، البداية والنهاية: 5/248.

إرسال جيش أسامة بن زيد1 يوم الأربعاء 14 ربيع الأول سنة 11هـ “11 حزيران – يونيه 6م”
كان رسول الله قد استعمل أسامة بن زيد، وأمره بالتوجه إلى حدود الشام للأخذ بثأر من قتل في

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 4/695.

ص -27- غزوة مؤتة، وقد كان رسول الله قد ضرب البعث على أهل المدينة ومن حولها، وفيهم عمر بن الخطاب وعسكر جيش أسامة بالجرف فاشتكى رسول الله ثم وجد من نفسه راحة فخرج رسول الله عاصبا رأسه فقال :
“أيها الناس أنفذوا جيش أسامة” ثلاث مرات، وقال: “إن تطعنوا في إمارته فقد كنتم تطعنون في إمارة أبيه من قبله، وايم الله إنه كان خليقا للإمارة، وايم الله إنه لمن أحب الناس إلي من بعده “1
وذلك لأن الناس طعنوا في إمارة أسامة، لأنه كان شابا لم يتم العشرين من عمره.
توفي رسول الله ولم يسر الجيش، وارتد كثير من العرب ونجم النفاق، واشرأبت2 أعناق اليهود والنصارى وبقي المسلمون لا يدرون ماذا يصنعون لوفاة نبيهم، وقلة عددهم، وكثرة عدوهم، فقال الناس لأبي بكر: إن جيش أسامة جند المسلمين، والعرب قد انتقضت بك فلا ينبغي أن تفرق عنك جماعة المسلمين.
فماذا يصنع أبو بكر؟ إنهم يعترضون على إمارة أسامة لصغر سنه، ويعترضون على إرسال جيش المسلمين إلى الشام لارتداد العرب، وقلة عدد المسلمين، وخزفهم على مركزهم بالمدينة، غير أن رسول الله كان يشدد في إرسال جيش أسامة، وقد أخذ أبو بكر عهدا على نفسه بأن لا يعصي الله ورسوله، فهل يخالف أمر رسول الله؟ كلا، فإن ذلك ليس من طبيعته ولا من خلقه، وإنما خلقه الثبات إلى آخر لحظة وتنفيذ أوامر رسول الله بكل دقة في كل كبيرة وصغيرة مهما كلفه ذلك لقوة إيمانه، وثبات يقينه وعملا بواجب الصداقة، لهذا كانت إجابته للمعترضين في غاية القوة حيث قال :
والذي نفس أبي بكر بيده لو ظننت أن السباع تخطفني لأنفذت بعث أسامة كما أمر به رسول الله صلى الله عليه وسلم ولو لم يبق في القرى غيري لأنفذته 3.
وقال لعمر لما أرسله أسامة يستأذنه في الرجوع وطلب إليه الأنصار إن أبى أن يولي عليه من هو أقدم سنا من أسامة :
لو خطفتني الكلاب والذئاب لم أرد قضاء قضى به رسول الله صلى الله عليه وسلم 4.
فقال عمر: إن الأنصار أمروني أن أبلغك وأنهم يطلبون إليك أن تولي أمرهم رجلا أقدم سنا من أسامة. فوثب أبو بكر وكان جالسا يأخذ بلحية عمر فقال له :
ثكلتك أمك وعدمتك يا ابن الخطاب، استعمله رسول الله صلى الله عليه وسلم وتأمرني أن أنزعه.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- أخرجه البخاري في كتاب: المغازي، باب: غزوة زيد بن حارثة ” الحديث: 4250″.
2- اشرأبت: ارتفعت وعلت.
3- تاريخ الطبري: 2/245، البداية والنهاية:6/304.
4- تاريخ الطبري: 2/246.

ص -28- فخرج عمر إلى الناس بعد أم سمع ورأى من أبي بكر ما رأى، فقالوا له: ما صنعت؟ فقال: امضوا ثكلتكم أمهاتكم ما لقيت في سببكم من خليفة رسول الله.
وإجابة أبي بكر بهذه القوة تذكرنا بما قاله رسول الله لعمه أبي طالب حين ظن أنه قد خذله وضعف عن نصرته: “يا عماه لو وضعوا الشمس في يميني والقمر في شمالي على أن أترك هذا الأمر حتى يظهره الله أو أهلك دونه فيه ما تركته”1.
خرج أبو بكر حتى أتى الجيش وأشخصهم وشيعهم وهو ماش وأسامة راكب وعبد الرحمن بن عوف يقود دابة أبي بكر فقال له أسامة: يا خليفة رسول الله، والله لتركبن أو لأنزلن، فقال: والله لا تنزل والله لا أركب وما علي أن أغبر قدمي في سبيل الله ساعة، فإن للغازي بكل خطوة يخطوها سبعمائة حسنة تكتب له وسبعمائة درجة ترفع له وترفع عنه سبعمائة خطيئة. حتى إذا انتهى قال: إن رأيت أن تعينني بعمر فافعل، ومعنى ذلك أنه يستأذن أسامة – قائد الجيش – أن يترك له عمر لأنه كان في الجيش فأذن له وكان إرسال الجيش بعد بيعة أبي بكر بيوم أعني يوم الأربعاء 14 من ربيع الأول.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- الكامل: 1/587، والمنتظم: 2/368

ص -29- وصية أبي بكر الجيش1
أوصى أبو بكر جيش أسامة فقال :
يا أيها الناس قفوا أوصيكم بعشر فاحفظوها عني :
لا تخونوا، ولا تغلوا، ولا تغدروا، ولا تمثلوا، ولا تقتلوا طفلا صغيرا أو شيخا كبيرا ولا امرأة، ولا تعقروا نحلا ولا تحرقوه، ولا تقطعوا شجرة مثمرة، ولا تذبحوا شاة ولا بقرة ولا بعيرا إلا لمأكلة، وسوف تمرون بأقوام قد فرغوا أنفسهم في الصوامع فدعوهم وما فرغوا أنفسهم له، وسوف تقدمون على قوم يأتونكم بآنية فيها ألوان الطعام فإذا أكلتم منها شيئا فاذكروا اسم الله عليها، وتلقون أقواما قد فحصوا أوساط رؤوسهم وتركوا حولها مثل العصائب فأخفقوهم بالسيف خفقا، اندفعوا باسم الله.
وقال لأسامة: إصنع ما أمرك به نبي الله صلى الله عليه وسلم2، ابدأ ببلاد قضاعة ثم ائت آبل ولا تقصرن من شئ من أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم ولا تعجلن لما خلفت عن عهده.
فسار أسامة وأوقع بقبائل من قضاعة التي ارتدت وغنم وعاد وكانت غيبته أربعين يوما سوى مقامه ومنقلبه راجعا من غير أن يفقد أحدا من رجاله.
وكان إنفاذ جيش أسامة أعظم الأمور نفعا للمسلمين فإن العرب قالوا لو لم يكن بالمسلمين قوة لما أرسلوا هذا الجيش فكفوا عن كثير مما كانوا يريدون أن يفعلوه.
ولم نعثر في المراجع التاريخية عن عدد جيش أسامة ولا على قوة جيش العدو وخسائره، ولم نعلم ما هي الغنائم التي غنمها المسلمون.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- الطبري: 2/246
2- تاريخ اليعقوبي: 2/127

ص -30- إمارة باذان على اليمن1 في عهد رسول الله
باذان رجل من الفرس بعثه كسرى أبرويز إلى اليمن نائبا عليها فبقي إلى بعثة رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو آخر من قدم من اليمن من ولاة العجم.
ولما كاتب النبي كسرى بما كاتبه مزق كسرى الكتاب وبعث إلى باذان أن أرسل إلى هذا الرجل الذي بالحجاز رجلين وكتب مهما إلى النبي يأمره بالمسير معهما إلى كسرى فقال لهم رسول الله: “إرجعا وقولا لباذان أسلم فإن أسلم أؤمره على ما تحت يده وأملكه على قومه”2 فأتيا إلى باذان وكان كسرى قد مات، فقال باذان: إني لأراه نبيا ولننظرن فإن كان ما قال حقا فهو فإنه لنبي مرسل، وإن لم يكن فنرى فيه رأينا، فلم يلبث أن قدم عليه كتاب شيرويه بن كسرى بقتل كسرى ويأمره بأخذ الطاعة له باليمن، فأسلم باذان وأسلم معه جماعة من العجم وبعث بذلك إلى النبي وكان سنة 10 هجرية، فجمع له النبي عمل اليمن وأمره على جميع مخاليفه فلم يزل عاملا عليها حتى مات.
فلما مات باذان فرق رسول الله أمراءه في اليمن بالكيفية الآتية :
1- عمرو بن حزم على نجران.
2- خالد بن سعيد بن العاص على ما بين نجران وزبيد.
3- عامر بن شهر الهمداني على همدان.
4- شهر بن باذان على صنعاء.
5- الطاهر بن أبي هالة على عك والأشعريين.
6- أبو مسى الأشعري على مأرب.
7- يعلي بن أمية على الجند.
8- زياد بن لبيد الأنصاري على أعمال حضرموت.
9- عكاشة بن ثور على السكاسك والسكون.
10- عبد الله بن قيس أبو موسى الأشعري على بني معاوية بن كندة.
وكان معاذ بن جبل معلما يتنقل في عمالة كل عامل باليمن وحضرموت.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/134، البداية والنهاية: 4/270، المنتظم: 3/283.
2- البداية والنهاية: 4/269. وفيه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم أخبرهما بأن الله سلط على كسرى ابنه شيرويه فقتله في شهر كذا وكذا في ليلة كذا وكذا من الليل سلط عليه ابنه شيرويه فقتله.

ص -31- ظهور المتنبئين في بلاد العرب
ادعى النبوة بعض العرب في الجهات النائية عن المدينة ومكة مثل اليمامة واليمن توصلا إلى الملك والرياسة والتغلب على القبائل المجاورة لهم، فمنهم من حاول محاكاة القرآن تغريرا بعقول السذج من العرب فجاء كلامه سخيفا مضحكا لا معنى له، ومنهم من لم يقتصر على ذلك بل أتى بالأعاجيب، وما هي إلا شعبذة وكهانة وسحر مبين، لكنهم افتضحوا وظهر كذبهم ونفاقهم، و عدا ذلك فإنهم أحلوا المحرمات وارتكبوا الفواحش فكان مصيرهم الخذلان والفشل، وقد خضعت جميع هذه القبائل إلى الإسلام بفضل حزم أبي بكر الصديق ومحاربته أهل الردة كما سيأتي ذكر ذلك مفصلا، والآن نبدأ بأخبار الأسود العنسي المتنبئ الكذاب1:

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- في الأصل: النبي الكذاب؛ ويقال: تنبى الكذاب إذا ادعى النبوة، فهو متنبئ، لا اقتضى التصويب.

ص -32- الأسود العنسي المتنبئ1 الكذاب2
الأسود العنسي يلقب بذي الخمار لأنه كان معتما متخمرا دائما واسمه عيهلة بن كعب بن عوف العنسي، وعنس بطن من مذحج وكان كاهنا مشعبذا3 يري قومه الأعاجيب ويجلبهم بحلاوة منطقة، ادعى النبوة حين مرض النبي واتبعه مذحج عامة وكانت ردته أول ردة في الإسلام على عهد رسول الله، وقد سمى نفسه رحمن اليمن أي أنه يتكلم باسم الرحمن، كما سمى مسيلمة[نفسه] رحمن اليمامة، ويقال: كان له شيطان يخبره بكل شيء.
فغزا نجران وكان عليها عمرو بن حزم وخالد بن سعيد فأخرجهما ومعه 700 فارس إلى صنعاء وعليها شهر بن باذان فخرج إليه شهر فقتله الأسود، كان قواده قيس بن عبد يغوث المرادي ومعاوية بن قيس الجنبي ويزيد بن محرم ويزيد بن حصين الحارثي ويزيد بن الأفكل الأزدي، استولى الأسود على صنعاء وغلب على حضرموت إلى أعمال الطائف إلى البحرين والأحساء إلى عدن، وقد استولى على جنوب غربي بلاد العرب في أقل من شهر وأسند أمر جنده إلى قيس بن عبد يغوث وأسند أمر الأبناء إلى فيروز وداذويه فلما أثخن4 في الأرض استخف بقيس وبفيروز الديلمي وداذويه.
خاف من بحضرموت من المسلمين أن يحاربهم الأسود أو يظهر كذاب آخر مثله فأتى من باليمن كتاب من رسول الله يأمرهم بقتال الأسود فقام معاذ يتنقل في القبائل يعلمهم الإسلام فقويت نفوس المسلمين، وكان الذي قدم بكتاب النبي صلى الله عليه وسلم وبر بن يحنس الأزدي.
قتل الأسود العنسي5
من سخافة عقل الأسود استخفافه بقائد جيشه وبفيروز وداذويه وهم الذين أعانوه على إخضاع اليمن له في مدة قصيرة، ثم إنه بعد أن قتل شهر بن باذان تزوج امرأته آزاد وهي ابنة عم فيروز، فلما علم المسلمون تغيره على رئيس جنده دعوه وأنبأوه بكتاب رسول الله بقتل الأسود ففرح فيروز لذلك النبأ وكلموا آزاد زوجته في قتله وكانت تبغضه لأنه قتل زوجها ولأنه كان سيء الخلق فاسقا.
تمكن فيروز، وداذويه، وقيس من دخول القصر بالرغم من وجود الحراس وذلك بواسطة نقب نقبوه بإشارة آزاد ثم انقضوا عليه وقتلوه وحزوا رأسه، ولما طلع الفجر نادوا بشعار المسلمين وهو الأذان، ولما اجتمع المسلمون والكفار ألقوا إليهم الرأس، وبذلك خلصت صنعاء والجند من هذا الشر المستطير، واتفق الناس على تولية معاذ بن جبل فكان يصلي بالناس، وعاد عمال رسول الله إلى أعمالهم وكتبوا إليه صلى الله عليه وسلم بالخبر، فوصل الرسول المدينة صبيحة اليوم الذي توفي فيه رسول الله، وكان

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- انظر الحاشية السابقة.
2- البداية النهاية: 4/697.
3- مشعبذا: مشعوذا.
4- أثخن: إذا غلب وقهر.
5- شذرات الذهب: 1/150، البداية والنهاية: 5/50، البدء والتاريخ: 5/153.

ص -33- بين خروج الأسود ومقتله نحو أربعة أشهر1
وقد جاء في أسد الغابة عند ترجمة باذان: أن باذان كان له أثر كبير في قتل الأسود مع أنه لم يكن له أي أثر في ذلك لأن باذان مات في عهد رسول الله وفرق صلى الله عليه وسلم أمراءه على اليمن فكان شهر بن باذان على صنعاء ثم استولى عليها الأسود الذي قتل غيلة2 كما تقدم.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 4/207، الكامل في التاريخ: 2/231
2- غيلة: أي اغتيالا وخديعة.

ص -34- قتال أهل الردة1
لما توفي رسول الله اشتد الأمر على المسلمين لارتداد العرب وخافوا الإغارة على المدينة بعد أن سير أبو بكر جيش أسامة إذ قد استفحل أمر مسيلمة وطليحة واجتمع على طليحة عوام طيء وأسد، وارتدت غطفان تبعا لعيينة بن حصن فإنه قال لنبي من الحليفين – يعني أسدا وغطفان – أحب إلينا من نبي من قريش، وقد مات محمد وطليحة حي فاتبعه وتبعته غطفان وكان عيينة من المؤلفة قلوبهم، ومن الأعراب الجفاة.
وقدمت رسل النبي صلى الله عليه وسلم من اليمامة وأسد وغيرهما ودفعوا كتبهم لأبي بكر، وأخبروه الخبر عن مسيلمة، وطليحة، فعزم أبو بكر على قتالهم واستعد لصد هجمات المغيرين إلى أن يأتي جيش أسامة، والآن نذكر ما كان من أمر طليحة الذي ادعى النبوة.
طليحة الأسدي2
طليحة بن خويلد الأسدي من بني أسد بن خزيمة كان كاهنا فأسلم ثم ارتد وادعى النبوة في حياة رسول الله، وظهر في بني أسد واتبعه أفاريق من العرب ونزل سميراء بطريق مكة، فوجه إليه النبي صلة الله عليه وسلم ضرار ابن الأزور عاملا على بني أسد، وأمرهم بالقيام على من ارتد فضعف أمر طليحة حتى لم يبق إلا أخذه فضربه به بسيف فلم يصنع شيئا، فاعتقد الناس أن السلاح لا يؤثر فيه فكثر جمعه، ومات النبي صلى الله عليه وسلم وهم على ذلك، وأكثر من تبعه من أسد، وغطفان، وطيء، وفزارة وغيرهم، وفر ضرار ومن معه إلى المدينة، وكان طليحة يدعي أن جبرائيل كان يأتيه، وكان يسجع للناس الأكاذيب، وكان يأمرهم بترك السجود في الصلاة يقول: إن الله لا يصنع بتعفير وجوهكم، وتقبيح أدباركم شيئا فاذكروا الله قياما فإن الرغوة فوق الصريح، وأنفذ طليحة وفوده إلى أبي بكر في الموادعة على الصلاة وترك الزكاة، فأبى أبو بكر ذلك وكان لطليحة أخ يدعى حبال جعله على فريق من أتباعه، ولما عرض الوفد على أبي بكر ترك الزكاة قال: والله لو منعوني عقالا لجاهدتهم عليه3.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/249، الطبقات الكبرى: 5/534.
2- البداية والنهاية: 6/311، الطبقات الكبرى: 3/467.
3- الرياض النضرة: 2/44، تاريخ الخلفاء: 1/74، البداية والنهاية: 6/311، البدء والتاريخ: 5/153، المنتظم: 4/76.

ص -35- الإغارة على المدينة
توقع أبو بكر الإغارة على المدينة فجعل بعد سير الوفد على أنقاب1 المدينة عليا وطلحة، والزبير، وابن مسعود، وألزم أهل المدينة بحضور المسجد خوف الإغارة من العدو لقربهم، فما لبثوا إلا ثلاثا حتى طرقوا المدينة ليلا، وخلفوا بعضهم بذي حسى ليكونوا لهم رداء فوافوا ليلا الأنقاب، وعليها المقاتلة فمنعوهم خارج المدينة وأرسلوا إلى أبي بكر بالخبر فخرج إليهم جيش المدينة واتبعوهم حتى إذا كانوا بذي حسى خرج إليهم أصحاب طليحة بقرب قد نفخوها وفيها الحبال فدهدهوها على الأرض فنفرت إبل المسلمين وهم عليها ورجعت بهم إلى المدينة، ولم يصرع مسلم، وظن الكفار بالمسلمين الوهن ثم انضم إلى رجال طليحة غيرهم من أصحابه، وبات أبو بكر بالمدينة يعبئ الجيش ثم خرج ليلا يمشي وعلى ميمنته النعمان بن مقرن وعلى ميسرته عبد الله بن مقرن وعلى الساقة سويد بن مقرن، فما طلع الفجر إلا وهم والعدو على صعيد واحد، فقاتلهم المسلمون حتى ولوا مدبرين، واقتفى أثرهم أبو بكر حتى نزل بذي القصة. وكان ذلك أول فتح فوضع بها الحامية وعليها النعمان بن مقرن، وحلف أبو بكر ليقتلن من المشركين بمن قتلوا من المسلمين وزيادة وازداد المسلمون قوة وثباتا2.
كانت هذه الموقعة صغيرة ولكن كان للنصر الذي أحرزه أبو بكر شأن كبير، ووقع عظيم في النفوس، وقد كان المرتدون يتحدثون فيما بينهم بقلة عدد المسلمين فلو أنهم انهزموا لكان الخطب فادحا، وعلى أثر هذا الانتصار طرقت المدينة الصدقات فانتعش المسلمون وقويت عزيمتهم وكان أول من جاء بالصدقات إلى الخليفة وفود بني تميم وبني طيء.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- الأنقاب: جمع نقب وهو الطريق الضيق في الجبل
2- تاريخ الطبري: 2/253، البداية والنهاية: 6/313، بدء التاريخ: 5/157، المنتظم: 4/75.

عودة أسامة سنة 11هـ “سبتمبر سنة 632م”
وأخيرا عاد أسامة من غزوته، وأصبحت المدينة في مأمن من الخطر، ووزع أبو بكر الغنائم على الناس، وقد نال أبو بكر ما أراد من إرسال أسامة واعتقد العرب بقوة المسلمين، ثم إن أبا بكر استفاد من الفرصة التي سنحت له بطرد المرتدين من ذي القصة إلى الربذة واستخلف أسامة على المدينة وقال له ولجنده استريحوا وأريحوا ظهوركم ثم خرج في الذين خرج معهم إلى ذي القصة وهم قوة صغيرة، فقال له المسلمون: ننشدك الله يا خليفة رسول الله ألا تعرض نفسك فإنك إن تصب لم يكن للناس نظام، ومقامك أشد على العدو فابعث رجلا فإن أصيب أمرت آخر، فقال: لا والله لا أفعل ولأواسينكم بنفسي3 .

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
3- تاريخ الطبري: 2/256.

ص -36- سار أبو بكر إلى ذي حسى، وذي القصة حتى نزل بالأبرق فاقتتلوا فهزم الحارث، وعوف، وأخذ الحطيئة أسيرا، فطارت عبس، وبنو بكر وأقام أبو بكر على الأبرق أياما، وغلب على بني ذبيان وبلادهم وحماها لدواب المسلمين وصدقاتهم، ولما انهزمت عبس وذبيان رجعوا إلى طليحة وهو ببزاخة وكان رحل من سميراء إليها، فأقام عليها، وعاد أبو بكر إلى المدينة1.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/256، البداية والنهاية: 6/314.

إرسال البعوث إلى المرتدين1 شعبان سنة 11هـ “تشرين الأول أكتوبر سنة 632 م”
لما استراح أسامة وجنده وكان قد جاءتهم صدقات كثيرة تفضل عنهم نظم أبو بكر البعوث، وعقد الألوية فعقد أحد عشر لواء، وفيما يلي أسماء القواد ووجهتهم :
1- خالد بن الوليد: سار إلى طليحة بن خويلد الأسدي فإذا فرغ منه سار إلى مالك بن نويرة بالبطاح إن أقام له.
2- عكرمة بن أبي جهل: إلى مسيلمة.
3- المهاجر بن أبي أمية: إلى جنود العنسي ومعونة الأبناء على قيس بن المكشوح ثم يمضي إلى كندة بحضرموت.
4- خالد بن سعيد: إلأى مشارف الشام.
5- عمرو بن العاص: إلى قضاعة ووديعة.
6- حذيفة بن محصن الغلفاني: إلى أهل جبا.
7- عرفجة بن هرثمة: إلى مهرة.
8- شرحبيل بن حسنة: في أثر عكرمة بن أبي جهل فإذا فرغ من اليمامة لحق بخيله إلى قضاعة.
9- معن بن حاجز: إلى بني سليم ومن معهم من هوازن
10- سويد بن مقرن: إلى تهامة باليمن
11- العلاء بن الحضرمي: إلى البحرين.
هؤلاء هم القواد الذي اختارهم أبو بكر لقتال أهل الردة، وعقد لكل واحد منهم لواء ومن هذا يتبين أنهم أرسلوا إلى جميع العرب الذين كانوا قد ارتدوا، فما أصعب مهمة أبي بكر ومهمة قواده الذين كلفوا بإخضاع المرتدين وإعادتهم إلى لواء الإسلام، ولم يبق بالمدينة غير قوة صغيرة، وبقي أبو بكر في المدينة ولم يبعث عمر بن الخطاب، وعلي بن أبي طالب، والزبير مع كفايتهم الحربية، بل أبقاهم معه لاستشارتهم.
فصلت الأمراء من ذي القصة ونزلوا على قصدهم فلحق بكل أمير جنده وقد عهد إليهم عهده

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/257، البداية والنهاية: 6/315.

ص -37- وكتب إلى من بعث إليه من جميع المرتدين.
وهذا نص الكتاب الذي أرسله أبو بكر إلى المرتدين من العرب وأعطى كل أمير نسخة منه :
بسم الله الرحمن الرحيم
من أبي بكر حليفة رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى من بلغه كتابي هذا من عامة وخاصة، أقام على إسلامه أو رجع عنه، سلام على من اتبع الهدى ولم يرجع بعد الهدى إلى الضلالة والعمى، فإني أحمد إليكم الله الذي لا إله إلا هو، وأشهد أن لا إله إلا هو وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله، نقر بما جاء به ونكفر من أبى ونجاهده1.
أما بعد، فإن الله أرسل محمدا بالحق من عنده إلى خلقه بشيرا ونذيرا وداعيا إلى الله بإذنه وسراجا منيرا لينذر من كان حيا ويحق القول على الكافرين، فهدى الله بالحق من أجاب إليه وضرب رسول الله صلى الله عليه وسلم بإذنه من أدبر عنه حتى صار إلى الإسلام طوعا أو كرها، ثم توفى الله رسوله صلى الله عليه وسلم وقد نفذ أمر الله ونصح لأمته وقضى الذي عليه، وكان الله قد بين له ذلك ولأهل الإسلام في الكتاب الذي أنزل، فقال: {إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ} [الزمر: 30 ]، وقال: {وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ} [الأنبياء: 34 ]، وقال للمؤمنين: {وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئاً وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ } [آل عمران: 114 ]، من كان يعبد محمدا فإن محمدا قد مات ومن كان يعبد الله وحده لا شريك له فإن الله له بالمرصاد، حي قيوم لا يموت ولا تأخذه سنة ولا نوم، حافظ لأمره، منتقم من عدوه يجزيه، وإني أوصيكم بتقوى الله، وحظكم ونصيبكم من الله، وما جاءكم به نبيكم صلى الله عليه وسلم وأن تهتدوا بهداه، وأن تعتصموا بدين الله فإن كل من لم يهده الله ضال وكل من لم يعافه مبتلى، وكل من لم يعنه الله مخذول، فمن هداه الله كان مهتديا ومن أضله كان ضالا، قال الله تعالى: {نْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيّاً مُرْشِداً }[ الكهف: 17 ]، ولم يقبل منه في الآخرة صرف ولا عدل، و قد بلغني رجوع من رجع منكم عن دينه بعد أن أقر بالإسلام وعمل به اغترارا بالله وجهالة بأمره وإجابة للشيطان، قال الله تعالى: {وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلاً } [الكهف: 51 ]، وقال: {إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوّاً إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ } [ فاطر: 6 ]، وإني بعثت إليكم – فلانا – في جيش من المهاجرين والأنصار والتابعين بإحسان وأمرته أن لا يقاتل أحدا ولا يقتله حتى يدعوه إلى داعية الله فمن استجاب له وأقر وكف وعمل صالحا قبل منه وأعانه عليه،ومن أبى أمرته أن يقاتله على ذلك ثم لا يبقى على أحد منهم قدر عليه وأن يحرقهم بالنار ويقتلهم كل قتلة، وأن يسبي النساء والذراري ولا يقبل من أحد إلا الإسلام، فمن اتبعه فهو خير له ومن تركه فلن يعجز الله، وقد أمرت رسولي أن يقرأ كتابي في كل مجمع لكم، والداعية الأذان، فإذا أذن المسلمون فأذنوا

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2 / 257، البداية والنهاية: 6/315.

ص -38- كفوا عنهم وإن لم يؤذنوا عاجلوهم وإن أذنوا اسألوهم ما عليهم فإن أبوا عاجلوهم وإن أقروا اقبلوا منهم واحملوهم على ما ينبغي لهم 1.
هذا إعلان عام للمرتدين وقد أمرهم بالخضوع والعودة إلى الإسلام حالا بمجرد الدعوة وإلا كان كل أمير في حل من قتل من أبى وحرقه واستعمال الشدة معه وسبي الذراري2 والنساء.
وأعطى لكل قائد عهدا بوصية بما يجب عليه أن يتبعه ويسلكه للقيام بالمهمة التي عهد إليه بها، وهذا نص العهد :
بسم الله الرحمن الرحيم
هذا عهد من أبي بكر خليفة رسول الله صلى الله عليه وسلم – لفلان – حين بعثه لقتال من رجع عن الإسلام وعهد إليه أن يتقي الله ما استطاع في أمره كله، سره وعلانيته، و أمره بالجد في أمر الله ومجاهدة من تولى عنه ورجع عن الإسلام إلى أماني الشيطان بعد أن يعذر إليهم فيدعوهم بداعية الإسلام، فإن أجابوه أمسك عنهم وإن لم يجيبوه شن غارته عليهم حتى يقروا له ثم ينبئهم بالذي عليهم والذي لهم فيأخذ ما عليهم ويعطيهم الذي لهم لا ينظرهم ولا يرد المسلمين عن قتال عدوهم، فمن أجاب إلى أمر الله عز وجل قبل ذلك منه وأعانه عليه بالمعروف، إنما يقاتل بالمعروف وإنما يقاتل من كفر بالله على الإقرار بما جاء من عند الله فإذا أجاب الدعوة لم يكن عليه سبيل وكان الله حسيبه بعد فما استيسر به، ومن لم يجب داعية الله قتل وقوتل حيث كان وحيث بلغ مرغمه لا يقبل من أحد شيئا أعطاه إلا الإسلام، فمن أجابه وأقر قبل منه وعلمه، ومن أبى قاتله، فإن أظهره الله عليه قتل منهم كل قتلة بالسلاح والنيران، ثم قسم ما أفاء الله عليه إلا الخمس فإنه يبلغناه، وأن يمنع أصحابه العجلة والفساد، وأن لا يدخل فيهم حشوا حتى يعرفهم ويعلم ما هم لئلا يكونوا عيونا ولئلا يؤتى المسلمون من قبلهم، وأن يقتصد بالمسلمين ويرفق بهم في السير والمنزل ويتفقدهم ولا يعجل بعضهم عن بعض ويستوصي بالمسلمين في حسن الصحبة ولين القول 3.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- الرياض النضرة: ص353، تاريخ الطبري: 2/258.
2- الذراري: جمع ذرية وهم ولد الرجل.
3- تاريخ الطبري: 2/258، والاستقصا: ص75.

ص -39- موقعة بزاخة1 وفرار طليحة إلى الشام
وجه أبو بكر خالد بن الوليد لمحاربة طليحة فإذا فرغ من قتاله سار إلى مالك بن نويرة بالبطاح.
وكان أبو بكر بعث عدي بن حاتم قبل خالد بن الوليد إلى طيء وأتبعه خالدا وأمره أن يبدأ بطيء ومنهم يسير إلى بزاخة ثم إلى البطاح ولا يبرح إذا فرغ من قوم حتى يأذن له وأظهر للناس أنه خارج بجيش إلى خيبر حتى يلاقي خالدا وذلك بقصد إرهاب العدو.
قدم عدي بن حاتم إلى طيء كما أمره أبو بكر ليدعوهم إلى الإسلام قبل أن يحاربهم خالد، فلما دعاهم وخوفهم طلبوا إليه أن يتوسط في تأخير الجيش عنهم ثلاثة أيام حتى يتمكنوا من سحب من انضم منهم إلى طليحة بن خويلد الأسدي لئلا يقتلهم، فعاد عدي وأخبر خالدا بالخبر فتأخر وأرسلت طيء إلى إخوانهم عند طليحة فلحقوا بهم فعادت طيء إلى خالد بإسلامهم.
بعد ذلك هم خالد بالرحيل إلى جديلة فاستمهله عدي أيضا ريثما يكلمهم، فذهب إليهم يدعوهم إلى الإسلام فلم يزل بهم حتى أجابوه، فعاد إلى خالد بإسلامهم ولحق بالمسلمين ألف راكب منهم وكان خير مولود في أرض طيء وأعظمه بركة عليهم لأنه كفاهم شر القتال بدخولهم في الإسلام وأفاد جيش المسلمين وأراحهم من قتالهم وأفادهم بما انضم إليهم منهم، وفي الحقيقة فإن الخدمة التي أداها عدي بن حاتم للطرفين جليلة لا تقدر.
وكان خالد قد أرسل عكاشة بن محصن وثابت بن أقرم طليعة فلقيهما حبال أخو طليحة فقتلاه فبلغ خبره طليحة فخرج هو وأخوه سلمة فقتل سلمة فقتل طليحة عكاشة وقتل أخوه ثابتا ورجعا، فلما أقبل خالد بجيشه رأوا عكاشة وثابتا عكاشة قتيلين فتحرج المسلمون لذلك وقالوا قتل سيدان من سادات المسلمين وفارسان من فرسانهم.
سار خالد بجيشه إلى بزاخة والتقى بجيش طليحة فتقاتلوا قتالا شديدا وطليحة ملتفف في كسائه يتنبأ لهم، وكان عيينة بن حصن يقاتل مع طليحة في 700 من بين فزارة قتالا شديدا.
ولما اشتدت الحرب كر عيينة بن محصن على طليحة وقال له: هل جاءك جبريل؟ قال لا، فرجع فقاتل ثم عاد إلى طليحة فقال له: لا أبالك هل جاءك جبريل؟ قال لا، فقال عيينة حتى متى؟ قد والله بلغ منا، ثم رجع فقاتل قتالا شديدا، ثم كر على طليحة، فقال هل جاءك جبريل؟ فقال نعم، قال: فماذا قال لك؟ قال: قال لي: إن لك رحى كرحاه، وحديثا لا تنساه، فقال عيينا قد علم الله أنه سيكون حديث لا تنساه، انصرفوا بني فزارة فإنه كذاب فانصرفوا، وانهزم الناس2.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 6/316.
2- البداية والنهاية: 4/711، سير أعلام النبلاء: 1/317، تاريخ الطبري: 2/260.

ص -40- وكان طليحة قد أعد فرسه وراحلة لامرأته النوار فلما غشوه ركب فرسه وحمل امرأته ثم نجا بها وقال:
يا معشر فزارة من استطاع أن يفعل هكذا وينجو بامرأته فليفعل ثم انهزم فلحق بالشام ثم نزل على كلب وأسلم حين بلغه أن أسدا وغطفان قد أسلموا ولم يزل مقيما في كلب حتى مات أبو بكر وكان قد خرج معتمرا، ومر بجنبات المدينة، فقيل لأبي بكر: هذا طليحة فقال: ماذا أصنع به قد أسلم1؟.
ولما أوقع الله بطليحة وفزارة ما أوقع أقبل أولئك يقولون: ندخل فيما خرجنا منه ونؤمن بالله ورسوله، ونسلم لحكمه في أموالنا وأنفسنا، وقد بايع خالد من خضع وأسلم من القبائل وهذا نص البيعة :
عليكم عهد الله وميثاقه،لتؤمنن بالله ورسوله،ولتقيمن الصلاة ولتؤتن الزكاة وتبايعون على ذلك أبناءكم ونساءكم .
ولم يقبل من أحد من أسد، وغطفان، وطيء، وعامر إلا أن يأتوه بالذين حرقوا ومثلوا وعدوا على الإسلام في حال ردتهم فأتوا بهم فمثل بهم وحرقهم ورضخهم2 بالحجارة ورمى بهم من الجبال ونكسهم في الآبار وأرسل إلى أبي بكر يعلمه ما فعل وأرسل إليه قرة بن هبيرة ونفرا معه وزهيرا موثقين.
أما أم زمل بنت مالك بن حذيفة بن بدر فكانت قد سبيت أيام أمها أم قرفة، فوقعت لعائشة فأعتقتها ورجعت إلى قومها وارتدت، واجتمع إليها الفل3 فإمرتهم بالقتال، وكثف جمعها، وعظمت شوكتها، فلما بلغ خالدا أمرها سار إليها فاقتتلوا قتالا شديدا أول يوم وهي واقفة على جمل كان لأمها وهي في مثل عزها فاجتمع على الجمل فوارس فعقروه وقتلوها، وقتل حول الجمل مائة رجل، وبعث خالد بالفتح إلى أبي بكر4.
أسر عيينة بن حصن5
كان خالد بن الوليد أسر عيينة بن حصن فقدم به إلى أبي بكر فكان صبيان المدينة يقولون له وهو مكتوف: يا عدو الله أكفرت بعد إيمانك!؟ فيقول: ما آمنت بالله طرفة عين فتجاوز عنه أبو بكر وحقن دمه.
مثال من كلام طليحة
وأخذ من أصحاب طليحة رجلا كان عالما به فسأله خالد عما كان يقول فقال: إن مما أتي به :

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/261، البداية والنهاية: 6/318، المنتظم: 4/77.
2- الرضخ: كسر الرأس.
3- الفل: المنهزمون.
4- تاريخ الطبري: 2/265، والبداية والنهاية: 6/319.
5- تاريخ الطبري: 2/264.

ص -41- والحمام واليمام، والصرد والصوام، قد صمن قبلكم بأعوام ليبلغن ملكنا العراق والشام ولم يبلغ ملك طليحة لا العراق ولا الشام بل هو الذي فر إلى الشام1.
ويغلب على ظني أن خالدا لما سمع هذا السجع السخيف لم يتمالك من الضحك مع أن طليحة كان شاعرا.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 4/714

ص -42- هزيمة بني تميم وقصة مالك بن نويرة1
بعد أن أخضع خالد بن الوليد القبائل التي تقطن التلال الواقعة شمالي المدينة سار لقتال بني تميم بهضبة عند الخليج الفارسي وهم قسمان: نصارى وعباد أصنام منتشرون في المراعي الواسعة بين اليمامة ومصب الفرات، وكانوا قد أسلموا في زمن النبي صلى الله عليه وسلم كسائر القبائل العربية وفرق فيهم عماله، فكان الزبرقان منهم وسهيل بن منجاب وقيس بن عاصم وصفوان بن صفوان وسبرة بن عمرو ووكيع بن مالك ومالك بن نويرة، ثم ارتدوا ومنعوا الزكاة بعد وفاة رسول الله ولما تولى أبو بكر الخلافة وانتصر في أول موقعة له سار صفوان بن صفوان إلى أبي بكر بصدقات بني عمرو إلا أنه في هذه الأثناء تشاغلت تميم بعضها ببعض، وبينما هم كذلك جاءتهم سجاح بنت الحارث بن سويد بن عقفان التميمية قد أقبلت من الجزيرة وادعت النبوة وكانت ورهطها في أخوالها من تغلب تقود ربيعة ومعها الهذيل بن عمران في بني تغلب وكان نصرانيا فترك دينه وتبعها، كما أن سجاح كانت قد اعتنقت الديانة المسيحية قبل أن تتنبأ ومعها عقة بن هلال في النمر وزياد بن فلان في إياد والسليل بن قيس في شيبان، فأتاهم أمر أعظم مما هم فيه لاختلافهم2.
وكانت سجاح تريد غزو المدينة فأرسلت إلى مالك بن نويرة تطلب الموادعة فأجابها إلا أن قبائل تميم الأخرى أبوا اتباعها، وحاربوها في عدة مواقع فانهزمت هي ومالك، وبعد أن صالحتهم وبادلتهم الأسرى سارت في جنود الجزيرة قاصدة اليمامة وقالت :
عليكم باليمامة ودفوا دفيف الحمامة، فإنها غزوة صرامة لا يلحقكم بعدها ملامة 3.
وكانت سجاح تريد مهاجمة مسيلمة، فقصدت بني حنيفة، فبلغ ذلك مسيلمة فخاف إن هو شغل بها أن يغلب ثمامة وشرحبيل بن حسنة والقبائل التي حولهم على حجر وهي اليمامة فأهدى لهم ثم أرسل يستأمنها على نفسه حتى يأتيها فجاءها في أربعين من بني حنيفة، فقال مسيلمة: لنا نصف الأرض وكان لقريش نصفها لو عدلت وقد رد الله عليك النصف الذي ردت قريش.
واجتمع مسيلمة بسجاح وضرب لها قبة وتزوجها وصالحها على غلات اليمامة سنة تأخذ النصف وتترك النصف، فأخذت النصف وانصرفت إلى الجزيرة وخلفت الهذيل وعقبة وزيادا لأخذ النصف الباقي فلم يفاجئهم إلا دنو خالد إليهم فانفضوا، ويلاحظ أن سجاح لم تقم مع زوجها مسيلمة الذي آمنت به، بل تركته وعادت إلى الجزيرة.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/265، البداية والنهاية: 6/319.
2- تاريخ الطبري: 2/264، المنتظم: 4/24.
3- تاريخ الطبري: 2/269، البداية والنهاية: 6/320.

ص -43- أما مالك بن نويرة فإنه ندم على ما فعل لاتباعه سجاح وتحير في أمره وسار خالد بن الوليد بعد أن فرغ من فزارة وغطفان وأسد وطيء يريد البطاح، وبها مالك بن نويرة قد تردد عليه أمره، وتخلفت الأنصار عن خالد وقالوا ما هذا بعهد الخليفة إلينا إن نحن فرغنا من بزاخة أن نقيم حتى يكتب إلينا فتركهم خالد ومضى، وندمت الأنصار ولحقوه ثم سار حتى قدم البطاح فلم يجد فيها أحدا، وكان مالك بن نويرة قد فرقهم ونهاهم عن الاجتماع فلما قدم خالد البطاح بث السرايا وأمرهم بداعية الإسلام وأن يأتوه بكل من لم يجب، وإن امتنع أن يقتلوه، فجاءته الخيل بمالك بن نويرة في نفر من بني ثعلبة بن يربوع، وكان فيهم أبو قتادة، فشهد أنهم قد أذنوا وأقاموا وصلوا، وقال قوم إنهم لم يفعلوا ذلك، فلما اختلفوا في أمرهم أمر خالد بن الوليد بحبسهم فحبسوا في ليلة باردة وأمر مناديا فنادى أدفئوا أسراكم، وهي في لغة كنانة القتل فظن القوم أنه أراد القتل ولم يرد إلا الدفء فقتلوهم فقتل ضرار بن الأزور مالكا، وسمع خالد الداعية فخرج وقد فرغوا منهم فقال: إذا أراد الله أمرا أصابه1.
زواج خالد2
تزوج خالد أم تميم امرأة مالك بن نويرة، ولما وصل الخبر إلى المدينة قال عمر لأبي بكر: إن سيف خالد فيه رهق3 وأكثر عليه في ذلك، فقال يا عم: تأول فأخطأ فارفع لسانك عن خالد فإني لا أشيم4 سيفا سله الله على الكافرين وودى مالكا، وكتب إلى خالد أن يقدم عليه ففعل ودخل المسجد وعليه قباء وقد غرز في عمامته أسهما فقام عمر فنزعها وحطمها، وقال له: قتلت امرأ مسلما ثم نزوت على امرأته والله لأرجمنك بأحجارك وخالد لا يكلمه يظن أن رأي أبي بكر مثله، ودخل على أبي بكر فأخبره الخبر واعتذر إليه فعذره، وتجاوز عنه وعنفه في التزويج الذي كانت عليه العرب من كراهته أيام الحرب فخرج خالد وعمر جالس، فقال: هلم إلي يا ابن أم شملة فعرف عمر أن أبا بكر قد رضي عنه فلم يكلمه، وقدم أخوه متمم بن نويرة على أبي بكر يطالب بدم أخيه ويسأله أن يرد عليهم سبيهم فأمر أبو بكر برد السبي وودى مالكا من بيت المال، غير أن سير ويليام موير يقول في كتابه “الخلافة ” طبعة 1924 صفحة 26 إن أبا بكر أمر برد الأسرى لكنه رفض أن يدي مالكا من غير أن يشير إلى المصدر الذي استند إليه في الرفض، وهذا يخالف ما جاء في تاريخ الطبري والكامل لابن الأثير وأسد الغابة، فقد ورد في هذه المراجع أن أبا بكر أمر برد السبي وودى مالكا، وقد كانت زوجة مالك بن نويرة غاية الجمال، وكان خالد بن الوليد يحبها فقتل زوجها مالكا ليتزوجها مع أنه أقر بالإسلام، وقال مالك عندما أمر خالد بقتله: إن هذه التي قتلتني يريد زوجته، وهذا الذي استوجب غضب عمر على خالد، وكان يريد أن يرجمه باعتباره زانيا.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/270.
2- تاريخ الطبري: 2/273، البداية والنهاية: 6/322.
3- الرهق: الكذب، الحدة
4- أشيم: أغمد

ص -44- وفي زواج خالد بزوجة مالك بن نويرة يقول أبو نمير السعدي :

ألا أقل لحي أوطئوا بالسنابك1 تطاول هذا الليل من بعد مالك

قضى خالد بغيا عليه بعرسه وكان هوى فيها قبل ذلك

فأمضى هواه خالد غير عاطف عنان الهوى عنها ولا متمالك

فأصبح ذا أهل وأصبح مالك إلى غير أهل هالكا في الهوالك

كان ممن شهد لمالك بالإسلام أبو قتادة الحارث بن ربعي أخو بني سلمة وقد كان عاهد الله أن لا يشهد مع خالد بن الوليد حربا أبدا بعدها وكان يحدث أنهم لما غشوا القوم راعوهم تحت الليل فأخذ القوم السلاح قال: فقلنا: إنا المسلمون، فقالوا: ونحن المسلمون، قلنا: فما بال السلاح معكم؟ قالوا: فما بال السلاح معكم؟ قلنا: فإن كنتم كما تقولون فضعوا السلاح، قال فوضعوها ثم صلينا وصلوا، وكان خالد يعتذر في قتله أنه قال وهو يراجعه: ما إخال2 صاحبكم إلا وقد كان يقول كذا وكذا، قال أو ما تعده لك صاحبا؟ ثم قدمه وضرب عنقه وعنق أصحابه.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- السنابك: الحوافر
2- إخال: أظن

ص -45- موقعة اليمامة1 آخر سنة 11هـ وبدء سنة 633 م
كان خالد بن الوليد يحارب المرتدين في اليمامة من أتباع مسيلمة، واليمامة موطن بني حنيفة في وسط شبه جزيرة العرب وفي اتجاه الشرق قليلا، الشرق منها يوالي البحرين وبني تميم، والغرب يوالي أطراف اليمن والحجاز والجنوب نجران، والشمال أرض نجد، وطول اليمامة عشرون مرحلة وهي على أربعة أيام من مكة، بلاد نخل وزرع.
بلغ عدد جيوش مسيلمة 40.0000 مقاتل وهؤلاء هم الذين سار خالد لمحاربتهم.
كان مسيلمة رجلا صغير الجسم دميم الوجه له كفاءة تؤهله للزعامة، وكان قد قدم إلى النبي صلى الله عليه وسلم في وفد بني حنيفة واجتمع برسول الله صلى الله عليه وسلم ثم رجع إلى قومه وادعى أنه شريك رسول الله في النبوة، فاتبعه بنو حنيفة، وكتب مسيلمة إلى رسول الله يذكر أنه شريكه في النبوة وأرسل كتابا مع رسولين فسألهما رسول الله عنه فصدقاه، فقال لولا أن الرسل لا تقتل لقتلتكما، وكان كتاب مسيلمة :
من مسيلمة رسول الله إلى محمد رسول الله، أما بعد فإني أشركت معك في الأمر وإن لنا نصف الأرض، ولقريش نصفها ولكن قريش قوم يعتدون.2
فكتب إليه رسول الله :
“بسم الله الرحمن الرحيم، من محمد رسول الله إلى مسيلمة الكذاب أما بعد فالسلام على من اتبع الهدى فإن الأرض لله يورثها من يشاء من عباده والعاقبة للمتقين”3
فلما مات رسول الله وبعث أبو بكر السرايا إلى المرتدين أرسل عكرمة بن أبي جهل في عسكر إلى مسيلمة، وأتبعه شرحبيل بن حسنة فاستعجل وانهزم وأقام شرحبيل بالطريق حين أدركه الخبر وكتب عكرمة إلى أبي بكر بالخبر، فكتب إليه أبو بكر :
لا أرينك ولا تراني، لا ترجعن فتوهن الناس، امض إلى حذيفة وعرجفة فقاتل أهل عمان ومهرة ثم تسير أنت وجندك لا تستبرئون الناس حتى تلقى بها مهاجر بن أبي أمية باليمن وحضرموت4.
وكتب إلى شرحبيل بالمقام إلى أن يأتي خالد فإذا فرغوا من مسيلمة تلحق بعمرو بن العاص تعينه على قضاعة.
فلما رجع خالد من البطاح إلى أبي بكر واعتذر إليه فقبل عذره وأوعب معه المهاجرين

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 4/716، الكامل في التاريخ: 2/246.
2- تاريخ الطبري: 2/203، البداية والنهاية: 5/51، البدء والتاريخ: 5/161، المنتظم: 4/22.
3- البداية والنهاية: 5/51، البدء والتاريخ: 5/161، تاريخ الطبري: 2/204، تاريخ اليعقوبي: 2/130.
4- تاريخ الطبري: 2/275.

ص -46- والأنصار، وعلى الأنصار – ثابت بن قيس بن شماس – وعلى المهاجرين – أبو حذيفة وزيد بن الخطاب – وأقام خالد بالبطاح ينتظر وصول البعث إليه، فلما وصلوا إليه سار إلى اليمامة بجيشه لملاقاة العدو.
ولما بلغ مسيلمة دنو خالد ضرب عسكره بعقرباء، وخرج إليه الناس وخرج مجاعة بن مرارة في سرية يطلب ثأرا لهم في بني عامر – فلم يكن يقصد قتال المسلمين – فأخذه المسلمون وأصحابه وقتلهم خالد واستبقاه لشرفه في بني حنيفة وكانوا ما بين أربعين إلى ستين وترك مسيلمة الأموال وراء ظهره.
وفي صباح اليوم التالي التقى الجيشان بسهل عقرباء وقال شرحبيل بن مسيلمة: يا بني حنيفة قاتلوا فإن اليوم يوم الغيرة فإن انهزمتم تستردف النساء سبيات وينكحن غير خطيبات، فقاتلوا عن أحسابكم وامنعوا نساءكم فاقتتلوا بعقرباء1.
وكانت راية المهاجرين مع سالم مولى أبي حنيفة، وكانت مع عبد الله بن حفص بن غانم فقتل فقالوا لسالم: نخشى عليك من نفسك فقال: بئس حامل القرآن أنا إذا2.
وكانت راية الأنصار مع ثابت بن قيس بن شماس وكان أول من لقي المسلمين نهار الرجال بن عنفوة ، فقتله زيد بن الخطاب واشتد القتال ولم يلق المسلمون حربا مثلها قط وانهزم المسلمون وخلص بنو حنيفة إلى مجاعة وإلى خالد فزال خالد عن الفسطاط ودخلوا إلى مجاعة وهو عند زوجة خالد يحرسها فأرادوا قتلها فنهاهم مجاعة عن قتلها وقال أنا لها جار فتركوها وقال لهم: عليكم بالرجال فقطعوا الفسطاط وحاق3 الخطر بالمسلمين في هذه الساعة وأخذ بعضهم يحث على القتال ويستفز الهمم، فقال ثابت بن قيس :
بئس ما عودتم أنفسكم يا معشر المسلمين، اللهم إني أبرأ إليك مما يصنع هؤلاء – يعني أهل اليمامة – وأعتذر إليك مما يصنع هؤلاء – يعني المسلمين – ثم قاتل حتى قتل.
وقال زيد بن الخطاب :
لا تحوز بعد الرجال، والله لا أتكلم اليوم حتى نهزمهم، أو أقتل فأكلمه بحجتي، غضوا أبصاركم، وعضوا على أضراسكم أيها الناس واضربوا في عدوكم وامضوا قدما.
وقال أبو حذيفة :
يا أهل القرآن زينوا القرآن بالفعال.
وقد كانت لهذه الكلمات الحماسية أثرها في النفوس فحمل خالد في الناس حتى ردهم إلى أبعد مما كانوا واشتد القتال وقاتل العدو قتال المستميت، وكانت الحرب يومئذ تارة للمسلمين، وتارة لبني حنيفة، وقتل سالم وأبو حذيفة وزيد بن الخطاب وغيرهم من كبار المسلمين.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/278، البداية والنهاية: 6/324.
2- البداية والنهاية: 6/237، الطبقات الكبرى: 3/377، الإصابة: 3/15.
3- حاق: أحاط، وعاد.

ص -47- ولما رأى خالد ما الناس فيه واختلاط جيشه، أراد أن يميزهم لتدب فيهم روح الغيرة فقال :
امتازوا أيها الناس لنعلم بلاء كل حي ولنعلم من أين نؤتى 1.
وكان أهل البوادي قد جنبوا المهاجرين والأنصار، وجنبهم المهاجرين والأنصار، فلما امتازوا قال بعضهم لبعض: اليوم يستحى من الفرار فما رئي يوم أعظم نكاية، غير أن القتل كان في المهاجرين والأنصار وأهل القرى أكثر منه في البوادي.
وثبت مسيلمة فدارت رحاهم عليه، وأدرك خالد أن الحالة لا تهدأ إلا إذا قتل مسيلمة فحمل عليهم ودعا إلى البراز ونادى بشعار المسلمين يومئذ وكان يا محمداه فلم يبرز إليه أحد إلا قتله، وحمل على مسيلمة ففر وفر أصحابه، وصاح خالد في الناس فهجموا عليهم فكانت الهزيمة، ونادى المحكم بن الطفيل وهو أحد قواد بني حنيفة المشهورين: يا بني حنيفة الحديقة، الحديقة ثم رماه عبد الرحمن بن أبي بكر الصديق بسهم فوضعه في نحره فقتله، وكان ممن دخل الحديقة مسيلمة، وقال البراء بن مالك: يا معشر المسلمين ألقوني عليهم في الحديقة، فتردد المسلمون خوفا عليه، ثم احتملوه فألقوه، فلما أشرف على الحديقة من الجدار اقتحم فقاتلهم عن باب الحديقة التي كانت مغلقة حتى فتحها للمسلمين فاندفع المسلمون إليها كالسيل الجارف، فأغلق الباب عليهم بعد دخولهم جميعا، ورمى بالمفتاح من وراء الجدار حتى لا يتمكن أحد من الخروج فاقتتلوا قتالا شديدا وقتل مسيلمة، قتله وحشي مولى جبير بن مطعم ورجل من الأنصار كلاهما قد أصابه، ووحشي هذا هو قاتل حمزة كما تقدم في السيرة النبوية، فولت بنو حنيفة عند قتله منهزمة وأخذهم السيف من كل جانب حتى قتلوا عن آخرهم وأخبر خالد بقتل مسيلمة فخرج بمجاعة يرسف في الحديد ليدله على مسيلمة وأخذ يكشف له عن جثث القتلى حتى عثر عليه، فقال مجاعة لخالد: ما جاءك إلا سرعان الناس وإن جماهير الناس لفي الحصون، فقال ويلك ما تقول؟ قال: هو والله الحق فهلم لأصالحك عن قومي، وكان خالد نهكته الحرب وأصيب معه من أشراف الناس من أصيب فقد رق وأحب الدعة والصلح، ثم قال مجاعة: أنطلق إليهم فأشاورهم وننظر في هذا الأمر فأرجع إليك فانطلق ودخل الحصون، وليس فيها إلا النساء والصبيان، ومشيخة فانية ورجال ضعفى فظاهر الحديد على النساء وأمرهن أن ينشرن شعورهن وأن يشرفن على رؤوس الحصون حتى يرجع إليهم ثم رجع فأتى فقال: قد أبوا ما صالحتك عليه وقد أشرف لك بعضهم نقضا علي وهم مني براء – فنظر خالد إلى رؤوس الحصون وقد اسودت – ولكن إن شئت صنعت شيئا فعزمت على القوم، قال: ما هو؟ قال: تأخذ مني ربع السبي وتدع ربعا، فقال قد فعلت، قال: قد صالحتك2 .فلما فرغ فتحت الحصون فإذا ليس فبها إلا النساء والصبيان والشيوخ فقال خالد لمجاعة : ويحك خدعتني . قال : قومي ولم أستطع إلا ما صنعت.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/281، تاريخ خليفة بن خياط: ص108
2- تاريخ الطبري: 2/283، تاريخ خليفة بن خياط: ص108

ص -48- وقيل: صالحه خالد على الذهب والفضة والسلاح ونصف السبي ولما عرض هذا الصلح عارض قوم من بني حنيفة، ومنهم سلمة بن عمير الحنفي فإنه أبى إلا الحرب وتجنيد أهل القرى والعبيد غير أن مجاعة أصر على الصلح وكتب خالد كتاب الصلح وهذا نصه :
هذا ما قاضى عليه خالد بن الوليد مجاعة بن مرارة وسلمة بن عمير وفلانا وفلانا: قاضاهم على الصفراء، والبيضاء، ونصف السبي والحلقة والكراع وحائط من كل قرية ومزرعة على أن يسلموا ثم أنتم آمنون بأمان الله ولكم ذمة خالد بن الوليد، وذمة أبي بكر خليفة رسول الله صلى الله عليه وسلم وذمم المسلمين على الوفاء1.
ثم وصل كتاب أبي بكر إلى خالد أن يقتل كل محتلم لكنه وصل متأخرا لأن خالدا كان قد صالحهم فوفى لهم ولم يغدر، والذي أوصل كتاب أبي بكر هو سلمة بن سلامة بن وقش.
وحشرت بنو حنيفة إلى البيعة والبراءة مما كانوا عليه إلى خالد، وخالد في عسكره.
محاولة اغتيال خالد
لما اجتمعت بنو حنيفة للبيعة، قال سلمة بن عمير لمجاعة استأذن لي على خالد أكلمه في حاجة له عندي ونصيحة، وقد أراد أن يفتك به فأذن له، فأقبل سلمة بن عمير مشتملا على السيف يريد ما يريد، فقال خالد: من هذا المقبل؟ قال مجاعة: هذا الذي كلمتك فيه وقد أذنت له، قال: أخرجوه عني، فأخرجوه عنه ففتشوه فوجدوا معه السيف فلعنوه وشتموه وأوثقوه وقالوا: لقد أردت أن تهلك قومك، وايم الله ما أردت إلا تستأصل بنو حنيفة، وتسبى الذرية والنساء، وايم الله لو أن خالدا علم أنك حملت السلاح لقتلك وما نأمنه إن بلغه أن يقتل الرجال ويسبي النساء بما فعلت فأوثقوه وجعلوه في الحصن وتتابع بنو حنيفة على البراء مما كانوا عليه وعلى الإسلام.
و عاهدهم سلمة على أن لا يحدث حدثا ويتركوه فأبوا ولم يثقوا بحمقه أن يقبلوا منه عهدا، فأفلت ليلا فعمد إلى عسكر خالد فصاح به الحرس وفزعت بنو حنيفة فأتبعوه فأدركوه في بعض الحوائط، فشد عليهم بالسيف، فاكتنفوه بالحجارة وأجال السيف على حلقه فقطع أوداجه2.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/284.
2- تاريخ الطبري: 2/284.

ص -49- زواج خالد للمرة الثانية1
تقدم عند ذكر قصة مالك بن نويرة أن خالد بن الوليد تزوج أم تميم امرأة مالك بعد قتله، وأن أبا بكر لما استدعاه إليه عنفه على ذلك لكنه في هذه المرة أراد أن يتزوج أيضا بابنة مجاعة فعرض عليه ذلك، فقال له مجاعة: مهلا إنك قاطع ظهري، وظهرك معي عند صاحبك قال: أيها الرجل زوجني فزوجه، فبلغ ذلك أبا بكر، فكتب إليه كتابا شديد اللهجة وهذا ما جاء فيه :
لعمري يا ابن أم خال إنك لفارغ تنكح النساء وبفناء بيتك دم ألف ومائتي رجل من المسلمين لم يجف بعد.
فلما نظر خالد في الكتاب جعل يقول: هذا عمل الأعيسر يعني عمر بن الخطاب.
ثم ذهب وفد من بني حنيفة إلى أبي بكر وقص عليه ما كان من أمر مسيلمة، وسألهم عن بعض أسجاع مسيلمة فقالوا له شيئا منها فقال: ويحكم إن هذا الكلام ما خرج إلا من إل ولا بر فأين يذهب بكم؟
خسائر بني حنيفة: قتل بعقرباء 7000، وبالحديقة نحو 7000، وفي الطلب نحو منها، وكانت موقعة عقرباء أعظم مواقع أهل الردة.
خسائر المسلمين: قتل من المهاجرين والأنصار من المدينة 360 ومن المهاجرين من غير المدينة 300 أو يزيدون عدا الجرحى.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/284- 285.

ص -50- أسماء من قتل باليمامة من مشهوري الصحابة
أبو حبة بن غزية الأنصاري.
أبو دجانة الأنصاري.
أبو عقيل البلوي.
أبو قيس بن الحارث بن قيس بن عدي السهمي.
جنادة بن عبد الله المطلبي القرشي.
زرارة بن قيس الأنصاري.
السائب بن عثمان بن مظعون الجمحي.
السائب بن العوام أخو الزبير لأبويه.
سعد بن جماز الأنصاري.
سلمة بن مسعود بن سنان الأنصاري.
شجاع بن وهب الأسدي.
صفوان بن عمرو.
ضرار بن الأزور الأسدي.
الطفيل بن عمرو الدوسي.
عامر بن ثابت بن سلمة الأنصاري.
عائذ بن ماعص الأنصاري.
عباد بن بشر الأنصاري.
عباد بن الحارث الأنصاري.
عبد الله بن الحارث بن قيس بن عدي السهمي.
عبد الله بن عبد الله بن أبي سلول.
عبد الله بن عتيك الأنصاري.
عبد الله بن مخرمة بن عبد العزى العامري.
علي بن عبيد الله بن الحارث.

ص -51- عمارة بن حزم الأنصاري.
عمير بن أوس بن عتيك الأنصاري.
فروة بن النعمان.
قيس بن الحارث بن عدي الأنصاري.
مالك بن أمية السلمي.
مالك بن عمرو السلمي.
مالك بن أوس بن عتيك الأنصاري.
مسعود بن سنان الأسود.
معن بن عدي بن الجد البلوي.
النعمان بن عصر بن الربيع البلوي.
هريم بن عبد الله المطلبي القرشي.
ورقة بن إياس بن عمرو الأنصاري.
الوليد بن عبد شمس بن المغيرة المخزومي ابن عم خالد.
يزيد بن أوس.
يزيد بن ثابت أخو زيد بن ثابت.

ص -52- أسجاع1 مسيلمة2
كان مسيلمة يصانع قومه ويلاطفهم مع ادعائه النبوة ليلتفت قومه حوله وليكثر أتباعه وأنصاره، وقد ساعده على ذلك نهار الرحال بن عنفوة الذي كان قد هاجر إلى النبي صلى الله عليه وسلم وقرأ القرآن وفقه في الدين وبعثه معلما لأهل اليمامة وليشغب على مسيلمة، لكنه ما لبث أن انضم إلى مسيلمة وصدقه في الظاهر . لذلك قيل إنه كان أعظم فتنة على بني حنيفة من مسيلمة وهو الذي شهد أن محمدا صلى الله عليه وسلم شهد لمسيلمة أنه رسول الله، وقد اتفق المؤرخون على أن مسيلمة ادعى النبوة قبل وفاة رسول الل،ه غير أن الأستاذ مرجوليث يزعم أنه تنبأ قبل مبعث رسول الل،ه وهذا من الغرابة بمكان وليس في التاريخ ما يؤيد زعمه، فما الذي ألجأه إلى ذلك؟ إن السبب الذي دعاه إلى ذلك هو نفس السبب الذي دفعه إلى الاعتراض والطعن في السيرة النبوية لتشويهها إنه يريد أن يفهم القارئ أن رسول الله هو الذي قلد مسيلمة وحذا حذوه فادعى النبوة وهو يعلم حق العلم أن مسيلمة كذاب وأنه مقلد طامع في الملك ولهذا قدم إلى النبي صلى الله عليه وسلم في وفد بني حنيفة وسأله أن يشركه معه في النبوة فأبى وحاول أن يضاهي القرآن تغريرا بعقول السذج من قومه فجاء كلامه سخيفا.
وإنا بعد ذلك نورد من أسجاعه ما عثرنا عليه ليتبين القارئ هذا المتنبئ ومبلغ علمه
1- والليل الدامس3 والذئب الهامس4 ما قطعت أسيد من رطب ولا يابس5
2- والليل الأطحم6 والذئب الأدلم7 والجذع الأزلم8 مانتهكت أسيد من محرم.
3- إن بني تميم قوم طهر لقاح لا مكروه عليهم ولا إتاوة، نجاورهم ماحيينا بإحسان نمتعهم من كل انسان فإذا متنا فأمرهم إلى الرحمن.
4- والشاء والوانها وأعجبها السود وألبانها والشاه السوداء واللبن الابيض إنه لعجب محفص وقد حرم المذق فما لكم لا تمجعون.
5- ياضفدع ابنة ضفدعين مقي ماتنقين أعلاك في الماء واسفلك في الطين لا الشارب تمنعين

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- أسجاع من السجع أي تكلم بكلام له فواصل كفواصل الشعر في غير وزن
2- تاريخ الطبري: 2/276 البداية والنهاية: 6/336 الطبقات الكبرى: 1/317 الإصابة: 2/539 البدء والتاريخ: 5/163.
3- الدامس: الشديد الظلمة
4- الهامس: الشديد وسمي بالهامس لأنه يمشي بخفية فلا يسمع صوت وطئة
5- سير أعلام النبلاء: 3/96 تاريخ الطبري: 2/276 البداية والنهاية 6/326
6- الأطحم: دفعته الأولى
7- الأدلم: الشديد السواد
8- الأزلم: المقطوع الطرف من الإبل

ص -53- ولا الماء تكدرين1
6- والمبذرات زرعا والحاصدات حصدا والذاريات قمحا والطاحنات طحنا والخابزات خبزا والثاردات ثردا واللاقمات لقما وإهالة وسمنا، لقد فضلتم على أهل الوبر وماسبقكم أهل المدر ريفكم فامنعوه والباغي فنائوه23.
أعمال مسيلمة المشؤمة
لما ادعى مسيلمة النبوة لم يكتف قومه بسماع أسجاعه لتصديقه فيما يدعي ولا سيما أنه كان يبلغهم معجزات النبي التي بهرت ألباب العرب فكانوا يأتون إليه ملتمسين منه المعونة عند الحاجة وليروا قدرته على إتيان المعجزات كجميع الأنبياء فكان يرى نفسه مضطرا إلى إجابة مطالبهم وإلا كذبوه وسخروا منه وانصرفوا من حوله فحاول أن يظهر لهم بعض أعماله بيد أنه لم يوفق في واحد منها ويا ليته لم يوفق فقط بل كانت تأتي أعمال بعكس المقصود . وهذا خذلان وخزي من الله تعالى ليتجلى للخلق كذبه وشؤمه على أتباعه.
أتته امرأة فقالت: إن نخلنا لسحق4 وإن آبارنا لجرز5 فادع الله لمائنا ونخلنا كما دعا محمد صلى الله عليه وسلم لأهل هزمان فسأل نهارا عن ذلك فذكر أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا لهم وأخذ من ماء آبارهم فتمضمض منه ومجه في الآبار ففاضت ماء وأنجبت كل نخلة وأطلعت فسيلا قصيرا مكمما ففعل مسيلمة مثله فغار ماء الآبار ويبس النخل والعياذ بالله.
وقال له نهار: أمرر يدك على أولاد بني حنيفة مثل محمد ففعل وأمر يده على رؤوسهم وحنكهم فقرع كل صبي مسح رأسه ولثغ6 كل صبي حنكه.
وجاء أبو طلحة النمري فسأله عن حاله فأخبره أنه يأتيه رجل في ظلمة فقال : أشهد أنك الكاذب وأن محمدا صادق ولكن كذاب ربيعة أحب إلينا من صادق مضر7 فقتل معه يوم عقرباء كافرا.
وقالوا لمسيلمة تتبع حيطانهم كما كان محمد يصنع فصل بها. فدخل حائطا من حوائط اليمامة فتوضأ فقال نهار لصاحب الحائط : ما يمنعك من وضوء الرحمن فتسقي به حائطك حتى يروى ويبتل كما صنع بنو المهرية – أهل بيت من بني حنيفة – وكان رجل من المهرية قدم على النبي صلى الله عليه وسلم فأخذ وضوءه فنقله إلى اليمامة فأفرغه في بئره ثم نزع وسقى وكانت أرضه تهوما فرويت وجزأت فلم تلف

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- الطبقات الكبرى: 5/550 تاريخ الطبري: 2/284.
2- المناوأه: المعاداة.
3- المنتظم: 4/21
4- تخل سحق: إذا طالت مع انجراد وبعد ثمرها على المجتني
5- آبار جزر: لا ماء فيها
6- لثغ : اللثغة: أن تعدل الحرف إلى حرف غيره ولا يبين الكلام
7- تاريخ الطبري: 2/277 البداية والنهاية 6/327

ص -54- إلا خضراء مهتزة ففعل الرجل فعادت يبابا لا ينبت مرعاها.
وأتاه رجل فقال: ادع الله لأرضي فإنها مسبخة كما دعا محمد لسلمى على أرضه فقال: ما يقول يا نهار فقال: قدم عليه سلمى وكانت أرضه سبخة1 فدعا له وأعطاه سجلا2 من ماء ومج له فيه فأفرغه في بئره ثم نزع فطابت وعذبت ففعل ذلك فانطلق الرجل ففعل بالسجل كما فعل سلمى فغرقت أرضه فما جف ثراها ولا أدرك ثمرها . وأتته امرأة فاستجلبته إلى نخل لها يدعو لها فيها فجذت كبائسها3 يوم عقرباء كلها.
هذه بعض أعمال مسيلمة المشئومة التي أراد الله سبحانه وتعالى أن يفضحه بها وقد أشرنا إلى أن مستر مرجوليث زعم أن مسيلمة ادعى النبوة قبل النبي صلى الله عليه وسلم لكن هناك ما يثبت عكس زعمه فإنه حاول تقليد الإسلام فأخفق فمن ذلك أن عبد الله بن النواحة كان يؤذن له وكان الذي يقيم له حجير بن عمير فيزيد في صوته ويبالغ لتصديق نفسه وتصديق نهار وتضليل من كان قد أسلم4.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/276 البداية والنهاية: 5/52 الإصابة 5/432 تاريخ بغداد: 8/23 المنتظم: 4/22
2- سبخة: مالحة
3- السجل : الدلو الضخمة
4- الكبائس: عناقيد النحل، والكبيس: نوع من التمور

ص -55- ردة أهل البحرين1 سنة 11هـ “632 – 633 م”
بينما كان خالد بن الوليد يواصل انتصاراته من شمال شبه الجزيرة العربية إلى وسطها كانت الجيوش التي أرسلها أبو بكر تحارب القبائل المرتدة والثائرة في الجهات الأخرى . وكان المنذر بن ساوى العبدي عاملا على البحرين في زمن رسول الله غير أنه مرض فمات بعد النبي صلى الله عليه وسلم بقليل فارتد بعده أهل البحرين وارتدت بكر.
وكان الجارود بن المعلى قدم على رسول الله صلى الله عليه وسلم في وفد عبد قيس سنة عشر فأسلم وكان نصرانيا ففرح النبي صلى الله عليه وسلم بإسلامه فأكرمه وقربه . وبعد أن تفقه في الدين رده إلى قومه عبد القيس “1 ” فلما توفي رسول الله بلغه أنهم قالوا: لو كان محمد نبيا لم يمت فجمعهم وقال لهم :
أتعلمون أنه كان لله أنبياء فيما مضى؟ قالوا: نعم . قال فما فعلوا؟ قالوا: ماتوا . قال فإن محمدا صلى الله عليه وسلم قد مات كما ماتوا وأنا أشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ” . فأسلموا وثبتوا على إسلامهم2.
وكان أبو بكر بعث العلاء بن الحضرمي على قتال أهل الردة بالبحرين فلما كان بحيال اليمامة لحق به ثمامة بن أثال الحنفي في مسلمة بني حنيفة ولحق به أيضا قيس بن عاصم المنقري وانضم إليه عمرو والأبناء وسعد بن تميم والرباب لحقته في مثل عدته فسلك بهم الدهناء حتى كانوا في بحبوحتها نزل وأمر الناس بالنزول في الليل فنفرت إبلهم بأحمالها فما بقي عندهم بعير ولا زاد ولا ماء فلحقهم من الغم ما لا يعلمه إلا الله ووصى بعضهم بعضا فدعاهم العلاء فاجتمعوا إليه فقال: ما هذا الذي غلب عليكم من الغم؟.
فقالوا : كيف نلام ونخن إن بلغنا غدا لم تحم الشمس حتى نهلك؟.
فقال : لن تراعوا أنتم المسلمون وفي سبيل الله وأنصار الله فأبشروا فوالله لن تخذلوا.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 4/270 تاريخ الطبري: 2/199
2- تاريخ الطبري: 2/285 البداية والنهاية 2/232 الإصابة: 1/441

ص -56- كرامة العلاء بن الحضرمي1
كان العلاء بن الحضرمي مجاب الدعوة فلما صلى الجيش صلاة الصبح جثا العلاء لركبتيه وجثا الناس فنصب في الدعاء ونصبوا معه فلمع لهم سراب الشمس فالتفت إلى الصف . فقال رائد ينظر ما هذا ففعل ثم رجع فقال: سراب فأقبل على الدعاء ثم لمع لهم آخر فكذلك ثم لمع لهم آخر . فقال: ماء فقام وقام الناس فمشوا إليه حتى نزلوا إليه فشربوا واغتسلوا فما ارتفع النهار حتى أقبلت الإبل من كل وجه فأناخت وشربت ولم يكن بهذا المكان غدير ولا ماء قبل اليوم ثم ساروا فنزلوا بهجر وأرسل العلاء إلى الجارود يأمره أن ينزل بعبد القيس على الحطم مما يليه وسار هو فيمن معه حتى نزل عليه فيما بلى هجر.
تجمع المشركون كلهم إلى الحطم بن ربيعة إلا أهل دارين وتجمع المسلمون كلهم إلى العلاء بن الحضرمي2.
حرب الخنادق
كان كل فريق متخوفا من الآخر فخندق المسلمون والمشركون ولبثوا يتراوحون القتال ويراجعون إلى خنادقهم شهرا.
جيش العدو يلهو ويسكر
– طال مكث الجيشين في الخندق ففي ذات ليلة سمع المسلمون في عسكر المشركين ضوضاء شديدة فأرسل العلاء عبد الله بن حذف ليأتيهم بخبر القوم فعاد وأخبرهم أن القوم سكارى فخرج المسلمون عليهم واقتحموا الخندق ووضعوا السيوف فيهم واستولى المسلمون على ما في العسكر وقتل الحطم قتله قيس ابن قيس بن عاصم بعد أن قطع عفيف بن المنذر التيمي ساقه وقسم العلاء الأنفال ونفل رجالا من أهل البلاء ثيابا . فأعطى ثمامة بن أثال الحنفي خميصة ذات أعلام كانت للحكم يباهي بها وهي التي كانت سببا في قتله3.
المسير إلى دارين وكرامة أخرى للعلاء4
ثم قصد معظم الجيش إلى دارين وهي فرضة بالبحرين وإن ما بين الساحل ودارين مسيرة يوم وليلة لسفر البحر في بعض الحالات . فركبوا إليها السفن ولحق باقي الجيش ببلاد قومهم فكتب

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- حلية الأولياء: 1/7 شذرات الذهب: 1/32 تاريخ الخلفاء: ص76 سير أعلام النبلاء: 1/262 تاريخ الطبري: 2/285.
2- سير أعلام النبلاء: 1/265 تاريخ الطبري: 2/288 الطبقات الكرى : 4/362
3- تاريخ الطبري: 2/290.
4- حلية الأولياء 1/8 تاريخ الطبري: 2/285 البداية والنهاية: 6/329

ص -57- العلاء إلى من ثبت على إسلامه من بكر وائل يأمرهم بالقعود للمنهزمين والمرتدين بكل طريق ففعلوا وجاءت رسلهم إلى العلاء بذلك فأمر أن يؤتى من وراء ظهره فندب الناس إلى دارين وقال لهم :
قد أراكم الله من آياته في البر لتعتبروا بها في البحر فانهضوا إلى عدوكم واستعرضوا البحر.
وبعد ذلك ارتحلوا واقتحموا البحر على الخيل والإبل وغير ذلك وفيهم الماشي على قدميه ودعا ودعوا وهذا دعاؤهم :
يا أرحم الراحمين يا كريم يا حليم يا أحد يا صمد يا حي يا محيي الموتى يا حي يا قيوم . لا إله إلا أنت يا ربنا .
فاجتازوا ذلك الخليج بإذن الله يمشون على رمل فوقه ماء يغمر أخفاف الإبل1.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/289

ص -58- انتصار المسلمين وهزيمة المشركين
التقى المسلمون والمشركون واقتتلوا قتالا شديدا فانتصر المشركون وانهزم المشركون . وأكثر المسلمون القتل فيهم وغنموا وسبوا فبلغ نفل الفارس ستة آلاف والراجل ألفين وقال في ذلك عفيف بن المنذر :

ألم تر أن الله ذلل بحره وأنزل بالكفار إحدى الجلائل

دعونا الذي شق البحار فجاءنا بأعجب من فلق البحار الأوائل1

وجاء في أسد الغابة أن العلاء بن الحضرمي هو من حضرموت حليف حرب بن أمية وقد خاض البحر بكلمات قالها ودعا بها.
إسلام راهب
كان مع المسلمين راهب من أهل هجر فأسلم فقيل له : ما حملك على الإسلام ؟ قال : ثلاثة أشياء خشيت أن يمسخني الله بعدها:
1- فيض في الرمال.
2- تمهيد أثباج البحر2.
3- دعاء سمعته في عسكرهم في الهواء سحرا:
اللهم أنت الرحمن الرحيم لا إله غيرك والبديع فليس قبلك شئ والدائم غير الغافل الحي الذي لا يموت وخالق ما يرى وما لا يرى وكل يوم أنت في شأن علمت كل شئ بغير تعلم.
فعلمت أن القوم لم يعاونوا بالملائكة إلا وهم على حق فكان أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم يسمعون هذا منه بعد3 ولم يرو لنا التاريخ اسم هذا الراهب الذي أسلم.
كتاب العلاء لأبي بكر
كتب العلاء إلى أبي بكر بهزيمة أهل الخندق وقتل الحطم وهذا نص الكتاب :
أما بعد فإن الله تبارك اسمه سلب عدونا عقولهم وأذهب ريحهم بشراب أصابوه من النهار، فاقتحمنا عليهم خندقهم فوجدناهم سكارى فقتلناهم إلا الشريد وقد قتل الله الحطم4.
فكتب إليه أبو بكر: أما بعد فإن بلغك عن بني شيبان بن ثعلبة تمام على ما بلغك وخاض فيه

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/290 البداية والنهاية: 6/329.
2- أثباج البحر: أي: أعاليه أو معظمه.
3- المنتظم: 4/84.
4- البداية والنهاية: 4/722 تاريخ الطبري: 2/291 البداية والنهاية: 6/329.

ص -59- المرجفون فابعث إليهم جندا فأوطئهم وشرد بهم من خلفهم فلم يجتمعوا ولم يصر ذلك من إرجافهم إلى شيء.
ردة أهل عمان ومهرة1
عمان اسم كورة عربية على ساحل بحر اليمن والهند تشتمل على بلدان كثيرة ذات نخل وزروع إلا أن حرها يضرب به المثل . قال الزجاجي سميت عمان بعمان بن إبراهيم الخليل وعمان أرض جبلية يكتنفها الجبل الأخضر وسلسلة جبال أخرى صغيرة بالقرب من ساحل البحر وعاصمتها الآن مسقط على الخليج الفارسي.
ومهرة . قال صاحب معجم البلدان: بالفتح والسكون هكذا يرويه عامة الناس والصحيح مهرة بالتحريك وجدته بخطوط جماعة من أئمة العلم القدماء لا يختلفون فيه2 هذا ما أثبته ياقوت في معجمه غير أن دائرة المعارف الإسلامية كتبتها بالكون هكذا Mahra وكتاب القرون الوسطى لجامعة كامبردج الجزء الثاني وكان الواجب أن تصحح بالتحريك، Mahara كذلك وقع في نفس هذا الخطأ مستر موير في كتاب الخلافة . وتقع مهرة في الجنوب الشرقي من شبه جزيرة العرب على المحيط الهندي بين حضرموت وعمان.
نبغ بعمان ذو التاج لقيط بن مالك الأزدي وكان يسامى في الجاهلية الجلندي وادعى النبوة وغلب على عمان مرتدا والتجأ جيفر بن الجلندي رئيس أهل عمان وعباد إلى الجبل والبحر ثم بعث جيفر إلى أبي بكر يطلب منه النجدة فأرسل إليه حذيفة بن محصن الغلفاني من حمير وأرسل عرفجة البارقي من الأزد إلى مهرة فإذا قربا من عمان كاتبا جيفرا فمضيا إلى ما أمرا به وكان أبو بكر بعث عكرمة إلى مسيلمة باليمامة واتبعه شرحبيل بن حسنة وأمرهما بما أمر به حذيفة وعرفجة فإذا فرغا منه سارا إلى اليمن فلحقهما عكرمة قبل عمان فلما وصلوا رجاما وهي قريب من عمان كاتبوا جيفرا وعبادا وبلغ لقيطا مجئ الجيش فجمع جموعه وعسكر بدبا وخرج جيفر وعباد من موضعهما الذي كانا فيه فعسكرا بصحار وأرسلا إلى حذيفة وعكرمة وعرفجة فقدموا عليهما وكاتبوا رؤساء مع لقيط وانفضوا عنه ثم التقوا على دبا فاقتتلوا قتالا شديدا كانت الغلبة فيه للقيط ورأى المسلمون الخلل والمشركون الظفر وبينما هم كذلك جاءت المسلمين النجدات من بني ناجية وعليهم الخريت بن راشد ومن عبد القيس وعليهم سيحان بن صوحان وغيرهم فقوى الله المسلمين فولى المشركون الأدبار وقتل منهم في المعركة نحو “10.000 ” وسبوا الذراري وقسموا الأموال وبعثوا بالخمس إلى أبي بكر مع عرفجة وكان الخمس 800 رأس، وبقي حذيفة يسكن الناس ويحفظ النظام3.
أما مهرة فإن عكرمة بن أبي جهل سار إليهم بعد أن فرغ من عمان ومعه جيوش من ناجية وعبد

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/291
2 معجم البلدان: 5/234
3- تاريخ الطبري: 2/292، البداية والنهاية:5/234 الإصابة:

ص -60- القيس وراسب وسعد فاقتحم بلادهم فوجد جمعين من مهرة أحدهما مع رجل منهم يقال له شخريت والآخر مع مصبح أحد بني محارب ومعظم الناس معه غير أنهما كانا مختلفين فكاتب عكرمة شخريتا قبل أن يحاربه فأجابه وأسلم وانضم اليه ثم كاتب المصبح الذي كان معه معظم الناس فلم يجب اغترارا بكثرة جيشه فسار إليه مع شخريت وحاربه فانهزم المرتدون وقتل رئيسهم وأصاب المسلمون كثيرا من الغنائم ومما أصابوا “2000 ” نجيبة وأرسل عكرمة خمس الغنائم إلى أبي بكر مع شخريت واشتدت شوكة عكرمة وأسلم المرتدون1.
ردة اليمن2
اتد قيس بن عبد يغوث بن مكشوح باليمن ثانية لما بلغه وفاة رسول الله مع أنه كان اشترك هو وفيروز وداذويه في قتل الأسود العنسي كما تقدم ذكره فلما ارتد أراد التخلص من فيروز وداذويه فخدعهما ودعاهما إلى طعام صنعه لهما فدخل عليه داذويه فقتله وأما فيروز فلما هم بالدخول سمع امرأتين على سطحين تتحدثان فقالت إحداهما: هذا مقتول كما قتل داذويه ففر إلى جبل خولان وهم أخوال فيروز فامتنع بهم وكتب إلى أبي بكر يخبره وعمد قيس إلى تفريق الأنباء فلما علم فيروز جد في حربه وأرسل إلى بني عقيل بن ربيعة وإلى عك يستمدهم فمدوه بالرجال فخرج بهم وبمن اجتمع عنده فلقوا قيسا بالقرب من صنعاء فاقتتلوا قتالا شديدا انهزم قيس وأصحابه . وبينما هم كذلك قدم عكرمة بن أبي جهل من مهرة مع جيشه وقدم أيضا المهاجر بي أبي أمية في جمع من مكة والطائف وبجيلة مع جرير إلى نجران فانضم إليه فروة بن مسيك المرادي فأقبل عمرو بن معدي كرب الذي كان قد ارتد حتى دخل على المهاجر من غير أمان فأوثقه المهاجر وأخذ قيسا أيضا فأوثقه وسيرهما إلى أبي بكر فقال لقيس :
يا قيس قتلت عباد الله واتخذت المرتدين وليجة3 من دون المؤمنين فانتفى قيس من أن يكون قارف من داذويه شيئا وكان قتله سرا فتجافى له عن دمه.
وقال لعمرو بن معدي كرب :
أما تستحي أنك كل يوم مهزوم أو مأسور . لو نصرت هذا الدين لرفعك الله 4.
فقال: لا جرم لأقبلن ولا أعود فخلى أبو بكر سبيله.
ورجعا إلى عشائرهما فسار المهاجر من نجران والتقت الخيول على أصحاب العنسي فاستأمنوا فلم يؤمنهم وقتلهم بكل سبيل ثم سار إلى صنعاء فدخلها وكتب إلى أبي بكر بذلك.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/293 البداية والنهاية: 6/331.
2- المنتظم: 4/86.
3- الوليجة: البطانة والخاصة.
4- تاريخ الطبري: 2/299

ص -61- ردة حضرموت وكندة1
حضرموت صقع ببلاد العرب قيل: سمي بحضرموت بن قحطان لأنه أول من نزله وكان اسم هذا الرجل عامرا فكان إذا حضر حربا أكثر من القتل فصاروا يقولون عند حضوره حضرموت ثم جرى ذلك عليه لقبا وسكنوا الضاد للتخفيف وجعلوا الاسم مركبا مزجيا على الأشهر ثم صاروا يقولون للأرض التي كانت بها هذه القبيلة حضرموت ثم أطلق على البلاد نفسها.
تحد حضرموت غربا باليمن وشرقا بعمان وشمالا بالدهناء وقال ياقوت وهي ناحية واسعة في شرقي عدن بقرب البحر وحولها رمال كثيرة تعرف بالأحقاف2.
كان الأشعث بن قيس قدم على النبي صلى الله عليه وسلم في وفد كندة من حضرموت فأسلموا وسألوا أن يبعث عليهم رجلا يعلمهم السنن ويجبي صدقاتهم فأنفذ معهم زياد بن لبيد البياضي عاملا للنبي صلى الله عليه وسلم يجبيهم فلما مات رسول الله نكص الأشعث عن بيعة أبي بكر رضي الله عنه ونهاه ابن امرئ القيس بن عابس فلم ينته فكتب زيا د إلى أبي بكر بذلك فكتب أبو بكر إلى المهاجر بن أبي أمية وكان على صنعاء بعد قتل العنسي أن يمد زيادا بنفسه ويعينه على المرتدين بمن عنده من المسلمين . فجمع زياد جموعه وأوقع بمخاليفه فنصره الله عليهم حتى تحصنوا بالنجير3 بعد أن رموه فحصرهم فيه ثم قدم إليه عكرمة بجيشه فأعيوا عن المقام في الحصن فاجتمعوا إلى الأشعث وسألوه أن يأخذ لهم الأمان فأرسل إلى زياد بن لبيد يسأله الأمان حتى يلقاه ويخاطبه فأمنه فلما اجتمع به سأله أن يؤمن أهل النجير ويصالحهم فامتنع عليه وراده حتى آمن سبعين رجلا منهم وفيهم أخو قيس وبنو عمه وأهله ونسى نفسه وأن يكون حكمه في الباقي نافذا فخرج سبعون فأراد قتل الأشعث وقال له : أخرجت نفسك من الأمان بتكملة عدد السبعين فسأله أن يحمله إلى أبي بكر ليرى فيه رأيه وفتحوا له حصن النجير وكان فيه كثير فعمد إلى أشرافهم نحو 700 رجل فضرب أعناقهم ولام القوم الأشعث وقالوا لزياد: إن الأشعث غدر بنا، أخذ الأمان لنفسه وأهله وماله ولم يأخذ لنا وإنما نزل على أن يأخذ لنا جميعا . وأبى زياد أن يوارى جثث من قتل وتركهم للسباع وكان هذا أشد على من بقي من القتل وبعث السبي مع نهيك بن أوس بن خزيمة وكتب إلى أبي بكر: إنا لم نؤمنه إلا على حكمك وبعث الأشعث في وثاق وماله معه ليرى فيه رأيه فأخذ أبو بكر يقرع الأشعث ويقول له : فعلت فعلت . فقال الأشعث : استبقني لحربك وسأله أن يرد عليه زوجته وقد كان خطب أم فروة بنت أبي قحافة أخت أبي بكر لما قدم على رسول الله فزوجه وأخرها إلى أن يقدم الثانية . فحقن أبو بكر دمه بعد أن أسلم أمامه ورد عليه أهله وقال له انطلق فليبلغني عنك خير 4.
ولما تزوج الأشعث أم فروة اخترط5 سيفه ودخل سوق الإبل فجعل لا يرى جملا ولا ناقة إلا

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ اليعقوبي: 1/195 البداية والنهاية: 5/352.
2- معجم البلدان: 2/270.
3- الطبقات الكبرى: 6/22 الكامل: 4/220
4- تاريخ الطبري: 2/304.
5- اخترط السيف: سله من غمده.

ص -62- عرقبه وصاح الناس كفر الأشعث فلما فرغ طرح سيفه وقال: إني والله ما كفرت ولكن زوجني هذا الرجل أخته ولو كان ببلادنا لكانت لنا وليمة غير هذه . يا أهل المدينة انحروا وكلوا . ويا أصحاب الإبل تعالوا خذوا أثمانها . فما رؤيت وليمة مثلها1.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- سير أعلام النبلاء:2/39. الإصابة 1/88

ص -63- مسير خالد إلى العراق وصلح الحيرة1 سنة 12هـ – 633 م
كان المثنى بن حارثة الشيباني ممن حارب وانتصر في البحرين فاستأذن أبا بكر أن يغزو العراق فأذن له فكان يغزوهم قبل قدوم خالد فتقدم نحو الخليج الفارسي وأخضع القطيف ثم قاد جيشه إلى دلتا الفرات وبلغ عد جيشه 8000 مقاتل لكنه وجد مقاومة من جيش العدو فأرسل أبو بكر إلى خالد بن الوليد وهو باليمامة يأمره بالمسير إلى العراق . وقد أخمدت الثورة في جميع العرب في أوائل السنة الثانية عشرة الهجرية فاهتم أبو بكر بتوجيه الجنود إلى جهات أخرى فأرسل جيشين إلى الشمال وأمر على أحدهما خالدا ومعه المثنى للزحف نحو الأبلة ثم الزحف نحو الحيرة وأمر على الجيش الثاني عياضا ووجهه إلى دومة بين الخليج الفارسي وخليج العقبة ثم بالمسير إلى الحيرة أيضا فإذا سبق أحدهما الآخر كان أميرا على صاحبه . أما عياض الذي كانت وجهته دومة فقد عوقه العدو مدة طويلة وأما خالد فإنه لم يلق مقاومة في طريقه إلى العراق كما لقي عياض وانضم إليه عدد كبير من البدو فتقوى بهم وكثر جيشه حتى صار عدده 10.000مقاتل عدا جيش المثنى البالغ عدده 80.000 وكان الجميع تحت قيادة خالد2، فكان أول من لاقاه هرمز وكان العرب يبغضونه لظلمه ويضربونه مثلا فيقولون: أكفر من هرمز فكتب إليه خالد قبل خروجه :
أما بعد فأسلم تسلم أو أعقد لنفسك وقومك الذمة وأقرر بالجزية وإلا فلا تلومن إلا نفسك فقد جئتك بقوم يحبون الموت كما تحبون الحياة.
وقد جعل هرمز على مقدمته قباذ وأنو شجان وكانا من أولاد أردشير الأكبر فسمع بهم خالد فمال بالناس إلى كاظمة فسبقه هرمز إليها فقدم خالد فنزل على غير ماء . فقال له أصحابه في ذلك : ما نفعل ؟ فقال لهم : لعمري ليصيرن الماء لأصبر الفريقين وأكرم الجندين وتقدم خالد إلى الفرس وأرسل الله سحابة فأغدرت وراء صف المسلمين فقويت قلوبهم.
موقعة ذات السلاسل3
خرج هرمز ودعا خالدا إلى البراز وأوطأ أصحابه على الغدر بخالد فبرز إليه خالد ومشى نحوه راجلا ونزل هرمز أيضا وتضاربا فاحتضنه خالد وحمل أصحاب هرمز فما شغله ذلك عن قتله وانهزم الفرس بعد أن قتل منهم عدد عظيم وسميت الموقعة ذات السلاسل لأن فريقا من جند الفرس قد قرنهم هرمز بالسلاسل خوفا من فرارهم . ونجا قباذ وأنوشجان وأخذ خالد سلب هرمز وكانت

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 4/736 تاريخ الطبري: 1/332.
2- تاريخ الطبري: 2/309.
3- تاريخ الطبري: 2/310 البداية والنهاية: 6/344

ص -64- قلنسوته بمئة ألف لأنه كان قد تم شرفه في الفرس وكانت هذه عاداتهم إذا تم شرف الإنسان تكون قلنسوته بمائة ألف وكانت القلنسوة مفصصة بالجواهر وبعث خالد بالفتح والأخماس إلى أبي بكر ومما غنمه المسلمون في ميدان القتال فيل فأرسل إلى المدينة مع الغنائم . فلما طيف به ليراه الناس جعل ضعيفات النساء يقلن أمن خلق الله هذا؟ فرده أبو بكر.
حصن المرأة وحصن الرجل1
ثم صار خالد حتى نزل بموضع الجسر الأعظم بالبصرة وخرج المثنى بن حارثة حتى انتهى إلى حصن المرأة فخلف المثنى بن حارثة عليه أخاه فحاصرها ومضى المثنى إلى زوجها وهو في حصنه المسمى حصن الرجل فحاصره واستنزلهم عنوة2 فقتلهم وغنم أموالهم . ولما بلغ المرأة ذلك صالحت المثنى وأسلمت فتزوجها المثنى وكان هذا الحصن قصرا واسم المرأة كما جاء في البلاذري كامور زاد بنت نرسي لأن أبا موسى الأشعري قد نزل بها فزودته خبيصا فجعل يكثر أن يقول أطعمونا من خبيص المرأة فغلب على اسمها.
وقد نال كل فارس في يوم ذات السلاسل 1000 درهم والراجل الثلث.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/311 البداية والنهاية: 6/345 البدء والتاريخ: 5/166 تاريخ اليعقوبي: 2/133
2- عنوة: قهرا وقسرا

ص -65- انهزام الفرس ثانيا موقعة الثنى1 صفر سنة 12هـ – سنة 633م
لما وصل خبر انهزام هرمز إلى المدائن عاصمة الفرس أرسل ملكهم أردشير جيشا آخر وأمر عليه قارن بن قريانس . فلما انتهى إلى المذار انضم إلى الجيش المنهزم ورجعوا ومعهم قباذ وأنو شجان ونزلوا الثنى وهو نهر متفرع من الدجلة والتقوا بالمثنى الذي كان قد توقف عند الثنى فأحدق الخطر بالمثنى فوافاه خالد والتقوا في الوقت المناسب ودارت رحى القتال بينهم وانتهى الأمر بفرار الفرس وقتل مهم نحو 30.000 سوى من غرق وفر من نجا منهم بالقوارب . وقد كان النهر عائقا في سبيا اقتفاء أثر العدو غير أن الغنائم كانت عظيمة وقتل كل رجل قادر على الحرب وأسر النساء وأخذ الجزية من الفلاحين وصاروا ذمة وصارت أرضهم لهم وكان في السبي أبو الحسن البصري وكان نصرانيا وأمر على الجند سعيد بن نعمان وعلى الجزية سويد بن مقرن المزني.
أما قارن بن قريانس أمير جيش الفرس الذي أرسله أردشير لإمداد هرمز فقد قتله معقل بن الأعشى بن النباش وقتل عاصم أنو شجان وقتل عدي بن حاتم قباذ وكان قارن قد تم شرفه ولم يقاتل المسلمون بعده أحدا تم شرفه في الأعاجم . وزاد سهم الفارس يوم الثنى على سهمه في ذات السلاسل.
موقعة الولجة2 شهر صفر سنة 12هـ – إبريل سنة 633 م
اضطرب البلاط الملكي في فارس من جراء انتصارات العرب وتحدثوا فيما بينهم بأنه يجب محاربة العرب بعرب مثلهم يعرفون خططهم الحربية . فجند الملك جيشا عظيما من قبيلة بكر والقبائل الأخرى الموالية له تحت قيادة قائد مشهور منهم يدعى الأندرزغر وكان فارسيا من مولدي السواد . وأرسل بهمن جاذويه في أثره ليقود جيوش الملك وحشر الأندرزغر من بين الحيرة وكسكر ومن عرب الضاحية وتقدمت الجيوش المتحدة نحو الولجة بالقرب من ملتقى النهرين.
أما خالد فقد ترك فرقة لحراسة الأراضي التي غزاها في الدلتا وسار للقاء العدو من الثنى فاشتبك الجيشان في الولجة في قتال طويل عنيف وقد انتصر المسلمون فيه بفضل تدابير قائدهم الذي باغت العدو وأجهده بكمين في ناحيتين وكمين من الخلف وكانت الهزيمة كاملة ففر الفرس وفر

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/312 البداية والنهاية: 344
2- تاريخ الطبري: 2/312 البداية والنهاية: 6/345 والمنتظم: 4/102

ص -66- العرب الموالون لهم بعد أن قتل وأسر منهم عدد عظيم ومضى الأندرزغر منهزما فمات عطشا في الفلاة وبذل خالد الأمان للفلاحين فعادوا وصاروا ذمة وسبى الذراري المقاتلة ومن أعانهم.
خطبة خالد1
قام خالد في الناس خطيبا يرغبهم في بلاد العجم . ويزهدهم في بلاد العرب وقال :
ألا ترون إلى الطعام كرفغ التراب وبالله لم يلزمنا الجهاد في الله والدعاء إلى الله عز وجل ولم يكن إلا للمعاش لكان الرأي أن نقارع على هذا الريف حتى نكون أولى به ونولي الجوع والإقلال ممن تولاه ممن اثاقل عما أنتم عليه .
موقعة أليس2 شهر ربيع الأول سنة 12هـ – أيار مايو سنة 633 م
انقسمت قبيلة بني بكر في القتال إلى قسمين قسم مع خالد وقسم مع الفرس
ولما أصاب خالد يوم الولجة من أصاب من بكر بن وائل من أنصارهم الذين أعانوا أهل الفرس غضب لهم نصارى قومهم فكاتبوا الأعاجم وكاتبهم الاعاجم فاجتمعوا إلى أليس وعليهم عبد الأسود العجلي وكان أشد الناس على أولئك النصارى مسلمو بني عجل.
كتب أردشير ملك الفرس إلى بهمن جاذويه وهو بقسيانا: أن سر حتى تقدم أليس بجيشك إلى من اجتمع بها من فارس ونصارى العرب فقدم بهمن جاذويه وجابان وسار جابان نحو أليس وهي في منتصف الطريق بين الحيرة والأبلة.
ثم انطلق بهمن إلى أردشير ليعرف رأيه ويتلقى أمره فوجده مريضا فبقي ملازما البلاط.
أما جابان فإنه مضى حتى أتى أليس فنزل بها . وكان خالد قد بلغه تجمع عبد الأسود ومن معهم فسار إليهم وهو لا يشعر بدنو جابان وترك عند الحفير فرقة قوية لحماية ظهره وبرز أمام الصف ونادى رؤساءهم إلى البراز له فبرز له مالك بن قيس فقال له خالد يا بن الخبيثة ما جرأك علي من بينهم وليس فيك وفاء؟ فضربه وقتله، ونشبت الحرب بين الفريقين واقتتلوا قتالا شديدا.
نهر الدم3
ولما وجد خالد شدة مقاومة العدو قال :
اللهم إن لك علي إن منحتنا أكتافهم ألا أستبقي منهم أحدا قدرنا عليه حتى أجري نهرهم بدمائهم.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبر: 2/312.
2 تاريخ الطبري: 2/313.
3- تاريخ الطبري: 2/314 البداية والنهاية: 6/346

ص -67- وأخيرا لم يستطع الفرس مقاومة المسلمين ففروا منهزمين فأمر خالد مناديه في الناس الأسر ، الأسر . لا تقتلوا إلا من امتنع.
فأقبلت الخيول بهم أفواجا مستأسرين يساقون سوقا وقد وكل بهم رجالا يضربون أعناقهم في النهر فجرت الدماء في النهر فسمى لذلك نهر الدم وبعث خالد بالخبر مع رجل يدعى جندلا من بني عجل إلى أبي بكر يخبره بفتح أليس وبقدر الفيء وبعدة السبي وبما حصل من الأخماس وبأهل البلاد من الناس وأمر أبو بكر لجندل بجارية من ذلك السبي . وبلغ قتلى العدو من أليس 70.000 كما ذكر الطبري وكما جاء في شعر أبي مقرن الأسود بن قرطبة حيث قال :

قتلنا منهم سبعين ألفا بقية حربهم نخب الأسار

موقعة أمغيشيا وهدمها1
لما فرغ خالد من أليس سار إلى أمغيشيا وكانت مصرا كالحيرة فغزا أهلها وأعجلهم أن ينقلوا أموالهم فغنم جميع ما فيها وقد جلا أهلها وتفرقوا في السواد وبلغ سهم الفارس 1500 سوى الذي نفله أهل البلاء . أرسل إلى أبي بكر بالفتح ومبلغ الغنائم . فلما بلغ ذلك أبا بكر قال: أعجزت النساء أن يلدن مثل خالد وفي رواية عدا أسدكم على الأسد فغلبه على خراذيله أعجزت النساء أن ينسلن2 مثل خالد.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/315 البداية والنهاية: 6/346 والمنتظم: 4/103.
2- ينسلن : يلدن.

ص -68- حصار الحيرة وتسليمها1 ربيع الأول سنة 12هـ – أيلول سنة 633 م
سار خالد من أمغيشيا إلى الحيرة وحمل الرجال والرحال والأثقال في السفن فخرج مرزبان الحيرة حاكمها الفارسي ويدعى الأزاذبة وأرسل ابنه فقطع الماء عن السفن وذلك بسد الفرات فبقيت السفن على الأرض فسار خالد في خيل نحو ابن الأزاذبة فلقيه على فم فرات بادقلى فقتله وقتل أصحابه غير أن المدينة كانت محصنة بأربعة حصون فأبت التسليم فحصرهم وقاتلهم المسلمون فاقتحموا الدور والديورة وأكثروا القتل فنادى القسيسون والرهبان يا أهل القصور ما يقتلنا غيركم فنادى أهل القصور المسلمين . قد قبلنا واحدة من ثلاث: إما الإسلام أو الجزية أو المحاربة.
أما الأزاذبة فإنه هرب إذ بلغه موت أردشير.
وهذه أسماء قصور الحيرة التي تحصنوا فيها :
1- القصر الأبيض وفيه إياس بن قبيصه الطائي وكان ضرار بن الأزور محاصرا له.
2- قصر الغريين وفيه عدي بن عدي وكان ضرار ابن الخطاب محاصرا له.
3- قصر ابن مازن وفيه ابن أكال وكان ضرار بن مقرن المزني محاصرا له.
4- قصر ابن بقيله وفيه عمرو بن عبد المسيح بن بقيله، وكان المثنى محاصرا له.
خرج هؤلاء الرؤساء الأربعة من قصورهم فأرسلهم المسلمون إلى خالد فكان أول من طلب الصلح عمرو بن عبد المسيح فصالحوه على 190.000 وأهدوا إليه الهدايا وبقوا على دينهم . وبعث خالد بالفتح والهدايا إلى أبي بكر مع الهذيل الكاهلي فقبلها أبو بكر من الجزاء وكتب إلى خالد : أن أحسب لهم هديتهم من الجزاء وخذ بقية ما عليهم فقو بها أصحابك.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/316 المنتظم: 4/103

ص -69- محاورة بين خالد بن الوليد وعمرو بن عبد المسيح1
لما مثل عمرو بن عبد المسيح أمام خالد قال له خالد :
– كم أتى عليك ؟
– مئون من السنين
– فما أعجب ما رأيت ؟
– رأيت القرى منظومة ما بين دمشق والحيرة تخرج المرأة من الحيرة فلا تزود إلا رغيفا فتبسم خالد وقال :
– هل لك من شيخك إلا عمله . خرفت والله يا عمرو . ثم أقبل على أهل الحيرة وقال : ألم يبلغني أنكم خبثة خدعة مكرة فما لكم تتناولون حوائجكم بخرف لا يدري من أين جاء ؟ فتجاهل له عمرو وأحب أن يريه من نفسه ما يعرف به عقله ويستدل به على صحة ما حدث به فقال :
– وحقك أيها الأمير إني لأعرف من أين جئت
– فقال : من أين جئت
– فقال عمرو : أقرب أم أبعد ؟
– ما شئت
– من بطن أمي
– فأين تريد ؟
– أمامي
– وما هو ؟
– الآخرة
– فمن أين أقصى أثرك
– من صلب أبي
– ففيم أنت ؟
– في ثيابي

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 6/343 تاريخ الطبري: 2/317

ص -70- – أتعقل ؟
– إي والله وأقيد
– إنما أسألك
– فأنا أجيبك
– أسلم أنت أم حرب ؟
– بل سلم
– فما هذه الحصون ؟
– بنيناها للسفيه نحسبه حتى ينهاه الحليم
– قتلت أرض جاهلها . وقتل أرض عالمها والقوم أعلم بما فيهم
– فقال عمرو : أيها الأمير النملة أعلم بما في بيتها من الجمل بما في بيت النمل

ص -71- خالد يتناول السم1 الزعاف2 فلا يؤثر فيه
ذكرنا كرامتين للعلاء بن الحضرمي، والآن نذكر كرامة لخالد بن الوليد و لم يكن أحدهما ساحرا ولا كاهنا . بل كان كل منهما بطلا مقداما فقد كان مع عمرو بن عبد المسيح بن بقيلة خادم معه كيس فيه سم فأخذه خالد ونثره في يده وقال: لم تستصحب هذا؟ قال: خشيت أن تكون على غير ما رأيت فكان أحب إلي من مكروه أدخله على قومي، فقال خالد: لن تموت نفسه حتى تأتي على أجلها، وقال: بسم الله خير الأسماء ، رب الأرض ورب السماء الذي لا يضر مع اسمه داء الرحمن الرحيم فابتلع خالد السم، فقال عمرو: و الله يا معشر العرب لتملكن ما أردتم، ما دام أحد منكم هكذا لم يكن لابتلاع السم أي تأثير في خالد فلم يمرض ولم يمت مع أن عمرو بن عبد المسيح كان قد أعده للانتحار.
وصالح خالد أهل الحيرة ففرضت عليهم الجزية عدا رجال الدين واشتغل المسلمون بحماية المدينة من الهجوم عليها . وكان لعبد المسيح الذي مر ذكره ابنة تدعى كرامة فتمسك خالد بتسليمها إلى شويل لأنه كان رآها شابة فمال إليها فوعده النبي صلى الله عليه وسلم ذلك فلما فتحت الحيرة طلبها وشهد له شهود بوعد النبي صلى الله عليه وسلم أن يسلمها إليه وعلى ذلك سلمها له خالد فاشتد ذلك على أهل بيتها وقرابتها، فقالت لهم: اصبروا فإنما هذا رجل أحمق . رآني في شبيبتي فظن أن الشباب يدوم فافتدت منه بألف درهم ورجعت إلى أهلها.
صلاة الفتح3
لما فتح خالد الحيرة صلى صلاة الفتح ثماني ركعات لا يسلم فيهن وقال :
لقد قاتلت يوم مؤتة فانقطع في يدي تسعة أسياف وما لقيت قوما كقوم لقيتهم من أهل فارس وما لقيت من أهل فارس كأهل أليس.
وبعد أن احتل خالد الحيرة مكث فيها عاما عين عمالا لجباية الخراج وأمراء للثغور وتم صلح الحيرة بدفع مبلغ 600.000 درهم جزية وهو مبلغ قليل لكنه كان في نظر العرب مبلغا عظيما.
الفرس وشرب الخمر
ذكر خالد في كتبه إلى الفرس غير مرة الخمر، فمما جاء في أحد كتبه إليهم: ألا فقد جئتكم

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 6/246.
2- الزعاف: القاتل سريع الفتك.
3- تاريخ الطبري: 2/319.

ص -72- بقوم يحبون الموت كما تحبون شرب الخمر1 وهذا يدل على أن الخمور كانت منتشرة عندهم، وأنهم كانوا يقبلون على شربها حتى عني خالد بذكرها.
متاعب الفرس الداخلية
وفي هذه الأثناء كانت الفرس تعاني كثيرا من المتاعب الداخلية بعد ملكها أردشير وذلك أن شيري بن كسرى قتل كل من كان يناسبه إلى كسرى بن قباذ ولهذا اقتصر همهم على حماية المدائن عاصمة ملكهم وما جاورها إلى نهر شير الذي هو فرع من نهر الفرات وكان المثنى يهدد هذه الناحية لكنه توقف عن الزحف لأن أبي بكر نهى عن التقدم إلا أن تحمى ظهور المسلمين.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/308، والبداية والنهاية: 6/343.

ص -73- فتح الانبار1
موقعة ذات العيون
أنبار هي فيروز سابور القديمة، مدينة شهيرة في العراق من ولاية بغداد بينها وبين بغداد عشرة فراسخ وهي إلى غربيها على الفرات قرب مخرج نهر عيسى وبابل في شماليها وتبعد عنها نحو ثمانين ميلا . قيل سميت بالأنبار لأنه كان يجمع فيها أنابير الحنطة والشعير والتبن وأنابير جمع أنبار.
سار خالد على تعبئته إلى الأنبار وعلى مقدمته الأقرع بن حابس فحاصرها المسلمون وقد تحصن أهل الأنبار وخندقوا عليهم وأشرفوا من حصنهم وعلى جنودهم شيرزاد صاحب ساباط وطاف خالد بالخندق وأنشب القتال وأوصى رماته أن يقصدوا عيون جيش العدو فرموا رشقا واحدا ثم تابعوا فأصابوا ألف عين فسميت تلك الوقعة “ذات العيون” وتصايح القوم ذهبت عيون أهل الأنبار، فلما رأى ذلك شيرزاد أرسل يطلب الصلح على أمر لم يرضه خالد فرد رسله ونحره من إبل العسكر كل ضعيف وألقى الإبل في أضيق مكان في الخندق حتى ردمه بها وجاز هو وأصحابه فوقها فاجتمع المسلمون والمشركون في الخندق فأرسل شيرزاد إلى خالد يطلب منه الصلح على ما أراد فصالحه على أن يلحقه بمأمنه من غير أن يأخذ شيئا من المتاع . وخرج شيرزاد إلى بهمن جاذويه، ثم صالح خالد من حول الأنبار وأهل كلواذى.
فتح عين التمر2
لما فرغ خالد من الأنبار استخلف عليها الزبرقان بن بدر وسار إلى عين التمر وهي قلعة على حدود الصحراء على مسيرة ثلاثة أيام غربا وبها مهران بن بهرام جوبين في جمع عظيم من العجم وعقة بن أبي عقة في جمع عظيم من العرب وتغلب وإياد وغيرهم فلما سمعوا بخالد قال عقة لمهران: إن العرب أعلم بقتال العرب فدعنا وخالدا قال: صدقت فأنتم أعلم بقتال العرب وإنكم لمثلنا في قتال العجم فخدعه وارتقى به وقال: إن احتجتم إلينا أعناكم فلامه أصحابه من الفرس على هذا القول فقال لهم إنه قد جاءكم من قتل ملوككم وفل حدكم فاتقيته بهم . فإن كانت لهم على خالد فهي لكم . وإن كانت الأخرى لم يبلغوا منهم حتى يهنوا فنقاتلهم ونحن أقوياء وهم ضعفاء فاعترفوا بفضل الرأي، وسار عقة إلى خالد فعبأ خالد جنده وبينما كان عقة يقيم صفوفه حمل عليه خالد بنفسه فاحتضنه وأخذه أسيرا كما احتضن هرمز من قبل في موقعة ذات السلاسل . فانهزم الفرس من

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 4/743، تاريخ الطبري: 2/322، 323، المنظم: 4/106.
2- البداية والنهاية: 6/349، والمنتظم: 4/107، وتاريخ الطبري: 2/324.

ص -74- غير قتال وأكثر المسلمون فيهم الأسر فسألوه الأمان فأبى فنزلوا على حكمه فأخذهم أسرى وقتل عقة ثم قتلهم أجمعين وسبى كل من في الحصن وغنم ما فيه، ووجد في بيعتهم أربعين غلاما يتعلمون الإنجيل علة مذهب نسطور، وكان عليهم باب مغلق فكسره عنهم وقسمهم بين القواد، وكان منهم أبو زياد مولى ثقيف ونصير أبو موسى بن نصير وأرسل الوليد بن عقبة إلى أبي بكر بالخبر والأخماس.

ص -75- موقعة دومة الجندل1 شهر رجب سنة 12هـ – أيلول/سبتمبر سنة 633 م
دومة الجندل مدينة بينها وبين دمشق خمس ليال وبعدها من المدينة خمس عشرة ليلة وهي أقرب بلاد الشام إلى المدينة وبقرب تبوك، وكان رسول الله صلى الله عليه وسلم خرج لغزوها في ربيع الأول سنة خمس “يولية سنة 262م ” وكانت أول غزوات الشام.
وكان أبو بكر قد أرسل جيشين إلى الشمال وأمر على أحدهما خالدا، ووجهته نحو الأبلة ثم الزحف على الحيرة وأمر على الثاني عياضا ووجهته إلىثم المسير إلى الحيرة، فإذا سبق أحدهما الآخر كان أميرا على الحيرة، إلا أن عياضا الذي كانت وجهته دومة عوقه العدو مدة طويلة ولم يستطع الإنضمام إلى خالد فلما أرسل خالد بن عقبة إلى أبي بكر بخبر، فتح عين التمر اهتم أبو بكر فأرسل الوليد لمساعدة عياض، وكان خالد لما فرغ من عين التمر أتاه كتاب عياض يستمده، فسار خالد إليه تاركا القعقاع على الحيرة وكان بدومة رئيسان أكيدر بن عبد الملك والجودي بم ربيعة يساعدهما بنو كلب وقبائل أخرى من صحراء الشام.
ولما سمع أكيدر بقدوم خالد تخوف وبادر بالتسليم إلا أن خالدا أسره وضرب عنقه ثم أخذ ما كان معه . ثم هاجم عياض القبائل المعادية من جهة الشام وخالد من جهة فارس فانهزم العدو شر هزيمة وأخذ الجودي أسيرا فقتله وقتل الأسرى وأخذ حصونهم وسبى الذرية والسرح2 فباعهم واشترى خالد ابنة الجودي وكانت موصوفة بالجمال وتزوجها في ميدان القتال! ثم رجع إلى الحيرة وكان يريد محاربة أهل المدائن فمنعه من ذلك كراهية مخالفة أبي بكر.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 4/744، تاريخ الطبري: 2/324.
2- السرح: الحاشية.

ص -76- البعوث إلى العراق1 شهر شعبان سنة 12هـ – تشرين الأول/أكتوبر سنة 633م
لقد شجع غياب خالد الفرس ومن والاهم من العرب ولا سيما بني تغلب على مناوشة2 المسلمين وطمع الأعاجم وكاتبهم عرب الجزيرة غضبا لعقة الذي قتله خالد بعين التمر إلا أن القعقاع استطاع الدفاع عن الأنبار ولما قدم خالد خرج وعلى مقدمته الأقرع بن حابس واستخلف على الحيرة عياض بن غنم وهاجم الفرس على الشاطئ الشرقي للفرات فهزمهم وقتل قوادهم وهاجم البدو على الشاطئ الغربي ليلا وهم نيام فقتلهم وسبى الذرية وأرسل الغنائم إلى المدينة.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 4/745، تاريخ الطبري: 2/325، المنتظم: 4/108.
2- المناوشة: المنازلة

ص -77- موقعة الفراض1
إنهزام الفرس والروم والبدو شهر ذي القعدة سنة 12هـ – كانون الثاني/يناير سنة 634م
ثم قصد خالد إلى الفراض تخوم2 الشام والعراق والجزيرة فأفطر بها رمضان في تلك السفرة التي اتصلت فيها الغزوات فلما اجتمع المسلمون بالفراض حميت الروم واغتاظت واستعانوا بمن يليها من مسالح أهل فارس واستمدوا تغلب وإيادا والنمر فأمدوهم وناهضوا خالدا حتى إذا صار الفرات بينهم قالوا : إما أن تعبروا إلينا وإما أن نعبر إليكم قال خالد: بل اعبروا إلينا قالوا: فتنحوا حتى نعبر فقال خالد: لا نفعل ولكن اعبروا أسفل منا فقالت الروم وفارس بعضهم لبعض احتسبوا ملككم، هذا رجل يقاتل على دين وله عقل وعلم والله لينصرن ولنخذلن، ثم لن ينتفعوا بذلك . فعبروا أسفل من خالد . فلما تتاموا قالت الروم: امتازوا حتى نعرف اليوم ما كان من حسن أو قبيح من أينا يجيء ففعلوا واقتتلوا قتالا شديدا طويلا، ثم إن الله عز وجل هزمهم وقتل يوم الفراض في المعركة وفي الطلب 100.000 كما رواه الطبري، وأقام خالد على الفراض بعد الوقعة عشرا ثم أذن بالجوع إلى الحيرة لخمس بقين من ذي القعدة.
قال مستر موير في كتابه الخلافة عند ذكر هذه الموقعة صفحة 61 طبعة سنة 1942: إن هذا العدد “100.000 ” خرافي ويريد بذلك أنه عدد عظيم غير معقول إلا أن المؤرخين لم يذكروا عدد جيش خالد ولا عدد جيش العدو والذي نعلمه أن جيش العدو كان عظيما لأنه كان جيش متحد مؤلف من ثلاثة جيوش: جيش الفرس والروم والعرب الذين انضموا إليهم فإذا كانت الموقعة انتهت بانهزام هذه الجيوش انهزاما تاما فلا بد أن يكون عدد القتلى كبيرا فإن لم يكن مئة ألف بالضبط كما رواه الطبري فهو يقرب من ذلك.
قال القعقاع يصف موقعة الفراض :

لقينا بالفراض جموع روم وفرس غمها طول السلام

بدنا جمعهم لما التقينا وبيتنا بجمع بني رزام

فما فتئت جنود السلم حتى رأينا القوم كالغنم السوام

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 4/747، تاريخ الطبري: 2/328، المنتظم:4/110.
2- تخوم: الفصل بين الأرضين والمعالم والحدود.

ص -78- خالد يحج سرا1 شهر ذي الحجة سنة 12هـ – شباط/فبراير سنة 634م
لما أيقن خالد من انهزام العدو اشتاق إلى زيارة مكة وإلى تأدية فريضة الحج متخفيا من غير أن يستأذن أبا بكر فأمر جيشه بالعودة إلى الحيرة وتظاهر بأنه سائر في مؤخرة الجيش فبدأ رحلته إلى مكة ومعه عدة من أصحابه لخمس بقين من ذي القعدة ولم يكن معه دليل فاخترق الصحراء مسرعا رغما عن صعوبة الطريق.
ولما أدى فريضة الحج عاد إلى الحيرة في أوائل فصل الربيع فكانت غيبته على الجند يسيرة فما وصلت إلى الحيرة مؤخرة الجيش حتى وافاهم خالد مع صاحب الساقة فقدما معا وخالد وأصحابه محلقون وقد كان تكتمه شديدا حتى إنهم ظنوا أنه كان في هذه المدة بالفراض ولم يعلم أبو بكر بحج خالد مع أنه كان في الحج أيضا غير أنه بعد قليل بلغه الخبر فاستاء جدا وعتب عليه وكانت عقوبته أن صرفه إلى الشام ليمد جموع المسلمين باليرموك فأرسل إليه كتابا هذا نصه :
سر حتى تأتي جموع المسلمين باليرموك فإنهم قد شجوا2 وأشجوا3 وإياك أن تعود لمثل ما فعلت فإنه لم يشج الجموع من الناس بعون الله شجاك ولم ينزع الشجى من الناس نزعك فليهنئك أبا سليمان النية والخطوة فأتمم يتمم الله عليك ولا يدخلنك عجب فتخسر وتخذل وإياك أن تدل بعمل فإن الله له المن وهو ولي الجزاء.
وفي هذه السنة سنة 12 هـ تزوج عمر رضي الله عنه عاتكة بنت زيد وفيها مات أبو مرثد الغنوي وهو أبو مرثد كناز بن الحصين الذي حمل اللواء في بعث حمزة وكان أول لواء عقده رسول الله صلى الله عليه وسلم وفيها مات أبو العاص بن الربيع في ذي الحجة وكان من الأسرى يوم بدر ثم أسلم وهو زوج زينب بنت رسول الله وهو ابن خالتها هالة بنت خويلد رضي الله عنها أخت خديجة أم المؤمنين وأوصى إلى الزبير وتزوج علي عليه السلام ابنته أمامة بنت زينب بنت رسول الله وفيها اشترى عمر أسلم مولاه بالناس في هذه السنة أبو بكر واستخلف على المدينة عثمان بن عفان كما ذكر ذلك الواقدي.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- المنتظم: 4/111، تاريخ الطبري: 2/329-341.
2- شجوا: جرحوا.
3- أشجوا: قهروا وغلبوا.

ص -79- غزو الشام1 سنة 12 – 13هـ – 633- 634م
بعد أن عاد أبو بكر من الحج وجه الجنود إلى الشام تحت قيادة خالد بن سعيد بن العاص، وكان أول لواء عقده إلى الشام، وهو من الذين أسلموا قديما وهاجر إلى الحبشة إلا أن أبا بكر عزله قبل أن يسير وكان سبب عزله أنه تأخر عن بيعة أبي بكر شهرين ولقي علي بن أبي طالب وعثمان بن عفان فقال يا أبا الحسن: يا بني عبد مناف أغلبتم عليها؟ فقال علي: أمغالبة ترى أم خلافة؟.
فأما أبو بكر فلم يحقدها عليه وأما عمر فاضطغنها2 عليه فلما ولاه أبو بكر لم يزل به عمر حتى عزله عن الإمارة وجعله رداء للمسلمين بتيماء3 وأمره أن لا يفارقها إلا بأمره وأن يدعو من حوله من العرب إلا من ارتد وأن لا يقاتل من قاتله فاجتمع إليه جموع كثيرة من الروم وعلى ذلك أمره أبو بكر بالإقدام بحيث لا يؤتى من خلفه فتقدم شمالا نحو البحر الميت فسار إليه بطريق الروم، ويدعى باهان ولما وجد أنه تقدم كثيرا كتب إلى أبي بكر يستمده.
وكان قد قدم إلى أبي بكر بالمدينة جيوش المسلمين من اليمن بعد أن هزموا المرتدين وكانوا على استعداد للحرب في جهات أخرى فأرسل أبو بكر عكرمة بن أبي جهل والوليد بن عقبة لإمداد خالد في الشمال.
أسرع خالد بن سعيد في أوائل فصل الربيع للغزو ناسيا ما أمره به أبو بكر من عدم الزحف فوقع في شرك4 باهان جهة دمشق وكان قد وصل إلى مرج الصفر5 شرقي بحيرة طبرية فأطبق عليه العدو من الخلف ومنعه من التقهقر وقتل ابنه سعيد في المعركة وفر خالد بفلول جيشه إلى المدينة وبقي عكرمة رداء6 للجيش بدل خالد فرد عنهم باهان وجنوده أن يطلبوه وأقام من الشام على قرب.
ثم أمر أبو بكر يزيد بن أبي سفيان على جيش عظيم هو جمهور من انتدب إليه فيهم سهيل بن عمرو في أمثاله من أهل مكة وشيعه ماشيا وأوصاه وغيره من الأمراء.
وصية أبي بكر ليزيد بن أبي سفيان7
كان مما قاله أبو بكر ليزيد :
إني وليتك لأبلوك وأجربك وأخرجك فإن أحسنت رددتك إلى عملك وزدتك وإن أسأت

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/331، المنتظم:4/116.
2- اضطغنها: حقدها
3- تيماء: جنوب شرقي تبوك.
4- شرك: كمين.
5- مرج الصغر: موضوع معروف ناحية فلسطين.
6- رداء: معينا.
7- تاريخ الطبري: 2/332.

ص -80- عزلتك فعليك بتقوى الله فإنه يرى من باطنك مثل الذي من ظاهرك وإن أولى الناس بالله أشدهم توليا له وأقرب الناس من الله أشدهم تقربا إليه بعمله وقد وليتك عمل خالد فإياك وعبية الجاهلية فإن الله يبغضها ويبغض أهلها وإذا قدمت على جندك فأحسن صحبتهم وابدأهم بالخير وعدهم إياه وإذا وعظتهم فأوجز فإن كثير الكلام ينسي بعضه بعضا وأصلح نفسك يصلح لك الناس وصل الصلوات لأوقاتها بإتمام ركوعها وسجودها والتخشع فيها وإذا قدم عليك رسل عدوك فأكرمهم وأقلل لبثهم حتى يخرجوا من عسكرك وهم جاهلون به ولا ترينهم فيروا خيلك ويعلموا علمك وأنزلهم في ثروة عسكرك وامنع من قبلك من محادثتهم وكن أنت المتولي لكلامهم ولا تجعل سرك لعلانيتك فيختلط أمرك وإذا استشرت فاصدق الحديث تصدق المشورة ولا تخزن عن المشير خبرك فتؤتى من قبل نفسك واسمر بالليل في أصحابك تأتك الأخبار وتنكشف عنك الأستار وأكثر حرسك وبددهم في عسكرك وأكثر مفاجأتهم في محارسهم بغير علم منهم بك فمن وجدته غفل عن حرسه فأحسن أدبه وعاقبه في غير إفراط وأعقب بينهم بالليل واجعل النوبة الأولى أطول من الأخيرة فإنهما أيسرهما لقربهما من النهار ولا تخف من عقوبة المستحق ولا تلجن فيها ولا تسرع إليها ولا تخذلها مدفعا ولا تغفل عن أهل عسكرك فتفسدهم ولا تتجسس عليهم فتفضحهم ولا تكشف الناس عن أسرارهم واكتف بعلانيتهم، ولا تجالس العباثين وجالس أهل الصدق والوفاء وأصدق اللقاء ولا تجبن فيجبن الناس، واجتنب الغلول1 فإنه يقر بالفقر ويدفع النصر وستجدون أقواما حبسوا أنفسهم في الصوامع فدعهم وما حبسوا أنفسهم له.
وهذه من أحسن الوصايا وأكثرها نفعا لولاة الأمر فإنه يذكر فيها واجبات القائد نحو جنده ونحو عدوه ومنع تعرض القائد للمتدينين الذين حبسوا أنفسهم في الصوامع احتراما لدينهم.
وقد انقسم الجيش إلى ثلاثة أقسام كل قسم مؤلف من 5000 مقاتل وأمر على اثنين منهما شرحبيل بن حسنة الذي كان قد قدم من عند خالد بن الوليد إلى أبي بكر وعلى الثالث عمرو بن العاص وعين لكل جيش وجهته في الشام فوجه عمرا إلى أيلة على رأس خليج العقبة، ومن ثم لغزو جنوب الشام أو فلسطين ووجه يزيد وشرحبيل إلى تبوك ثم غزوا أوساط الشام، وحمل معاوية بن أبي سفيان لواء أخيه يزيد وانضم خالد بن سعيد متطوعا إلى جيش شرحبيل وكان تعيين الأمراء الثلاثة في شهر صفر سنة 13هـ – نيسان إبريل سنة 634 م، ثم لما وصلت الجيوش الأخرى إلى المدينة أرسلهم أبو بكر لإمداد جيوش الشام وأمر عليهم أبا عبيدة بن الجراح، وعلى ذلك كان عدد الجيوش التي أرسلت أربعة وكان أبو عبيدة أميرا عليهم جميعا وبلغ عدد الجيش الزاحف 24000 بما في ذلك جيش عكرمة، وخرج نحو ألف من الصحابة في جيش الشام ومن بينهم 100 ممن شهدوا موقعة بدر بخلاف جيش العراق فإن المهاجرين لم يقاتلوا فيه.
سار أبو عبيدة على باب من البلقاء فقاتله أهله ثم صالحوه فكان أول صلح في الشام.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- الغلول: الخيانة في المغنم.

ص -81- الظروف الملائمة لفتح الشام
كان امبراطور الروم يبعث إلى القبائل العربية في جنوبي فلسطين إعانة مالية سنوية غير أنه اضطر بسبب ما أنفقه على الجيش في محاربة الفرس إلى قطع الإعانة عنهم مراعيا في ذلك الاقتصاد في النفقات وعلى ذلك اعتبرت هذه القبائل أنفسها أحرارا غير مقيدين بمحالفتهم الروم فانضموا إلى المسلمين، ثم إن أهل الشام أيضا أرهقتهم زيادة الضرائب فضلا عما كانوا يلاقونه من الاضطهادات الدينية ولذلك لم يحركوا ساكنا وقد كانوا يفضلون حكم العرب لحسن معاملتهم وعدلهم في أحكامهم كل هذه كانت ظروفا ملائمة للمسلمين المهاجمين.
استعداد هرقل1
وصل أمراء المسلمين إلى الشام فأخذ عمرو طريق المعرقة ونزل بالعربة وهي واد بين البحر الميت وخليج العقبة ونزل أبو عبيدة الجابية ونزل يزيد البلقاء ونزل شرحبيل الأردن وقيل بصرى . فبلغ الروم ذلك فكتبوا إلى هرقل وكان في القدس فقال: أرى أن تصالحوا المسلمين فوالله لأن تصالحوهم على نصف ما يحصل من الشام ويبقوا لكم نصفه مع بلاد الروم أحب إليكم من أن يغلبوكم على الشام ونصف بلاد الروم فتفرقوا عنه وعصوه فجمعهم وسار بهم إلى حمص فنزلها وأعد الجنود والعساكر وأراد إشغال كل طائفة من المسلمين بطائفة من جنوده لكثرة عسكره لتضعف كل فرقة من المسلمين عمن بإزائها فأرسل إلى عمرو أخاه تذارق لأبيه وأمه فخرج نحوهم في 90.000 وبعث من يسوقهم حتى نزل صاحب الساقة ثنية جلق بأعلى فلسطين، وبعث جرجة بن توذار نحو يزيد بن أبي سفيان فعسكر بإزائه، وبعث الدراقص فاستقبل شرحبيل بن حسنة، وبعث الفبقار بن نسطوس في 60.000 نحو أبي عبيدة فهابهم المسلمون وكاتبوا عمرا أن ما الرأي؟ فأجابهم: أن الرأي لمثلنا الاجتماع فإن مثلنا إذا اجتمعنا لا يغلب من قلة فإن تفرقنا لا تقوم كل فرقة بمن استقبلها لكثرة عدونا، وكتبوا إلى أبي بكر فأجابهم مثل جواب عمرو، وقال: إن مثلكم لا يؤتى من قلة إنما يؤتى العشرة آلاف إذا أتوا من تلقاء الذنوب فاحترسوا من الذنوب واجتمعوا باليرموك متساندين وليصل كل رجل منكم بأصحابه.
وكان جميع فرق المسلمين 21.000 سوى عكرمة في 6000، وبلغ ذلك هرقل فكتب إلى بطارقته أن اجتمعوا لهم، واجتمع المسلمون باليرموك كما أمرهم أبو بكر واجتمع الروم هناك أيضا وعليهم التذارق وعلى المقدمة جرجة وعلى مجنبتيه الدراقص وباهان ولم يكن قد وصل بعد إليهم وعلى الحرب الفيقار فنزلوا الواقوصة وهي على ضفة اليرموك وصار الوادي خندقا لهم، وإنما أراد باهان وأصحابه أن تستفيق الروم ويأنسوا بالمسلمين وانتقل المسلمون عن عسكرهم الذي اجتمعوا به فنزلوا عليهم بحذائهم2 على طريقهم وليس للروم طريق إلا عليهم، فقال عمرو: أيها الناس أبشروا

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/334، المنتظم: 4/117.
2- بحذائهم: بجانبهم

ص -82- حصرت والله الروم وقل ما جاء محصور بخير1 وأقاموا صفرا وشهري ربيع لا يقدرون منهم على شيء من الوادي والخندق ولا يخرج عليهم الروم إلا ردهم المسلمون، وكان قتال المسلمين لهم على تساند أمير على أصحابه لا يجمعهم أحد حتى قدم خالد بن الوليد من العراق وكان القسيسون والرهبان يحرضون الروم.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 7/6.

ص -83- مسير خالد بن الوليد من العراق إلى الشام1
موقعة اليرموك
كان اهتمام أبي بكر الصديق بغزو الشام أشد من اهتمامه بالعراق، لذلك عول على استدعاء خالد بن الوليد وأمره بالمسير وأن يأخذ نصف الناس ويستخلف على النصف الآخر المثنى بن حارثة الشيباني ووعده بأنه إذا انتصر في الشام أعاده إلى العراق، ثم بدأ خالد يختار جيشه فاستأثر خالد بأصحاب النبي صلى الله عليه وسلم على المثنى وترك للمثنى عددهم من أهل القناعة ممن ليس له صحبة، ثم قسم الجند نصفين فقال المثنى: والله لا أقيم على إنفاذ أمر أبي بكر وبالله ما أرجو النصر إلا بأصحاب النبي صلى الله عليه وسلم، خرج معه 9000 وصاحبه المثنى إلى حدود الصحراء ليودعه.
سار خالد بجيشه فلما وصل إلى قراقر وهو ماء لكلب أغار على أهلها وأراد أن يسير عنهم مفوزا إلى سوى وهو ماء لبهراء، ثم أتى أراك فصالحوه، ثم أتى تدمر ففتحها صلحا وذلك أنه لما مر بها في طريقه تحصن أهلها منه فأحاط بهم من كل وجه فلم يقدر عليهم، ولما أعجزه الرحيل قال: يا أهل تدمر والله لو كنتم في السحاب لا ستنزلناكم ولأظهرنا الله عليكم ولئن أنتم لم تصالحوا لأرجعن إليكم إذا انصرفت من وجهي هذا ثم لأدخلن مدينتكم حتى أقت مقاتليكم وأسبي ذراريكم.
فلما ارتحل عنهم بعثوا إليه وصالحوه على ما أدوه له ورضي به، ثم أتى خالد القريتين فقاتلهم فظفر بهم وغنم وأتى حوارين، فقاتل أهلها وهزمهم وقتل وسبى وأتى قصم – وهي موضع بالبادية قرب الشام من نواحي العراق – فصالحه مشجعة من قضاعة وسار فوصل ثنية العقاب – وهي ثنية مشرفة على غوطة دمشق يطؤها القاصد من دمشق إلى حمص – ناشرا رايته العقاب وهي راية سوداء، ثم سار فأتى مرج راهط فأغار على غسان في يوم فصحهم فقاتل وأرسل سرية إلى كنيسة بالغوطة فقتلوا الرجال وسبوا النساء وساقوا العيال إلى خالد ثن سار حتى وصل بصرى فقاتل من بها فظفر بهم وصالحهم فكانت بصرى أول مدينة فتحت بالشام على يد خالد وأهل العراق وبعث بالأخماس إلى أبي بكر ثم سار فطلع على المسلمين في ربيع الآخر باليرموك فوجدهم يقاتلون الروم متساندين كل أمير على جيش: أبو عبيدة على جيش ويزيد بن أبي سفيان على جيش وشرحبيل ابن حسنة على جيش وعمرو بن العاص على جيش، فقال خالد :
إن هذا اليوم من أيام الله لا ينبغي فيه الفخر ولا البغي فأخلصوا لله جهادكم وتوجهوا لله تعالى بعملكم فإن هذا يوم له ما بعده وإن من وراءكم لو يعلم عملكم حال بينكم وبين هذا، فاعلموا فيما لم تؤمروا به بالذي ترون أنه هو الرأي من واليكم.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/445. البداية والنهاية: 7/53.

ص -84- قالوا فما الرأي؟ قال إن الذي أنتم عليه أشد على المسلمين مما غشيهم، وأنفع للمشركين من أمدادهم، ولقد علمت أن الدنيا فرقت بينكم، والله فهلموا فلنتعاور1 الإمارة، فليكن علينا بعضنا اليوم وبعضنا غدا والآخر بعد غد حتى يتامر كلكم: ودعوني اليوم عليكم، قالوا: نعم، فأمروه فكان الفتح على يد خالد، وجاء البريد يومئذ بموت أبي بكر وخلافة عمر وتأمير أبي عبيدة على الشام كله وعزل خالد، فأخذ الكتاب منه وتركه في كنانته ووكل به من يمنعه أن يخبر الناس بالأمر لئلا يضعفوا إلى أن هزم الله العدو وقتل منهم نحو 100.000 ثم دخل على أبي عبيدة وسلم عليه بالإمارة.
التحام الجيشين وانتصار المسلمين2
كان عدد المسلمين كما يأتي :
21.000 عدد جيش الأمراء الأربعة.
6.000 جيش عكرمة بن أبي جهل.
9.000 جيش خالد بن الوليد.
3.000 فلول جيش خالد بن سعيد.
39.000 مجموع جيوش المسلمين وقيل 40.000.
جيش الروم:
80.000 مقيد.
40.000 مسلسل للموت.
40.000 مربوطين بالعمائم لئلا يفروا.
240.000.
ولم يعرف عدد الفرسان في الجيشين.
عبأ خالد جيشه وقسمه إلى أربعين كردوسا وجعل على كل كردوس رجلا من الشجعان وجعله على ثلاث فرق قلب وميمنة وميسرة :
1- أبو عبيدة على كراديس القلب.
2- عمرو بن العاص وشرحبيل ابن حسنة على كراديس الميمنة.
3- يزيد بن أبي سفيان على كراديس الميسرة.
وجعل على الطلائع قباث بن أشيم وعلى الأقباض عبد الله ببن مسعود، وكان أبو سفيان يسير فيقف على الكراديس فيقول :
الله، الله، إنكم ذادة العرب وأنصار الإسلام، وإنهم ذادة الروم وأنصار الشرك اللهم إن هذا

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- فلنتعارو: فلنتعاون.
2- تاريخ الطبري: 2/335، البداية والنهاية: 7/7.

ص -85- يوم من أيامك، اللهم أنزل نصرك على عبادك.
وقال رجل لخالد: ما أكثر الروم وأقل المسلمين.
فقال خالد: ما أقل الروم وأكثر المسلمين، إنما تكثر الجنود بالنصر وتقل بالخذلان لا بعدد الرجال، والله لوددت أن الأشقر “فرسه ” براء من توجيه وأنهم أضعفوا في العدد وكان فرسه قد حفى في مسيره،
ثم أمر خالد عكرمة والقعقاع وكانا على مجنبتي القلب فأنشبا القتال وارتجز القعقاع وقال :

يا ليتني ألقاك في الطراد قبل اعترام1 الجحفل2 الوراد

وأنت في حلبتك الوراد

وقال عكرمة :

قد علمت بهكنة3 الجواري أني على مكرمة أحامي

فنشب القتال والتحم الناس وتطارد الفرسان ثم أتى البريد كما ذكرنا.
إسلام جرجة4
ثم خرج “جرجة ” حتى كان بين الصفين ونادى ليخرج إلي خالد فخرج إليه خالد وأقام أبا عبيدة مكانه فواقفه بين الصفين حتى اختلفت أعناق دابتيهما وقد أمن أحدهما صاحبه فقال جرجة :
يا خالد أصدقني ولا تكذبني فإن الحر لا يكذب ولا تخادعني فإن الكريم لا يخادع أنشدك بالله هل أنزل الله على نبيكم سيفا من السماء فأعطاكه فلا تسله على قوم إلا هزمتهم؟
قال: لا.
قال: فبم سميت سيف الله؟
قال: إن الله عز وجل بعث فينا نبيه صلى الله عليه وسلم فدعانا فنفرنا عنه ونأينا عنه جميعا ثم إن بعضنا صدقه وتابعه وبعضنا باعده وكذبه فكنت فيمن باعده وكذبه وقاتله ثم إن الله أخذ بقلوبنا ونواصينا وفهدانا به فتبعناه فقال: أنت سيف من سيوف الله سله الله على المشركين ودعا لي بالنصر فسميت سيف الله بذلك فأنا من أشد المسلمين على المشركين5
– صدقني.
ثم أعاد عليه جرجة :

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- اعتزام: اشتداد
2- الجحفل: الجيش الكبير.
3- بهكنة الجواري: هي الجارية الخفيفة الروح الطيبة الرائحة المليحة الحلوه.
4- تاريخ الطبري: 2/337، المنتظم: 4/120.
5- البداية والنهاية: 7/13.

ص -86- – يا خالد، أخبرني إلام تدعوني؟
– إلى شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله والإقرار بما جاء من عند الله.
– فمن لم يجبكم؟
– فالجزية ونمنعه.
– فإن لم يعطها؟
– نؤذنه بحرب ثم نقاتله.
– فما منزلة الذي يدخل فيكم ويجيبكم إلى هذا الأمر اليوم؟
– منزلتنا واحدة فيما افترض الله علينا شريفنا ووضيعنا وأولنا وآخرنا.
ثم أعاد عليه جرجة :
– هل لمن دخل فيكم اليوم يا خالد مثل ما لكم من الأجر والذخر؟
– نعم وأفضل.
– كيف يساويكم وقد سبقتموه؟
– إنا دخلنا في هذا الأمر وبايعنا نبينا صلى الله عليه وسلم وهو حي بين أظهرنا تأتيه أخبار السماء ويخبرنا بالكتب ويرينا الآيات وحق لمن رأى ما رأينا وسمع ما سمعنا أن يسلم ويبايع وإنكم أنتم لم تروا ما رأينا ولم تسمعوا ما سمعنا من العجائب والحجج فمن دخل في هذا الأمر منكم بحقيقة ونية كان أفضل منا
بالله لقد صدقتني ولم تخادعني ولم تألفني؟
– بالله لقد صدقتك وما بي إليك ولا إلى أحد منكم وحشة وإني لو لي ما سألت عنه.
– صدقتني.
ثم قلب جرجة الترس ومال مع خالد، وقال: علمني الإسلام فمال به خالد إلى فسطاطه فشن عليه قربة من ماء ثم صلى جرجة ركعتين وحملت الروم مع انقلابه على خالد إذ كانوا يظنون أن جرجة يحمل على المسلمين فأزالوا المسلمين عن مواقفهم فركب خالد معه جرجة والروم خلال المسلمين فتنادى الناس فثابوا وتراجعت الروم على مواقفهم.
استمرار القتال1
زحف خالد حتى تصافح الجيشان بالسيوف فضرب فيهم خالد وجرجة من ارتفاع النهار إلى الغروب ثم أصيب جرجة ولم يصل صلاة سجد فيها إلا الركعتين اللتين أسلم عليهما وصلى

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/337، المنتظم: 4/120.

ص -87- الناس الأولى والعصر إيماء وتضعضع الروم ونهض خالد بالقلب حتى كان بين خيلهم ورجلهم ففر الفرسان إلى الصحراء وبقي المشاة فاقتحم المسلمون خندقهم فهوى فيها المقترنون بالسلاسل والعمائم وغيرهم وقتلوا وقتل الفيقار وأشراف الروم وكان عدد من تهافت في الخندق 120.000 منهم 80.000 مقرن 40.000 مطلق سوى من قتل في المعركة من الفرسان والمشاة.
ولما انهزمت الروم كان هرقل بحمص فنادى بالرحيل عنها قريبا وجعلها بينه وبين المسلمين وأمر عليها أميرا كما أمر على دمشق.
قتلى المسلمين
أصيب من المسلمين 3000 منهم :
عكرمة وابنه عمرو، سلمة بن هشام، وعمرو بن سعيد، أبان بن سعيد وأثبت خالد بن سعيد فلا يدري أين مات بعد، جندب بن عمرو، الطفيل بن عمرو، طليب بن عمير، هشام بن العاص، عياش بن أبي ربيعة، سعيد بن الحارث بن قيس بن عدي السهمي، نعيم بن عبد الله النحام العدوي، النصير بن الحارث بن علقمة، أبو الروم بن عمير بن هاشم العبدري، وأصيبت عين أبي سفيان بن حرب في الموقعة فأخرج السهم من عينه أبو حثمة، وقد قاتل النساء ومنهن جويرية بنت أبي سفيان.
وقال خالد يومئذ :
الحمد لله الذي قضى على أبي بكر بالموت وكان أحب إلي من عمر والحمد لله الذي ولى عمر وكان أبغض إلي من أبي بكر ثم ألزمني حبه1.
وكان عمر ساخطا على خالد في خلافة أبي بكر كلها لوقعته بابن نويرة وما كان يعمل في حربه ولذا كان أول عمله عزل خالد، وقال لا يلي لي عملا أبدا2، ثم إن عمر رضي الله عنه لما رأى انتصارات خالد الباهرة وانقياد المسلمين له في جميع الوقائع واستماتتهم بين يديه خشي أن يفتتن الناس به وربما تحدثه نفسه فيشق عصا المسلمين، وروى أن عمر استدعاه بعد عزله إلى المدينة فعاتبه خالد، فقال له عمر: ما عزلتك لريبة3 فيك ولكن افتتن بك الناس فخفت أن تفتتن بالناس.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/339.
2- تاريخ الطبري: 2/356، البداية والنهاية: 7/18.
3- الريب: الشك.

ص -88- المثنى بالعراق
بعد رحيل خالد بن الوليد، النصف الأول من سنة 13هـ “آذار مارس – آب أغسطس سنة 634م”1
لم يكن خالد بن الوليد مطمئنا على حالة العراق بعد أن نقص عدد الجيش فأرسل المرضى والنساء والأطفال إلى بلادهم . وبذل المثنى ما في وسعه بعد رحيل خالد عنه لتقوية ما بينه وبين الفرس من جهة العاصمة وقد تولى أمر الفرس بعد مسير خالد بقليل شهر براز بن أردشير بن شهريار سابور ففكر في طرد المسلمين فجند جيشا قويا مؤلفا من 10.000 مقاتل تحت قيادة هرمز جاذويه وخرج المثنى من الحيرة نحوه وكان عدد جيشه أقل كثيرا من جيش الفرس وعلى مجنبتيه المعنى ومسعود أخواه فأقام ببابل وأقبل هرمز نحوه.
ولما كان ملك الفرس واثقا من النصر أرسل إلى المثنى كتابا قبيحا قال فيه :
إني بعثت إليكم جندا من وحش أهل فارس إنما هم رعاة الدجاج والخنازير ولست أقاتلك إلا بهم.
فكتب إليه المثنى :
إنما أنت أحد رجلين إما باغ فذلك شر لك وخير لنا وإما كاذب فأعظم الكاذبين فضيحة عند الله وعند الناس الملوك، وأما الذي يدلنا عليه الرأي فإنكم إنما اضطررتم إليهم فالحمد لله الذي رد كيدكم إلى رعاة الدجاج والخنازير.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/344، البداية والنهاية: 7/16، المنتظم: 4/124.

ص -89- موقعة بابل1 صيف سنة 13هـ – سنة 634 م
وبعد أن أرسل المثنى هذا الرد إلى شهر براز زحف للقاء هرمز ببابل تاركا بالحيرة قوة صغيرة فاقتتلوا قتالا شديدا وكان على جيش الفرس فيل كبير يفرق جموع المسلمين فأحاط به المثنى ومعه ناس وتمكنوا من قتله، فانهزم الفرس وتبعهم جيش المثنى إلى أبواب المدائن عاصمة الفرس يقتلونهم، وفي ذلك يقول عبدة بن الطبيب السعدي وكان عبدة قد هاجر لمهاجرة حليلة له حتى شهد موقعة بابل فلما آيسته رجع إلى البادية فقال من قصيدة له :

هل حبل خولة بعد البين موصول أم أنت عنها بعيد الدار مشغول

للأحبة أيام تذكرها وللنوى قبل يوم البين تأويل

حلت خويلة في حي عهدتهم دون المدائن فيها الديك والفيل

يقارعون رؤوس العجم ضاحية منهم فوارس لا عزل ولا ميل

وقال الفرزدق يعدد بيوتات بكر بن وائل وذكر المثنى وقتله الفيل :

وبيت المثنى قاتل الفيل عنوة ببابل إذ في فارس ملك بابل

المثنى يطلب النجدة من أبي بكر2
لما انهزم هرمز جاذويه قتل الجند ملكهم شهر براز واختلفت أهل فارس وبقي ما دون دجلة بيد المثنى فاضطر أن يحمي حدودا شاسعة لم تكن جنوده تكفي لحمايتها ثم اجتمعت الفرس على ابنة كسرى واسمها: دخت زنان لكنها ما لبثت أن خلعت وتولى الملك سابور بن شهر براز إلا أنه قتل وملكت آزرمي دخت وهذا الخلاف والغدر أديا إلى إضعاف السلطة الحاكمة في فارس ولم يكن هناك ما يخشاه المثنى كثيرا ولكنه على كل حال كان في حاجة إلى حماية الحدود كما قلنا، فكتب إلى أبي بكر يستمده ويستأذنه في الاستعانة بمن حسنت توبته من المرتدين لأنهم أنشط في القتال من غيرهم، فلما أبطأ خبر أبي بكر على المثنى استخلف على المسلمين بشير بن الخصاصية وسار إلى المدينة إلى أبي بكر فلما قدم المدينة وجد أبا بكر مريضا فاستدعى أبو بكر عمر وقال له :
إني لأرجو أن أموت يومي هذا – وذلك يوم الاثنين – وإذا مت فلا تمسين حتى تندب الناس مع

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 7/17.
2- الثقات: 3/14، تهذيب التهذيب: 7/82، تقريب التهذيب: 1/380، تهذيب الكمال: 19/283، الإكمال للحسنين: 1/91، الاستيعاب: 1/132، الإصابة: 1/44، الطبقات الكبرى: 3/275،

ص -90- المثنى وإن تأخرت إلى الليل فلا تصبحن حتى تندب الناس مع المثنى ولا يشغلنكم مصيبة وإن عظمت عن أمر دينكم ووصية ربكم وقد رأيتني متوفى رسول الله صلى الله عليه وسلم وما صنعت وما أصيب الخلق بمثله، وبالله لو أني أني عن أمر الله وأمر رسوله لخذلنا ولعقبنا فاضطرمت المدينة نارا وإذا فتح الله على أمراء الشام فاردد أصحاب خالد إلى العراق فإنهم أهله وولاة أمره وحده وأهل الدراوة بهم والجراءة عليهم.
وقال عمر متأثرا برقة كلام أبي بكر وهو على فراش الموت: قد علم أبو بكر أنه يسوءني أن أؤمر خالدا فلهذا أمرني أن أرد أصحاب خالد وترك ذكره معهم.
ومات أبو بكر ليلا فدفنه عمر ودعا الناس مع المثنى1.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/345.

ص -91- وفاة أبي بكر الصديق1 رضي الله عنه 22 جمادى الآخرة سنة 13هـ “23 آب أغسطس سنة 634م”
توفي أبو بكر رضي الله عنه لثمان بقين من جمادى الآخرة ليلة الثلاثاء بين المغرب والعشاء وهو ابن ثلاث وستين سنة وكان قد سمه اليهود في أرز وقيل في حريرة وهي الحساء فأكل هو والحارث بن كلدة وقال لأبي بكر: أكلنا طعاما مسموما سم سنة فماتا بعده بسنة وقيل: إنه اغتسل وكان يوما باردا فحم خمسة عشر يوما لا يخرج إلى الصلاة فأمر عمر أن يصلي بالناس.
ولما مرض قال له الناس: ألا ندعو الطبيب؟ فقال: أتاني وقال لي: أنا فاعل ما أريد فعلموا مراده وسكتوا عنه ثم مات.
وكانت خلافته سنتين وثلاثة أشهر وعشر ليال وأوصى أن تغسله زوجته أسماء بنت عميس وابنه عبد الرحمن وأن يكفن في ثوبيه ويشتري معهما ثوب ثالث، وقال: الحي أحوج إلى الجديد من الميت إنما هو للمهلة والصديد، غسلت أبا بكر زوجته أسماء ثم خرجت فسألت من حضرها من المهاجرين فقالت إني صائمة وهذا يوم شديد البرد فهل علي غسل؟ قالوا: لا، وقد روي أنه اغتسل في يوم بارد فحم فمن ذلك يتبين: أن الجو كان باردا في هذه الأيام فإنه حم بسبب استحمامه في يوم بارد، كذلك غسل في يوم بارد لذلك نرجح أن سبب وفاته: كان تأثره بالبرد لا بسبب السم الذي قيل إن اليهود دسوه له في الحساء لأن حادثة السم المزعومة كانت قبل وفاته بسنة، ودفن ليلة وفاته وصلى عليه عمر بن الخطاب وكبر عليه أربعا في مسجد رسول الله صلى الله عليه وسلم بين القبر والمنبر ودخل قبره ابنه عبد الرحمن وعمر وعثمان وطلحة وجعل رأسه عند كتفي النبي صلى الله عليه وسلم وألصقوا لحده بلحد النبي صلى الله عليه وسلم وجعل قبره مثل قبره مسطحا وناحت عليه عائشة والنساء فنهاهن عن البكاء عمر فأبين فقال لهشام بن الوليد: ادخل فأخرج علي ابنة أبي قحافة، فأخرج إليه أم فروة بنت أبي قحافة أخت أبي بكر فعلاها بالدرة2 ضربات فتفرق النوح حين سمعن ذلك، وكان آخر ما تكلم به: توفني مسلما وألحقني بالصالحين وكانت عائشة رضي الله عنها تمرضه.
أبو بكر يستشير أصحابه في عمر3
عقد أبو بكر في مرضه الذي توفي فيه لعمر بن الخطاب عقد الخلافة من بعده ولما أراد العقد له دعا عبد الرحمن بن عوف، فقال: أخبرني عن عمر، فقال يا خليفة رسول الله: هو والله أفضل من رأيك فيه من رجل ولكن فيه غلظة، فقال أبو بكر: ذلك لأنه يراني رقيقا ولو أفضى الأمر إليه لترك

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبري: 2/344، المنتظم: 4/124.
2- الدرة: السوط يضرب به السلطان.
3- تاريخ الطبري: 2/355، الرياض النضرة: 2/242، تاريخ الخلفاء: ص82، الطبقات الكبرى: 3/199، المنتظم: 4/125.

ص -92- كثيرا مما هو عليه، ويا أبا محمد قد رمقته فرأيتني إذا غضبت على الرجل في الشيء أراني الرضا عنه وإذا لنت أراني الشدة عليه لا تذكر يا أبا محمد مما قلت لك شيئا، قال: نعم.
ثم دعا عثمان بن عفان فقال: يا أبا عبد الله أخبرني عن عمر، قال: أنت أخبر به، فقال أبو بكر: علي ذلك يا أبا عبد الرحمن، قال: اللهم علمي به أن سريرته خير من علانيته وأن ليس فينا مثله.
قال أبو بكر: يا أبا عبد الله لا تذكر مما ذكرت لك شيئا، قال: أفعل، فقال أبو بكر: لو تركته ما عدوتك وما أدري لعله تاركه والخيرة له أن لا يلي من أموركم شيئا ولوددت أني كنت خلوا من أموركم وأني كنت فيمن مضى من سلفكم، يا أبا عبد الله لا تذكر مما قلت لك من أمر عمر ولا مما دعوتك له شيئا.
ودخل على أبي بكر طلحة بن عبيد الله، فقال: استخلفت على الناس عمر وقد رأيت ما يلقى الناس منه وأنت معه فكيف به إذا خلا بهم وأنت لاق ربك فسائلك عن رعيتك؟ فقال أبو بكر: وكان مضطجعا أجلسوني، فأجلسوه، فقال طلحة: أبالله تفرقني أو بالله تخوفني إذا لقيت الله ربي فساءلني قلت: استخلفت على أهلك خير أهلك؟
وأشرف أبو بكر على الناس من حظيرته وأسماء بنت عميس ممسكته موشومة اليدين وهو يقول :
أترضون بمن أستخلف عليكم فإني والله ما ألوت1 من جهد الرأي ولا وليت ذا قرابة وإني قد استخلفت عمر بن الخطاب فاسمعوا له وأطيعوا فقالوا: سمعنا وأطعنا.
قال الواقدي: دعا أبو بكر عثمان خاليا، فقال له أكتب: بسم الله الرحمن الرحيم، هذا ما عهد به أبو بكر بن أبي قحافة إلى المسلمين، أما بعد ثم أغمي عليه فذهب عنه، فكتب عثمان: أما بعد فإني أستخلف عليكم عمر بن الخطاب ولم آلكم خيرا ثم أفاق أبو بكر فقال: اقرأ علي فقرأ عليه فكبر أبو بكر وقال :
أراك خفت أن يختلف الناس إن مت في غشيتي2 قال: نعم، قال: جزاك الله خيرا عن الإسلام وأهله وأقرها أبو بكر رضي الله عنه من هذا الموضع3، فأبو بكر كان يرى ويعتقد أن عمر بن الخطاب خير من يتولى الخلافة بعده مع شدته، والحقيقة أنه كان كذلك.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- ألوت: قصرت.
2- غشيتي: أي: إغمائي.
3- تاريخ الطبري: 2/353، المنتظم: 4/126.

ص -93- وصية أبي بكر لعمر بن الخطاب1
ثم أحضر أبو بكر عمر فقال له :
إني قد استخلفتك على أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم وأوصاه بتقوى الله ثم قال :
يا عمر إن لله حقا بالليل ولا يقبله بالنهار وحقا بالنهار ولا يقبله بالليل وأنه لا يقبل نافلة حتى تؤدي الفريضة، ألم تر يا عمر أنما ثقلت موازين من ثقلت موازينه يوم القيامة باتباعهم الحق وثقله عليهم وحق لميزان لا يوضع فيه غدا إلا حق أن يكون ثقيلا، ألم تر يا عمر إنما خفت موازين من خفت موازينه يوم القيامة باتباعهم الباطل وخفته عليهم . وحق لميزان لا يوضع فيه إلا الباطل أن يكون خفيفا، ألم تر يا عمر إنما نزلت آية الرخاء مع الشدة وآية الشدة مع آية الرخاء، ليكون المؤمن راغبا راهبا لا يرغب رغبة يتمنى فيها على الله ما ليس له ولا يرهب رهبة يلقى فيها بيديه، ألم تر يا عمر إنما ذكر الله أهل النار بأسوأ أعمالهم، فإذا ذكرتهم قلت: إني لأرجو ألا أكون منهم وإنه إنما ذكر أهل الجنة بأحسن أعمالهم لأنه تجاوز لهم عما كان من سيئ فإذا ذكرتهم قلت: أين عملي من أعمالهم فإذا حفظت وصيتي فلا يكونن غائب أحب إليك من حاضر من الموت ولست بمعجزة2.
خطبة علي في تأبين أبي بكر3
لما سمع علي رضي الله عنه خبر وفاة أبي بكر جاء باكيا مسرعا مسترجعا حتى وقف بالباب وهو يقول :
رحمك الله يا أبا بكر كنت والله أول القوم إسلاما وأخلقهم إيمانا وأشدهم يقينا وأعظمهم غنى وأحفظهم على رسول الله صلى الله عليه وسلم وأحدبهم4 على الإسلام وأحماهم عن أهله وأنسبهم برسول الله خلقا وفضلا وهديا وصمتا فجزاك الله عن الإسلام وعن رسول الله وعن المسلمين خيرا صدقت رسول الله حين كذبه الناس وواسيته حين بخلوا وقمت معه حين قعدوا وسماك الله في كتابه صديقا، فقال: {وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ } يريد محمدا ويريدك، كنت والله للإسلام حصنا وللكافرين ناكبا لم تضلل حجتك ولم تضعف بصيرتك ولم تجبن نفسك كالجبل لا تحركه العواصف ولا تزيله القواصف كنت كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ضعيفا في بدنك قويا في دينك متواضعا في نفسك عظيما عند الله جليلا في الأرض كبيرا عند المؤمنين لم يكن لأحد عندك مطمع ولا هوى فالضعيف عندك قوي والقوي عندك ضعيف حتى تأخذ الحق من القوي وتعطيه للضعيف فلا حرمنا الله أجرك ولا أضلنا بعدك.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- الرياض النضرة: 2/244-245.
2- الثقات:2/193.
3- الرياض النضرة: 2/249.
4- أحدبهم: أعطفهم وأشفقهم.

ص -94- خطبة ابنته عائشة في تأبينه12
نضر الله يا أبت وجهك وشكر لك صالح سعيك فلقد كنت للدنيا مذلا بإدبارك عنها وللآخرة معزا بإقبالك عليها ولئن كان أعظم المصائب بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم رزؤك3 وأكبر الأحداث بعده فقدك إن كتاب الله عز وجل ليعدنا بالصبر عنك حسن العوض وأنا منتجزة من الله موعده فيك بالصبر عنك ومستعينة كثرة الاستغفار لك فسلم الله عليك توديع غير قالية4 لحياتك ولا زارية5 على القضاء فيك.
اعتراف أبي بكر6
قال أبو بكر: إني لا آسي على شيء من الدنيا إلا على ثلاث فعلتهن وددت لو أني تركتهن، وثلاث تركتهن وددت لو أني فعلتهن وثلاث وددت أني سألت عنهن رسول الله صلى الله عليه وسلم.
فأما الثلاث اللاتي وددت أني تركتهن فوددت أني لم أكشف بيت فاطمة عن شيء وإن كانوا قد غلقوه على الحرب ووددت أني لم أكن حرقت الفجاءة السلمى وأني كنت قتلته سريحا أو خليته نجيحا، ووددت أني يوم سقيفة بني ساعدة كنت قد قذفت الأمر في عنق أحد الرجلين – يريد عمر وأبا عبيدة – فكان أحدهما أميرا وكنت وزيرا.
أما اللاتي تركتهن فوددت أني يوم أتيت بالأشعث بن قيس أسيرا كنت ضربت عنقه؛ فإنه تخيل إلي أنه لا يرى شرا إلا أعان عليه، ووددت أني حين سيرت خالد بن الوليد إلى أهل الردة كنت أقمت بذي القصة فإن ظفر المسلمون ظفروا وإن هزموا كنت بصدد لقاء أو مدد أو وددت أني كنت إذ وجهت خالد بن الوليد إلى الشام كنت وجهت عمر بن الخطاب إلى العراق فكنت بسطت يدي كلتيهما في سبيل الله ومد يديه.
ووددت أني كنت سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم لمن هذا الأمر فلا ينازعه أحد ووددت أني كنت سألته هل للأنصار في هذا الأمر نصيب ووددت أني كنت سألته عن ميراث ابنة الأخ والعمة فإن في نفسي منهما شيئا.
عمل أبي بكر ومنزله مدة خلافته7
كان أبو بكر قبل أن يشتغل بأمور المسلمين تاجرا وكان منزله بالسنح8 عند زوجته حبيبة ثم تحول إلى المدينة بعدما بويع له بستة أشهر وكان يغدو على رجليه إلى المدينة وربما ركب على فرس

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- التأبين: الثناء على الرجل بعد موته.
2- الرياض النضرة: 2/253.
3- رزؤك: مصيبتك.
4- قالية: كارهة.
5- زارية: عاتبة، معيبة.
6- تاريخ الطبري: 2/353.
7- تاريخ الطبري: 2/354، الطبقات الكبرى: 3/186، المنتظم: 4/72.
8- السنح: من ضواحي المدينة.

ص -95- وعليه إزار ورداء ممشق فيوافي المدينة فيصلي الصلوات بالناس فإذا صلى العشاء رجع إلى أهله بالسنح فكان إذا حضر صلى بالناس وإذا لم يحضر صلى بهم عمر بن الخطاب فكان يقيم يوم الجمعة صدر النهار بالسنح يصبغ رأسه ولحيته ثم يروح لقدر يوم الجمعة فيجمع الناس وكان رجلا تاجرا فكان يغدو كل يوم إلى السوق فيبيع ويبتاع وكانت له قطعة غنم تروح عليه وربما خرج هو بنفسه فيها وربما كفيها فرعيت له وكان يحلب للحي أغنامهم فلما بويع له بالخلافة قالت جارية من الحي الآن لا تحلب لنا منائح1 دارنا فسمعها أبو بكر فقال: بلى لعمري لأحلبنها لكم وإني لأرجو أن لا يغيرني ما دخلت فيه من خلق كنت عليه فكان يحلب لهم.
ثم نظر أبو بكر في أمره فقال: لا والله ما تصلح أمر الناس التجارة وما يصلحهم إلا التفرغ لهم والنظر في شأنهم ولا بد لعيالي مما يصلحهم فترك التجارة وأنفق من مال المسلمين ما يصلحه ويصلح عياله يوما بيوم ويحج ويعتمر وكان الذي فرضوا له في كل سنة 6000 درهم فلما حضرته الوفاة قال: ردوا ما عندنا من مال المسلمين فإني لا أصيب من هذا المال شيئا وإن أرضي التي بمكان كذا وكذا للمسلمين بما أصبت من أموالهم فدفع ذلك إلى عمر ودفع إليه بعيرا وعبدا وقطيفة ما تساوي خمسة دراهم، فقال عمر: لقد أتعب من بعده.
وحسبوا ما أنفقه على أهله من بيت المال فوجدوه 8000 درهم في ولايته وكان يوزع الصدقات على الفقراء وعلى تجهيز الجيوش، كذلك كان يوزع غنائم الحرب على الناس حال وصولها أو في صباح اليوم التالي ولم يكن له حرس يحرسونه وكان يستشير عمر بن الخطاب.
بيت مال المسلمين2
كان لأبي بكر الصديق بيت مال بالسنح معروف ليس يحرسه أحد فقيل له: يا خليفة رسول الله ألا تجعل على بيت المال من يحرسه؟ فقال: لا يخاف عليه، فقيل له: لم؟ قال: عليه قفل، وكان يعطي ما فيه حتى لا يبقى فيه شيء، فلما تحول أبو بكر إلى المدينة حوله فجعل بيت ماله في الدار التي كان فيها وكان يسوي بين الناس في القسم: الحر والعبد والذكر والأنثى والصغير والكبير فيه سواء.
ولما توفي ودفن دعا عمر بن الخطاب الأمناء ودخل بهم بيت المال ومعه عبد الرحمن بن عوف وعثمان بن عفان وغيرهما ففتحوا بيت المال فلم يجدوا فيه دينارا ولا درهما فترحموا على أبي بكر، وكان بالمدينة وزان على عهد رسول الله وكان يزن ما كان عند أبي بكر من مال فسئل الوزان: كم بلغ ذلك المال الذي ورد على أبي بكر ؟ فقال: مائتي ألف.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- المنائح: وهي منحة اللبن كالناقة أو الشاة تعطيها غيرك يحتلبها ثم يردها عليك.
2- تاريخ الخلفاء: 1/79، الطبقات الكبرى: 3/213.

ص -96- حج أبي بكر1
استعمل أبو بكر على الحج سنة 11هـ عمر بن الخطاب ثم اعتمر أبو بكر في رجب سنة 12هـ ثم رجع إلى المدينة، فلما كان وقت الحج سنة 12هـ حج أبو بكر بالناس تلك السنة وأفرد الحج واستخلف على المدينة عثمان بن عفان.
جمع القرآن2
كان أبو بكر الصديق أعلم الصحابة بالقرآن لأن رسول الله قدمه إماما للصلاة بالصحابة مع قوله: ” يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله “3 وقال: ” لا ينبغي لقوم فيهم أبو بكر أن يؤمهم غيره 4″.
ولما رأى كثرة من قتل من كبارالصحابة باليمامة أمر بجمع القرآن من أفواه الرجال وجريد النخل والجلود وترك ذلك المكتوب عند حفصة بنت عمر رضي الله عنها زوجة رسول الله صلى الله عليه وسلم.
جاء في صحيح البخاري5 عن زيد بن ثابت قال: أرسل إلي أبو بكر مقتل أهل اليمامة وعنده عمر، فقال: إن عمر أتاني فقال: إن القتل قد استحر يوم اليمامة بالناس وإني لأخشى أن يستحر القتل بالقراء في المواطن فيذهب كثير من القرآن إلا أن يجمعوه وإني لأرى أن يجمع القرآن، قال أبو بكر: فقلت لعمر كيف أفعل شيئا لم يفعله رسول الله صلى الله عليه وسلم؟ فقال عمر: هو والله خير، فلم يزل عمر يراجعني فيه حتى شرح الله لذلك صدري فرأيت الذي رأى عمر، قال زيد: وعمر عنده جالس لا يتكلم، فقال أبو بكر: إنك شاب عاقل ولا نتهمك وقد كنت تكتب الوحي لرسول الله صلى الله عليه وسلم فتتبع القرآن فأجمعه، فوالله لو كلفني نقل جبل ما كان أثقل علي مما كلفني به من جمع القرآن، فقلت: كيف تفعلان شيئا لم يفعله رسول الله صلى الله عليه وسلم؟ فقال أبو بكر: هو والله خير، فلم أزل أراجعه حتى شرح الله صدري للذي شرح صدر أبي بكر وعمر، فتتبعت القرآن أجمعه من الرقاع والأكتاف والعسب وصدور الرجال حتى وجدت من سورة التوبة آيتين مع خزيمة بن ثابت لم أجدهما مع غيره {لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ } إلى آخرها، فكانت الصحف التي فيها القرآن عند أبي بكر حتى توفاه الله ثم عند عمر حتى توفاه الله ثم عند حفصة بنت عمر رضي الله عنها.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الخلفاء: 1/80، الطبقات الكبرى: 3/177.
2- الرياض النضرة: 2/174، تاريخ الخلفاء: 1/41، الكامل: 3/8، سير أعلام النبلاء: 2/431، البداية والنهاية: 6/353، المنتظم: 5/216.
3- أخرجه ابن حبان في كتاب”الصحيح” ” الحديث: 2133″، وأخرجه ابن خزيمة في كتاب” الصحيح” ” الحديث: 1507″.
4- أخرجه الترمذي في كتاب” السنن” ” الحديث: 3673.
5- الحديث: 4402.

ص -97- قضاته وكتابه وعماله1
لما ولي أبو بكر قال أبو عبيدة: أنا أكفيك بيت المال، وقال له عمر: أنا أكفيك القضاء فمكث عمر سنة لا يأتيه رجلان.
وكان يكتب له علي بن أبي طالب وزيد بن ثابت وعثمان بن عفان فإن غابوا كان يكتب له من حضر.
وكان عامله على مكة: “عتاب بن أسيد”2 وقد أسلم عتاب يوم الفتح واستعمله رسول الله على مكة حين انصرف عنه بعد الفتح وسنه يومئذ عشرون سنة، قيل: إنه توفي في اليوم الذي توفي فيه أبو بكر، وكان رجلا صالحا فاضلا.
وكان على الطائف: “عثمان بن أبي العاص “3 استعمله رسول الله على الطائف وأقره أبو بكر وعمر رضي الله عنهما، روى له عن رسول الله تسعة أحاديث، روى مسلم ثلاثة منها واستعمله عمر على عمان والبحرين ثم نزل البصرة، توفي في خلافة معاوية وله عقب كثير أشراف.
وكان على صنعاء: “المهاجر بن أمية “4 وهو أخو أم سلمة أم المؤمنين، وله في قتال المرتدين باليمن آثار كثيرة مر ذكرها.
وكان على حضرموت: “زياد بن لبيد الأنصاري “5 أقام مع رسول الله بمكة حتى هاجر فكان يقال له: مهاجري أنصاري، شهد العقبة وبدرا وأحدا والخندق والمشاهد كلها مع رسول الله واستعمله رسول الله على حضرموت.
وعلى خولان: “يعلى بن أمية “6 ويقال له يعلى بن منية وهي أمه أسلم يوم فتح مكة وشهد حنينا والطائف وتبوك مع رسول الله روى له عن رسول الله 28 حديثا، اتفق البخاري ومسلم على ثلاث منها وقتل بصفين سنة 37 هـ.
وعلى زبيد ورمع: “أبو موسى الأشعري “7 : قدم على رسول الله بمكة قبل هجرته إلى المدينة فأسلم ثم هاجر إلى الحبشة ثم هاجر إلى رسول الله مع أصحاب السفينتين بعد فتح خيبر فأسهم له منها ولم يسهم منها لأحد غاب عن فتحها غيره . وكان حسن الصوت استعمله رسول الله على زبيد وعدن وساحل اليمن، روي له عن رسول الله 360 حديثا، اتفق البخاري ومسلم منها على 50 وانفرد البخاري بخمسة عشر، توفي بمكة وقيل: بالكوفة سنة 50هـ وهو ابن 63 سنة.
وعلى الجند: “معاذ بن جبل “8 كان معاذا فقيها فاضلا صالحا، أسلم وهو ابن ثماني عشرة

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- تاريخ الطبرى: 2/351- 352.
2- معجم الصحابة: 2/270.
3- معجم الصحابة: 2/256.
4- الإصابة: 6/228.
5- الاستيعاب: 2/533.
6- معجم الصحابة: 3/219.
7- الاستيعاب: 4/1762.
8- معجم الصحابة: 2/234.

ص -98- سنة مع السبعين من الأنصار ثم شهد بدرا وأحدا والخندق والمشاهد كلها مع رسول الله روي له عن رسول الله 157حديثا اتفق البخاري ومسلم على حديثين منها وانفرد البخاري بثلاثة ومسلم بحديث، توفي في عمواس بالشام سنة 18هـ وهو ابن 33 سنة وهو من الأربعة الذين جمعوا القرآن على عهد رسول الله أرسله رسول الله إلى اليمن يدعوه إلى الإسلام وشرائعه، وهو أحد الذين كانوا يفتون على عهد رسول الله.
وعلى البحرين: “العلاء بن الحضرمي “1 ولاه النبي صلى الله عليه وسلم البحرين وتوفي النبي صلى الله عليه وسلم وهو عليها فأقره أبو بكر ثم عمر، توفي سنة 14 واليا عليها وكان مجاب الدعوة وخاض البحر بكلمات قالهن، وكان له أثر عظيم في قتال أهل الردة في البحرين كما تقدم.
وبعث “جرير بن عبد الله “2 إلى نجران، روي له عن رسول الله 100 حديث اتفق البخاري ومسلم منها على ثمانية وانفرد البخاري بحديث ومسلم بستة، قدم على النبي صلى الله عليه وسلم سنة عشر من الهجرة في شهر رمضان فبايعه وأسلم . وكان عمر بن الخطاب يقول: جرير يوسف هذه الأمة لحسنه وكان طويلا يصل إلى سنام البعير يخضب لحيته بزعفران بالليل ويغسلها إذا أصبح واعتزل عليا ومعاوية وأقام بالجزيرة ونواحيها حتى توفي سنة 54هـ.
وبعث “عبد الله بن ثوب ” إلى جرش وهو عبد الله بن ثوب أبو مسلم الخولاني من كبار التابعين وكان فاضلا ناسكا له فضائل كثيرة أسلم قبل وفاة النبي صلى الله عليه وسلم.
بعث الأسود بن قيس بن ذي الخمار الذي تنبأ باليمن إلى أبي مسلم فلما جاءه قال: أتشهد أني رسول الله؟ قال: ما أسمع، قال: أتشهد أن محمدا رسول الله؟ قال: نعم، فرد ذلك عليه وفي كل مرة يقول مثل قوله الأول فأمر به فألقي في نار عظيمة فلم تضره فقيل له: أنفيه عنك وإلا أفسد عليك من اتبعك، قال: فأمره بالرحيل فأتى المدينة وقد قبض النبي صلى الله عليه وسلم واستخلف أبو بكر فأناخ أبو مسلم راحلته بباب المسجد ودخل المسجد فقام يصلي إلى سارية وبصر به عمر بن الخطاب فقام إليه، فقال: ممن الرجل؟ قال: من أهل اليمن.
قال: ما فعل الرجل الذي أحرقه الكذاب بالنار؟ قال: ذاك عبد الله بن ثوب، قال: أنشدك الله أنت هو؟ قال: اللهم نعم، فاعتنقه عمر وبكى ثم ذهب به حتى أجلسه فيما بينه وبين أبي بكر وقال: الحمد لله الذي لم يمتني حتى أراني من أمة محمد من فعل به ما فعل بإبراهيم خليل الله صلى الله عليه وسلم أسد الغابة.
وبعث “عياض بن غنم “3 إلى دومة الجندل، أسلم عياض قبل الحديبية وشهدها وكان صالحا فاضلا جوادا، وكان يسمى: زاد الركاب يطعم الناس زاده فإذا نفد الزاد نحر لهم بعيره، توفي بالشام سنة 20هـ وهو ابن 60 سنة.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- الاستيعاب: 3/1066.
2- الاستيعاب: 3/1234.
3- الإصابة: 1/475.

ص -99- وكان بالشام “أبو عبيدة بن الجراح1 وشرحبيل بن حسنة “2 أسلم شرحبيل قديما وأخواه لأمه جنادة وجابر، هاجروا إلى الحبشة ثم إلى المدينة، توفي في طاعون عمواس سنة 18هـ وله 67 سنة، أصيب هو وأبو عبيدة رضي الله عنهما في يوم واحد.
وكان بالشام أيضا عمرو بن العاص ويزيد بن أبي سفيان، وكان يقال ليزيد يزيد الخير، أسلم يوم الفتح وشهد حنينا وأعطاه رسول الله صلى الله عليه وسلم 100 بعير وأربعين أوقية يومئذ، فلما استخلف عمر ولاه فلسطين وناحيتها، مات في طاعون عمواس سنة 18هـ.
وكان على العراق المثنى بن حارثة الشيباني.

خاتم أبي بكر3
كان نقش خاتمه: نعم القادر الله.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- الإصابة: 7/269.
2- معجم: الصحابة: 1/329.
3- تاريخ الخلفاء: ص107، تاريخ الطبري: 2/352، الطبقات الكبرى: 3/211، المنتظم: 4/55.

ص -100- حكم أبي بكر وكلماته
1- احرص على الموت توهب لك الحياة.
2- إذا استشرت فاصدق الحديث تصدق المشورة ولا تحزن عن المشير خبرك فتؤتى من قبل نفسك.
3- إذا فاتك خير فأدركه وإن أدركك فاسبقه.
4- أربع من كن فيه كان من خيار عباد الله: من فرح بالتائب واستغفر للمذنب ودعا المدبر، وأعان المحسن.
5- أصلح نفسك يصلح لك الناس.
6- أكيس الكيس التقوى وأحمق الحمق الفجور وأصدق الصدق الأمانة وأكذب الكذب الخيانة.
7- إن أقواكم عندي الضعيف حتى آخذ له بحقه وإن أضعفكم عندي القوي حتى آخذ منه الحق.
8- إن الله قرن وعده بوعيده ليكون العبد راغبا راهبا.
9- إن الله يرى من باطنك ما يرى من ظاهرك.
10- إن العبد إذا دخله العجب بشيء من زينة الدنيا مقته الله تعالى حتى يفارق تلك الزينة.
11- إن عليك من الله عيونا تراك.
12- إن كثير الكلام ينسى بعضه بعضا.
13- إن كل من لم يهده الله ضال، وكل من لم يعافه الله مبتلي، وكل من لم يعنه الله مخذول، فمن هدى الله كان مهتديا، ومن أضله الله كان ضالا.
14- ثلاث من كن فيه كن عليه: البغي والنكث والمكر.
15- حق لميزان يوضع فيه الحق أن يكون ثقيلا وحث لميزان يوضع فيه الباطل أن يكون خفيفا.
16- خير الخصلتين لك أبغضهما إليك.
17- ذل قوم أسندوا رأيهم إلى امرأة.
18- رحم الله أمرأ أعان أخاه بنفسه.
19- صنائع المعروف تقي مصارع السوء.
20- لا خير في خير بعده نار ولا شر في شر بعده الجنة.

ص -101- 21- لا دين لأحد لا إيمان له ولا أجر لمن لا حسبة له ولا عمل لمن نية له.
22- لا يكونن قولك لغوا في عفو ولا عقوبة.
23- ليتني كنت شجرة تعضد ثم تؤكل.
24- ليست مع العزاء مصيبة.
25- الموت أهون مما بعده وأشد مما قبله.
وكان يأخذ بطرف لسانه ويقول :
26- هذا الذي أوردني الموارد.
27- قال رجل لأبي بكر رضي الله عنه: والله لأسبنك سبا يدخل القبر معك فقال: معك يدخل لا معي.
هذه بعض كلمات أبي بكر الصديق التي عثرنا عليها، ومع ذلك فإنه كان قليل الكلام طويل الصمت كثير العبادة، كذلك لم يرو عنه من الأحاديث إلا 42 حديثا مع تقدم صحبته وملازمته لرسول الله صلى الله عليه وسلم، وعندي أن ذلك لإيثاره الصمت وشدة الاحتياط فإنه كان يمسك لسانه ويقول: هذا الذي أوردني الموارد فهل يعتبر بذلك الذين يؤثرون الكلام على الصمت والقول على العمل؟ ؟.

ص -102- خاتمة في حياة خالد بن الوليد1
“سيف الله”
خالد بن الوليد بن المغيرة بن عبد الله بن عمرو بن مخزوم أبو سليمان وقيل: أبو الوليد، أمه: لبابة الصغرى وهي بنت الحارث بن حزن الهلالية وهي أخت ميمونة بنت الحارث زوج رسول الله وأخت لبابة الكبرى زوج العباس بن عبد المطلب عم النبي صلى الله عليه وسلم وهو ابن خالة أولاد العباس بن عبد المطلب الذين من لبابة.
هو البطل المشهور والفارس المأثور، صاحب الفتوحات العظيمة والغزوات الكثيرة وأشهر الفاتحين في الإسلام.
كان أحد أشراف قريش في الجاهلية وكان إليه القبة وأعنة الخيل في الجاهلية، أما القبة فكانوا يضربونها يجمعون فيها ما يجهزون به الجيش وأما الأعنة فإنه كان المقدم على خيل قريش في الحرب أي أنه كان قائد فرسانهم.
حارب المسلمين في غزوة أحد قبل إسلامه، ولما خالف الرماة أمر رسول الله وبرحوا مكانهم طمعا في الغنيمة ورأى خالد خلاء الجبل الذي كان فيه الرماة وقلة أهله أتى من خلف المسلمين وكر عليهم بالخيل وتبعه عكرمة بن أبي جهل فوقع الاختلاط فيهم إلا أن كفار قريش لم يجنوا ثمار انتصارهم فلم يحاولوا الهجوم على المدينة بل قفلوا راجعين إلى مكة.
وكان خالد من الذين يناوشون2 المسلمين هو وعمرو بن العاص غي غزوة الخندق وكان قائدا لفرسان قريش في الحديبية.
إسلامه3
كان خبر إسلام خالد أن عمرو بن العاص لما عاد من الحبشة بعد مقابلة النجاشي لقي خالد بن الوليد وهو مقبل من مكة، قال عمرو بن العاص: فقلت له أين يا أبا سليمان؟ قال والله لقد استقام الميسم – أي تبين الطريق وظهر الأمر – وأن الرجل لنبي، أذهب والله فأسلم فحتى متى؟ قلت: والله ما جئت إلا لأسلم فقدمنا المدينة على رسول الله فتقدم خالد بن الوليد.
قدم خالد هو وعمرو بن العاص وعثمان بن طلحة العبدري على رسول الله فلما رآهم صلى الله عليه وسلم قال

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- شذرات الذهب: 1/32، سير أعلام النبلاء: 1/209، تاريخ الطبري: 2/151، البداية والنهاية: 1/169، الطبقات الكبرى: 7/395، المنتظم: 4/314.
2- يناوشون: يقاتلون.
3- سير أعلام النبلاء: 3/60، البداية والنهاية: 4/142، المنتظم: 4/313.

ص -103- لأصحابه: “رمتكم مكة بأفلاذ كبدها”1 وذلك لرفعة شأنهم في قريش.
قال خالد بن الوليد: لما أراد الله عز وجل بي ما أراد من الخير قذف في قلبي الإسلام وحضر لي رشدي وقلت قد شهدت هذه المواطن كلها على محمد فليس موطن أشهده إلا أنصرف وأنا أرى في نفسي أني موضع في غير شيء وأن محمدا يظهر . فلما جاء لعمرة القضية تغيبت ولم أشهد دخوله وكان أخي الوليد بن الوليد دخل معه فطلبني فلم يجدني فكتب إلي كتابا فإذا فيه :2
بسم الله الرحمن الرحيم، أما بعد فإني لم أر أعجب من ذهاب رأيك عن الإسلام وعقلك عقلك أو مثل الإسلام يجهله أحد؟ قد سألني رسول الله صلى الله عليه وسلم عنك، فقال أين خالد؟ فقلت يأتي الله به، فقال: ما مثله يجهل الإسلام ولو كان يجعل نكايته مع المسلمين على المشركين كان خيرا له ولقدمناه على غيره، فاستدرك يا أخي قد فاتك من مواطن صالحة.
فلما جاءني كتابه نشطت للخروج وزادني رغبة في الإسلام وسرتني مقالة رسول الله صلى الله عليه وسلم ورأيت في المنام كأني في بلاد ضيقة جدبة فخرجت إلى بلاد خضراء واسعة، فلما أجمعت على الخروج إلى المدينة لقيت صفوان بن أمية فقلت: يا أبا وهب أما ترى أن محمدا ظهر على العرب والعجم؟ فلو قدمنا عليه واتبعناه فإن شرفه شرف لنا؟ فقال: لو لم يبق غيري ما اتبعته أبدا، فقلت هذا رجل قتل أخوه وأبوه ببدر، فلقيت عكرمة بن أبي جهل فقلت له: مثل ما قلت لصفوان فقال مثل الذي قال صفوان، قلت: فاكتم ذكر ما قلت لك، قال لا أذكره، ثم لقيت عثمان بن طلحة الحجبي، قلت: هذا لي صديق فأردت أن أذكر له، ثم ذكرت قتل أبيه طلحة وعمه عثمان وإخوته الأربعة: مسافع والجلاس والحارث وكلاب فإنهم قتلوا كلهم يوم أحد فكرهت أن أذكر له، ثم قلت له: إنما نحن بمنزلة ثعلب في حجر لو صب فيه ذنوب من الماء لخرج، ثم قلت له: ما قلت لصفوان وعكرمة فأسرع الإجابة وواعدني إن سبقني أقام بمحل كذا وإن سبقته إليه انتظرته فلم يطلع الفجر حتى التقينا فعدونا حتى انتهينا إلى الهدة – اسم محل – فوجدنا عمرو بن العاص بها ،فقال: مرحبا بالقوم فقلنا وبك قال أين مسيركم؟ قلنا: الدخول في الإسلام فقال: وذلك الذي أقدمني.
فوصلوا المدينة وقال خالد: فلبست من صالح ثيابي ثم عمدت إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فلقيت أخي فقال: أسرع فإن رسول الله صلى الله عليه وسلم قد سر بقدومكم وهو ينتظركم فأسرعنا المشي فأطلعت عليه فما زال رسول الله صلى الله عليه وسلم يبتسم حتى وقفت عليه، فسلمت عليه بالنبوة فرد علي السلام بوجه طلق فقلت: إني أشهد أن لا إله إلا الله وأنك رسول الله قال: “الحمد لله الذي هداك وقد كنت أرى لك عقلا رجوت أل يسلمك إلا إلى خير”3 قلت: يا رسول الله ادع الله يغفر تلك المواطن التي كنت أشهدها عليك، فقال صلى الله عليه وسلم: “الإسلام يجب ما كان قبله “4 وتقدم عثمان بن طلحة وعمرو فأسلما وقد شهد

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- الاستيعاب: 3/1185.
2 البداية والنهاية: 4/239.
3- الطبقات الكبرى: 4/252.
4- أخرجه أحمد في كتابه ” المسند ” ” الحديث: 4/198″، وذكره القرطبي في تفسيره ” الحديث: 1/200″

ص -104- رسول الله لخالد بالعقل كما ترى.
إن خالدا كما قلنا كان من رجال قريش المعدودين فكان أشجعهم قلبا عالما بفنون الحرب فارسا مغوارا لا يرهب الموت ولا تهوله كثرة الجيوش؛ لكنه مع ذلك أخفق في محاربة رسول الله ولم تنفعه شجاعته ولم تفده فروسيته لذلك كان يرى أنه في غير شيء إزاء رسول الله صلى الله عليه وسلم كما اعترف بنفسه، فماذا يعمل خالد وغير خالد أمام النبوة ورسول الله يمده الله سبحانه وتعالى بالقوى الظاهرة والباطنة وتقع على يديه المعجزات الباهرة التي دونها بطولة الأبطال وشجاعة الشجعان وعلوم الخلق كافة ويبشره الله بالنصر والفتح المبين!؟ وماذا يفعل وهو يرى انتشار الإسلام ودخول الناس في دين الله أفواجا، وقد ألفى نفسه وحيدا كعمرو بن العاص لا يقدر على عمل شيء، هذا وقد كان رسول الله يعرف الرجال ويقدرهم ولذلك كان يرجو أن يهدي الله خالدا إلى الإسلام ويجعل نكايته مع المسلمين على المشركين فنصحه أخوه الوليد الذي سبقه إلى الإسلام أن يسلم فأثر فيه النصح بعد أن فكر في مواقفه الماضية وفكر في كرامته فبادر إلى الدخول في الإسلام تكفيرا عن سيئاته وإراحة لضميره وصونا لكرامته وقد صدقت فيه فراسة رسول الله كما صدقت فراسته في عمر بن الخطاب فإن خالدا بعد أن أسلم دافع عن الإسلام دفاعا مجيدا قل أن يحدث مثله في تاريخ العالم، وقد شهد له بذلك الصحابة والأمم التي حاربها من فرس وروم واعترف له علماء التاريخ بالكفاية الحربية النادرة وصدق فيه قول رسول الله: ” إنه سيف من سيوف الله”1.
وقد كتب الأستاذ أوجست مولر في كتابه الإسلام يصفه فقال: لقد كان خالد من أولئك الذين كانت عبقريتهم الحربية هي مل حياتهم الفكرية مثل نابليون فإنه لم يعن بشيء غير الحرب ولم يرد أن يتعلم شيئا غير ذلك.
وهذا ما قاله خالد عن نفسه: شغلني الجهاد عن تعلم كثير من القرآن.
ومن ذا الذي يدري ماذا كان يصنعه خالد لو أنه تلقى الفنون الحربية واستعمال الأسلحة المختلفة وأساليب القيادة وخطط الهجوم والدفاع أو لو أنه عاش في زمن انتشرت فيه الطرق المنظمة وامتدت السكك الحديدية لنقل الجيوش وتموينها في ومن اختراع التلغراف والتليفون واللاسلكي والأسلاك الشائكة والغازات الخانقة والمدافع الكبيرة والأساطيل العجيبة والمفرقعات المخيفة والطيارات التي تلقي القنابل؟!
ألا ترى أنه بمواهبه الحربية الفطرية وشجاعة قلبه وعقيدته الإسلامية قاد جيوش المسلمين على قلة عددهم وعددهم التي لم تتجاوز السيف والقوس والفرس فهزم امبراطوريتين ملكتا العالم بكثرة جيوشهما ووفرة الذخائر والمال – ألا وهما الفرس والرومان فكانت جيوشهما تقتل وتفر أمامه من الميدان مهزومة وكبار القادة يصرعون أو يسلمون والمدن الحصينة تفتح أبوابها وتسلم وتخضع أمام قوة العقيدة وصدق الإيمان والإخلاص وعدم الاكتراث بمواجهة الجيوش الجرارة طمعا في الشهادة!

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- أخرجه الحاكم في مستدركه ” الحديث: 3/338″.

ص -105- فهل تقاس هذه الشجاعة الخارقة وتلك المواهب النادرة التي اكتسحت الأمم بأي قائد من قواد الدنيا؟ اللهم لا.
كان خالد بن الوليد موضع إعجاب أبي بكر الصديق رضي الله عنه وحسن تقديره فكان إذا هزم الفرس استدعاه لقتال الروم فيسير إلى الشام هو وجيشه الذي كان أطوع له من بنانه من غير أن يذوق للراحة طعما فلا يكاد يقود الجيش في الميدان الآخر حتى يفتح البلاد والحصون المنيعة ويوقع الرعب في قلوب الأعداء فيستولي المسلمون على بلادهم ويفر أمبراطور الروم من وجهه ويودع الشام الوداع الأخيرة كما فر وقتل قواد الفرس وعظماؤهم.
أليس من المدهش أن خالدا لم يهزم في موقعة من المواقع بل كان رائده النصر على الدوام!؟ وكان العدو يخاف ويقع الرعب في قلبه بمجرد ذكر اسمه أو اقتراب جيشه، لذلك كانوا يبادرون إلى عقد الصلح معه لئلا يداهمهم بما لا قبل لهم به، وقد سأله عظيم من الروم: هل أنزل الله عليه سيفا من السماء يحارب به الأعداء؟.
كان إسلام خالد في شهر صفر بعد الحديبية وكانت الحديبية في ذي القعدة من السنة السادسة الهجرية – فبراير سنة 628 م -.
شهد خالد غزوة مؤتة وقد كان الأمير في غزوة زيد بن حارثة واستشهد فيها زيد ثم أخذ الراية بعده جعفر بن أبي طالب فاستشهد أيضا، ثم أخذها عبد الله بن رواحة فقتل أيضا، ثم اتفق المسلمون على دفع الراية إلى خالد بن الوليد فأخذها وقاتل قتالا شديدا، وما زال يدافع القوم حتى انحازوا عنه، ثم ارتد بانتظام وعاد بجيش المسلمين سالما إلى المدينة وفي هذه الغزوة سماه النبي صلى الله عليه وسلم سيفا من سيوف الله إذ لولا تدبره وإحكامه خطة التقهقر لقضي على الجيش لقلة عدده أمام ذلك الجيش العظيم.
وشهد خالد فتح مكة وحنينا وفي غزوة حنين قتل امرأة فنهاه النبي صلى الله عليه وسلم عن قتل النساء والأولاد والأجراء.
ثبت في صحيح البخاري1 عن خالد أنه قال: اندق في يدي يوم مؤتة تسعة أسياف فما ثبت في يدي إلا صفيحة يمانية.
وولاه رسول الله أعنة2 الخيل فكان في مقدمتها وشهد فتح مكة فأبلى فيها وبعثه رسول الله إلى العزى – صنم – فهدمها وقال :

يا عز كفرانك لا سبحانك إني رأيت الله قد أهانك

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- أخرجه البخاري في كتاب: المغازي، باب: غزوة مؤته كم أرض الشام ” الحديث: 4266″.
2- أعنة: واحدها عنان وهي تسير اللجام الذي تمسك به الدابة

ص -106- وبعد أن هدم خالد العزى رجع إلى رسول الله فقال له: “هل هدمتها؟” قال: نعم، فقال له: “هل رأيت شيئا؟” فقال: لا، قال “فإنك لم تهدمها فارجع إليها فاهدمها”، فرجع وهو متغيظ فلما انتهى إليها جرد سيفه فخرجت إليه امرأة سوداء عريانة ناشرة الرأس فجعل السادان – خادم الصنم – يصيح بها قال خالد: وأخذني اقشعرار في ظهري فجعل السادان يصيح ويقول :

أعز شدي شدة لا تكذبي أعز ألقي للقناع وشمري

أعز إذا لم تقتلي اليوم خالدا فبوئي بذنب عاجل وتنصري

فأقبل خالد إليها بالسيف فضربها فشقها نصفين ثم رجع إلى رسول الله فأخبره، فقال: “نعم تلك العزى قد أيست أن تعبد ببلادكم أبدا”1 ثم قال خالد: أي رسول الله الحمد لله الذي أكرمنا بك وأنقذنا من التهلكة، ولقد كنت أرى أبي يأتي إلى العزى ومعه مائة من الإبل والغنم فيذبحها للقرى ويقيم عندها ثم ينصرف إلينا مسرورا فنظرت إلى ما مات عليه أبي وذلك الرأي الذي كان يعاش في فضله كيف خدع حتى صار يذبح لحجر لا يسمع ولا يبصر ولا ينفع فقال رسول الله: “إن هذا الأمر إلى الله فمن ييسره للهدى ييسر ومن ييسره للضلالة كان فيها”.
ولا يصح لخالد مشهد مع رسول الله صلى الله عليه وسلم قبل فتح مكة وأرسله رسول الله إلى أكيدر صاحب دومة في رجب سنة تسع وأحضره عند رسول الله فصالحه على الجزية ورده إلى بلده.
وأرسله رسول الله سنة عشر إلى بني الحارث بن كعب بن مذحج فقدم معه رجال منهم فأسلموا ورجعوا إلى قومهم.
وأمره أبو بكر الصديق رضي الله عنه على قتال مسيلمة الكذاب والمرتدين باليمامة وكان له في قتالهم الأثر العظيم كما مر ذكره في كتابنا هذا وله الآثار المشهورة في قتال الروم بالشام والفرس بالعراق وهو أول من أخذ الجزية من الفرس في صلح الحيرة وافتتح دمشق وكان في قلنسوته شعر من شعر رسول الله يستنصر به ويتبرك فلا يزال منصورا.
ولما حضرت خالد الوفاة قال :
لقد شهدت مائة زحف أو نحوها وما في بدني موضع شبر إلا وبه ضربة أو طعنة أو رمية وها أنا أموت على فراشي كما يموت العير فلا نامت أعين الجبناء وما لي من عمل أرجى من لا إله إلا الله وأنا متترس بها.
وكان يشبه عمر بن الخطاب رضي الله عنه في خلقه وصفته.
وتوفي في خلافة عمر بن الخطاب سنة 21هـ “641 – 642 م “:- وعمره بضع وأربعون سنة وكانت وفاته بحمص وقبره مشهور يزار إلى الآن في ضمن مسجد واقع خارج السور إلى الجهة

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- أخرجه المقدسي في الأحاديث المختارة ” الحديث: 8/219″، وذكره ابن سعد في الطبقات الكبرى: 2/145.

ص -107- الشمالية من حمص وقد اتصل به العمران وصار حوله لهذا العهد حي يسمى “حي سيدي خالد ” كما يسمى المسجد أيضا مسجد سيدي خالد.
قال رفيق بك العظم في كتابه “أشهر مشاهير الإسلام ” وقد زرته مرة فوجدت عليه من المهابة والوقار ما يأخذ بمجامع القلوب التي يعرف أصحابها أقدار الرجال ويتأثرون بذكرى عصر أولئك الأبطال.
وقد كان لخالد أولاد كثيرون انقرضوا جميعا في الطاعون فلم يبق منهم أحد وورث أيوب بن سلمة دورهم بالمدينة.
وكان عمر يقول لما مات خالد: قد ثلم في الإسلام ثلمة لا ترتق ولقد ندمت على ما كان مني إليه.
ورثته أمه فقالت :

أنت خير من ألف ألف من الناس إذا ما كبت وجوه الرجال

أشجاع فأنت أشجع من ليث عرين حميم إلى الأشبال

أجواد فأنت أجود من سيل دياس يسيل بين الجبال1

ولخالد كرامات منها أنه ابتلع السم فلم يؤثر فيه كما مر ذكره ومنها ما رواه ابن أبي الدنيا بإسناد صحيح عن خيثمة قال: أتى خالد بن الوليد رجل معه زق خمر، فقال: اللهم اجعله عسلا فصار عسلا2، رحمه الله رحمة واسعة ونفعنا بذكرى حياته المملوءة عبرا وشهامة وبلاء حسنا في سبيل الله، وسنذكر إن شاء الله تعالى بقية حروب خالد في خلافة عمر بن الخطاب في كتابنا عمر بن الخطاب.
وقد أردنا بهذه الكلمة الوجيزة تذكير المسلمين بحياة هذا البطل الطائر الصيت الذي سجل في تاريخ القيادة والبطولة صفحات ذهبية خالدة ولا شك أن حياة خالد خالدة في الأسفار والقلوب وأردنا كذلك أن نصور هذه الشخصية البارزة بصورة جلية واضحة حتى تكون ماثلة أمامنا باعثة للهمم وعبرة للمعتبرين وقدوة يقتدي بها الأبناء في حسن البلاء والإقدام والصبر والإخلاص ورفعة الشأن والتمسك بالمبدأ حتى النفس الأخير فإن بمثل هذا القائد العظيم فتح الله على المسلمين فنشروا التوحيد والعقيدة الصحيحة وقضوا على الوثنية والشرك ووضعوا دعائم العدل والفضل.

ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
1- البداية والنهاية: 7/116 – 117.
2- سير أعلام النبلاء: 1/376.

مقدمة
إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ} 1.
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً} 2.
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظ} 3.
أما بعد:
فقد أمر الله عباده بالاجتماع، ونهاهم عن التفرق والاختلاف، فقال تعالى: {وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعاً وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ} 4.
وللمحافظة على هذه الوحدة والاعتصام بحبل الله وعدم التفرق، فقد أمر الله عز وجل عباده باتباع ما أنزله على رسوله صلى الله عليه وسلم فقال تعالى: {المص كِتَابٌ أُنْزِلَ إِلَيْكَ فَلا يَكُنْ فِي صَدْرِكَ حَرَجٌ مِنْهُ لِتُنْذِرَ بِهِ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ} 5.
كما نهى عن اتباع ما وُجد عليه الآباء، ومثلهم الشيوخ وأهل البدع والأهواء في الأمور المخالفة لما جاء في كتاب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم فقال: {وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ

———————–ـ
1 سورة آل عمران، الآية: 102.
2 سورة النساء، الآية: 1.
3 سورة الأحزاب، الآيتان: 70 ـ71.
4 سورة آل عمران، الآية: 103.
5 سورة الأعراف، الآيات: 1 ـ 3.

ص -8- لا يَعْقِلُونَ شَيْئاً وَلا يَهْتَدُونَ} 1، وقوله: {وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ} 2.
وكما جاء في كتاب الله العزيز الأمر باتباع ما أنزله الله في كتابه، والنهي عن اتباع ما وجد عليه الآباء ودعاة الهوى والشيطان كما في الآية السابقة: {أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ}، فقد جاءت الأحاديث الصحيحة الصريحة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم تحثُ الأمة على التمسك بالكتاب والسنة، وأن فيهما النجاة والعصمة، كما قال عليه الصلاة والسلام: “تركت فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا كتاب الله وسنتي” 3، فقد ضمن صلى الله عليه وسلم للمتمسك بكتاب الله وسنته الهداية والنجاة، وعدم الضلال المؤدي للهلاك في الدنيا والشقاء في الآخرة، وفي مقابل ذلك نهى عن الابتداع في دين الله، وحذر من البدعة، وبيّن لأمته أن كل بدعة في دين الله ضلالة، فقال صلى الله عليه وسلمكما في حديث العرباض بن سارية الذي رواه أبو داود4 والترمذي 5 وقال: حديث حسن صحيح قال: وعظنا رسول الله صلى الله عليه وسلم موعظة بليغة وجلت منها القلوب، وذرفت منها العيون، فقلنا: يا رسول كأنها موعظة مودع فأوصنا، قال: “أوصيكم بتقوى الله، والسّمع والطاعة، وإن تأمّر عليكم عبد، وإنه من يعش منكم بعدي فسيرى اختلافا كثيرًا، فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين، عضُّوا عليها بالنواجذ، وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل بدعة ضلالة”.

———————–ـ
1 سورة البقرة، الاية: 170.
2 سورة لقمان، الآية: 21.
3 الموطأ، القدر ص 560 ح3.
4 أبو داود في السنة / باب في لزوم السنة ح 4443.
5 الترمذي في العلم/ باب الأخذ بالسنة واجتناب البدعة 7/438 ح2815.
ابن ماجه/ المقدمة / باب اتباع سنة الخلفاء الراشدين المهديين رقم 42.
أحمد / في المسند 4/126 ، 127.

ص -9- فهذا الحديث يبين لنا جانبًا عظيما من جوانب الحفاظ على كيان الأمة، والحرص على سلامتها من التفرق المؤدي للفتنة، وذلك بحثها على لزوم الجماعة والتمسك بالسنة، والابتعاد عن كل المحدثات في الاعتقاد، والأفعال، والأقوال، والمناهج، التي تجر الأمة إلى الشقاق والنزاع المؤدي إلى الاختلاف والفرقة؛ لأن رسول الهدى صلى الله عليه وسلم لم يفارق هذه الدنيا حتى بلغ أمته ما أوحاهُ الله إليه من شرائع دينه، فبين للأمة كل ما فيه صلاح دينها ودنياها، تركها على المحجة البيضاء ليلها كنهارها لايزيغ عنها إلا هالك ولأن الله عز وجل أكمل لنبيه الدين، وأتم عليه النعمة، ورضي للبشرية كلها الإسلام دينا، فقال: {الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْأِسْلامَ دِيناً} 1، وقال: {وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْأِسْلامِ دِيناً فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ} 2.
فالدين كمل بنص هذه الآية الكريمة، والرسول صلى الله عليه وسلم بلغ البلاغ المبين. كما قالت عائشة أم المؤمنين رضي الله عنها لمسروق كما في صحيح مسلم ، قالت: (ومن زعم أن محمدًا صلى الله عليه وسلم كتم شيئا من مما أنزله الله عليه فقد أعظم على الله الفرية) 3، والله يقول: {يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ} 4.
فكون الدين كمل، والرسول صلى الله عليه وسلم بلغ، كما سبق الحديث بذلك، وكما جاءفي حجة الوداع، حين قال الرسول صلى الله عليه وسلم للناس وهو يبلغهم شرائع الإسلام وأحكامه، ويبين لهم الحلال والحرام، وحرمة الدماء والأعراض، وكل ما أمر الله به ونهى عنه، ويقول لهم: “ألا هل بلغت، فيقولون: نعم. فيرفع يده إلى السماء وينكتها عليهم ويقول: اللهم اشهد، اللهم اشهد”، فإذا جاءنا بعد ذلك شخص من الناس، فأحدث لنا شيئا في دين الله لم يكن

———————–ـ
1 سورة المائدة، الآية: 3.
2 سورة آل عمران، الآية: 85.
3 البخاري، التوحيد، فتح الباري 13/503 ح 7531.
ومسلم، الإيمان 10/159 ح 287.
4 سورة المائدة، الآية: 67.

ص -10- موجودًا في كتاب الله ولا في سنة رسوله صلى الله عليه وسلم. ولا في سنة الخلفاء الراشدين، سواء كان هذا الأمر المحدث اعتقادًا، أوعملاً، أوقولاً، أو منهجا، يخالف منهج الرسول صلى الله عليه وسلم وسيرته، فكأنه يقول: إن الدين ناقص لم يكمل، وهذا يرده قوله تعالى: {الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ}، أو أنه كامل ولكن بقي شيءٌ لم يبلغه الرسول صلى الله عليه وسلم، وهذا يرده حديث عائشة رضي الله عنها الذي سبق ذكره، وكذلك إبلاغه صلى الله عليه وسلم للأمة جميعا في حجة الوداع، وقال: فليبلغ الشاهد الغائب فربّ مبلغٍ أوعى من سامع، فهذا محصول حال المبتدع، أومقاله، فكأنه يقول: إن الشريعة لم تتم، وأنه بقى شيء يجب أو يستحب استدراكه؛ لأنه لو كان معتقدًا لكمال الشريعة وتمامها من كل وجه لم يبتدع، ولا استدرك عليها، وقائل هذا معتقده ضال عن الصراط المستقيم.
قال ابن الماجشون: (سمعت مالكا يقول: من ابتدع في الإسلام بدعة يراها حسنة، فقد زعم أن محمدًا صلى الله عليه وسلم خان الرسالة؛ لأن الله يقول: {الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ}، فما لم يكن يومئذ دينا فلا يكون اليوم دينا1.
ويقول الإمام الشاطبي في كتابه القيم (الاعتصام):
(إن المبتدع معاند للشرع ومشاق له؛ لأن الشارع، قد عيّن لمطَالب العبد طُرقا خاصة، على وجوه خاصة، وقصرَ الخلق عليها، بالأمر والنهي، والوعد، والوعيد، وأخبر أن الخير فيها، والشر في تعديها؛ لأن الله يعلم ونحن لا نعلم وأنه إنما أرسل الرسول صلى الله عليه وسلم رحمة للعالمين. فالمبتدع رادٌّ لهذا كله، فإنه يزعم أن ثَمَّ طرقا أٌخَر، ليس ماحصره الشارع بمحصور، ولا ماعينه بمتعين، كأنّ الشارع يعلم، ونحن أيضا نعلم، بل ربما يفهم من استدراكه الطرق على الشارع، أنه علم مالم يعلمه الشارع، قال:

———————–ـ
1 الاعتصام، للشاطبي 1/49.

ص -11- وهذا العمل من المبتدع، إن كان مقصودًا، فهو كفر، وإن كان غير مقصود فهو ضلال.
2 ثم إن المبتدع بعمله هذا قد نزّل نفسه منزلة المضاهي للشارع؛ لأن الشارع وضع الشرائع وألزم الخلق الجري عل سننها، وصار هو المنفرد بذلك؛ لأنه حكم بين الخلق فيما كانوا فيه يختلفون، فالشرع ليس من مدركات العقول، حتى يضع كل إنسان تشريعا من عند نفسه، ولو كان الأمر كذلك لما احتيج إلى بعثة الرسل إلى البشريه، فكأن هذا المبتدع في دين الله قد صيّر نفسه نظيرًا ومضاهيا للشارع، حيث عمل تشريعا مثله، وفتح باب الاختلاف والفرقة.
3 ثم إن هذا العمل من المبتدع أيضا ، اتباع للهوى، والشهوات والله يقول: {وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدىً مِنَ اللَّهِ}، فمن لم يتبع هدى الله في هوى نفسه، فلا أحد أضلُّ منه).
إن هذا المبتدع في دين الله عز وجل ، الذي جعل نفسه مضاهيا للشارع، قد جاء ذمُّهُ في كتاب الله عز وجل لأنه من زاغ أزاغ الله قلبه، إذ الجزاء من جنس العمل فالله يقول: {فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ}، وذلك باتباعهم المتشابه من القرآن، وترك محكمه، وابتغائهم تأويله، أي تحريفه، قال تعالى: {هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ} 1، فقد صح عن عائشة رضي الله عنها أنها قالت: سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن هذه الآية: {هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ} إلى آخر الآية، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إذا رأيتم الذين يتبعون ما تشابه منه، فأولئك الذين سمّى الله فاحذروهم” وفي رواية قال: “فإذا رأيتم الذين يجادلون فيه، فهم الذين عَنَى الله فاحذروهم”، وقال تعالى: {إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعاً لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ}، قال ابن كثير: (أي: فرقا كأهل الملل والنحل والأهواء والضلالات، فإن الله قد برأ

———————–ـ
1 سورة آل عمران، الآية: 7.

ص -12- رسول الله صلى الله عليه وسلم مما هم فيه) 1.
وقوله تعالى: {وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ}، فصراط الله المستقيم، هو سبيل الله الذي دعا إليه، وهو السنة التي سنها رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو الإسلام، وهو القرآن، أما السُبل المتفرقة فهي سُبُل أهل الاختلاف، الحائدين عن الصراط المستقيم، وهم أهل الأهواء والبدع في الدين، وليسوا هم أهل المعاصي من حيث هي معاصي، فإن صاحب المعصية لم يضعها طريقا تسلك دائما على مضاهات التشريع كما يفعل المبتدع في الدين. وقد دل على أن المقصود به المبتدع في الدين حديث عبد الله بن مسعود رضي الله عنه الذي أخرجه الإمام أحمد والنسائي وابن المنذر والحاكم وصححه، قال: خط رسول الله صلى الله عليه وسلم خطا بيده، ثم قال: “هذا سبيل الله مستقيما”، ثم خطَّ خطوطا عن يمين ذلك الخط وعن شماله، ثم قال: “وهذه السُّبل ليس منه سبيل إلا عليه شيطان يدعو إليه”، ثم قرأ هذه الآية {وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ}، قال بكر بن العلاء: (أحسبه أراد شيطانا من الإنس وهي البدع)، وقال مجاهد: ({وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ} قال: البدع والشبهات).
وكما جاء ذمّ المبتدع وبيان زيغ قلبه في كتاب الله عز وجل ، فكذلك ورد ذمّه في أحاديث كثيرة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم جاء فيها ذم المبتدعة وبيان ضلالهم وآثامهم، ورد أعمالهم، ففي صحيح البخاري ومسلم عن عائشة رضي الله عنها قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من أحدث في أمرنا هذا ماليس منه فهو رَدٌّ”، وفي رواية مسلم: “من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رَدٌّ”، أي: مردود عليه 2.

———————–ـ
1 ابن كثير، التفسير 3/372.
2 البخاري، البيوع، فتح الباري 4/355 باب 60.
البخاري، الصلح، فتح الباري 5/301 ح 2697.
البخاري، الاعتصام، باب 20 فتح الباري 13/317.
مسلم الأقضية، 3/1343 ح 17 ، 18.

ص -13- وروى الإمام مسلم عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “من دعا إلى هدىً كان له من الأجر مثل أجور من تبعه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا، ومن دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه لا ينقص ذلك من آثامهم شيئا” 1.
ومثله حديث حذيفة الذى سنذكره فيما بعد.

———————–ـ
1 مسلم، العلم، 4/2060 ح 16.

تمهيد
الحمد لله القائل: {وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعاً وَلا تَفَرَّقُوا}.
والصلاة والسلام على خير خلقه وأفضل رسله، البشير النذير والسراج المنير، القائل: “تركت فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا: كتاب الله وسنتي”.
أما بعد:
فقد طلب مني قسم النشاط الثقافي بعمادة شؤون الطلاب بالجامعة الإسلامية، المشاركة بمحاضرة في موسمها الثقافي لعام 1412 ه بعنوان: (البدعة ضوابطها وأثرها السيء في الأمة).
وقد ألقيت هذه المحاضرة بقاعة المحاضرات الكبرى، مساء الأربعاء الموافق 26 شوال 1412 هـ.
وقد اقترح بعض الإخوة المشرفين على النشاط، وغيرهم، طبع هذه المحاضرة لتعم بها الفائدة، فلبيت طلبهم، وها أنا أقدمها للشباب طلاب العلم الحريصين على التمسك بالكتاب والسنة، السالكين مسلك السلف الصالح، المتقيدين بمنهجهم في فهم النصوص الشرعية وتفسيرها.
وقد قسمت المحاضرة إلى قسمين تضمنت أمورًا مهمة، قديمة ومعاصرةً، يجد القارئ تفصيلاتها في هذه الورقات التي تقرأ في جلسة واحدة.
والله من وراء القصد.

المبحث الأول: تعريف البدعة

البدعة ضابطها وفيمَ تكون ؟
وبعد أن عرفنا النهى عن البدع، والتحذير منها.
فما البدعة ؟ وما ضابطها، أو حدها الذى تعرف به ؟ وفيمَ تكون ؟.
1 تعريف البدعة:
البدعة لغة: الاختراع على غير مثال سابق، ومنه قوله تعالى: {بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ}، أى: مخترعهما من غير مثال سابق، ويقال: ابتدع فلان بدعة، يعني: ابتدأ طريقة لم يسبقه إليها سابق، وهذا أمر بديع، يقال، في الشيء المستحسن الذي لا مثال له في الحسن.
ومن هذا المعنى سميت البدعة بدعة، فاستخراجها للسلوك عليها هو الابتداع، وهيئتها هي البدعة، وقد يسمى العمل المعمول على ذلك الوجه بدعة.
فمن هذا المعنى سمي العمل الذي لا دليل عليه في الشرع بدعة.
فالبدعة في الشرع: طريقة في الدين مخترعة تضاهي الشرعية يقصد بالسلوك عليها المبالغة في التعبد لله سبحانه.
وهذا التعريف يشمل كل ما أحدث في الدين مما لا أصل له في الشريعة يدل عليه.
فأما ما له أصل في الشرع يدل عليه، فليس ببدعة شرعا، وإن سمي بدعة لغة،

———————–ـ
البخاري، الاعتصام، فتح الباري 13/302.

ص -14- المبحث الثاني: أقسام البدعة

ص -15- فرخص لنا بعد ذلك، أن نتزوج المرأة بالثوب، ثم قرأ: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ})1.
وروى البخاري عن قيس بن أبي حازم قال: دخل أبو بكر على امرأة من أحمس يقال لها زينب، فرآها لاتتكلم، فقال: ما لها لا تتكلم ، قالوا: حجت مصمتة، فقال لها: تكلمي فإن هذا لا يحل هذا عمل الجاهلية، فتكلمت فقالت: من أنت ؟، قال: امرؤ من المهاجرين 2.
ومن أمثلتها أيضا: اختراع عبادة ما أنزل الله بها من سلطان، كصلاة الظهر مثلا بركوعين في كل ركعة، أو الصلاة بغير طهارة، أو إنكار الاحتجاج بالسنة، أو تقديم العقل على النقل وجعله أصلاً والشرع تابع، ومثل القول بارتفاع التكاليف عند الوصول إلى مرحلة معينة من التجرد، مع بقاء العقل وشرط التكليف، فلا تجب عند ذلك طاعات، ولا تحرم محرمات، وإنما الأمر على حسب الهوى والرغبات، وإشباع الشهوات، كما يزعمه بعض زعماء الطرق الصوفية.
هذه نماذج من البدع الحقيقية التي يخترعها أصحابها من عند أنفسهم.
ب- البدعة الإضافية:
وأما البدعة الإضافية، فلها جانبان:
جانب مشروع: ولكن المبتدع يُدْخِل على هذا الجانب المشروع أمراً من عند نفسه فيخرجها عن أصل مشروعيتها بعمله هذا، وأكثر البدع المنتشرة عند الناس من هذا النوع.
ومن أمثلتها: الصوم، الذّكر، الطهارة، إسباغ الوضوء على المكاره، الصلاة، هذه عبادات مشروعة أمر بها الشارع وحث عليها، فلو جاء شخص فقال: أنا أصوم قائما لا أجلس، وفي الشمس لا استظل، أو قال: أنا أصوم الدهر فلا أفطر، أو في الذكر فقال: نحن نلتزم في الذكر بكيفيات وهيئات معينة، فنذكر

———————–ـ
1 البخاري، التفسير، فتح الباري 8/276 ح 4615، طرفاه في 5071 ، 5075.
2 البخاري، مناقب الأنصار، فتح الباري 7/147 ح 3834.

ص -16- الله بهيئة اجتماع على صوت واحد، أو التزم بعبادات معينة في أوقات معينة، من غير أن يوجد لها ذلك التعيين في الشريعة، كالتزام صيام يوم النصف من شعبان وقيامه، وفي الطهارة كأن يكون عند شخص ماء ساخن، وماء بارد شديد البرودة، في أيام شديدة البرد، فيترك الماء الساخن، ويأخذ بالطريق الأصعب فيأخذ الماء الشديد البرودة، وهذا تشديد على النفس، فلم يعطها حقها، ولا حجة له في الحديث الذي ورد فيه رفع الدرجات بإسباغ الوضوء على المكاره، فإن هذا لمن لم يجد وسيلة لتسخين الماء، فيجاهد نفسه ويتوضأ بالماء البارد.
فهذه العبادات: الصوم، والذكر، والصلاة، والطهارة، كلها عبادات مشروعة، أمر بها الشارع، ورغب فيها، وحث عليها، وبين جزيل ثوابها، ولكن هذه الكيفيات والهيئات التي أدخلت عليها، عمل لا دليل عليه من الشارع، والبدعة في الدين كيفما كانت صفتها فهي استدراك على الشرع وافتيات عليه، والله يقول {الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْأِسْلامَ دِيناً} 1.
فعن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه وقد رأى قوما اجتمعوا على الذكر فقال لهم: لقد جئتم ببدعة ظلما، أو لقد فضلتم أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم علما، أو إنكم لتمسكون بذنب ضلالة.
ومنها: بدعة المولد، فإن محبة النبي صلى الله عليه وسلم واجبة على كل مسلم، ولا يتم إيمان المسلم حتى يكون رسول الله صلى الله عليه وسلم أحب إليه من نفسه وولده ووالده والناس أجمعين، كما في صحيح البخاري، ولكن محبته هي طاعته ومتابعته، أي: امتثال أمره، واجتناب نهيه، وقد نهى عن البدع وحذر منها، وقال: “كل محدثة بدعة”، وقال: “من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد” حديث متفق عليه، ولم يثبت عنه ولا عن خلفائه، ولا عن الصحابة، ولا علماء السنة المتبوعين من عمل مولدًا، وإنما هذا المولد أحدثه الفاطميون العبيديون الرافضة الذين يرجع نسبهم إلى المدّعي النسب الفاطمي وهو يهودي من سلمية.
———————–ـ
1 سورة المائدة، الآية: 3.

ص -17- النهي عن مجالسة أهل البدع
وقد جاء عن عدد من علماء التابعين، النهي عن مجالسة أهل البدع والأهواء، وذلك خوفا من أن يؤثر صاحب البدعة في جليسه؛ لأن الرسول صلى الله عليه وسلم قد حث إلى اختيار الجليس الصالح، وحذر من جليس السوء، ومثّلهما بحامل المسك أو بائع المسك، ونافخ الكير، فالجليس الصالح كبائع المسك، إما أن تشتري منه، أو يعطيك، أو تشم منه رائحة طيبة، وأما جليس السوء، فكنافخ الكير، إما أن يحرق ثوبك وإما أن تشم منه رائحة كريهة 1، وهكذا صاحب البدعة، إما أن يقذف في قلبك بدعته بتحسينه إياها، وإما أن يمرض قلبك ويؤلمه، لما تشاهد من أعماله، وتسمع من أقواله من الأمور المخالفة للشرع. ولهذا قال الحسن: (لا تجالس صاحب هوى فيقذف في قلبك ما تتبعه عليه فتهلك، أو تخالفه فيمرض قلبك)، وعنه: (لا تجالس صاحب بدعة فيُمرض قلبك)، وعن أبي قلابة قال: (لا تجالسوا أهل الأهواء ولا تجادلوهم فإني لا آمن أن يغمسوكم في ضلالتهم، ويلبسوا عليكم ماكنتم تعرفون)، قال أيوب عن أبي قلابه: (وكان والله من الفقهاء ذوي الألباب)، وعنه قال: (إن أهل الأهواء أهل ضلالة، ولا أرى مصيرهم إلا إلى النار)، وعنه قال: (ما ابتدع رجل بدعة إلا استحل السيف) 2، وعن أيوب السختياني أنه كان يقول: (ما ازداد صاحب بدعة اجتهادًا إلا ازداد بُعدًا من الله)، وكان يسمي أهل البدع خوارج، ويقول: (إن الخوارج اختلفوا في الاسم، واجتمعوا على السيف) 3.

———————–ـ
1البخاري، البيوع، فتح الباري 4/323 ح 2101 طرفه 5534.
مسلم، البر، 4/2026 ح146.
2 الاعتصام، الشاطبي 1/83.
3 الاعتصام، الشاطبي 1/83.

ص -18- وعن يحيى بن كثير قال: (إذا لقيت صاحب بدعة في طريق فخذ في طريق آخر).
وبما سبق لنا من أقوال العلماء يتبين لنا أن المجالسة لأهل البدع تختلف عن دعوتهم إلى الخير وبيان الحق لهم، ومناظرتهم لإبطال شبههم؛ لأن هذا من الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، وهو أصل من أصول الدعوة إلى الله أمر الله به في كتابه فقال: {وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ}.
وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم موجها أمرًا عامّا لكل المسلمين كل بحسب طاقته: “من رأى منكم منكرًا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فقلبه، وذلك أضعف الإيمان”.
فإذا جاء النهي من العلماء عن مجالسة أهل البدع، فليس معناه أن العالم بكتاب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم لا يدعو هؤلاء إلى الخير ولا يناظرهم، ولا يقرب مجالسهم لهذا الغرض، وإنما مقصود العلماء الخوف على من لا يستطيع أن يدفع شبههم عن نفسه فتؤثر في قبله، كما سبق ذكر قول أبي قلابة.

ص -19- توبة المبتدع
وأما توبة المبتدع، فيرى بعض علماء التابعين بُعدها، وأن المبتدع لا ينتقل من بدعة إلا إلى شر منها؛ لأن الجزاء من جنس العمل، والله يقول: {فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ}.
فعن يحيى بن أبي عمر الشيباني قال: “كان يقال: يأبى الله لصاحب بدعة توبة، وما انتقل صاحب بدعة إلا إلى شر منها”.
ولهذا كان العوام بن حوشب يقول لابنه: “يا عيسى، أصلح قلبك، وأقلل مالك”، وكان يقول: “والله لأن أرى عيسى في مجالس أصحاب البرابط – أي: المزهر والعود والأشربة والباطل، أحبُّ إلي من أن أراه يجالس أصحاب الخصومات”، قال ابن وضَّاح: “يعني: أهل البدع”.
ولماذا يقول ذلك؟، لأن البدعة يعتقدها صاحبها دينا، فيبقى متمسكا بها تمسكه بدينه، وإذا خرج من بدعته خرج إلى بدعة شر منها، وأما أصحاب المعاصي كأصحاب المزهر والعود من المغنين، وأصحاب الشراب فهم أصحاب شهوات، ويعلمون أن تلك الأعمال معاصي دفعتهم إلى ارتكابها شهواتهم ونفوسهم الأمارة بالسوء، فقد يتركونها يوما من الأيام لاعتقادهم حرمتها، فصاحب المعصية تُرجى له التوبة والإقلاع عنها أكثر من صاحب البدعة التي يعتقدها دينا.
ويظهر أن المقصود به صاحب البدعة الذي أُشربَ قلبه البدعة حتى بلغت من قلبه مبلغا عظيما، بحيث أصبح يطرح ما سواها في جنبها، حتى أصبح ذا بصيرة فيها وحب لها فلا يَنثني عنها، فهي عنده في غاية المحبة، ومن أحب شيئا من هذا النوع من المحبة؛ والى وعادى بسببه، ولم يبال بما لقي في طريقه، كأصحاب البدع القدامى والمعاصرين، فالقدامى كالخوارج الذين لم يرجعوا عن بدعتهم وأهوائهم، من التكفير لأصحاب الكبائر، فمن ارتكب كبيرة، حكموا بكفره في الدنيا والآخرة، مخالفين نصوص الكتاب والسنة كقوله تعالى: { إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاء }، وقوله صلى الله عليه وسلم في حديث أبي ذر الذي أخرجه البخاري: “أن من مات على التوحيد دخل الجنة وإن زنى وإن سرق”
ص -20- كررها ثلاثا-“.وقد قال أهل السنة والجماعة بما تضمنته هذه النصوص من أن مرتكب الكبيرة تحت مشيئة الله، إن شاء عفا عنه، وإن شاء عاقبه بقدر ذنبه، ومآله إلى الجنة.
وغيرهم من دعاة البدع الحاملين للوائها كبشر ومن تبعه في السابق يخالفونهم.
وكأصحاب البدع المعاصرين، ممن ولد وعاش في هذه البلاد، ودرس مناهجها في جميع مراحل الدراسة، ثم تجده بعد ذلك يتمسك بما عاش عليه الأباء والأجداد من البدع والخرافات المخالفة للكتاب ولسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم، وسنة خلفائه الراشدين المهديين.
ومن بدعهم المشهورة المعاصرة إقامة الموالد؛ التي يستجلبون بها قلوب الناس أصحاب العواطف الطيبة التي يجب على الداعية أن يوجه تلك القلوب إلى العمل بالسنة ومتابعة رسول الله صلى الله عليه وسلم، وطاعته في أمره ونهيه، وكذلك متابعة خلفائه الراشدين؛ لأن عملهم سنة، ولكنهم عدلوا عن ذلك بدعواهم محبة رسول الله صلى الله عليه وسلم والتعبير عن تلك المحبة بإقامة المولد.
ومعلوم أن محبته صلى الله عليه وسلم فرض على كل مسلم، وأنه لايتم إيمان المسلم حتى يكون رسول الله صلى الله عليه وسلم، أحب إليه من نفسه وولده ووالده والناس أجمعين، كما في صحيح البخاري1.
ولكن ما هي محبة رسول صلى الله عليه وسلم؟.
إنها بتعبير شامل طاعته فيما أمر، واجتناب مانهى عنه وزجر.
فهل المولد الذي يقيمه هؤلاء الناس طاعة لرسول الله صلى الله عليه وسلم أو مخالفة لنهيه وزجره؟.
إن إقامة المولد مشاقة لرسول الله صلى الله عليه وسلم ومخالفة صريحة لنهيه، فهو يقول في الحديث المتفق عليه: “من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد”، ويقول في الحديث الصحيح: “كل محدثة بدعة”، فهذا المولد محدث، لم يعمله رسول الله صلى الله عليه وسلم، ولا خلفاؤه الراشدون الأربعة،

———————–ـ
1 البخاري، الإيمان، فتح الباري 1/58 ح14.

ص -21- ولا أحد من أصحابه، وهم أعلم بسنته، وأحرص منا على تعظيم رسول الله صلى الله عليه وسلم وتوقيره، وإنما أحدث هذا المولد وغيره من الموالد لغير النبي صلى الله عليه وسلم الفاطميون الرافضة، يقول الإمام أبو حفص تاج الدين الفاكهاني رحمه الله في رسالة “المورد في عمل المولد”: “أما بعد: فقد تكرر سؤال جماعة من المباركين عن الاجتماع الذي يعمله بعض الناس في شهر ربيع الأول ويسمونه المولد، هل له أصل في الدين؟، وقصدوا الجواب عن ذلك مبينا والإيضاح عنه معينا.
فقلت وبالله التوفيق: لا أعلم لهذا المولد أصلاً في كتاب الله ولا سنة نبيه صلى الله عليه وسلم، ولا ينقل عمله عن أحد من علماء الأمة الذين هم القدوة في الدين، المتمسكون بآثار المتقدمين، بل هو بدعةأحدثها البطالون، وشهوة نفس اغتنى بها الأكالون” اهـ.
ويقول شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله: “وكذلك ما يحدثه بعض الناس إما مضاهاة للنصارى في ميلاد عيسى عليه السلام, وإما محبة للنبي صلى الله عليه وسلم وتعظيما من اتخاذ مولد النبي صلى الله عليه وسلم عيدًا مع اختلاف الناس في مولده، فإن هذا لم يفعله السلف, ولو كان هذا خيرًا محضا أو راجحا لكان السلف رضي الله عنهم أحقّ به منا، فإنهم كانوا أشد محبة للنبي صلى الله عليه وسلم وتعظيما له منا وهم على الخير أحرص، وإنما محبته وتعظيمه في متابعته وطاعته، واتباع أمره وإحياء سنته باطنا وظاهرًا، ونشر ما بعث به، والجهاد على ذلك بالقلب واليد واللسان، فإن هذه طريقة السابقين الأولين من المهاجرين والأنصار والذين اتبعوهم بإحسان” 1 اهـ.
وأما من لم يشرب البدعة قلبُه، وإنما استحسنها، وظن أنها تقربه إلى الله عز وجل ثم ظهر له الدليل على خلافها، وتعقل ذلك، فالغالب رجوعه وتوبته، ويمثل العلماء لمثل ذلك بمن رجع من الخوارج بعد مناظرة ابن عباس لهم، وبرجوع المهتدي والواثق عن بدعتة القول بخلق القرآن.

———————–ـ
1 اقتضاء الصراط المستقيم 2/615، تحقيق الدكتور ناصر العقل.

ص -22- حكم المبتدع
المبتدع: هو الذي يحدث البدعة، ويدعو إليها، ويوالي ويعادي عليها.
والبدعة: قد تكون مكفّرة، وغير مكفّرة.
وإن الحكم على من ثبت إسلامه بالفسق، أو التبديع، أو التكفير، من الأمور التي حذر الشارع منها، فقد ثبت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قوله: “من قال لأخيه: ياكافر، إن لم يكن كذلك، وإلا رجعت عليه” 1.
ولهذا يقول شيخ الإسلام ابن تيمية: “ليس لأحد أن يكفر أحدًا من المسلمين وإن أخطأ وغلط حتى تقام عليه الحجة، وتبين له المحجة، ومن ثبت إسلامه بيقين، لم يزل ذلك عنه بالشك، بل لا يزول إلا بعد إقامة الحجة وإزالة الشبهة” 2.
أما من كان خارجا عن الهدى ودين الحق، فتراه يرتكب الأمور المخالفة للشرع، فله حكم آخر بحسب ما يرتكبه من مخالفات، فإما الكفر الصريح أو النفاق، يقول شيخ الإسلام ابن تيمية في حق مثل هؤلاء: “إن من كان خارجا عن الهدى ودين الحق من المتنسكة، والمتفقهة، والمتعبدة، والمتزهدة، والمتكلمة، والأطباء، وغيرهم، فمن خرج من هؤلاء عن الحق الذي بعث به رسوله صلى الله عليه وسلم، لا يقر بجميع ما أخبر الله به على لسان رسوله، ولا يحرم ما حرم الله ورسوله، مثل: من يعتقد أن شيخه يرزقه، أو ينصره، أويهديه، أو يغيثه، أو يعينه، أو كان يعبد شيخه، أو كان يفضله على النبي صلى الله عليه وسلم تفضيلاً مطلقا، أو مقيدًا في شيء من الفضل الذي يقرب إلى الله، أو أنه مستغن هو وشيخه عن متابعة الرسول صلى الله عليه وسلم، قال: فكل هؤلاء كفار إن أظهروا ذلك، ومنافقون إن لم يظهروه”.
ثم ذكر أن كثرة هؤلاء الأجناس في زمانه سببه قلة دعاة العلم والإيمان.
ثم انتقل إلى ذكر القسم الثاني من المبتدعة، والذين هم في حاجة إلى التثبت في إصدار الحكم عليهم، لأن الكفر قد يكون عمليّا، أو اعتقاديّا، ولكل منهما
———————–ـ
1 مسلم، الإيمان، 1/79ح 111.
2 الفتاوى، 12/466.
ص -23- حكمه في الشرع، فقال: “وأصل ذلك: أن المقالة التي هي كفر بالكتاب والسنة والإجماع، يقال: هي كفر، قولاً يطلق، كما دل على ذلك الدلائل الشرعية، فإن الإيمان من الأحكام المتلقاة عن الله ورسوله صلى الله عليه وسلم، ليس ذلك مما يحكم فيه الناس بظنونهم وأهوائهم”، ثم قال: “ولا يجب أن يحكم في كل شخص قال ذلك بأنه كافر حتى يثبت في حقه شروط التكفير وتنتفي موانعه”، ثم مثل لذلك فقال: “مثل من قال: إن الخمر والربا حلال لقرب عهده بالإسلام، أو لنشوئه في بادية بعيدة 1.
وقد بسط القول في قضية الحكم على المبتدع، وبيّن أنه لا بد من إقامة الحجة عليه، وإزالة الشبهة عنه، ثم ذكر بدعة القول بخلق القرآن، وذكر ما جرى للإمام أحمد بن حنبل مع المأمون والمعتصم، وأنه عذرهما لوجود الشبهة عندهما وأن الإمام أحمد دعا لهما، ولو كان يعتقد كفرهما لما دعا لهما2.
ويقول الشيخ حافظ الحكمي في كتابه معارج القبول: “2/503 504″: “ثم البدع بحسب إخلالها بالدين قسمان: مكفرة لمنتحلها، وغير مكفرة.
فضابط البدعة المكفرة: من أنكر أمرًا مجمعًا عليه، متواترًا من الشرع، معلوما من الدين بالضرورة، من جحود مفروض، أو فرض ما لم يفرض، أو إحلال محرم، أو تحريم حلال، أو اعتقاد ما ينزه الله ورسوله صلى الله عليه وسلم وكتابه عنه.
والبدعة غير المكفرة: هي ما لم يلزم منه تكذيب بالكتاب، ولا بشيء من مما أرسل به رسله.
ثم مثل لذلك فقال: “مثل بدع المروانية أي: بدع حكام الدولة من بني مروان التي أنكرها عليهم فضلاء الصحابة، ولم يقروهم عليها، ومع ذلك لم يكفروهم بشيء منها، ولم ينزعوا يدًا من بيعتهم لأجلها، كتأخير بعض الصلوات عن وقتها، وتقديمهم الخطبة قبل صلاة العيد.”.

———————–ـ
1الفتاوى، 3/354.
الفتاوى، 10/329.
2 الفتاوى، 12/466 وما بعدها ويحسن بطالب العلم مراجعتها.

ص -24- حكم المخطئ
سبق تعريف المبتدع، وأنه: الذى يحدث البدعة، ويدعو إليها ويوالي ويعادي عليها، وأن البدعة تنقسم إلى: بدعة مكفرة، وبدعة غير مكفرة، وذكرنا أقوال العلماء في حكم مرتكبها.
أما المخطىء في بعض المسائل، المعروف بمنهجه وسلوكه الحميد وعلمه الشرعي، فإن خطأه لا يحط من شأنه، ولا ينقص من قدره، فإن كان حيّا يرزق، فيجب تنبيهه على خطئه بالأسلوب الحكيم، المتعارف عليه بين العلماء، المبني على التعاون على البر والتقوى؛ لأن الدين النصيحة، فتقدم النصيحة لطالب العلم بحسب مقامه بأدب واحترام، وبيان للحق بدليله، من غير عنف ولا تعال، بل بالحكمة والموعظة الحسنة، حتى تؤدي النصيحة غرضها، فتبقى الكلمة واحدة، والمحبة والأخوة في الله باقية، فإنما المؤمنون إخوة.
وإن كان المخطىء قد أفضى إلى ربه، فيدعى له؛ لأن العصمة للأنبياء وحدهم ويبين للناس خطأهم، حتى لا يتبعونهم في ذلك الخطأ، يقول شيخ الإسلام ابن تيمية في وصفه لأئمة الهدى وما يصدر منهم من أخطاء، يقول: “ومن له في الأمة لسان صدق عام، بحيث يثنى عليه، ويحمد في جماهير أجناس 1 الأمة، فهؤلاء هم أئمة الهدى، ومصابيح الدجى، وغلطهم قليل بالنسبة إلى صوابهم، وعامته من موارد الاجتهاد التي يعذرون فيها، وهم الذين يتبعون العلم والعدل، فهم بعداء عن الجهل، وعن اتباع الظن وما تهوى الأنفس” 2.

———————–ـ
1 وهذا يعني: أن من هذا وصفه، فهو متجرد لقول الحق فلا يختلف عليه أحد من الناس، وإن قال بخلاف ما يهواه، إذ لا يقتصر الثناء على هذا العالم من الذين يأتي قوله موافقـًا لما يريدون ويرغبون، وإنما يأتي من جميع الناس على اختلاف مشاربهم.
وقد دل على هذا المعنى الحديث الذي أخرجه البخاري وهو: أن الله إذا أحب عبدًا قال لجبريل: إني أحب فلانًا فأحبه، فيحبه جبريل، ثم ينادي في أهل السماء: إن الله يحب فلانًا فأحبوه، فيحبه أهل السماء، ثم يوضع له القبول في الأرض ، قال: وفي البغض مثل ذلك.
قلت: وأرجو أن ينطبق هذا المعنى في عصرنا الحاضر على سماحة الشيخ: عبد العزيز بن عبد الله بن باز، وفقه الله لكل خير، آمين.
2 الفتاوى 11/43.

ص -25- القسم الثاني وهو: تقسيم البدعة إلى:
1 عملية 2 اعتقادية 3 قولية.
فالبدعة في العمل: تكون في العمل الظاهر، كصلاة تخالف ما ورد عن النبى صلى الله عليه وسلم، ونحو ذلك من الأعمال التي سبق ذكرها، فكلها داخلة تحت قوله صلى الله عليه وسلم: “من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو ردّ”.
والبدعة في الاعتقاد: إذا كان اعتقادًا للشيء على خلاف ما جاء به النبى صلى الله عليه وسلم كبدعة الخوارج في اعتقادهم تكفير العصاة من المسلمين، بل بأهوائهم اعتقدوا كفر عدد من الصحابة، وكالمجسمة والمشبهة الذين شبهوا الله بخلقه، تعالى الله عن ذلك علوًّا كبيرًا.
والبدعة القولية: إذا كانت تغييراً لما جاء في كتاب الله عز وجل, ولما ثبت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم, كأقوال المبتدعة من الفرق المشهورة، مما هو ظاهر المخالفة للكتاب والسنة، وظاهر الفساد والقبح، كأقوال الرافضة، والخوارج، والجهمية، والمعتزلة، والأشعرية، وجميع الفرق المؤوِّلة، التي وضعت لنفسها مناهج مخالفة لمنهج الطائفة الناجية المنصورة، الظاهرة على الحق إلى قيام الساعة، كما وصفها رسول الله صلى الله عليه وسلم, كما جاء في حديث أبي هريرة الذي أخرجه أبوداود والترمذي وابن ماجة، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “إن اليهود افترقت على إحدى وسبعين فرقة، والنصارى على اثنتين وسبعين فرقة، وأن هذه الأمة ستفترق على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلاواحدة”، فلما سئل عنها قال: “هي من كان على ما أنا عليه وأصحابي”1، وفي رواية البخاري، من حديث المغيرة بن شعبة، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “لاتزال طائفة من أمتي ظاهرين حتى يأتيهم أمر الله وهم ظاهرون” 2، وفى رواية من حديث معاوية قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من يرد الله به خيراً يفقهه

———————–ـ
1 الترمذي، الإيمان، تحفة الأحوذي 7/2779، قال حديث حسن، د/السنة، 5/3 ح 4596.
2 البخاري، الاعتصام، فتح الباري 13/293 ح 7311.

ص -26- في الدين، وإنما أنا قاسم ويعطى الله، ولن يزال أمر هذه الأمة مستقيماً حتى تقوم الساعة، أو حتى يأتي أمر الله”1اه، وكذلك ما جاء في حدبث حذيفة بن اليمان رضى الله عنه, الذي جاء فيه قوله صلى الله عليه وسلم لحذيفة عند افتراق الأمة إلى تلك الفرق: “تلزم جماعة المسلمين وإمامهم”، والذى سنورد نصه فيما بعد، ولهذا فسيكون حديثنا عن افتراق الأمة إلى تلك الفرق التي أشار إليها رسول الله صلى الله عليه وسلم, والتي افترقت في الأهواء، بحيث ابتدعت كل فرقة في دين الله مالم يأذن به الله ورسوله صلى الله عليه وسلم، من الاعتقادات الفاسدة، والأقوال الباطلة، ووضعت لها مناهج بعقولها، تخالف المنهج الذى سلكه رسول الله صلى الله عليه وسلم وأصحابه الذين ساروا على منهجه، ثم دعت الناس من خلال تلك المناهج إلى العقائد الفاسدة، وجعلتها هي معقد الولاء والبراء، فمن وافقهم على تلك المناهج واعتقد تلك العقائد قبلوه وتولّوه وأكرموه، ومن خالفهم بدَّعوه وفسّقوه وتبرءوا منه، وإذا كانت السلطة لهم والحكام في طاعتهم أغروهم به، فحبسوه وضربوه وربما قتلوه.
وبيان سبب كثرة هذه الفرق وتشعّب أفكارها.
وسأذكر لك أيها القارىء فيما يلي نماذج من مناهج هذه الفرق، كما ذكرها شيخ الإسلام ابن تيمية، وابن القيم، ثم أعقد بعد ذلك مقارنة بسيطة بين تلك المناهج ومعاملة أصحابها لأهل السنة والجماعة الفرقة الناجية السائرة على ما كان عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم وأصحابه كما في الحديث السابق، وبين مناهج الجماعات والأحزاب المعاصرة، ومعاملتهم فيما بينهم، ولمن يخالفهم في مناهجهم، ليتضح من خلال المقارنة: هل يوجد فرق بين هذه الجماعات المعاصرة، والفرق السابقة في حقيقة الأمر، أو أن الفرق إنما هو في الأسماء فقط، وذلك من غير ذكر لأسماء الأشخاص؛ لأن الغرض إنما هو التنَّبيه

———————–ـ
1 البخاري، الاعتصام، فتح الباري 13/293 ح7312.

ص -27- على الأخطاء لتجتنب، كما في هديه صلى الله عليه وسلم حينما ينبه على خطأ حدث من أشخاص، حيث يقول: ما بال أقوام يقولون كذا وكذا، من غير ذكر لأسمائهم، ثم أذكر بعد ذلك منهج الطائفة أو الفرقة الناجة، كما وصفها رسول الله صلى الله عليه وسلم.
ثم أبين ما علق بأذهان كثير من الشباب من إيحاء من بعض الدعاة من أن هذه الطائفة والمنتسبين إليها هم حزب من الأحزاب كغيرهم.
وهل لهذه الطائفة التي وصفها رسول الله صلى الله عليه وسلم بالفرقة الناجية وجود في الوقت الحاضر، وهل هو محصورة في بلد معين؟، وهل لها إمام يقودها بكتاب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم؟، أو أننا الآن في الزمن الذى أشار إليه حديث حذيفة بن اليمان الذى سيأتي نصه، فنضطر إلى أن يَعَضَّ كل واحد منا على أصل شجرة حتى يأتيه الموت وهو على ذلك؟.
فنقول: إن ما حذّر منه النبي صلى الله عليه وسلم أمّته قد حدث؛ فظهر الاختلاف كما أخبر صلى الله عليه وسلم, فافترقت أمته إلى فرق، يكفر بعضها بعضا، أو يفسقه، أو يبدعه، وقد بدأ خط الانحراف من حين ظهور عبد الله بن سبأ اليهودي الحميري، الذي ادّعى الإسلام نفاقا، ودسّ أفكاره الملحدة في هذه الأمة فقبل تلك الأفكار البعيدة عن تعاليم الإسلام رُعَاعٌ من الناس أدّت إلى قتل الخليفة الراشد عثمان بن عفان رضي الله عنه.
ومن أفكاره الفاسدة: دعواه الوصية لعلي بن أبى طالب رضى الله عنه, ودعوى أن الصحابة خالفوا تلك الوصية، ثم حكم على جميع الصحابة بزعمه هذا أنهم خالفوا وصية رسول صلى الله عليه وسلم, فكفرهم جميعا إلا ثلاثة.
وقد بين العلماء زيفه وكذبه وإلحاده وزندقته، وأنه لم تكن هناك وصية، لا لعلي رضي الله عنه ولا لغيره، بكلام عليّ نفسه، لامجال لتفصيل ذلك هنا.
ولكن كثرت الفرق بعد ذلك وانتشرت أفكارها، وسبب ذلك ما ذكره المقريزي وغيره، قال الصفدي: “طلب المأمون من بعض ملوك النصارى، قال أظنه صاحب جزيرة قبرص، طلب منه خزانة كتب اليونان، وكانت عندهم مجموعة في بيت لا يظهر عليها أحد، فجمع الملك

ص -28- خواصه من ذوي الرأي، واستشارهم في ذلك، فكلهم أشاروا بعدم تجهيزها إليه، إلا مطران واحد قال: جهزها إليهم، فما دخلت هذه العلوم على دولة شرعية إلا أفسدتها وأوقعت بين علمائها” 1.
وهكذا كان الأمر، فانتشرت الأفكار الفاسدة، وكان من أول هذه الأفكار: أفكار عبد الله بن سبأ، فنشأت الرافضة وبنت عقائدها على ذلك الأساس العقلي المتبع للهوى، كما يقول ابن القيم في الصواعق ج 1/ 118 عن الطوائف التي خالفت أهل السنة والجماعة فأصلت مذاهبها على تلك القواعد بعقولهم، قال: “فأصّلت الرافضة عداوة الصحابة، وبناء على هذا الأصل ردُّوا كل ما جاء في فضائلهم والثناء عليهم، أو تأولوه.
ثم ظهرت فرقة الخوارج وهم من أتباع عبد الله بن سبأ فهم الذين قتلوا عثمان رضي الله عنه, ثم خرجوا على علّي بن أبي طالب، وكفروه وكفروا الصحابة جميعا، ثم جعلوا لهم أصلاً وهو: أن مرتكب الكبيرة كافر في الدنيا، والآخرة، وهم جهال لا يعرفون نصوص الشريعة، فقد وصفهم رسول الله صلى الله عليه وسلم بأنهم يقتلون أهل الإسلام، ويتركون أهل الأوثان. كما وصفهم رسول الله صلى الله عليه وسلم بعدم الفقه في الدين مع الجلد في العبادة على الجهل، فقال في وصفهم: “تحقرون صلاتكم مع صلاتهم، وقراءتكم مع قراءتهم”، وفي رواية لمسلم: “قوم يقرءون القرآن بألسنتهم ولا يعدو تراقيهم، يمرقون من الدين مروق السهم من الرّميه”, وحثّ على قتلهم فقال: “فإذا لقيتموهم فاقتلوهم، فإن في قتلهم أجرًا لمن قتلهم عند الله يوم القيامة”2، وقد قتل تلك الطائفة المارقة علي بن أبي طالب وأصحابه، لأنهم بَدلَ أن يكونوا تلاميذًا للصحابة الذين حضروا التنزيل وصحبوا رسول الله صلى الله عليه وسلم ليتفقهوا على أيديهم، ويأخذوا تعاليم الشريعة الإسلامية وأحكامها منهم،

———————–ـ
1 لوامع الأنوار 1/9
الذهبي، سير أعلام النبلاء 1/278 أشار إلى ذلك، والسيوطي تأريخ الخلفاء 327.
الخطط للمقريزي 2/357. وقد ذكر أن المأمون بعث إلى بلاد الروم من عرب له كتب الفلاسفة. وذكر ذلك ابن خلدون في المقدمة 893.
2 مسلم، الزكاة، باب التحريض على قتل الخوارج 2/746 ح154.

ص -29- كفروهم؛ وذلك لجهلهم، كما وصفهم رسول الله صلى الله عليه وسلم، وهم من أتباع عبد الله بن سبأ الذين خرجوا على عثمان بن عفان رضي الله عنه وقتلوه ظلمًا وعدوانا.
ثم الجهميه أتباع الجهم بن صفوان: وقد أصّلت الجهمية أصلاً وهو: أن الله عز وجل لا يتكلم، ولا يكلم أحدًا، ولا يرى بالأبصار في الآخرة، ولا هو مستو فوق عرشه مباين لخلقه، ولا له صفة تقوم به وبناء على ذلك ردوا أو أوّلوا كل ما جاء في كتاب الله أو سنة رسوله صلى الله عليه وسلم يخالف ذلك الأصل.
وأصّلت المعتزله: القول بنفوذ الوعيد، وأن من دخل النار لايخرج منها ونفوا الصفات، وقالوا بخلق القرآن.
ومثلهم: الكلابية، والأشعرية، والمرجئة، وكل الطوائف سكلت مسلك التأويل في أسماء الله وصفاته ترد النصوص إلى العقل، فما قبلته عقولهم أمضوه وما لم تقبله عقولهم ردوه.
والعقل ليس معيارًا لأن ترد النصوص الشرعيه من الكتاب والسنة إليه، لأن العقول كثيرة، فما قبله عقل الجهمي لا يقبله عقل الرافضي والمعتزلي، وهكذا.
وجعلوا الولاء والبراء على تلك الأصول والقواعد التي أصلوها بعقولهم، فمن وافقهم عليها قبلوه وتولوه ووظفوه وأكرموه، ومن خالفهم كفروه وعادوه وحبسوه وضربوه، وربما قتلوه، ولم يقبلوا له شهادة، ولم يفكوه من يد عدو”.
يقول ابن تيمية وهو يتحدث في بيان مسألة التكفير، فيذكر معاملة الإمام أحمد بن حنبل للمعتزلة، ومعاملتهم لمن يخالفهم في عقيدتهم الباطلة التي طبقوا الموالاة والمعاداة عليها، والتي سنوازن بينها وبين مناهج المعاصرين من الجماعات التي توجد في الساحة، لنتبين إن وجد فرق بينها، أو أن الفرق في الأسماء فقط.
يقول شيخ الإسلام ابن تيمية في الفتاوى 12/488: “فإن الإمام أحمد مثلاً قد باشر الجهمية، الذين دعوه إلى خلق القرآن، ونفي الصفات، وامتحنوه وسائر علماء وقته، وفتنوا المؤمنين والمؤمنات الذين لم يوافقوهم على التجهم بالضرب والحبس والقتل والعزل عن الولايات، وقطع الأرزاق، ورد

ص -30- الشهادة، وترك تخليصهم من أيدي العدو بحيث كان كثير من أولي الأمر إذ ذاك من الجهمية من الولاة والقضاة وغيرهم يكفرون كل من لم يكن جهميا موافقا لهم على نفي الصفات مثل القول بخلق القرآن، ويحكمون فيه بحكمهم في الكافر، فلا يُوَلُّونَه ولاية، ولا يفتكونه من عدو، ولا يعطونه شيئا من بيت المال، ولا يقبلون له شهادة ولا فتيا ولا رواية، ويمتحنون الناس عند الولاية والشهادة، والافتكاك من الأسر وغير ذلك، فمن أقر بخلق القرآن حكموا له بالإيمان، ومن لم يقر به لم يحكموا له بحكم أهل الأيمان. ومن كان داعيا لغير التجهم قتلوه أو ضربوه أو حبسوه”.
هذه معاملة هذه الفرق لأهل السنة والجماعة للطائفة المتبعة لما كان عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم وأصحابه، كما ذكر ابن تيمية.
فالمعاداة والموالاة على تلك المناهج ‏والعقائد الباطلة.
وحيث إن كثيرًا من الكتاب المعاصرين ومن المشتغلين بالدعوة وجمع كلمة المسلمين، الذين يظنون أن البحث والتوجيه للشباب إلى الاهتمام بالأصول التي هي الأساس لبناء المجتمع كما سلك المصطفى صلى الله عليه وسلم في إصلاح قلوب الناس، يقولون: إن الباحثين في مسائل العقيدة ينبشون ما تحت التراب، بمعنى: أن الحديث عن الفرق حسب زعمهم بحثٌ في أمور انقرضت، وما يعلمون أن الذي انقرض هو الأشخاص، وأما الأفكار والمناهج والعقائد فلا زالت منتشرة، من أجل ذلك فإننا نعقد موازنة بين المناهج السابقة، والمناهج المعاصرة.
ص -31- مناهج الجماعات المعاصرة
إن الأمة الإسلامية أمة واحدة كما قال تعالى: { إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ } 1.
وسبيلها وطريقها واحد كما قال تعالى: { وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُو } 2.
وإننا نرى في الساحة الإسلامية جماعات وأحزابا معاصرة متعددة، كل جماعة جعلت لنفسها اسما، وخطت لها منهجا تدعو عن طريقه وفي حدود معالمه إلى الإسلام.
وفي الوقت نفسه تجد هذه الجماعات والأحزاب متفرقة متخاصمة، تفرق وتخاصم تلك الجماعات والطوائف السابقة.
ثم إن هذه الجماعات والأحزاب توالي وتعادي في نطاق ذلك المنهج الذي رسمته لأتباعها، وتلزم المنتمي إليها، بعدم الخروج على منهجها فهو محجور عليه، فلا يأخذ ولا يعطي إلا في حدوده المرسومة، وتحت شعاره؛ لأنه في نظر زعمائها ومنظّريها أن الإسلام وجميع تعاليمه محصورة في هذا المنهج.
وقد نتج عن ذلك الأفق الضيق البعيد عن منهج الطائفة الناجية المنصورة بدع كثيرة ممقوتة، نذكر بعضا منها:
1- التعصب الحزبي للأفكار أو الأشخاص أو الشيوخ، الذي جاءت تعاليم الإسلام للقضاء عليه، فليس في الإسلام تعصب لحزب أو قبيلة أو بلد، وإنما ذلك من أعمال الجاهلية، ‏فقد جعلت هذه الجماعات أو الأحزاب الولاء والبراء هو الانتساب إليها، وعلى ذلك فإن المنتمي للحزب أو الجماعة يبجّل ويعظَّم ويرفع شأنه، فالمؤهل لذلك كله هو الانتماء لا العلم والتقوى، ونتج عن ذلك أن المخالف لهذه الجماعة ومنهجها غير المنزّل وإن كان على حق، فيحط من قدره، ويشاع عنه بأنه ضيّق الأفق، قاصر الثقافة، لا يعرف

———————–ـ
1 سورة الأنبياء، الآية: 92.
2 سورة الأنعام، الآية: 153.

ص -32- واقع الأمة والأخطار التي تحيط بها، حتى ينفر الشباب عنه فلا يستفيدون من علمه وتجاربه ولو كان عالما تجاوز عمره السبعين.
ومعلوم أن الميزان الشرعي لتقويم الأشخاص هو العلم والتقوى { إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ }، وليس الانتماء أو عدمه.
والميزان للأفكار والمناهج هو الكتاب والسنة { فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ } 1، وليس الرد لرأي فلان، أو قول فلان، أو منهجه.
ومن نتائج هذا التحزب: التفرق، والخصام،والعداء، والخلاف المستمر والفشل المحقق على الساحة الدعوية.
أما دعوى أن الجميع يعملون للإسلام، وسيلتقون عند حصول الثمرة. فهذه الدعوة تبطلها الخلافات القائمة بين هذه الجماعات لاختلاف مناهجها وأهدافها، والانشقاقات الحاصلة بين بعضها.
وأعتقد أن هذه الأمور لا تحتاج إلى دليل لظهورها في كل مكان.
وعلى ذلك فهل يوجد فرق حقيقي بين مناهج تلك الفرق السابقة التي ذكرنا نموذجا مما ذكره شيخ الإسلام عن المعتزلة، وبين المناهج المعاصرة غير الأسماء، والأسماء لاتُغير الحقائق؟.
إن هذا مصداق قوله صلى الله عليه وسلم في افتراق الأمة إلى تلك الفرق المتعددة في الأهواء.
فهل من تعاون على البر والتقوى، واعتصام بحبل الله جيمعا كما قال تعالى: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعاً وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ} 2

———————–ـ
1 سورة النساء، الآية: 59.
2 سورة آل عمران، الآية: 103.

ص -33- الطائفة الناجية
إن التعاون على البر والتقوى والاعتصام بحبل الله جميعا، وهو ما جاء في منهج الفرقة أو الطائفة الناجية، وقد سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن وصفها فقال: “هم من كان على ما أنا عليه وأصحابي”.
وفي صحيح البخاري في كتاب الاعتصام بالسنة ح 7311: “لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين حتى يأتيهم أمر الله وهم ظاهرون”.
وح 7412 من رواية معاوية قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “من يرد الله به خيرًا يفقهه في الدين, وإنما أنا قاسم، ويعطي الله، ولن يزال أمر هذه الأمة مستقيما حتى تقوم الساعة أو حتى يأتي أمر الله”.
والسؤال: ما الذي كان عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم وأصحابه؟.
وهل هذه الطائفة موجودة؟. وإذا كان كذلك كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم فما منهجها؟. وأين مكانها؟. وهل لها إمام يقودها بكتاب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم كما جاء في حديث حذيفة الذي سنورده فيما بعد، وقد جاء فيه: فإن لم يكن لهم جماعة ولا إمام قال: “فاعتزل تلك الفرق كلها، ولو أن تعض بأصل شجرة حتى يدركك الموت وأنت على ذلك”؟، فهل وصل ذاك الزمان ووصلنا إلى تلك الحال حتى يعض كل واحد منا بأصل شجرة حتى الموت؟.
أيها الإخوة: سنذكر رؤوس أقلام في الإجابة على هذه التساؤلات:

ص -34- منهج الفرقة الناجية هو ما كان عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم وأصحابه.
فأما ما كان عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم وأصحابه فهو: التمسك بكل ماجاء في كتاب الله الكريم الذي لايأتيه الباطل من بين يديه ولا من خلفه، والتمسك بسنة رسوله صلى الله عليه وسلم المبينة والمفسرة لكتاب الله عز وجل, فإنها الوحي الثاني كما قال تعالى: {وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ} 1 وقوله: { وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى } 2.
فهم ساروا على الإيمان بالله إلها معبودًا لا إله غيره ولا رب سواه، فصرفوا جميع أنواع العبادة من الاعتقادات، والأقوال والأعمال الظاهرة والباطنة إليه وحده، والإيمان بأسمائه وصفاته، كما وصف الله نفسه في كتابه، ووصفه رسوله صلى الله عليه وسلم في سنته الصحيحة، من غير تحريف ولا تعطيل ولا تأويل، بل إثبات تلك الصفات لله على أساس قوله تعالى: { لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ } 3، والحكم بما أنزل الله عز وجل في كتابه، وما شرعه رسول الله صلى الله عليه وسلم في سنته كما قال تعالى: { فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجاً مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيماً } 4، والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، كما قال الله لنبيه صلى الله عليه وسلم: { قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ } 5, وقال تعالى: { ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ } 6، فالأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، على أساس هاتين الآيتين: العلم أولاً، والحكمة ثانيا.
والدعوة على هذا المنهج تعم المسلمين جميعا كل بقدر استطاعته وفي محيطه الذي يخصه، لايكلف الله نفسا إلا وسعها، قال صلى الله عليه وسلم كما في صحيح
———————–ـ
1 سورة النحل، الآية: 44.
2 سورة النجم، الآيتان: 3 -4.
3 سورة الشورى، الآية: 11.
4 سورة النساء، الآية: 65.
5 سورة يوسف، الآية: 108.
6 سورة النحل، الآية: 125.

ص -35- مسلم: “من رأى منكم منكرًا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان” 1.
فالتغيير باليد لصاحب السلطان، واللسان لكل مسلم، فإن لم يستطع حتى بلسانه، فيلزمه كراهة هذا المنكر بقلبه، والجهاد في سبيل الله لنشر هذا الدين، وإنقاذ العباد من عبادة العباد إلى عبادة رب العباد، وهكذا في جميع تعاليم هذا الدين في المعاملات والأخلاق الحميدة.
فالمؤمنون رحماء بينهم كالجسد الواحد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى.
فأخلاق رسول الله صلى الله عليه وسلم القرآن، وهكذا كان أصحابه، فالولاء والبراء على الكتاب والسنة.
هذا منهج أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم، وعلى هذا سلكت الطائفة الناجية، حينما افترقت هذه الأمة إلى تلك الفرق التي أشار إليها رسول الله صلى الله عليه وسلم, وهو ما جاء في حديث العرباض بن سارية حيث قال صلى الله عليه وسلم: “وإنه من يعش منكم بعدي فسيرى اختلافا كثيرًا”، ثم أمر الأمة عند ظهور هذا الاختلاف، أن يتمسكوا بسنته وسنة الخلفاء الراشدين المهديين، وأن يعضوا عليها بالنواجذ، ثم حذرهم من البدع ومحدثات الأمور، وبين أن كل بدعة ضلالة.
وأما مكان وجود هذه الطائفة، وهل لها إمام يقودها بكتاب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم؟.
فالجواب: إن الطائفة السائرة على المنهج التي سبقت الإشارة إليه موجودة في الدنيا كلها فلا يحصرها بلد دون آخر.
ولاستكمال الجانب الثاني من السؤال وهو: هل لها إمام يقودها بكتاب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم؟. فإننا نورد حديث حذيفة بن اليمان الذي أشرنا له سابقا، وبعد إيراده سنجد الجواب.
فقد روى البخاري في صحيحه في كتاب المناقب علامات النبوة،

———————–ـ
1 مسلم، الإيمان 12/69 ح78.
ص -36- وفي كتاب الفتن/ باب كيف الأمر إذا لم تكن جماعة.
ومسلم في الإمارة/ باب وجوب ملازمة جماعة المسلمين عند ظهور الفتن، وفي كل حال, وتحريم الخروج من الطاعة ومفارقة الجماعة.
عن حذيفة بن اليمان رضي الله عنه قال: كان الناس يسألون رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الخير وكنت أسأله عن الشر مخافة أن يدركني، فقلت: يارسول الله، إنا كنا في جاهلية وشر، فجاءنا الله بهذا الخير، فهل بعد هذا الخير من شر؟، قال: “نعم”، قلت: وهل بعد ذلك الشّر من خير؟، قال: “نعم وفيه دخن”, قلت: وما دخنه؟، قال: “قوم يهدون بغير هديي، تعرف منهم وتنكر”، قلت: فهل بعد ذلك الخير من شر؟، قال: “نعم، دعاة على أبواب جهنم، من أجابهم إليها فذفوه فيها”، قلت: يارسول الله صفهم لنا، قال: “هم من جلدتنا ويتكلمون بألسنتنا”، قلت: فما تأمرني إن أدركني ذلك؟، قال: “تلزم جماعة المسلمين وإمامهم”، قلت: فإن لم يكن لهم جماعة ولا إمام؟، قال: “فاعتزل تلك الفرق كلها، ولو أن تعض بأصل شجرة حتى يدركك الموت وأنت على ذلك”.
يقول النووي في شرح هذا الحديث “”دعاة على أبواب جهنم من أجابهم إليها فذفوه فيها”: “قال العلماء: هؤلاء من كان من الأمراء يدعو إلى بدعة أو ضلال آخر، كالخوارج والقرامطة وأصحاب المحنة، وفي الحديث هذا لزوم جماعة المسلمين وإمامهم ووجوب طاعته وإن فسق وعمل المعاصي” 1.

———————–ـ
1 النووي شرح مسلم 12/237.

ص -37- السلف وأتباعهم ليسوا حزبا
فالطائفة الناجية التي ذكرها رسول الله صلى الله عليه وسلم ووصفها بأنها التي تكون على ما كان عليه هو وأصحابه هم السلف الصالح، ثم السائرون على منهجهم، كما قال تعالى: { وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ } 1.
فهذه الطائفة بهذا المنهج موجودة في الدنيا كلها في كل زمان ومكان، فلا يحصرها بلد دون بلد، ولا مكان دون آخر، وهم جماعة المسلمين السائرون على الحق والهدى، وقد يكون لهم إمام يقودهم بكتاب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم، وقد لا يكون لهم إمام في بعض الأحوال وعند ظهور الفتن، كما في حديث حذيفة.
ولكن بحمد الله إن هذه الجماعة موجودة بالمنهج والإمام الذي يقودها بكتاب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم في هذه البلاد – كما سنذكر ذلك بعد نقل كلام الإمام إسماعيل بن محمد الأصبهاني الملقب بقوام السنة -، ليتضح لنا أن جماعة المسلمين الواحدة السائرة على ما كان عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم وأصحابه، – وهم السلف وأتباعهم – أهل منهج وليسوا حزبا كما نسمعه من بعض من لم ينظر في منهجهم وطريقتهم.
وإذا وجد أن شخصا انتسب إلى منهج السلف، ثم ارتكتب خطأ وهم ليسو بمعصومين، فإن خطأه يُحسب عليه لا على المنهج، ولا يُنفر الناس من الحق، لاسيما الشباب، فتنفيرهم من جماعة السلف أو منهج السلف جناية عظيمة على الأمة الإسلامية إذ يقطع حاضرها عن ماضيها، وهي دعوة يروج لها أعداء الإسلام، ويأخذ بإيحاءاتها من لا يفكر في عواقبها وما تؤول إليه في نتائجها.
وقد ألقيت نظرة سريعة على صفحات من شرح الطحاوية فوجدته كرر كلمة السلف أكثر من عشرين مرة، مما يدل على اعتزازه بهذه النسبة؛ لأن من مميزات منهجهم: الثبات على الحق والاستمرار عليه، وعدم التقلب والتذبذب، واتفاقهم على أمور العقيدة، وعدم اختلافهم فيها مع اختلاف الزمان والمكان، بخلاف الطوائف الأخرى التي وضعت مناهجها بعقولها.

———————–ـ
1 سورة التوبة، الآية: 100.

ص -38- يقول الإمام الأصبهاني قوام السنة: (ومما يدل على أن أهل الحديث هم أهل الحق ، أنك لو طالعت كتبهم المصنفة من أولهم إلى آخرهم قديمهم وحديثهم، مع اختلاف بلدانهم وزمانهم، وتباعد ما بينهم في الديار وسكون كل واحد منهم قطرًا من الأقطار وجدتهم في بيان الاعتقاد على وتيرة واحدة ونمط واحد، يجرون على طريقة لا يحيدون عنها ولا يميلون فيها، وقولهم في ذلك واحد، ونقلهم واحد، لا ترى فيهم اختلافا ولا تفرقا في شيء ما وإن قل) الخ.
قلت: ومما يدل على صدق قوله كتب هؤلاء الأئمة: الإمام أحمد بن حنبل والبخاري ومسلم والترمذي وابن ماجة وابن خزيمة وابن قتيبة وابن مندة واللالكائي وغيرهم، مع اختلاف أزمانهم وأقطارهم؛ تجد كلامهم واحد.
وأما كون هذه الجماعة موجودة بمنهجها وإمامها فهي موجودة بحمد الله في هذه البلاد إن شاء الله، فقد أخبر رسول الله صلى الله عليه وسلم كما في صحيح البخاري ومسلم: “أن الإيمان ليأرز إلى المدينة، كما تأرز الحية إلى جحرها”، وفي رواية مسلم: “وهو يأرز بين المسجدين كما تأرزالحية إلى جحرها” 1.
فأنا أذكّر النّاسي وأنبه الغافل:
1 ـ أن المنهج في هذه البلاد قائم على أصالة التوحيد، ونبذ البدع والخرافات والتأويل، وعلى دراسة العلوم الشرعية بجميع فروعها، بدءًا بمناهج المراحل الابتدائية، وانتهاء بمناهج الجامعات والدراسات العليا التخصصية مثل قسم العقيدة، وقسم السنة، وقسم التفسير، وقسم الفقه، وقسم الأصول، وجميع التخصصات الشرعية وما يخدمها إضافة إلى العلوم العصرية التي يحتاجها المجتمع، غير المتعارضة مع الشريعة الإسلامية، بل في الجامعة الإسلامية بالمدينة المنورة التي أنشئت لأبناء العالم الإسلام جميعًا، وبها أكثر من مائة جنسية، بها كليات متخصصة في هذه الجوانب، مثل: كلية القرآن وعلومه، كلية الحديث وعلومه، كلية أصول الدين، كلية الشريعة،

———————–ـ
1 البخاري ـ فضائل المدينة، فتح الباري 4/93 ح 1876.ومسلم ـ الإيمان 1/130 ح232، 233 .

ص -39- كلية اللغة، وغيرها من الجامعات والمعاهد، ثم فصل التعلم بجميع مراحله بين الذكور والإناث.
2 ـ دار الإفتاء والدعوة والإرشاد.
3 ـ هيئة الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر.
4 ـ المحاكم الشرعية التي يحكم قضاتها بالكتاب والسنة، وإقامة الحدود الشرعية على مرتكبيها كقطع يد السارق، والقصاص من القاتل، وجلد الزاني والشارب، وذلك ضمن الضوابط الشرعية.
فهذا المنهج تقوم به جماعة المسلمين في هذه البلاد، ولهم إمام يقوم بتطبيق هذا المنهج وتنفيذه، ونحن نسمع بين حين وآخر تطبيق الحدود على مرتكبيها.
وقد قام بهذا المنهج ووجدت الجماعة القائمة به وإمامها بعد الفترات السابقة: الإمام محمد بن عبد الوهاب مع الإمام محمد بن سعود من عام 1158 هـ، ولازال الأمر كذلك إلى عصرنا الحاضر.
وقد قامت هذه الدولة من ذاك التأريخ على عقيدة التوحيد الخالصة من شوائب الشرك والبدع والتأويل، وعلى تطبيق الشريعة الإسلامية بجميع أحكامها من الكتاب والسنة وفهم السلف الصالح لنصوص الشريعة الإسلامية.
ونسأل الله لها الثبات والاستمرار على ذلك، ليتحقق في هذه البلاد وأهلها ما قاله رسول الله صلى الله عليه وسلم: “أن الإيمان ليأرز إلى المدينة” وفي الرواية الأخرى: “بين المسجدين كما تأرز الحية إلى جحرها”.
أما أن توجد معاصي وأخطاء، فهذه طبيعة البشر جميعاً من عهد النبوة والخلفاء الرشدين، كان الناس يرتكبون الأخطاء والمعاصي، وكذلك أيام الدولة الإسلامية بعدهم، فالعيبُ ليس في وجود المعاصي، إنما العيب في عدم إقامة الحدود على من ارتكب تلك المعاصي إن كانت تستوجب إقامة حدٍّ على صاحبها.
وأما نصح الأئمة وولاة الأمر فواجب على علماء الأمة ففي صحيح مسلم: “الدين النصيحة” ثلاثاً، قلنا: لمن يا رسول الله ؟، قال: “لله، ولكتابه، ولرسوله،

ص -40- ولأئمة المسلمين، وعامتهم” 1.أما كيفية تقديم النصيحة لهم: فننقل ما قاله العلامه عبد الرحمن بن سعدي في كتابه “الرياض الناضرة والحدائق النيرة الزاهرة” الفصل الثامن “في وجوب النصحية وفوائدها” في شرح حديث: “الدين النصيحة” ثلاثا، قالوا: لمن يارسول الله ؟، قال: “لله، ولكتابه، ولرسوله، ولأئمة المسلمين وعامتهم”، قال في ص 29: “وأما النصيحة لأئمة المسلمين، وهم ولاتهم من السلطان الأعظم إلى الأمير إلى القاضي إلى جميع من له ولاية صغيرة أو كبيرة، فهؤلاء لما كانت مهماتُهم وواجباتهم أعظم من غيرهم وجب لهم من النصيحة بحسب مراتبهم ومقاماتهم، وذلك باعتقاد إمامتهم، والاعتراف بولايتهم، ووجوب طاعتهم بالمعروف، وعدم الخروج عليهم، وحث الرعية على طاعتهم ولزوم أمرهم الذي لا يخالف أمر الله ورسوله صلى الله عليه وسلم، وبذل ما يستطيع الإنسان من نصيحتهم، وتوضيح ما خفي عليهم مما يحتاجون إليه في رعايتهم، كل أحد بحسب حالته، والدعاء لهم بالصلاح والتوفيق، فإن صلاحهم صلاح لرعيتهم”.
ثم قال: “واجتناب سبهم والقدح فيهم وإشاعة مثالبهم، فإن في ذلك شرًّا وضررًا وفسادًا كبيرًا، فمن نصيحتهم: الحذر والتحذير من ذلك”.
ثم قال: “وعلى من رأى منهم ما لا يحل أن ينبههم سرًّا لا علنا،
———————–ـ
1 مسلم، الإيمان 10/74 ح
ص -41- ثم بلطف، وعبارة تليق بالمقام ويحصل بها المقصود، فإن هذا مطلوب في حق كل أحد، وبالأخص ولاة الأمور، فإن في تنبيههم على هذا الوجه فيه خير كثير، وذلك علامة الصدق والإخلاص”.
ثم قال: “واحذر أيها الناصح لهم على هذا الوجه المحمود أن تفسد نصيحتك بالتمدح عند الناس، فتقول لهم: إني نصحتهم، وقلت وقلت، فإن هذا عنوان الرياء وعلامة ضعف الإخلاص، وفيه أضرار أُخَرْ معروفة”.
هذا ماقاله الشيخ عبد الرحمن السعدي في نصيحة ولاة الأمور السلطان الأعظم وولاته، وقد نص على أن النصيحة تكون سِرًّا لا علنا، ثم بلطف وعبارة تليق بالمقام، كما حذر الناصح لهم على هذا الوجه المحمود، إن كان يقصد بنصيحته الصدق والإخلاص، ألاّيفسد تلك النصيحة بالتمدّح عند الناس فيقول: إني نصحتهم وقلت وقلت، فإن ذلك يدل على الرياء وعلامة على ضعف الإخلاص كما قال الشيخ السعدي.
وبعد ذكرنا لكلام الشيخ السعدي ـ رحمه الله تعالى ـ، وهو من العلماء المعاصرين، نرى أنه من المناسب ذكر مثال من كلام العلماء السابقين.
يقول ابن أبى عاصم في كتاب السنة 2/ 521ح 1096 “باب: كيف نصيحة الرعية للولاة ؟”، وقد أورد فيه بإسناده عن شريح بن عبيد قال: قال عياض بن غنم لهشام بن حكيم: ألم تسمع بقول رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من أراد أن ينصح لذي سلطان فلا يبده علانية، ولكن يأخذ بيده، فيخلو به فإن قبل منه فذلك، وإلا كان قد أدى الذى عليه” ، قال الألباني: “إسناده صحيح”.
هذا هو أسلوب علماء أهل السنة والجماعة الطائفة المنصورة الناجية في نصحهم لولاة أمورهم؛ لأنهم يريدون لأمتهم وللعباد والبلاد الخير والصلاح، وهو ما نعتقد أن علماءنا في الوقت الحاضر وهم المتبعون لمنهج السلف الصالح يقومون به لولاة أمورهم بالأسلوب الذى ذكره العلامة الشيخ عبد الرحمن السعدي ـ رحمه الله ـ، فهم لا يقدمون النصائح علنًا حتى نسمعها، لأنهم يعلمون أنها بهذه الأسلوب غير مجدية، ولا هو منهج أهل السنة والجماعة، ثم هم لا يفسدون تلك النصائح التي يقدمونها بالتمدح بين الناس بأن يقولوا: فعلنا وفعلنا وقلنا لهم وقلنا؛ لأن هذا ـ كما قال السعدي فيه رياء وعدم إخلاص في النصيحة، وفي الوقت نفسه فيه أضرار كثيرة.
أما الوقائع العينية مع الولاة والأمراء فما صح منها فإنه كان نصيحة للأمير مباشرة عند ظهور مخالفتة للسنة، مع وجود الألفة بينهم ـ أي: العلماء والأمراء ـ، والقصد من النصيحة الإصلاح لا التشهير كما في قصة مروان أمير المدينة، ففي صحيح البخارى كتاب العيدين ح 956 عن أبي سعيد الخدري قال:

ص -42- “كان النبي صلى الله عليه وسلم يخرج يوم الفطر والأضحى إلى المصلى فأول شيء يبدأ به الصلاة” قال: فلم يزل الناس على ذلك حتى خرجت مع مروان ـ وهو أمير المدينة ـ في أضحى أو فطر، فلما أتينا المصلى إذا منبر بناه كثير بن الصلت، فإذا مروان يريد أن يرتقيه قبل أن يصلي، فجبذت بثوبه فجذبني، فارتفع فخطب قبل الصلاة، فقلت له: غيّرتم والله، فقال: أبا سعيد، قد ذهب ما تعلم، فقلت: ما أعلم والله خير مما لا أعلم، فقال: إن الناس لم يكونوا يجلسون لنا بعد الصلاة، فجعلتها قبل الصلاة.
قال ابن حجر وفي رواية عبد الرزاق عن داود بن قيس: “وهو ـ أي: مروان ـ بين أبي مسعود ـ يعني: عقبة بن عمرو الأنصارى ـ، قلت: وهذا يدل على الصلة الوثيقة بين العلماء وولاة الأمور”.
ويقول ابن حجر وهو يعدد فوائد الحديث: “وفيه إنكار العلماء على الأمراء إذا صنعوا ما يخالف السنة، وفيه جواز عمل العالم بخلاف الأَولَى إذا لم يوافقة الحاكم على الأَولى، لأن أبا سعيد حضر الخطبة ولم ينصرف، فيستدل به على أن البداءة بالصلاة فيها ليس بشرط في صحتها، والله أعلم.
ثم نقل عن ابن المنير قوله: حمل أبو سعيد فعل النبي صلى الله عليه وسلم في ذلك على التعيين، وحمله مروان على الأَولية، واعتذر عن ترك الأَولَى بما ذكر من تغير حال الناس، فر أى أن المحافظة على أصل السنة وهو سماع الخطبة أولى من المحافظة على هيئة فيها ليست من شرطها، والله أعلم.
ومثل هذا ما ذكر من الوقائع مع عمر بن الخطاب، فما صح من ذلك، فهو نصيحة للأمير أو الوالي مشافهة في الوقت نفسه الذى ظهر فيه ما يخالف السنة، لا تشهيراً وقدحًا وإشاعة لمثالبهم ففي ذلك شر وضرر وفساد كبير.
قال الشيخ عبد الرحمن بن سعدي: لأن الهدف هو الإصلاح، وبهذا الأسلوب يتحقق الإصلاح ـ إن شاء الله ـ.
وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.

الحلقة الأولى – الجامعة الإسلامية بالمدينة المنورة
السنة الثالثة عشرة، العدد التاسع والأربعون

ص -56- البدع وأثرها في انحراف التّصَوُّر الإسلامي
لفضيلة الشيخ صالح سعد السحيمي المدرس بكلية الحديث بالجامعة
الحلقة الأولى
إن الحمد لله نحمده ونستعينه، ونستغفره، ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، وسيئات أعمالنا، من يهد الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، صلى الله وسلم عليه وعلى آله وأصحابه، ومن اقتفى أثره إلى يوم الدين.
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ}، {يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً}، {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً}.
أما بعد: فإن أصدق الحديث كتاب الله، وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم، وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار1.
إن الدين عند الله الإسلام ومن يبتغي غير الإسلام ديناً فلن يقبل منه وهو في الآخرة من الخاسرين، ذلكم هو الدين القيم الخالد الصالح لكل زمان ومكان، والمشتمل على كل ما
——————————–
1 هذه الإقتتاحية المشتملة على كثير من الفوائد والتي كان يسميها السلف خطبة الحاجة، وقد كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يفتتح بها كلامه في أغلب أحيانه، ويعلمها أصحابه كما يعلمهم القرآن، لذا فإنه من الخطأ الشائع توهم كثير من الناس أن هذه الخطبة خاصة بعقد النكاح بل الصحيح أن هذه المقدمة مشروعة في أي موضوع خيري يريد أن يتكلم به متكلم.

ص -57- من شأنه إسعاد البشرية في دنياها وأخراها، وهو الدين الخالص الذي جمعنا الله به بعد الفرقة، وأعزنا به بعد الذلة، وألف بين قلوبنا بعد التمزق، فمن تمسك به وحافظ عليه وقام به خير قيام بفعل المأمور وترك المحظور دون زيادة أو نقصان، فقد سعد وفاز برضى الله تبارك وتعالى وعونه وتوفيقه، وأما من طلب الهدى من غيره واتخذ سبيلا غير سبيل المؤمنين من الصحابة والتابعين، وتابعيهم بإحسان، فذلك هو الخسران المبين الذي لا يعدله خسران، وأصبح من حزب الشيطان، {أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ}.
طريق الخلاص:
وإن طريق الخلاص وعنوان السعادة وسبب النجاة من عذاب الله هو التمسك بكتاب الله تعالى ذلك الكتاب العزيز الذي {لا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ}، وكذلك التمسك بالسنة المطهرة الثابتة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، الذي {وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوحَى}، فإنهما أعني الكتاب والسنة المصدران الأساسيان للتشريع الإسلامي.
كمال هذا الدين:
فإن من أمعن النظر فيما شرعه الله لنا مما تضمنه الكتاب العزيز ودلت عليه السنة، علم أن النبي عليه الصلاة والسلام قد بلغ الرسالة، وأدى الأمانة، ونصح الأمة على أكمل وجه، وتركنا على البيضاء ليلها كنهارها، لا يحيد عنها إلا هالك قد مرض قلبه، وخاسر قد طاش في مهاوي الضلال لبه، فإن الله تعالى قد بين للناس قواعد الدين وأكملها قال تعالى: {الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلامَ دِيناً}.
فإذا كان الله سبحانه وتعالى قد أكمل لنا هذا الدين بما أنزله في كتابه العربي المبين وعلى لسان نبيه الصادق الأمين. مما بلغ من الأحكام وبين لنا من حلال وحرام، فلم يكن هناك من خير إلا دلنا عليه وسهل لنا الطريق الموصلة إليه، ولم يكن هناك من شر إلا حذرنا منه كما قال صلى الله عليه وسلم من حديث عبد الله بن عمرو: “ما بعث الله من نبي إلا كان حقا عليه أن يدل أمته على خير ما يعلمه لهم ويحذرهم من شر ما يعلمه لهم”.
سبيل المؤمنين:-
إذا كان الأمر بهذه المثابة، فإن من طلب الهدي من غير الكتاب والسنة أو أتى بأمر زائد على ما شرعه الله فهذا بلا شك ضلال مبين وميل عن الصراط المستقيم واتباع لغير سبيل

ص -58- الكتاب والسنة مصدر كل سعادة:-
وقال تعالى في معرض بيانه لشمول هذا الدين: {وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَاناً لِكُلِّ شَيْءٍ} فقوله: {تِبْيَاناً لِكُلِّ شَيْءٍ} أفاد شمول هذا القرآن لكافة أحكام الدين بما أودع الله فيه من تعاليم عامة صالحة للتطبيق على مر العصور والأزمان، وفيها السعادة كل السعادة للبشرية جمعاء، متى تمسكت بها إلى أن يرث الله الأرض ومن عليها.
وكذلك سنة نبيه صلى الله عليه وسلم القويمة التي تبين القرآن وتوضحه وتفصل مجمله وتقيد مطلقه وتخصص عمومه إلى غير ذلك من أنواع البيان، قال تعالى: {وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ}، وقال تعالى: {وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا}، وثبت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: “إني أوتيت القرآن ومثله معه”. والآيات والأحاديث الدالة على شمول هذا الدين وكماله وعدم حاجته إلى زيادة أو نقصان أجل من أن تحصر أو تعد في مثل هذا المقام، وإذا كان النبي صلى الله عليه وسلم لم ينتقل إلى الرفيق الأعلى حتى كمل الدين وتم بما أودع الله فيه من تشريع شمل كافة نواحي الحياة من عبادات ومعاملات وآداب وأخلاقيات وحدود وغير ذلك، مما يكفل للبشرية كل أمن ورخاء وطمأنينة متى تمسكت بها وسارت على نهجها القويم.

ص -59- ذم التفرق وبيان أسبابه:-
إذا علم ذلك فإن الطريق الصحيح إلى النجاة هو التمسك بكتاب الله تعالى وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم فإنهما حصن حصين وحرز متين لمن وفقه الله تعالى ولا يمكن أن يتم ذلك إلا بالبعد عن البدع والخرافات التي ابتدعها المبتدعون، وأحدثها المحدثون، وروجها المبطلون، وأكلت أموال الناس بالباطل من دعاة النحل المختلفة، والطرق المتشعبة التي ليست من الإسلام في شيء، وقد ذم الله تلك الطرقة المنحرفة الكثيرة التي جعلت المسلمين شيعاً وأحزاباً وشتت شملهم، وجعلتهم لقمة سائغة لأعدائهم، لا لقلة عددهم وعدتهم، وإنما نتيجة لتمزق شملهم وتفرق كلمتهم، كما قال صلى الله عليه وسلم: “توشك أن تتداعى عليكم الأمم كما تتداعى الأكلة على قصعتها، قالوا: أمن قلة نحن يومئذ يا رسول الله؟ قال بل أنتم كثير ولكنكم غثاء كغثاء السيل”، وما لا شك فيه أنه لا شيء أعظم فساداً للدين وأشد تقويضاً لبنيانه وأكثر تفريقاً لشمل الأمة من البدع فهي تفتك به فتك الذئب بالغنم وتنخر فيه نخر السوس في الحب وتسري في كيانه سريان السرطان في الدم أو النار في الهشيم.
ولهذا جاءت النصوص الكثيرة تبالغ في التحذير منها، وتكشف عن سوء عواقبها من التفرق والاختلاف في الدنيا، والعذاب والخزي وسواد الوجوه في الآخرة، قال تعالى: {وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ}.
قال ابن عباس: “تبيض وجوه أهل السنة وتسود وجوه أهل البدعة”.
وقال تعالى {إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعاً لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ}. وقد نص المفسرون رحمهم الله على أن الآية تعني أهل البدع والأهواء نقلاً عن كثير من السلف، ولا ريب أن من أعظم أسباب التفرق تلك البدع والمحدثات التي هي شرع لم يأذن به الله. وقد أخبر رسول الهدى صلى الله عليه وسلم عن افتراق هذه الأمة بسبب انحرافها عن سنته القويمة وما عليه صحبه الكرام من بعده كما روى أبو داود وابن ماجة والترمذي وغيرهم بأسانيد صحيحة عنه صلى الله عليه وسلم أنه قال: “افترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة، وتفرقت النصارى على اثنتين وسبعون فرقة، وتفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة”، وفي رواية أن أمته “تفترق على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة وهي الجماعة”؛ والجماعة هي من كانت على الحق الذي كان عليه صلى الله عليه وأصحابه، رضوان الله عليهم.

ص -60- وصح عنه صلى الله عليه وسلم أنه قال: “بدأ الإسلام غريبا وسيعود غريبا كما بدأ فطوبى للغرباء فقيل ومن هم الغرباء؟ فقال الذين يصلحون ما أفسد الناس من سنتي”.
ولقد أحدث المسلمون في دينهم من البدع والدخيل ما انحرف بكثير عن سواء السبيل، وشوه عليهم حقيقة الدين، ولبس عليهم حتى أصبح الكثير منهم لا يفرق بين الحق والباطل، ولا يعرف البدعة من السنة، وزين لهم الشيطان ما كانوا يعملون وأغرقوا في ذلك حتى رأوا الحسن قبيحا والقبيح حسنا على حد قول القائل:
يقضى على المرء في أيام محنته حتى يرى حسنا ما ليس بالحسن
وهذا ما نصت عليه الآية الكريمة وهي قوله تعالى: {قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالأَخْسَرِينَ أَعْمَالاً الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعاً}.
فما يفتح لهم الشيطان باباً من الظلال إلا ولجوه، ولا يزين لهم طريقاً من طرق البدع، إلا سلكوه، وما زال الخطر يستفحل والشر يتفاقم، حتى بلغ شأواً بعيداً في تفريق الأمة وتمزيق شملها، وقد ساعد على ذلك سكوت كثير من العلماء، وتهاونهم وجبنهم عن مواجهة العامة خوفاً من غضبهم ومجاراة لهم، وحرصاً على اجتلاب رضاهم ولو بسخط الله.
حفظ هذا الدين وبقاؤه:-
ولكن الله عز وجل لم يكن ليترك دينه لعبث هؤلاء المبتدعين، بل قيض له من أرباب الألسنة والأقلام قديماً وحديثاً من يهب للدفاع عنه، ومحاربة كل دخيل عليه حيث تكفل سبحانه بحفظ هذا الدين وصيانته، وإن تكالب عليه أهل الأرض جميعا وقد حصل ولله الحمد والمنة، قال تعالى: {إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ}. وقال تعالى: {يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ}.
وجوب الاعتصام بالكتاب والسنة:-
وقد تضافرت النصوص الكثيرة على الأمر بالاعتصام بالكتاب والسنة واتباع السلف الصالح الذين قام بهم الكتاب، وبه قاموا ونطق بهم وبه نطقوا، وطبقوه بكل صدق وإخلاص وأمانة، ووقفوا عند حدوده، وحكموه في كل شؤون حياتهم، ولم يدخروا وسعاً في فهم معانيه ومعرفة أسراره، وقد نوه الكتاب العزيز بفضلهم ونص على أن لهم اليد الطولى في الفضل والعلم والعمل الجاد الخالص، قال تعالى: مشيداً بفضلهم وآمراً باتباعهم {وَالسَّابِقُونَ

ص -61- المرجع عند التنازع:-
وأمرنا تبارك وتعالى بأن نرجع في كل أمر نختلف فيه إلى كتاب الله تعالى وسنه رسوله صلى الله عليه وسلم حيث قال تعالى: {وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ}. وقال تعالى: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً} النساء/ 59.
فقد أمرنا بطاعة الله ورسوله وطاعة ولاة الأمور في حدود طاعة الله تعالى، ثم أرشدنا إلى رد ما تنازعنا فيه إلى الله ورسوله، أي إلى كتاب الله وسنة رسوله. بل علق صحة الإيمان بذلك بقوله: {إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ} وقد بشر النبي صلى الله عليه وسلم المتمسكين بسنته من أمته بأعظم بشارة، وأشرف مقصد يطلبه كل مؤمن ويسعى إلى تحقيقه.
من كان في قلبه أدنى مسكة من إيمان ألا وهو الفوز بدخول الجنة، جاءت هذه البشرى في حديث أبي هريرة، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “كل أمتي

ص -62- يدخلون الجنة إلا من أبى قالوا: ومن يأبى يا رسول الله؟ قال: من أطاعني دخل الجنة ومن عصاني فقد أبى”. وأي إباء ورفض للسنة أعظم من مخالفة أمره صلى الله عليه وسلم. وذلك بالإحداث والابتداع في الدين.
حكم الإحداث في الدين:-
وبذا نعلم أن هذه النصوص دليل على أن كل من يقول باستحسان بدعة في الدين يكون له نصيب وافر، وجزاء كبير من الوعيد المذكور فيها، فإن من استحسن بدعة بعقله القاصر المحدود، وحث الناس على التعبد بها كان مشاقاً ومصادماً لهذه النصوص، وعليه تبعة ذلك في يوم القيامة، إذ أن من علم خيراً وتبعه الناس عليه ضوعف له الأجر بقدر أجر من يتبعه في هذا الخير، وعلى النقيض من ذلك فإن من عمل سوءا كالابتداع مثلا والإحداث في الدين فإنه لا يعاقب بوزر ارتكابه تلك البدعة فحسب بل يضاعف له العقاب حيث يتحمل وزر من تبعه في هذا الأمر، يدل لذلك ما رواه مسلم عن أبي هريرة رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من دعا إلى الهدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا، ومن دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه، لا ينقص ذلك من آثامهم شيئا”.
وعلى هذا فإن أي إحداث في الدين مردود على من أحدثه وغير مقبول لما روى الشيخان وغيرهما من حديث عائشة رضي الله عنها قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد”، وفي رواية “من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد”.
وإنما كانت البدع مردودة على من عملها لأن إحداث مثل هذه البدع يفهم منه أن الله سبحانه لم يكمل الدين لهذه الأمة، وأن الرسول عليه الصلاة والسلام لم يبلغ ما ينبغي للأمة أن تعمل به، حتى جاء هؤلاء المتأخرون المبتدعون فأحدثوا في شرع الله ما يأذن به، زاعمين أن ذلك مما يقربهم إلى الله، وهذا ولا شك فيه خطر عظيم، واعتراض على رب العالمين، واستدراك على رسوله صلى الله عليه وسلم، واتهام له بالخيانة والكتمان، وحاشه صلى الله عليه من ذلك. كيف يكون هذا وهو القائل: “من كتم علماً ألجمه الله بلجام من نار يوم القيامة” فهذا محال بالنسبة لسائر المؤمنين، فكيف بقدوتهم وأسوتهم صلوات الله عليه وسلامه.
ومعلوم أن الله سبحانه قد أكمل لعباده الدين، وأتم عليهم النعمة، والرسول صلى الله عليه وسلم قد بلغ البلاغ المبين، ولم يترك طريقا يوصل إلى الجنة ويباعد من النار إلا بينه
ص -63- للأمة، كما ثبت في صحيح مسلم عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “ما بعث الله من نبي إلا كان حقاً عليه أن يدل أمته على خير ما يعلمه لهم وينذرهم شر ما يعلمه لهم”.
ومعلوم أن نبينا صلى الله عليه وسلم هو أفضل الأنبياء وخاتمهم، وأكملهم بلاغاً ونصحاً، فلو كانت هذه البدع التي أحدثها المخالفون من الدين الذي يرضاه الله سبحانه لبيّنه الرسول صلى الله عليه وسلم للأمة، أو فعله في حياته، أو فعله أصحابه رضي الله عنهم، فلما لم يقع شيء من ذلك علم أنه ليس من الإسلام في شيء، بل هي من المحدثات التي حذر الرسول صلى الله عليه وسلم منها أمته، كما جاء ذلك في أحاديث كثيرة، منها ما رواه أحمد، وأبو داود، والترمذي، وابن ماجة، بسند صحيح، عن أبي نجيح العرباض بن سارية رضي الله عنه قال: “صلى بنا رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم، ثم أقبل علينا بوجهه فوعظنا موعظة بليغة، ذرفت منها العيون، ووجلت منها القلوب، فقال رجل يا رسول الله، كأن هذه موعظة مودع فأوصنا، فقال: “أوصيكم بتقوى الله والسمع والطاعة، وإن كان عبداً حبشياً، فإنه من يعش منكم بعدي فسيرى اختلافاً كثيراً، فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين، تمسكوا بها، وعضوا عليها بالنواجذ، وإياكم ومحدثات الأمور، فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة”.
وروى مسلم في صحيحه كان النبي صلى الله عليه وسلم يخطب الناس على المنبر ويقول: “أما بعد- فإن أصدق الحديث كتاب الله، وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة”. زاد النسائي “وكل ضلالة في النار”.
وروى البخاري ومسلم عن أنس رضي الله عنه قال: “جاء ثلاثة رهط إلى أزواج النبي صلى الله عليه وسلم يسألون عن عبادة النبي صلى الله عليه وسلم، فلما أخبروا بها كأنهم تقالُّوها، فقالوا: أين نحن من النبي صلى الله عليه وسلم، وقد غفر الله له ما تقدم من ذنبه وما تأخر؟ فقال أحدهم- أما أنا فأصلي الليل أبداً. وقال الآخر: أنا أصوم النهار أبداً ولا أفطر، وقال الآخر: أنا أعتزل النساء فلا أتزوج أبداً، فجاء النبي صلى الله عليه وسلم إليهم فقال: “أنتم الذين قلتم كذا وكذا؟ أما والله إني أخشاكم لله، وأتقاكم له لكني أصوم وأفطر، وأصلي وأرقد وأتزوج النساء فمن رغب عن سنتي فليس مني”.
ولا ريب أن من أحدث عبادة من عند نفسه لم يشرعها الله قد رغب عن سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم، ومن أعظم ما جاء من الوعيد في ذلك أن صاحب البدعة يحال بينه

ص -64- وبين التوبة لما ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم: “إن الله احتجر التوبة عن كل صاحب بدعة حتى يدع بدعته”.
ويخشى أن يكون أهل البدع والأهواء ممن يحال بينهم وبين الشرب من حوض النبي صلى الله عليه وسلم يوم القيامة، فقد جاء في الصحيحين عن ابن مسعود قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “أنا فرطكم على الحوض وليختلجن رجال دوني فأقول: يا رب أصحابي فيقال إنك لا تدري ما أحدثوا بعدك، إنهم غيروا وبدلوا فيقول النبي صلى الله عليه وسلم: سحقاً سحقاً لمن غير وبدل”، أي بعداً له فهذه براءة من النبي صلى الله عليه وسلم ممن أحدث في الدين، وغيَّر وبدَّل، ومما لا شك فيه أن هؤلاء الذين يذادون عن الحوض من أمة محمد صلى الله عليه وسلم، أي من أمة الإجابة، يدل ذلك أنه قد جاء في بعض روايات هذا الحديث، بأن عليهم آثار الوضوء، وإنما حيل بينهم وبين الحوض، لما أحدثوه في الدين من عند أنفسهم، ولم ينزل الله به من سلطان، من تلك البدع والمنكرات والخرافات التي لا تعدو أن تكون من نسج خيالهم، وبنيات أفكارهم الضالة التي ظنوها حسنة وهي في الواقع من أقبح القبيح، وأي قبح أعظم من أن ينصب المرء نفسه مستدركاً على الله ورسوله ومشرعاً في دين الله بعد القرون المفضلة الأولى الذين هم خير الناس بعد صحابة رسول الله صلى الله عليه وسلم.
كما قال صلى الله عليه وسلم: “خير الناس قرني، ثم الذين يلونهم، ثم الذين يلونهم”. وقد مضت تلك القرون المفضلة وليس لهذه البدع وجود أو رواج وإن وجد شيء منها فهو محدود، وعلى نطاق ضيق، يختفي أصحابها ولا يستطيعون الظهور، لأنهم يشكلون أقلية بخلاف ما وصل إليه حال المسلمون اليوم، فقد طغت البدعة، ودرست السنة، وتغيرت مفاهيم المسلمين، وأصبح تصورهم للإسلام تصوراً خاطئًا، وجعلوه في إطار ضيق، فقد وصل مثلا في بعض البلاد إلى حد كونه لا يعدو أن يكون مجموعة من الطقوس والاحتفالات التي قلدوا فيها أعداء المسلمين والإسلام، ويوجهون سهامهم المسمومة إلى الإسلام بسبب ضلال في ضل من المسلمين عن الطريق السوي، وانحرف عن الجادة الصحيحة التي رسمها لهم الإسلام، وأمرهم أن يسيروا عليها ولا يحيدوا عنها يمينا أو شمالا، كما قال تعالى: {قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ} يوسف/ 108. إلى غير ذلك من النصوص الكثيرة التي توضح هذا المنهج القويم.
ص -65- حرص الصحابة على لزوم الكتاب والسنة والبعد عن البدع:-
ولقد كان الصحابة رضوان الله عليهم أشدَّ حرصاً على العمل بالكتاب والسنة، وأشدهم عداوةً وبغضاً للبدع وأهلها، كذلك التابعون ومن جاء بعدهم ممن تبعهم بإحسان، وسأورد نماذج من أقوال الصحابة والسلف الصالح في ذم البدعة والمبتدعين، والحث على لزوم السنة.
من أقوال الصحابة في ذلك:-
فهذا أبو بكر الصديق رضي الله يقول: “إنما أنا مثلكم، وإني لا أدري لعلكم ستكلفوني ما كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يطيقه، إن الله اصطفى محمداً على العالمين، وعصمه من الآفات، وإنما أنا بمتبع ولست بمبتدع، فإن استقمت فاتبعوني، وإن زغت فقوموني”.
وهذا ابن مسعود رضي الله عنه ينكر على جماعة من المسلمين كانوا قد جلسوا يذكرون الله بذكر على غير الهيئة التي جاءت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقد روى الدارمي في سننه أن رجلاً أخبر عبد الله بن مسعود، أن قوام يجلسون في المسجد بعد المغرب، فيهم رجل يقول: كبروا الله كذا وكذا، وسبحوا الله كذا وكذا، واحمدوا الله كذا وكذا، قال عبد الله: فإذا رأيتهم فعلوا ذلك فأتني فأخبرني بمجلسهم، فأتاهم فجلس فلما سمع ما يقولون، قام فأتى ابن مسعود فجاء، وكان رجلا حديداً، فقال: أنا عبد الله بن مسعود، والله الذي لا إله غيره لقد جئتم ببدعة ظلماً، ولقد فضلتم أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم علما، فقال عمرو بن عتبة: استغفر الله، فقال عليكم بالطريق فالزموه ولئن أخذتم يميناً وشمالاً لتضلن ضلالاً بعيداً. فإذا كان ابن مسعود رضي الله عنه قد أنكر هذه الهيئة التي يذكرون الله بها رغم أن الذكر الوارد فيها مشروع بيد أنه أنكر عليهم الشكل والصفة وتخصيص هذا الوقت بالذات للذكر، فكيف لو اطلع ابن مسعود على هذه الأذكار التي يذكر بها المسلمون اليوم، وهي لا تمت إلى ذكر الله بصلة، مما ابتدعه أصحاب الطرق الصوفية، وغيرهم من الأذكار التي زينها لهم الشيطان، منها ما يرددونه بصوت واحد، من قولهم “هو هو” أو “حي حي” وغير ذلك من ألوان الهذيان، الذي يرددونه ويزعمون أنه ذكر الله، في الوقت الذي لو سمعتهم وهم يترنمون بهذه الأذكار التي لا يفهم منها شيء في كثير من الأحيان، لخيل لك أن أمامك سباعاً تتعاوى وتتهارش، على فريسة، بل تحولت أذكار كثيرا ممن ينتسب إلى الإسلام اليوم من أنواع من الرقصات المختلفة، فضلا عما يصحب

ص -66- ذلك من آلات الطرب والمعازف، واختلاط الرجال بالنساء، وشرب للمسكرات، وغير ذلك من أنواع الفساد التي يميلها عليهم الشيطان، فيا ليت شعري ماذا سيقول هذا الصحابي الجليل لو اطلع على هذه المناظر، أو سمع تلك الأصوات المنكرة {إِنَّ أَنْكَرَ الأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ}، لقمان/ 19.
وهذا رسول الله صلى الله عليه وسلم ينكر على الصحابة لما رفعوا أصواتهم بالتكبير، ويقول: “أيها الناس، أربعوا على أنفسكم فإنكم لا تنادون أصم ولا غائبا”، ولا شك أن ذكر الله واجب من أعظم الواجبات التي حث عليها الإسلام، كما قال تعالى: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً} الأحزاب/41-42. ومن أعظم وصايا النبي صلى الله عليه وسلم قوله: “لا يزال لسانك رطباً بذكر الله”. لكن لابد أن يكون الذكر وفقا للمعايير التي جاء بها الكتاب والسنة، دون إفراط أو تفريط.
وجاء عن ابن مسعود أيضا في ذم البدعة “اتبعوا ولا تبتدعوا فقد كفيتم”. وقال ابن عباس لمن سأله الوصية: “عليك بتقوى الله والاستقامة اتبع ولا تبتدع”، وقال ابن عمر رضي الله عنهما: “كل بدعة ضلالة وإن رآها الناس حسنة”. وقد روى هذه الآثار الكثيرة الإمام الدارمي في سننه، وآثار أخرى عن الصحابة والتابعين، وجاء في سنن أبي داود عن حذيفة رضي الله عنه قال: “كل عبادة لا يتعبدها أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم فلا تعبدوها فإن الأول لم يدع للآخر مقالاً”. هذه نماذج من أق-وال الصح-ابة.
من أقوال السلف بعد الصحابة:-
وسنشرع الآن في ذكر نماذج من أقوال التابعين وغيرهم من السلف في الحث على اتباع السنة والتحذير من البدع فقد روى الدارمي في سننه عن عمر بن عبد العزيز رحمه الله قال: “أوصيكم بتقوى الله والاقتصاد في أمره واتباع سنة رسوله صلى الله عليه وسلم وترك ما أحدث المحدثون بعده”. ونقل الأوزاعي عن حسان بن عطية أحد التابعين الفضلاء قوله: “ما ابتدع قوم بدعة في دينهم إلا نزع الله من سنتهم مثلها، ثم لا يعيدها إليهم إلى يوم القيامة”.

ص -67- وقال أبو حنيفة رحمه الله: “عليك بالأثر، وطريق السلف، وإياك وكل محدثة فإنها بدعة”، وقال الإمام مالك رحمه الله تعالى: “من ابتدع في الإسلام بدعة يراها حسنة فقد زعم أن محمدا خان الرسالة، لأن الله يقول: {الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُم} فما لم يكن يومئذ ديناً لا يكون اليوم ديناً”، وقال الليث بن سعد: “لو رأيت صاحب بدعة يمشي على الماء ما قبلته” فلما بلغ ذلك الشافعي رحمه الله قال: “إنه ما قصر لو رأيته يمشي على الهواء ما قبلته”. وقال الإمام أحمد رحمه الله: “أصول السنة عندنا التمسك بما كان عليه أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم، والاقتداء وترك البدع، وكل بدعة فهي ضلالة”.
وهكذا نجد مما تقدم من النصوص أن الكتاب والسنة والآثار والأخبار التي نقلت عن السلف الصالح تفيد من نظر فيها بتبصر وتدبر أن كل بدعة في الدين صغيرة أو كبيرة في الأصول أو الفروع، في العقائد أو العبادات أو المعاملات، فعليّة أو قوليّة أو تركيّة، فهي ضلالة، صاحبها مؤاخذ معاقب عليها في النار، وبدعته مردودة عليه غير مقبولة منه، كيف وقد قال صلى الله عليه وسلم: “إني تارك فيكم أمرين لن تضلوا بعدي ما تمسكتم بهما من كتاب الله وسنتي” وقال أيضا: “تركتم على البيضاء ليلها كنهارها، لا يزيغ عنها بعدي إلا هالك”.
البقية في العدد القادم

الحلقة الثانية – الجامعة الإسلامية بالمدينة المنورة
السنة الثالثة عشرة، العدد الخمسون، والحادي والخمسون

البدع وأثرها في انحراف التصور الإسلامي _ صالح سعد السحيمي (2)
ص -108- البدع وأثرها في انحراف التصور الإسلامي
الشيخ صالح سعد السحيمي
المدرس بكلية الحديث بالجامعة
السنة والبدعة:
إذا تبين ذلك فإنه قد يرد سؤال مفاده: ما هو الفارق والميزان الذي نميز به بين البدعة والسنة؟ لأن كل مبتدع يزعم أنه على السنة، بل يرى أن بدعته بعينها هي السنة فالجواب أن نقول: السنة في اللغة هي الطريق. ولا ريب في أن أهل النقل والأثر والمتبعين آثار رسول الله صلى الله عليه وسلم، وآثار أصحابه هم أهل السنة؛ لأنهم على تلك الطريق التي لم يحدث فيها حادث- وإنما وقعت الحوادث والبدع بعد رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم وأصحابه.
هذا هو مفهوم السنة عند السلف، بعبارة مختصرة، هي: الطريقة التي كان عليها رسول اللّه صلى الله عليه وسلم وأصحابه.
هذا هو المعنى الذي يعنينا في هذا المقام وهناك تعريفات أخرى للسنة عند المحدثين والأصوليين والفقهاء ليس من غرضنا التعرض لها هنا.
وأما تعريف البدعة فإني أنقل باختصار التعريف الذي أورده الإمام العلامة الشاطبي، رحمه الله تعالى في كتابه الاعتصام.
وأصل مادة «بدع» للاختراع على غير مثال سابق، ومنه قول الله تعالى {بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ} أي مخترعهما من غير سابق متقدم، ويقال ابتدع فلان بدعة يعنى ابتدأ طريقة لم يسبقه إليها سابق. ويربط الإمام الشاطبي بين المعنى اللغوي والمعنى الشرعي فيقول: ومن هذا المعنى سميت البدعة بدعة، فاستخراجها للسلوك عليها هو الابتداع، وهيئتها
ص -109- هي البدعة، وقد يسمى العمل المعمول على ذلك الوجه بدعة- فمن هذا المعنى سمي العمل الذي لا دليل عليه في الشرع بدعة، ثم يستمر بالتمهيد للتعريف ويذكر أقسام الحكم التكليفي الخمسة حتى يتوصل إلى أن من المنهيات ما يطلب تركه وينهى عنه؛ لكونه مخالفاً لظاهر التشريع من جهة ضرب الحدود، وتعيين الكيفيات، والتزام الهيئات المعينة، أو الأزمنة المعينة مع الدوام ونحو ذلك.
وهذا هو الابتداع والبدعة، ويسمى فاعله مبتدعا، ومما تقدم يستنتج الشاطبي تعريف البدعة في الدين فيقول: «فالبدعة إذًا عبارة عن طريقة في الدين مخترعة، تضاهى الشرعية، يقصد بالسلوك عليها المبالغة في التعبد للّه سبحانه». ومعنى هذا التعريف -وهو جامع مانع-كما ترى. فالطريقة والسبيل والسنن ألفاظ مترادفة، وهو ما رسم للسلوك عليه، وإنما قيدت بالدين لأن صاحبها يضيفها إليه. وخرج بذلك الطريقة المخترعة في الدنيا كالصناعات مثلا فإنها لا تسمى بدعة في الدين بهذا القيد وإن كانت مخترعة.
ولما كانت الطرائق في الدين تنقسم إلى قسمين… فمنها ما له أصل في الشريعة، ومنها ما ليس له أصل فيها.
خص منها ما هو المقصود بالحد وهو القسم المخترع في الدين، أي طريقة ابتدعت على غير مثال تقدمها من الشارع. وقوله في التعريف تضاهى الشرعية- يعنى أنها تشابه الطريقة الشرعية من غير أن تكون في الحقيقة كذلك، بل هي مضادة لها من أوجه متعددة، على رأس تلك الأوجه اتهام الشريعة بالنقص وعدم الكمال، وهذا معلوم البطلان من الدين بالضرورة كما تقدم. وقوله (يقصد بالسلوك عليها المبالغة في التعبد للّه تعالى) هو تمام معنى البدعة إذ هو المقصود بتشريعها. وذلك أن أصل الدخول فيها يحث على الانقطاع إلى العبادة، والترغيب في ذلك؛ لأن الله تعالى يقول: {وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ}. فكأن المبتدع رأى أن المقصود هذا المعنى.
فأراد أن يسلكه بأي وجه، ولم يتبين له أن الشارع قد وضع لذلك حدودا وضوابط وقوانين لا يجوز أن يزاد فيها أو ينقص.
أمثلة من البدع الشائعة بين المسلمين:
إذا تبين الفرق بين السنة والبدعة من خلال التعريف، فإني أورد أمثلة للبدع التي عمت وطمت في أرجاء العالم الإسلامي، حتى أصبحت عند كثير من الناس سنة متبعة، في الوقت الذي تركت السنن، وهجرت تعاليم الإسلام. وسأذكرها على سبيل التمثيل لا على سبيل
ص -110- الحصر، منها: نذر الصيام قائما لا يقعد أو ضاحيا لا يستظل، والانقطاع للعبادة وترك الكسب الحلال، وإقامة المآتم وقراءة القرآن فيها، والاقتصار من المأكل والملبس على صنف دون صنف من غير علة.
ومنها التزام الكيفيات والهيئات المعينة؛ كالذكر على هيئة الاجتماع بصوت واحد.
ومنها التزام عبادات معينة في أوقات معينة لم يوجد لها ذلك التعيين في الشريعة: كالتزام صيام يوم النصف من شعبان، وقيام ليلته، والاحتفال بيوم الإسراء والمعراج، وتخصيصه بعبادة معينة، علما بأن تاريخه قد اختلف في تحديده، وحتى لو عرف فإن الله لم يميزه بعبادة مخصوصة، وغير ذلك من البدع التي أحدثت بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم وأصحابه الغر الميامين الذين كان لهم قصب السبق في الذب عن حياض الإسلام، والدفاع عن السنة المطهرة.
أصل بدعة المولد:
ولما كانت البدع كثيرة، يجل عنها الحصر، فإني سوف أقصر الكلام بإيجاز على بدعة خطيرة، ومحدثة عظيمة، تمس شخصية رسول الله صلى الله عليه وسلم؛ ألا وهى: بدعة الاحتفال بعيد مولده صلى الله عليه وسلم.
وإن المتتبع للتاريخ الإسلامي يجد أن مثل هذه الاحتفالات لم تكن موجودة عند المسلمين الأوائل، بل ولا في القرون المفضلة، حتى جاءت الدولة الفاطمية، والتي انتسبت إلى فاطمة ظلما وعدوانا، بل إن المحققين من المؤرخين يرون أنهم ينحدرون من أصل يهودي يقال لهم العبيديون، وهم أبناء ميمون بن ديصان المشهور بالقداح، قيل: إنّه يهودي، وقيل مجوسي، وقد استمرت دولتهم في مصر من (357- 467 هـ) وقد احتفل الفاطميون بأربعة موالد: مولد النبي صلى الله عليه وسلم، وعلي بن أبى طالب، وولديه الحسن والحسين رضي اللّه عنهم جميعا.
فهم أول من أحدث ذلك كما ذكر المقريزى وغيره. وظلت هذه البدعة يعمل بها حتى جاء (بدر الجمالي) الوزير الأول للخليفة الفاطمي (المستعلي بالله)، وكان هذا الوزير شديد التمسك بالسنة، فأصدر أمرا بإلغاء هذه الموالد، وما أن مات (بدر الجمالي) حتى عادت البدعة من جديد.
واستمر الأمر على هذا الحال حتى جاء عهد صلاح الدين الأيوبي، وكان -أيضا- من المتمسكين بالسنة، فألغى هذه الاحتفالات، وتم تنفيذ هذا الإلغاء في كل أنحاء الدولة الأيوبية، ولم يخالف في ذلك إلا الملك المظفر الذي كان متزوجا من أخت صلاح الدين.
ص -111- وقد ذكر المؤرخون أن احتفالات الملك المظفر بالمولد كان يحضرها المتصوفة، حيث يكون الاحتفال من الظهر إلى الفجر، وكان ما ينفق في هذا الاحتفال يزيد عن ثلاثمائة ألف دينار.
واستمرت بعد ذلك هذه الاحتفالات إلى يومنا هذا، بل توسعوا فيها حتى امتدت إلى الاحتفال بمولد كل عظيم في نظر العامة، إن كان من الملحدين، بحجة أنه من الأولياء. ولا يخفى على الجميع مدى المنكرات والموبقات التي ترتكب في أسواق الموالد، من شرب للخمر، ولعب للميسر، ورقص وغناء تؤديه النسوة في مجامع الرجال وغير ذلك من الكبائر، حتى أصبحت كلمة المولد يضرب بها المثل في كل المجالات، للفوضى والاستهتار، وأعظم من هذا كله اعتقاد هؤلاء الجهال أن الرسول صلى الله عليه وسلم يحضر المولد؛ ولهذا يقومون له محيين ومرحبين، بل يزعم بعضهم أنه يصافحه وهذا من أعظّم الباطل، بل هو غاية الجهالة والضلالة؛ فإن الرسول صلى الله عليه وسلم لا يخرج من قبره قبل يوم القيامة، ولا يتصل بأحد من الناس- بل هو مُنْعم في قبره، وروحه في أعلى عليين عند ربه في دار الكرامة، كما قال الله تعالى {ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ}.
وقال النبي صلى الله عليه وسلم “أنا أول من ينشق عنه القبر يوم القيامة وأنا أول شافع وأول مشفع”.
ونحن لا نلوم العامة الذين يفعلون مثل هذه الأمور وهم يحسبون أنهم يحسنون صنعا.
ولكن اللوم يوجه إلى العلماء المنتسبين إلى العلم، أولئك الذين يعرفون طريق الحق ولكنهم يحيدون عنها، ولا يذكرون أن الاتباع أولى من الابتداع، ولكنهم يتجاهلون هذا الحق الذي لا يجادل فيه، فكيف يجهل هؤلاء أن حقيقة الحفاوة بذكرى مولد الرسول عليه السلام تتركز في اتباع ما جاء به، وإحياء سنته، وأن هذه الذكرى الطيبة ليست مؤقتة بزمن وليست محدده بشهر ربيع الأول، بل ينبغي أن نحييها ونحتفى بها في كل لحظة من لحظات حياتنا وفى كل بقعة حللنا بها، وذلك باتباع سنته والسير على نهجها وما أظن أن مسلما يجهل أن الاحتفال بفكرة ((المولد النبوي)) أو غير ذلك من الموالد فكرة مبتدعة جاءتنا متأخرة، وفيها تشبه باليهود والنصارى الذين لا يعرفون من الدين إلا الاحتفالات على رأس السنة بعيد ميلاد المسيح عليه السلام أو غيره، الذي دس عليهم وليس من دينهم- ونحن قد قلدناهم في هذا العمل كما قلدناهم في أمورٍ كثيرة. وهذا بلا شك مصداق لقول الرسول صلى الله عليه وسلم: “لتتبعن سنن من كان قبلكم شبرا بشبر، وذراعا بذراع، حتى لو دخلوا جحر ضب لدخلتموه. قالوا يا رسول الله اليهود والنصارى ؟ قال فمن”. متفق عليه.
ص -112- وقد خشي النبي صلى الله عليه وسلم ذلك على أمته فقال لا تجعلوا قبري عيدا، والعيد اسم لكل ما يعود ويتكرر. أي: لا تخصصوا لقبري يوما بعينه، تعودونه فيه، فمن خصص يوما من السنة كالثاني عشر من ربيع الأول وقع تحت هذا التحذير، ونحن بهذا لا ننكر زيارة قبره صلى الله عليه وسلم إذا فعلت بالطريقة المشروعة، وبدون شدّ رحال أو تخصيص يوم أو شهر معين لأن شدّ الرحال من أجل العبادة خاص بالمساجد الثلاثة التي جاءت في الحديث: ” لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد: المسجد الحرام، ومسجدي هذا، والمسجد الأقصى” والأعياد المعروفة في الإسلام ثلاثة أعياد فقط: عيد الفطر- وعيد الأضحى- وعيد الأسبوع الذي هو (يوم الجمعة)، وما عدا ذلك من الأعياد المحدثة ما هو إلا ضرب من البدع الضالة التي قلدنا فيها أعداءنا. ولا شك أن العواطف الكاذبة ودعوى حبّ الرسول صلى اللّه عليه وسلم هي التي حدت بنا إلى أن نبتدع ولا نتبع، وكيف تجتمع دعوى محبة رسول الله صلى الله عليه وسلم مع مخالفة أمره في النهى عن الإحداث في الدين (الضدان لا يجتمعان) على حد قول القائل:
تعصي الإله وأنت تزعم حبه هذا لعـمرك في القياس بديع
لو كان حبك صادقا لأطعته إن المحـب لمن يحـب يطيع
وقد جعل الله تعالى ميزان محبته ودليلها هو إتباع رسوله صلى اللّه عليه وسلم: قال تعالى {قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله ويغفر لكم ذنوبكم والله غفور رحيم}. وبمنطوق الآية لا يعتبر محبا لله من خرج على الإتباع ولجأ إلى الابتداع، وما من شك في أنه يجب على كل مسلم أن يقدم محبة رسول الله صلى الله عليه وسلم حتى على نفسه؛ فقد روى الشيخان عن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من ولده ووالده والناس أجمعين”.
لكن هذه المحبة يجب أن تكون في الإطار الصحيح الذي جعله الله فيه بعيدا عن الغلو والتفريط، فكأن أولئك الغلاة والمفرطين لم يسمعوا حديث عمر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “لا تطروني كما أطرت النصارى ابن مريم فإنما أنا عبد؛ فقولوا عبد الله ورسوله”. وأي غلو أعظم من قول القائل:

ص -113- يا أكرم الخلق ما لي من ألوذ به سواك عند نزول الحادث العممي
فإن من جودك الدنيا وضـرتها ومن علومك علم اللوح والقلـم
ترى ماذا ترك لله بعد أن جعل جميع الكون بما فيه علم اللوح والقلم من إيجاد البشر. إن شخصية رسول الله صلى الله عليه وسلم غنية عن هذا الإطراء، وحسبه فخرًا أن الله اختاره ليكون رحمة للعالمين، وداعيا إلى الله بإذنه وسراجا منيرا. وهذه المنزلة وإن كانت أشرف منزلة ينالها مخلوق إلاَّ أن ذلك لا يخرجه عن كونه بشرا تجرى عليه السنن الكونية التي تجرى على البشر، من الولادة، والحياة، والموت، وغير ذلك من سنن الله في البشر قال تعالى: {قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً}.
إن هؤلاء الغلاة قد أساءوا كلّ الإساءة إلى شخصية رسول الله صلى الله عليه وسلم بما يلفقونه من الأحاديث الكاذبة والأخبار الزائفة التي تجعله في مصاف الآله، مما فتح ثغرة ينفذ منها أعداء الإسلام والمسلمين إلى السخرية من الإسلام والطعن في شخصية رسول الله صلى الله عليه وسلم.
إننا نعتز كل الاعتزاز بشخصية رسول الله صلى الله عليه وسلم، ونؤمن بأنه سيد ولد آدم، ونعتز بتلك المعاني الحية، والمبادئ القيمة التي جاء بها من عند الله، لكن يجب أن لا يحملنا هذا الاعتزاز على الخروج عن حدود المنزلة الصحيحة التي شرفه الله بها. وأننا نتساءل ماذا سنقول بعد الثناء العطر الذي أثنى الله به عليه من نحو قوله تعالى {وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ} وقوله تعالى {لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَحِيمٌ} وماذا سنقول بعد أن نوه الله باسمه، ورسالته خمس مرات كل يوم كل ما رفع الأذان، وماذا سنقول بعد قول اللّه تعالى {وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ} وآيات وأحاديث كثيرة تتحدث عن سمو منزلته، لا يمكن حصرها في مثل هذه العجالة، وفى ما أوردناه غنية لمن تدبر وتأمل {إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ}.
ومما ينبغي التنبيه عليه في هذا المقام، تلك الشبهة التي يتعلق بها أرباب الموالد. ولا سيما مولد النبي صلى الله عليه وسلم، وذلك فهمهم الخاطئ الذي ينطبق عليه قول الشاعر: وآفته من الفهم السقيمى … وهو ما توهموه من الحديث الذي رواه مسلم عن أبي قتادة رضي الله عنه أن رجلا سأل النبي صلى اللّه عليه وسلم عن صوم الاثنين، فقال صلى

ص -114- اللّه عليه وسلم “هو يوم ولدت فيه، وفيه أنزل علي” فقد تمسك هؤلاء بلفظة (يوم ولدت فيه) ثم عينوا هذا اليوم بالثاني عشر من ربيع الأول، وذلك تخصيص من عند أنفسهم. وهذا الاستدلال ظاهر البطلان لوجوه كثيرة منها:
1- إن المطلوب في هذا اليوم أعني يوم الاثنين هو الصوم إقتداء بالرسول صلى اللّه عليه وسلم. بينما نرى أصحاب تلك الموالد يخصصون ذلك اليوم الذي عينوه للأكل والشرب والطرب، فضلا عن ما أحدثوه من أذكار، وهتافات لا نجد لها برهانا ولا هدى ولا حجة صحيحة.
2- إن الذي أمر به النبي صلى الله عليه وسلم هو صوم يوم الاثنين من كل أسبوع دائما، ولم يقيد ذلك بسنة، أو بشهر، أو أسبوع بعينه، بينما هؤلاء يخصصون يوما واحدا في السنة هو: التاسع أو الثاني عشر من ربيع الأول على اختلاف بينهم. حتى وإن لم يوافق هذا اليوم يوم الاثنين. وبذلك يتضح وجه مخالفتهم أمر النبي صلى اللّه عليه وسلم.
2- إن صيام يوم الاثنين له خصوصية أخرى، إضافة إلى ما ذكر في هذا الحديث، وذلك أنه يوم تعرض فيه الأعمال على اللّه تعالى، فندب النبي صلى الله عليه وسلم إلى صومه كي تعرض أعمال العبد على ربه، وهو صائم، وذلك أحرى لقبولها، كما جاء ذلك في أكثر من حديث عنه صلى الله عليه وسلم.
فأي الفريقين أولى بالإتباع، وأقرب إلى الصواب ؟ أهم أولئك الذين يصومون الاثنين من كل أسبوع. ويعيشون ذكرى رسول الله صلى الله عليه وسلم في كل لحظة من لحظات حياتهم بمتابعته والصلاة والسلام عليه كلما ذكر. أم أولئك الذين لا يعرفون ذكراه إلا يوما واحدا في السنة بلا هدى، ولا كتاب مبين {فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِالأَمْنِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ}
دفـع تـوهـم:
وإذا كان القرآن والسنة النبوية، وما جاء عن سلف الأمة على رأسهم الصحابة قد دل على التحذير من البدع، وأن هذه الأمور التي ذكرناها آنفا بما فيها الاحتفال بالموالد دخيلة على الدين، فإن ثمة سؤالا مفاده ما هي الشُّبَه، والأدلة التي تشبث بها المبتلون بحب هذه البدع؟ والجواب على ذلك أن نقول: إن هذه الشُّبه لا تخرج عن أمرين -إما نصوص صحيحة يحرفون فيها الكلم عن مواضعه ويصرفونها عن معانيها الحقيقية، وإما أحاديث واهية أو موضوعة شحنوا بها كتبهم، ونسبوها إلى رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم كذبا وزورا.
ص -115- مثال ذلك حديث ما رآه المسلمون حسنا فهو عند الله حسن، وحديث اختلاف أمتي رحمة، وحديث توسلوا بجاهي فإن جاهي عند اللّه عظيم، وغير ذلك من الأحاديث الملفقة، والتي تصدى لها علماء السنة بالبحث والتنقيب وبينوا عللها وخطورتها وما تنطوي عليه تلك الأحاديث المنكرة من المعاني الخطيرة، والدس الرخيص على الإسلام، وإتاحة الفرص لنيل الأعداء من الإسلام، ولكن اللّه قيض لهذه الأمة من طهر أحاديث النبي صلى اللّه عليه وسلم من الدخيل؛ وذلك بعلم الإسناد الذي لا شك أنه من أعظم ما ميز اللّه به هذه الأمة. قال عبد اللّه بن المبارك رحمه الله ( لولا الإسناد لقال في السنة من شاء ما شاء).
ولما كـانت هذه الأحاديث التي تعلقوا بها كثيرة، فإني لن أتوسع في سردها وإنما أحيل إلى كتب السنة، وما ألف في خدمتها ففيها غنية لمن رزقه اللّه العقل وحسن البصيرة، ولكن الذي سنلقي عليه الضوء بشيء من الكشف والبيان، هي تلك النصوص التي صرفوها عن ظاهرها، زاعمين أنها تؤيد ما أحدثوه من البدع. منها:
أولا: حديث جرير بن عبد الله البجلي رضي اللّه عنه الذي رواه مسلم في صحيحه قال: قال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم: “من سن في الإسلام سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها من بعده، من غير أن ينقص من أجورهم شيء، ومن سن في الإسلام سنة سيئة كان عليه وزرها ووزر من عمل بها من بعده، من غير أن ينقص من أوزارهم شيء”. فقد تمسكوا بلفظه “من سن في الإسلام سنة حسنة” وفرعوا على ذلك الفهم أن البدع قسمان بدعة حسنة وبدعة قبيحة، ففسروا السنة هنا بالبدعة وكأن معنـى قوله صلى اللّه عليه وسلم (من سن) أي من أحدث وابتدع وهذا مردود. من أربعة وجوه.
الوجه الأول: سبب وجود الحديث فقد قال جرير رضي اللّه عنه: “كنا في صدر النهار عند رسول اللّه صلى الله عليه وسلم فجاءه قوم عراة مجتابي النمار أو العباء متقلدي السيوف، عامتهم من مضر، بل كلهم من مضر، فتمعر وجه رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم لما رأى فيهم من الفاقة، فدخل ثم خرج فأمر بلالا فأذن، وأقام فصلى ثم خطب فقال {يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ} إلى آخر الآية {إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً} والآية التي في الحشر {وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ} تصدق رجل من ديناره، من درهمه من ثوبه، من صاع بره، من صاع تمره حتى قال: ولو بشق تمرة” قال: فجاء رجل من الأنصار بصرة كادت كفه تعجز عنها بل قد عجزت، ثم تتابع الناس حتى رأيت كومين من طعام وثياب. حتى رأيت وجه رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم يتهلل كأنه
ص -116- مذهبة، فقال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم “من سن…” وذكر الحديث. فقد ظهر أن سبب ورود الحديث هو حاجة هؤلاء القوم؛ لذا أمرهم النبي صلى الله عليه وسلم بالصدقة، فبادر هذا الصحابي بصدقته، وتبعه الناس في ذلك على أمر أمره به النبي صلى الله عليه وسلم، فضلا عما ورد في القرآن من الحث على الصدقة، فهذه القصة نفسها تنقض مفهومهم الخاطئ.
الوجه الثاني: ما تقدم من الفرق ببن السنة والبدعة من أن السنة هي: الطريق المتبع، والبدعة هي: الإحداث في الدين. هذا المفهوم هو الذي عليه علماء الأمة خلفا عن سلف، ولم ينقل عن أحد منهم أنه فسر السنة الحسنة بالبدعة التي يحدثها الناس من عند أنفسهم ولم ينزل الله بها من سلطان.
الوجه الثالث: فهم السلف قاطبة من قوله صلى الله عليه وسلم: “من سن سنة” أي أحيا سنة من سنن الرسول صلى الله عليه وسلم حين يميتها الناس، ويتبعه الناس في هذا الإحياء الذي دعاهم إليه، يوضح ذلك حديثُ أبي هريرة رضي الله عنه الذي رواه مسلم فقال: قال رسول الله صلى اللّه عليه وسلم: “من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه لا ينقص من أجورهم شيء” فإن قوله من دعا إلى هدى تفسير لما أجمل في قوله من سن سنة حسنة وبالمقابل “من دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه، لا ينقص ذلك من آثامهم شيء”.
وقد دلت الأحاديث على أن كل بدعة ضلالة، بدون استثناء لأي نوع من البدع، فمن دعا إلى بدعة محدثة في الدين فقد دعا إلى ضلالة، سواء سماها بدعة حسنة أو لم يسمها كذلك.
الوجه الرابع: قالوا بأن البدعة قسمان- حسنة وقبيحة- وهو تقسيم من عند أنفسهم، وبمحض عقولهم الفاسدة، ونحن نوجه إليهم هذا السؤال: كيف نعرف أن هذا العمل حسن أو قبيح؟ وبالطبع سيجيب كل عاقل بأن الحسن ما حسنه الشرع، والقبيح ما قبّحه الشرع، ولا يعرف هذا إلا بالرجوع إلى الكتاب والسنة، فيقال لهم حينئذ إن الكتاب والسنة قد دلا على ذم البدع كما تقدم في الأدلة فما وجه تقسيمكم هذا ؟
ثانيا: يستدل كثير من أهل البدع بما يروى عن عمر رضى الله عنه من قوله نعمت البدعة هذه، ردًّا على من أنكر عليه أمرَه الناس بصلاة التراويح جماعة في المسجد، خلف أبى ابن كعب، يستدلون بهذه القصة توهما منهم أن ما فعله عمر بدعة وهذا باطل من وجوه:
ص -117- الوجه الأول: أن عمر رضي الله عنه لم يفعل بدعة، وإنما فعل سنة كان النبي صلى الله عليه وسلم قد فعلها، ثم تركها خشية أن تفرض على الأمة كما بيَّن صلى الله عليه وسلم ذلك ولم ينه الناس عن فعلها مما يؤكد بقاء سنتها.
الوجه الثاني: أنه قال هذه الجملة على سبيل المجاز، فتسميتها بدعة باعتبار أنها لم تفعل في عهد أبي بكر رضي الله عنه تجوزا؛ لأن عمر هو الذي بدأ إحياء هذه السنة، خصوصا وقد زالت علة خشية الفرضية بانتقاله النبي صلى اللّه عليه وسلم إلى الرفيق الأعلى.
الوجه الثالث: ربما قال عمر ذلك تهكما بمن قال له: إنك فعلت بدعة، فلعلم عمر أنها ليست بدعة ردَّ عليه بهذه الجملة على سبيل الإنكار.
هذا وهناك شُبه أخرى قد يتعلقون بها، ولو تأملناها لوجدناها لا تخرج عن هذا الإطار الذي هو تحميل النصوص ما لا تحتمل من المعاني الفاسدة الباطلة.
وهناك تقسيمات للبدع ذكرها القرافي وغيره، لا نجد لها مستندا أو معيارا صحيحا يمكن أن يؤخذ به، كتقسيمهم البدع إلى حقيقية وإضافية، أو حسنة وسيئة، أو كلية وجزئية، أو بسيطة ومركبة، أو فعلية وتركية، أو غير ذلك من التقسيمات المصطنعة المتكلفة التي لا تستند إلى دليل.
وخلاصة القول أن كل ما أحدث في الدين، ولم يقم عليه دليل في الكتاب ولا في السنة لا بعمومه ولا بخصوصه فهو بدعة محدثة.
الحق لا يعرف بكثرة الأتباع:
وأنه مما يؤسف له أن نرى تلك البدع والمحدثات قد طغت وانتشرت وتهافت عليها الناس تهافت الفراش على النار، في الوقت الذي ضيعوا فيه الفرائض، وأهملوا الواجبات، وغرقوا في المنكرات، حتى أصبح الكثير منهم يمثل قول ابن زيدون:
مساوىء لو قسمنا على الغواني لما أمـهـرن إلا بالـطـلاق
ومن الغريب حقا أن يرمى هؤلاء المبتدعون أهل السنة، والمتمسكين بها بالجمود والتزمت، وغير ذلك من الألقاب التي يطلقونها زورا وبهتانا، ولكن هيهات هيهات أن ينالوا مآربهم فإن نبي الرحمة صلى اللّه عليه وسلم قد بشرنا ببشارة عظيمة وهى قوله: “لا تزال طائفة من أمتي على الحق ظاهرة منصورة، لا يضرهم من خالفهم حتى يأتي أمر اللّه”. لذا

ص -118- فإنه لا ينبغي لعاقل أن يغتر بما يفعله سواد الناس، ودهماء العامة في سائر الأقطار من البدع والمحدثات فإنَّ الحق لا يعرف بكثرة الفاعلين، وإنما يعرف بالأدلة الشرعية. قال تعالى { وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّه}. وقال تعالى {وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ} وقال تعالى {وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ}. وقال تعالى { وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ}. إلى غير ذلك من الآيات والأحاديث الواردة في هذا المعنى.
فالحق أحق بالإتباع ولو خالفه الناس، ولن يصلح آخر هذه الأمة إلا بما صلح به أولها؛ وهو لزوم جماعة المسلمين، والتمسك بالقرآن الكريم، والسنة المطـهرة، فهما مصدر كل عِزٍّ وفلاحٍ ونجاحٍ في الدارين. وفقنا الله جميعا للإتباع وجنبنا الزلل والابتداع، إنه ولى ذلك والقادر عليه وصلى اللّه وسلم على رسوله محمد وعلى آله وأصحابه.
طريق الجنـة
عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “عليكم بالصدق؛ فإن الصدق يهدي إلى البر؛ وإن البر يهـدي إلى الجنـة، وإن الرجـل ليصـدق حتى يكتب عند الله صديقاً…
وإياكم والكذب؛ فإن الكذب يهدي إلى الفجور؛ وإن الفجور يهدي إلى النـار، وإن الرجل ليكذب حتى يكتب عند الله كذاباً…”

تفسير ابن كثير
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ (120) الَّذِينَ آَتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (121)
{ وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ (120) الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلاوَتِهِ أُولَئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (121) }
قال ابن جرير: يعني بقوله (1) جل ثناؤه: { وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ } وليست اليهود -يا محمد -ولا النصارى براضية عنك أبدًا، فدع طلب ما يرضيهم ويوافقهم، وأقبل على طلب رضا الله في دعائهم إلى ما بعثك الله به من الحق.
وقوله تعالى: { قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى } أي: قل يا محمد: إن هدى الله الذي بعثني به هو الهدى، يعني: هو الدين المستقيم الصحيح الكامل الشامل.
قال قتادة في قوله: { قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى } قال: خصومة عَلَّمها الله محمدًا صلى الله عليه وسلم وأصحابه، يخاصمون بها أهل الضلالة. قال قتادة: وبلغنا أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقول: “لا تزال طائفة من أمتي يقتتلون على الحق ظاهرين، لا يضرهم من خالفهم، حتى يأتي أمر الله”.
قلت: هذا الحديث مُخَرَّج في الصحيح (2) عن عبد الله بن عمرو (3) .
__________
(1) في ط: “في قوله”.
(2) في ط: “في الصحيحين”.
(3) صحيح مسلم برقم (1924).
{ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ } فيه تهديد ووعيد شديد للأمة عن اتباع طرائق اليهود والنصارى، بعد ما عَلِموا من القرآن والسنة، عياذًا بالله من ذلك، فإن الخطاب مع الرسول، والأمر لأمته.
[وقد استدل كثير من الفقهاء بقوله: { حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ } حيث أفرد الملة على أن الكفر كله ملة واحدة كقوله تعالى: { لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ } [الكافرون: 6]، فعلى هذا لا يتوارث المسلمون والكفار، وكل منهم يرث قرينه سواء كان من أهل دينه أم لا؛ لأنهم كلهم ملة واحدة، وهذا مذهب الشافعي وأبي حنيفة وأحمد في رواية عنه. وقال في الرواية الأخرى كقول مالك: إنه لا يتوارث أهل ملتين شتى، كما جاء في الحديث، والله أعلم] (1) .
وقوله تعالى: { الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلاوَتِهِ } قال عبد الرزاق، عن مَعْمَر، عن قتادة: هم اليهود والنصارى. وهو قول عبد الرحمن بن زيد بن أسلم، واختاره ابن جرير.
وقال: سعيد عن قتادة: هم أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم.
وقال ابن أبي حاتم: حدثنا أبي، حدثنا إبراهيم بن موسى، وعبد الله بن عمران الأصبهاني، قالا حدثنا يحيى بن يمان، حدثنا أسامة بن زيد، عن أبيه، عن عمر بن الخطاب { يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلاوَتِهِ } قال: إذا مر بذكر الجنة سأل الله الجنة، وإذا مر بذكر النار تعوذ بالله من النار (2) .
وقال أبو العالية: قال ابن مسعود: والذي نفسي بيده، إن حق تلاوته أن يُحِلَّ حلاله ويحرم حرامه ويقرأه كما أنزله الله، ولا يحرف الكلم عن مواضعه، ولا يتأول منه شيئا على غير تأويله.
وكذا رواه عبد الرزاق، عن مَعْمَر، عن قتادة ومنصور بن المعتمر، عن ابن مسعود.
وقال السدي، عن أبي مالك، عن ابن عباس في هذه الآية، قال: يُحِلُّون حلاله ويُحَرِّمُون حرامه، ولا يُحَرِّفُونه عن مواضعه.
قال ابن أبي حاتم: وروي عن ابن مسعود نحو ذلك.
وقال الحسن البصري: يعملون بمحكمه، ويؤمنون بمتشابهه، يَكِلُونَ ما أشكل عليهم إلى عالمه.
وقال ابن أبي حاتم: حدثنا أبو زُرْعَة، حدثنا إبراهيم بن موسى، أخبرنا ابن أبي زائدة، أخبرنا داود بن أبي هند، عن عكرمة، عن ابن عباس، في قوله: { يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلاوَتِهِ } قال: يتبعونه حق اتباعه، ثم قرأ: { وَالْقَمَرِ إِذَا تَلاهَا } [ الشمس : 2 ] ، يقول: اتَّبَعَها. قال: ورُوِيَ عن عكرمة، وعطاء، ومجاهد، وأبي رزين، وإبراهيم النخَعي نحو ذلك.
وقال سفيان الثوري: حدثنا زُبَيد، عن مُرَّة، عن عبد الله بن مسعود، في قوله: { يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلاوَتِهِ }
__________
(1) زيادة من ط، أ.
(2) تفسير ابن أبي حاتم (1/357).

تفسير القرطبي
الآية: 120 {وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ}
قوله تعالى: {وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ} فيه مسألتان:
الأولى: قوله تعالى: {وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ} المعنى: ليس غرضهم يا محمد بما يقترحون من الآيات أن يؤمنوا، بل لو أتيتهم بكل ما يسألون لم يرضوا عنك، وإنما يرضيهم ترك ما أنت عليه من الإسلام واتباعهم. يقال: رضي يرضى رِضا ورُضا ورُضوانا ورِضوانا ومَرضاة، وهو من ذوات الواو، ويقال في التثنية: رِضوان، وحكى الكسائي: رِضَيان. وحكي رضاء ممدود، وكأنه مصدر راضى يراضي مُراضاة ورِضاء. “تتبع” منصوب بأن ولكنها لا تظهر مع حتى، قاله الخليل. وذلك أن حتى خافضة للاسم، كقوله: {حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ} [القدر: 5] وما يعمل في الاسم لا يعمل في الفعل البتة، وما يخفض اسما لا ينصب شيئا. وقال النحاس: “تتبع” منصوب بحتى، و”حتى” بدل من أن. والملة: اسم لما شرعه الله لعباده في كتبه وعلى ألسنة رسله.
فكانت الملة والشريعة سواء، فأما الدين فقد فرق بينه وبين الملة والشريعة، فإن الملة والشريعة ما دعا الله عباده إلى فعله، والدين ما فعله العباد عن أمره.
الثانية: تمسك بهذه الآية جماعة من العلماء منهم أبو حنيفة والشافعي وداود وأحمد بن حنبل على أن الكفر كله ملة واحدة، لقوله تعالى: {مِلَّتَهُمْ} فوحد الملة، وبقوله تعالى: {لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ} [الكافرون: 6]، وبقوله عليه السلام: “لا يتوارث أهل ملتين” على أن المراد به الإسلام والكفر، بدليل قوله عليه السلام: “لا يرث المسلم الكافر” . وذهب مالك وأحمد في الرواية الأخرى إلى أن الكفر ملل، فلا يرث اليهودي النصراني، ولا يرثان المجوسي، أخذا بظاهر قوله عليه السلام: “لا يتوارث أهل ملتين” ، وأما قوله تعالى: {مِلَّتَهُمْ} فالمراد به الكثرة وإن كانت موحدة في اللفظ بدليل إضافتها إلى ضمير الكثرة، كما تقول: أخذت عن علماء أهل المدينة – مثلا – علمهم، وسمعت عليهم حديثهم، يعني علومهم وأحاديثهم.
قوله تعالى: {قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى} المعنى ما أنت عليه يا محمد من هدى الله الحق الذي يضعه في قلب من يشاء هو الهدى الحقيقي، لا ما يدعيه هؤلاء.
قوله تعالى: {وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ} الأهواء جمع هوى، كما تقول: جمل وأجمال، ولما كانت مختلفة جمعت، ولو حمل على أفراد الملة لقال هواهم. وفي هذا الخطاب وجهان: أحدهما : أنه للرسول، لتوجه الخطاب إليه. والثاني : أنه للرسول والمراد به أمته، وعلى الأول يكون فيه تأديب لأمته، إذ منزلتهم دون منزلته. وسبب الآية أنهم كانوا يسألون المسالمة والهدية، ويعدون النبي صلى الله عليه وسلم بالإسلام، فأعلمه الله أنهم لن يرضوا عنه حتى يتبع ملتهم، وأمره بجهادهم.
قوله تعالى: {مِنَ الْعِلْمِ} مثل أحمد بن حنبل عمن يقول: القرآن مخلوق، فقال: كافر، فقيل: بم كفرته؟ فقال: بآيات من كتاب الله تعالى: {وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ} [البقرة: 145] والقرآن من علم الله. فمن زعم أنه مخلوق فقد كفر.
تفسير الطبري
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ (120)
القول في تأويل قوله تعالى : { وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى }
قال أبو جعفر : يعني بقوله جل ثناؤه:( وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ) ، وليست اليهود ، يا محمد ، ولا النصارى براضية عنك أبدا ، فدع طلب ما يرضيهم ويوافقهم ، وأقبل على طلب رضا الله في دعائهم إلى ما بعثك الله به من الحق، فإن الذي تدعوهم إليه من ذلك لهو السبيل إلى الاجتماع فيه معك على الألفة والدين القيم. ولا سبيل لك إلى إرضائهم باتباع ملتهم، لأن اليهودية ضد النصرانية ، والنصرانية ضد اليهودية ، ولا تجتمع النصرانية واليهودية
في شخص واحد في حال واحدة ، واليهود والنصارى لا تجتمع على الرضا بك ، إلا أن تكون يهوديا نصرانيا ، وذلك مما لا يكون منك أبدا ، لأنك شخص واحد ، ولن يجتمع فيك دينان متضادان في حال واحدة. وإذا لم يكن إلى اجتماعهما فيك في وقت واحد سبيل ، لم يكن لك إلى إرضاء الفريقين سبيل. وإذا لم يكن لك إلى ذلك سبيل ، فالزم هدى الله الذي لجمع الخلق إلى الألفة عليه سبيل .
* * *
وأما”الملة” فإنها الدين ، وجمعها الملل.
* * *
ثم قال جل ثناؤه لنبيه محمد صلى الله عليه وسلم: قل يا محمد – لهؤلاء النصارى واليهود الذين قالوا:( لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَى ) -(إن هدى الله هو الهدى) ، يعني إن بيان الله هو البيان المقنع، والقضاء الفاصل بيننا ، فهلموا إلى كتاب الله وبيانه- الذي بين فيه لعباده ما اختلفوا فيه ، وهو التوراة التي تقرون جميعا بأنها من عند الله ، يتضح لكم فيها المحق منا من المبطل ، وأينا أهل الجنة ، وأينا أهل النار ، وأينا على الصواب ، وأينا على الخطأ.
وإنما أمر الله نبيه صلى الله عليه وسلم أن يدعوهم إلى هدى الله وبيانه ، لأن فيه تكذيب اليهود والنصارى فيما قالوا من أن الجنة لن يدخلها إلا من كان هودا أو نصارى ، وبيان أمر محمد صلى الله عليه وسلم ، وأن المكذب به من أهل النار دون المصدق به.
* * *
القول في تأويل قوله تعالى : { وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ (120) }
قال أبو جعفر: يعني جل ثناؤه بقوله:(ولئن اتبعت)، يا محمد ، هوى هؤلاء اليهود والنصارى – فيما يرضيهم عنك – من تهود وتنصر ، فصرت من ذلك
تفسير الجلالين
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ (120)
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“وَلَنْ تَرْضَى عَنْك الْيَهُود وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِع مِلَّتهمْ” دِينهمْ “قُلْ إنَّ هُدَى اللَّه” أَيْ الْإِسْلَام “هُوَ الْهُدَى” وَمَا عَدَاهُ ضَلَال “وَلَئِنْ” لَام قَسَم “اتَّبَعْت أَهْوَاءَهُمْ” الَّتِي يَدْعُونَك إلَيْهَا فَرْضًا “بَعْد الَّذِي جَاءَك مِنْ الْعِلْم” الْوَحْي مِنْ اللَّه “مَا لَك مِنْ اللَّه مِنْ وَلِيّ” يَحْفَظك “وَلَا نَصِير” يَمْنَعك مِنْهُ
الدرر المنثور
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ (120)
أخرج الثعلبي عن ابن عباس « أن يهود المدينة ونصارى نجران كانوا يرجون أن يصلي النبي صلى الله عليه وسلم إلى قبلتهم ، فلما صرف الله القبلة إلى الكعبة شق ذلك عليهم وأيسوا منه أن يوافقهم على دينهم ، فأنزل الله { ولن ترضى عنك اليهود ولا النصارى . . . } الآية » .
فتح القدير
إ وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ (120) الَّذِينَ آَتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (121)

قوله : { وَلَن ترضى عَنكَ اليهود } الآية ، أي : ليس غرضهم ، ومبلغ الرضا منهم ما يقترحونه عليك من الآيات ، ويوردونه من التعنتات ، فإنك لو جئتهم بكل ما يقترحون ، وأجبتهم عن كل تعنت لم يرضوا عنك ، ثم أخبره بأنهم لن يرضوا عنه حتى يدخل في دينهم ويتبع ملتهم ، والملة : اسم لما شرعه الله لعباده في كتبه على ألسن أنبيائه ، وهكذا الشريعة ، ثم ردّ عليهم سبحانه ، فأمره بأن يقول لهم : { إِنَّ هُدَى الله هُوَ الهدى } الحقيقي ، لا ما أنتم عليه من الشريعة المنسوخة ، والكتب المحرّفة ثم أتبع ذلك بوعيد شديد لرسول الله صلى الله عليه وسلم أن اتبع أهواءهم وحاول رضاهم وأتعب نفسه في طلب ما يوافقهم . ويحتمل أن يكون تعريضاً لأمته ، وتحذيراً لهم أن يوافقوا شيئاً من ذلك ، أو يدخلوا في أهوية أهل الملل ، ويطلبوا رضا أهل البدع .
وفي هذه الآية من الوعيد الشديد الذي ترجف له القلوب ، وتتصدع منه الأفئدة ، ما يوجب على أهل العلم الحاملين لحجج الله سبحانه ، والقائمين ببيان شرائعه ، ترك الدِّهان لأهل البدع المتمذهبين بمذاهب السوء ، التاركين للعمل بالكتاب والسنة ، المؤثرين لمحض الرأي عليهما؛ فإن غالب هؤلاء ، وإن أظهر قبولاً ، وأبان من أخلاقه ليناً لا يرضيه إلا اتباع بدعته ، والدخول في مداخله ، والوقوع في حبائله ، فإن فعل العالم ذلك بعد أن علمه الله من العلم ما يستفيد به أن هدى الله هو ما في كتابه ، وسنّة رسوله ، لا ماهم عليه من تلك البدع التي هي ضلالة محضة ، وجهالة بينة ، ورأي منهار ، وتقليد على شفا جرف هار ، فهو إذ ذاك ما له من الله من وليّ ، ولا نصير ، ومن كان كذلك ، فهو مخذول لا محالة ، وهالك بلا شك ، ولا شبهة .
تفسير البغوي
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ (120)
{ وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ (120) }
قوله عز وجل { وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى } وذلك أنهم كانوا يسألون النبي صلى الله عليه وسلم الهدنة ويطمعونه في أنه إن أمهلهم اتبعوه فأنزل الله تعالى هذه الآية (1) ، معناه وإنك إن هادنتهم فلا يرضون بها وإنما يطلبون ذلك تعللا ولا يرضون منك إلا باتباع ملتهم، وقال ابن عباس رضي الله عنهما: هذا في القبلة وذلك أن يهود المدينة ونصارى نجران كانوا يرجون النبي صلى الله عليه وسلم حين كان يصلي إلى قبلتهم فلما صرف الله القبلة إلى الكعبة أيسوا في أن يوافقهم على دينهم فأنزل الله تعالى { وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ } إلا باليهودية { وَلا النَّصَارَى } إلا بالنصرانية (2) والملة الطريقة { وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ } قيل الخطاب مع النبي صلى الله عليه وسلم والمراد به الأمة كقوله “لئن أشركت ليحبطن عملك”( 65-الزمر )
__________
(1) انظر: البحر المحيط لأبي حيان: 1 / 368.
(2) انظر: لباب النقول للسيوطي بهامش الجلالين ص48-49، وقد عزاه في الدر المنثور للثعلبي.
تفسير السعدي
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ (120)
{ 120 } { وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ [ ص 65 ] وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ } .
يخبر تعالى رسوله، أنه لا يرضى منه اليهود ولا النصارى، إلا باتباعه دينهم، لأنهم دعاة إلى الدين الذي هم عليه، ويزعمون أنه الهدى، فقل لهم: { إِنَّ هُدَى اللَّهِ } الذي أرسلت به { هُوَ الْهُدَى } .
وأما ما أنتم عليه، فهو الهوى بدليل قوله { وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ } .
فهذا فيه النهي العظيم، عن اتباع أهواء اليهود والنصارى، والتشبه بهم فيما يختص به دينهم، والخطاب وإن كان لرسول الله صلى الله عليه وسلم فإن أمته داخلة في ذلك، لأن الاعتبار بعموم المعنى لا بخصوص المخاطب، كما أن العبرة بعموم اللفظ، لا بخصوص السبب.

Soal 1 : Untuk apa Allah Subhanahu wata’ala menciptakan kita?

Jawaban : Dia menciptakan kita agar beribadah kepadaNya serta tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun.

Dalil dari Al Quran

]وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالأِنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ[ (الذريات:56)

Dan tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaKu.

Dalil dari As Sunnah

)حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئاً ( متفق عليه

Hak Allah Subhanahu wata’ala atas hambaNya bahwa mereka menyembahNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun

Soal 2 : Bagaimana kita menyembah Allah Subhanahu wata’ala ta’ala?

Jawaban: Sebagaimana Allah Subhanahu wata’ala dan RasulNya perintahkan.

Dalil dari Al Quran

] َمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ[(البينة: من الآية5)

Dan tidaklah mereka diperintah kecuali agar beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan hanya mengikhlaskan dirin untukNya.

Dalil dari As Sunnah

[ من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو ردّ ] رواه مسلم

Barang siapa melakukan suatu amal yang tidak ada dalam perkara kami maka amalan itu tertolak

Soal 3 : Apakah kita menyembah kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan perasaan takut dan harapan?

Jawaban : Ya! Kita menyembah Allah Subhanahu wata’ala dengan rasa takut dan harapan.

Dalil dari Al Quran

]وَادْعُوهُ خَوْفاً وَطَمَعاً[(الأعراف: من الآية56)

Dan serulah Dia oleh kalian dalam kondisi takut [dari neraka] dan harap [kepada surga].

Dalil dari As Sunnah

[أسأل الله الجنة وأعوذ به من النار] صحيح رواه أبو داود

Saya mohon kepada Allah Subhanahu wata’ala surga dan berlindung denganNya dari neraka.

Soal 4 : Apa yang dimaksudkan Ihsan dalam ibadah?

Jawaban : Merasa diawasi oleh Allah Subhanahu wata’ala saja, yang Dia selalu melihat kita.

Dalil dari Al Quran

] إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً[(النساء: من الآية1)

Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala selalu mengawasi kalian.

]الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ[ (الشعراء:218)

Yang melihatmu ketika engkau berdiri [untuk sholat]

Dalil dari As Sunnah

[ الإحسان أن تعبدوا الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك] رواه مسلم.

Ihsan adalah engkau menyembah Allah Subhanahu wata’ala seakan-akan engkau melihatNya, dan jika engkau tidak melihatNya sesungguhnya Dia melihatmu.

Soal 5 : Untuk apa Allah Subhanahu wata’ala mengutus para rasul?

Jawaban : Untuk mengajak beribadah kepadaNya dan menghilangkan penyekutuan dariNya.

Dalil dari Al Quran

]وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوت[ (النحل: من الآية36)

Dan sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat seorang rasul hendaklah kalian menyembah Allah Subhanahu wata’ala dan menjauhi thoghut.

Dalil dari As Sunnah

[والأنبياء إخوة ودينهم واحد] متفق عليه

Para nabi itu bersaudara dan agama mereka satu (yakni semua rasul mengajak kepada tauhid).

Soal 6 : Apa yang dimaksud dengan tauhid uluhiyah?

Jawaban : MengesakanNya dengan Ibadah, doa, nadzar dan hukum.

Dalil dari Al Quran

]فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّه[(محمد: من الآية19)

Ketauhilah bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan haq kecuali Allah Subhanahu wata’ala.

Dalil dari As Sunnah

[فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله] متفق عليه

Hendaklah yang pertama kali yang engkau menyeru mereka kepadanya persaksian bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah Ta’ala.

Soal 7 : Apa makna ungkapan Laa Ilaaha Illallah

Jawaban : Tidak ada yang disembah dengan haq kecuali Allah.

Dalil dari Al Quran

]ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِل[(الحج: من الآية62)

Demikian itu karena Allah Subhanahu wata’ala adalah Dialah yang haq dan apa yang mereka seru selainnya adalah yang batil.

Dalil dari As Sunnah

[من قال لا إله إلا الله وكفر بما يعبد من دون الله حرم ماله ودمه] رواه مسلم .

Barang siapa yang berkata : tidak ada Ilah yang haq disembah kecuali Allah, haramlah hartanya (untuk diambil) dan darahnya (untuk ditumpahkah)

Soal 8 : Apa makna tauhid dalam masalah sifat Allah?

Jawaban : Mengukuhkan apa yang disifatkan Allah Subhanahu wata’ala dan RasulNya untuk diriNya.

Dalil dari Al Quran

]لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ[(الشورى: من الآية11)

Tidak ada yang seperti Dia sesuatupun, dan Dia Maha Mendengar dan Melihat.

Dalil dari As Sunnah

[ينـزل ربنا تبارك وتعالى في كل ليلة إلى السماء الدنيا] متفق عليه

Rabb kita Yang Maha Agung dan Tinggi setiap malam turun ke langit dunia (Turun sesuai dengan keagunganNya dan kesucianNya)

Soal 9 : Apa faedah tauhid bagi seorang muslim?

Jawaban : Petunjuk di dunia dan keamanan di akherat.

Dalil dari Al Quran

]الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ[(الأنعام:82)

Orangorang yang beriman dan tidak mencampur keimanan mereka dengan kedholiman (kesyirikan) mereka mendapatkan keamanan dan merekalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.

Dalil dari As Sunnah

[حق العباد على الله أن لا يعذب من لا يشرك به شيئاً] متفق عليه

Hak hamba terhadap Allah Subhanahu wata’ala bahwa Dia tidak menyiksa orang yang tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun.

Soal 10 : Di mana Allah?

Jawaban : Allah Subhanahu wata’ala di atas langit di atas Arsy.

Dalil dari Al Quran

]الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى[(طـه:5)

Ar Rahman [Allah Yang Maha Pengasih] bersemayam di atas Arsy.

Dalil dari As Sunnah

[إن الله كتب كتاباً إن رحمتي سبقت غضبي فهو مكتوب عنده فوق العرش] روها البخاري

Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah menulis buku, yang tertulis di dalamnya, sesungguhnya RahmatKu mengalahkan kemurkaanKu. Kitab itu tertulis di sisiNya di atas Arsy

Soal 11 : Apakah Allah Subhanahu wata’ala bersama kita dengan ilmuNya atau dengan DzatNya?

Jawaban : Allah Subhanahu wata’ala bersama kita dengan ilmuNya mendengar dan melihat.

Dalil dari Al Quran

]قَالَ لا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى[(طـه:46)

Jangan kalian berdua takut sungguh Aku bersama kalian berdua mendengar dan melihat.

Dalil dari As Sunnah

إنكم تدعون سميعاً قريباً وهو معكم [رواه مسلم]

Sesungguhnya kalian menyeru Dzat Yang Maha Mendengar Maha dekat dan Dia bersama kalian. (Yaitu dengan IlmuNya melihat dan mendengar kalian).

Soal 12 : Apa dosa yang paling besar?

Jawaban : Dosa yang paling besar adalah syirik (menyekutukan Allah).

Dalil dari Al Quran

]يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ[(لقمان: من الآية13)

Wahai anakku janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu kezhaliman yang besar.

Dalil dari As Sunnah

[سئل صلى الله عليه وسلم أي الذنب أعظم قال : أن تدعو لله ندّاً وهو خلقك] رواه مسلم

Nabi Shallallahu’alaihi wasallam ditanya tentang dosa apa yang paling besar. Beliau bersabda : engkau menyeru kepada tandingan untuk Allah Subhanahu wata’ala sedang Dia telah menciptakan kamu.

Soal 13 : Apa yang dimaksud dengan syirik besar?

Jawaban : Yaitu mengarahkan ibadah untuk selain Allah Subhanahu wata’ala seperti doa.

Dalil dari Al Quran

]قُلْ إِنَّمَا أَدْعُو رَبِّي وَلا أُشْرِكُ بِهِ أَحَداً[(الجـن:20)

Katakanlah tiada lain saya menyeru (berdoa) kepada Rabbku dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun.

Dalil dari As Sunnah

[أكبر الكبائر الإشراك بالله] رواه البخاري
Dosa yang paling besar dari dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah.

Soal 14 : Apakah bahaya syirik besar?

Jawaban : Syirik besar penyebab kekal di neraka.

Dalil dari Al Quran

]إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ[ (المائدة: من الآية72)

Sesungguhnya siapa yang menyekutukan Allah Subhanahu wata’ala maka sungguh Allah Subhanahu wata’ala telah mengharamkan atasnya sorga dan tempat tinggalnya di neraka.

Dalil dari As Sunnah

[من مات يشرك بالله شيئاً دخل النار] رواه مسلم
Barang siapa mati dalam keadaan menyekutukan Allah Subhanahu wata’ala dengan sesuatu pasti masuk neraka.

Soal 15 : Apakah amalan bermanfaat jika dibarengi kesyirikan?

Jawaban : Amal tidak bermanfaat yang dibarengi dengan syirik.

Dalil dari Al Quran

] وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ[(الأنعام: من الآية88)

Kalau mereka menyekutukan sungguh gugurlah apa yang mereka amalkan.

Dalil dari As Sunnah

[من عمل عملاً أشرك فيه معي غيري تركته وشركه]رواه مسلم
Barang sipa yang beramal suatu amalan ia menyekutukan didalamnya selain Aku, Aku tinggalkan dia dan sekutunya.

Soal 16 : Apakan kesyirikan itu ada di kalangan kaum muslimin?

Jawaban : Ya ! banyak dan amat di sayangkan.

Dalil dari Al Quran

]وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلا وَهُمْ مُشْرِكُونَ[ (يوسف:106)

Dan tidaklah beriman kepada Allah Subhanahu wata’ala kebanyakan mereka kecuali mereka berbuat syirik.

Dalil dari As Sunnah

[لا تقوم الساعة حتى تلحق قبائل من أمتي بالمشركين وحتى تعبد الأوثان] صحيح رواه الترمذي

Tidaklah terjadi kiamat sehingga beberapa kabilah dari umatku bergabung dengan musyrikin dan sehingga berhala disembah.

Soal 17 : Apa hukum berdoa kepada selain Allah Subhanahu wata’ala seperti para wali?

Jawaban : Berdoa kepada mereka suatu kesyirikan memasukkan ke neraka.

Dalil dari Al Quran

]فَلا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَ[(الشعراء:213)

Maka jangan engkau seru bersama Allah Subhanahu wata’ala Ilah yang lain maka engkau termasuk orang yang disiksa.

Dalil dari As Sunnah

[من مات وهو يدعو من دون الله ندّاً دخل النار] رواه البخاري

Barang siapa mati dan dia menyeru selain Allah Subhanahu wata’ala sebagai bandingan pastilah ia masuk neraka.

Soal 18 : Apakah doa itu ibadah kepada Allah?

Jawaban : Ya doa adalah ibadah kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Dalil dari Al Quran

]وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ [(غافر: من الآية60)

Rabbmu berfirman : berdoalah kepadaKu pasti aku kabulkan buat kalian.

Dalil dari As Sunnah

[الدعاء هو العبادة] رواه الترمذي وقال حديث صحيح

Doa itu ibadah.

Soal 19 : Apakah orang mati mendengar doa?

Jawaban : Orang-orang mati tidak mendengar doa.

Dalil dari Al Quran

]إِنَّكَ لا تُسْمِعُ الْمَوْتَى [(النمل: من الآية80)

Sesungguhnya engkau tidak memperdengarkan orang mati.

]وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ[(فاطر: من الآية22)

Dan tidak engkau memperdengarkan orang yang ada dalam kuburan.

Dalil dari As Sunnah

]إن لله ملائكة سياحين في الأرض يبلغون عن أمتي السلام [صحيح رواه أحمد.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala memiliki Malaikat-Malaikat yang terbang ke berbagai tempat di bumi menyampaikan kepadaku salam dari umatku.

Soal 20 : Apakah kita minta bantuan kepada orang mati?

Jawaban : Kita tidak minta bantuan kepada mereka, bahkan kita istighotsah dengan Allah Subhanahu wata'ala.

Dalil dari Al Quran

]إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ [(لأنفال: من الآية9)

Ingatlah ketika kalian istigotsah kepada Robb kalian maka Dia mengabulkan kalian.

Dalil dari As Sunnah

[كان إذا أصابه هم أو غم قال : يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث]حسن

Adalah Nabi Shallallahu’alaihi wasallam Jika terkena kesusahan dan kesedihan beliau berdoa : wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat Yang Mengurusi MakhluqNya dengan rahmatMu aku beristighotsah.

Soal 21 : Apakah boleh minta pertolongan kepada selain Allah Subhanahu wata’ala

Jawaban : Tidak boleh minta pertolongan kecuali kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Dalil dari Al Quran

]إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ[(الفاتحة:5)

Hanya kepadaMu lah kami menyembah dan hanya kepadaMu lah kami memohon pertolongan.

Dalil dari As Sunnah

[إذا سألت فاسأل الله وإذا استعنت فاستعن بالله] رواه الترمذي وقال حديث حسن.

Jika engkau meminta maka mintalah kepada Allah dan jika engkau memohon tolong maka mohon tolonglah kepada Allah.

Soal 22 : Apakah kita minta bantuan kepada yang hidup dan hadir?

Jawaban : Ya apa yang mereka mampu melakukan.

Dalil dari Al Quran

]وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الْأِثْمِ وَالْعُدْوَانِ [(المائدة: من الآية2)

Tolong menolonglah dalam masalah kebajikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam masalah dosa dan permusuhan.

Dalil dari As Sunnah

إذا سألت فاسأل الله رواه الترمذي

Kalau engkau minta mintalah kepada Allah Subhanahu wata’ala.

[والله في عون العبد ما دام العبد في عون أخيه]

Allah Subhanahu wata’ala berada dalam membantu seorang hamba, selama hamba tadi dalam membantu saudaranya.

Soal 23 : Apakah boleh nadzar untuk selain Allah Subhanahu wata’ala?

Jawaban : Tidak boleh nadzar kecuali untuk Allah Subhanahu wata’ala.

Dalil dari Al Quran

] رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّراً فَتَقَبَّلْ مِنِّي[(آل عمران: من الآية35)

Wahai Rabbku sungguh aku bernadzar untukMu apa yang ada dalam perutku sebagai orang yang bebas [untuk berkhidmah di Masjid Al-Aqsho] maka terimalah dariku.

Dalil dari As Sunnah

[من نذر أن يطيع الله فليطعه ومن نذر أن يعصيه الله فلا يعصه]رواه البخاري.

Siapa yang bernadzar untuk taat kepada Allah Subhanahu wata’ala hendaklah ia mentaatinya [melaksanakan nadzarnya] barang siapa bernadzar untuk maksiat, janganlah ia mendurhakainya (dengan cara tidak melaksanakan nazarnya]

Soal 24 : Apakah boleh menyembelih untuk selain Allah Subhanahu wata’ala?

Jawaban : Tidak boleh, karena hal itu termasuk syirik besar.

Dalil dari Al Quran

]فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ[(الكوثر:2)

Maka sholatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah (untukNya saja).

Dalil dari As Sunnah

[لعن الله من ذبح لغير الله] رواه مسلم

Semoga Allah Subhanahu wata’ala melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah Subhanahu wata’ala.

Soal 25 : Apakah boleh thowaf di kuburan?

Jawaban : Tidak boleh thowaf kecuali di Ka’bah.

Dalil dari Al Quran

] وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ[(الحج: من الآية29)

Dan thowaflah kalian di Rumah Atiq [Ka’bah].

Dalil dari As Sunnah

[من طاف بالبيت سبعا وصلى ركعتين كان كعتق رقبة ] صحيح رواه ابن ماجه.

Barang siapa yang thowaf di Baitulloh tujuh kali dan sholat dua roka’at, adalah seperti memerdekakan budak.

Soal 26 : Apakah boleh sholat sementara kuburan ada di depan anda (sholat di depan kuburan)?

Jawaban : Tidak boleh sholat menghadap kuburan.

Dalil dari Al Quran

] فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ[(البقرة: من الآية144)

Maka arahkan wajahmu ke Al Masjidil Haram yaitu menghadaplah ke Ka’bah.

Dalil dari As Sunnah

[لا تجلسوا على القبر ولا تصلّوا إليها]رواه مسلم.

Janganlah kalian duduk di atas kuburan dan janganlah sholat kepadanya.

Soal 27 : Apa hukum melakukan sihir?

Jawaban : Hukumnya melakukan sihir adalah kafir.

Dalil dari Al Quran

] وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْر[(البقرة: من الآية102)

Akan tetapi setan setan itu kafir, mereka mengajari manusia sihir.

Dalil dari As Sunnah

[ اجتنبوا الموبقات : الشرك بالله، والسحر ......رواه مسلم

Jauhilah oleh kalian tujuh dosa yang membinasakan : syirik, sihir…..

Soal 28 : Apakah kita boleh mempercayai dukun dan peramal?

Jawaban : Kita tidak boleh mempercayai keduanya dalam memberitakan masalah ghaib.

Dalil dari Al Quran

]قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ[ (النمل:65)

Katakanlah tidak ada yang di langit maupun di bumi yang mengetaui tentang ghoib kecuali Allah Subhanahu wata’ala dan mereka tidak sadar kapan dibangkitkan.

Dalil dari As Sunnah

[من أتى عرافاً أو كاهناً فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد] صحيح رواه أحمد.

Barang siapa yang mendatangi paranormal atau dukun kemudian membenarkan apa yang dikatakan sungguh ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.

Soal 29 : Apakah ada yang mengetahui yang ghaib?

Jawaban : Tidak ada satupun yang mengetahui yang ghaib kecuali Allah Subhanahu wata’ala.

Dalil dari Al Quran

[وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ )(الأنعام: من الآية59)

Dan di sisiNya kunci-kunci ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia.

Dalil dari As Sunnah

[لا يعلم الغيب إلا الله] حسن رواه الطبراني

Tidak ada yang mengetahui yang ghaib kecuali Dia [Hadits hasan Riwayat Tobarony].

Soal 30 : Dengan hukum apa kaum muslimin wajib menghukumi?

Jawaban : Mereka wajib menghukumi dengan Al Quran dan As Sunnah.

Dalil dari Al Quran

]وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ[(المائدة: من الآية44)

Dan siapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah Subhanahu wata’ala turunkan, mereka adalah orang-orang kafir.

Dalil dari As Sunnah

[الله هو الحكم وإليه المصير] حسن رواه أبو داود

Allah Subhanahu wata’ala adalah penentu hukum, dan kepada-Nya tempat kembali.

Soal 31 : Bagaimana hukum undang-undang yang bertentangan dengan Islam?

Jawaban : Mengamalkannya hukumnya kafir, jika ia membolehkannya.

Dalil dari Al Quran

)وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ)(المائدة: من الآية49)

Dan hukumilah diantara mereka dengan apa yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Dalil dari As Sunnah

[ومن لم تحكم أئمتهم بكتاب الله ويتخيروا مما أنزل الله إلا جعل الله بأسهم بينهم شديد ]

Dan siapa yang tidak menghukumi dengan kitab Allah Subhanahu wata’ala dan tidak memilih dari apa yang Allah Subhanahu wata’ala turunkan kecuali Allah Subhanahu wata’ala jadikan permusuhan kuat diantara mereka.

Soal 32 : Apakah boleh bersumpah dengan selain nama Allah Subhanahu wata’ala?

Jawaban : Tidak boleh bersumpah kecuali dengan Nama Allah Subhanahu wata’ala.

Dalil dari Al Quran

] بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُن[(التغابن: من الآية7)

Ya pasti dan Demi Pemeliharaku sungguh kalian pasti dibangkitkan.

Dalil dari As Sunnah

[من حلف بغير الله فقد أشرك] صحيح رواه أحمد

Barang siapa yang bersumpah dengan nama selain Allah Subhanahu wata’ala sungguh telah musyrik [Hadits shohih riwayat Ahmad].

Soal 33 : Apakah boleh menggantungkan kalung pengaman dan azimat?

Jawaban : Tidak boleh menggantungkannya, karena termasuk syirik.

Dalil dari Al Quran

]وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلا كَاشِفَ لَهُ إِلا هُو[(الأنعام: من الآية17)

Dan jika menimpamu suatu bahaya, maka tidak ada yang bisa menghilangkan kecuali Dia.

Dalil dari As Sunnah

[من علق تميمة فقد أشرك] صحيح رواه أحمد

Barang siapa menggantungkan azimat maka ia telah musyrik.

Soal 34 : Dengan apa kita bertawassul kepada Allah Subhanahu wata’ala?

Jawaban : Kita tawassul kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan nama-namaNya, sifat-sifatNya dan amal shalih.

Dalil dari Al Quran

]وَلِلَّهِ الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا [(لأعراف: من الآية180)

Milik Allah Subhanahu wata’ala nama-nama yang baik maka berdoalah dengannya.

Dalil dari As Sunnah

[أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك] صحيح رواه أحمد

Aku mohon kepadaMu dengan segala nama yang dia milikmu, Engkau beri nama dengannya akan DzatMu..

Soal 35 : Apakah doa memerlukan perantara makhluk?

Jawaban : Doa tidak memerlukan perantara.

Dalil dari Al Quran

]وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ[(البقرة: من الآية186)

Jika hambaku bertanya kepadamu tentang Aku sesungguhnya Aku dekat, aku mengabulkan doa orang yang berdoa jika berdoa kepadaKu.

Dalil dari As Sunnah

[إنكم تدعون سميعاً قريباً وهو معكم] رواه مسلم

Sesungguhnya engkau berdoa kepada Dzat Yang Maha Mendengar Dekat, dan Dia bersamamu.

Soal 36 : Apa perantaraan yang diperankan Rasul?

Jawaban : Perantaraan yang diperankan Rasul adalah menyampaikan wahyu.

Dalil dari Al Quran

]يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ [(المائدة: من الآية67)

Wahai Rasul sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu.

Dalil dari As Sunnah

[اللهم اشهد] مسلم

Ya Allah Subhanahu wata’ala saksikanlah. [ini jawaban beliau atas ucapan sahabat yang berkata "kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan, menunaikan amanah, dan menasehati"]

Soal 37 : Dari siapa kita mohon syafa’at nabi ?

Jawaban : Kita mohon syafaat Nabi dari Allah Subhanahu wata’ala.

Dalil dari Al Quran

]قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعاً لَه[(الزمر: من الآية44)

Katakanlah hanya milik Allah Subhanahu wata’ala lah seluruh syafa’at.

Dalil dari As Sunnah

اللهم شفعه في [ أي شفع الرسول صلى الله عليه وسلم في] رواه الترمذي وقال حديث حسن.

Ya Allah, jadikanlah dia [Rasul] pemberi syafa’at untukku.

Soal 38 : Bagaimana kita mencintai Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul Shallallahu’alaihi wasallam ?

Jawaban : Cinta dengan bentuk ketaatan dan mengikuti perintah.

Dalil dari Al Quran

]قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ [(آل عمران: من الآية31)

Katakanlah jika engkau mencintai Allah, maka ikutilah aku niscaya Allah Subhanahu wata’ala mencintai kalian.

Dalil dari As Sunnah

[لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من والده وولده والناس أجمعين] البخاري

Tidaklah beriman seorang di antara kalian sehingga aku lebih ia cintai dari pada cintanya kepada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.

Soal 39 : Apakah boleh berlebih-lebihan dalam memuji Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam?

Jawaban : Kita tidak berlebih-lebihan dalam memuji Rasul Shallallahu’alaihi wasallam.

Dalil dari Al Quran

]قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ ً[(الكهف:110)

Katakanlah tiada lain saya hanya seorang manusia seperti kalian, telah diwahyukan kepadaku

Dalil dari As Sunnah

[لا تطروني كما أطرت النصارى ابن مريم فإنما أنا عبد فقولوا عبد الله ورسوله] البخاري

Jangan engkau lebih lebihkan saya sebagaimana Nashara Melebih lebihkan Isa putra Maryam tiada lain saya seorang hamba, maka katakanlah hamba Allah Subhanahu wata’ala dan RasulNya.

Soal 40 : Siapa mahluk pertama kali?

Jawaban : Dari manusia pertama adalah Adam, sedangkan dari benda pertama adalah pena.

Dalil dari Al Quran

]إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَراً مِنْ طِينٍ[(صّ:71)

Ingatlah ketika RabbMu berfirman kepada Malaikat sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.

Dalil dari As Sunnah

[إن أول ما خلق الله القلم] رواه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن

Pertama kali yang Allah Subhanahu wata’ala ciptakan adalah pena.

Soal 41 : Dari apa diciptakan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam?

Jawaban : Allah Subhanahu wata’ala menciptakan Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam dari nutfah.

Dalil dari Al Quran

]هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَة[(غافر: من الآية67)

Dialah yang menciptakan kalian dari tanah kemudian dari nutfah

Dalil dari As Sunnah

[إن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوماً نطفة] متفق عليه

Sesungguhnya seorang diantara kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya empat puluh hari sebagai nutfah.

Soal 42 : Apa hukum jihad dijalan Allah Subhanahu wata’ala?

Jawaban : Jihad wajib dengan harta, jiwa dan lisan.

Dalil dari Al Quran

]انْفِرُوا خِفَافاً وَثِقَالاً وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ[(التوبة: من الآية41)

Berangkat lah jihad dalam kondisi ringan maupun berat dan berjihad lah dengan harta kalian dan jiwa kalian

Dalil dari As Sunnah

[جاهدوا المشركين بأموالكم وأنفسكم وألسنتكم] صحيح رواه أبو داود.

Berjihadlah melawan orang-orang musyrikin dengan harta kalian, jiwa kalian dan lidah kalian.

Soal 43 : Apa wala’ (loyaliyas) untuk orang beriman?

Jawaban : Yaitu cinta, menolong orang-orang yang beriman yang bertauhid.

Dalil dari Al Quran

]وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْض[(التوبة: من الآية71)

Orang beriman laki dan perempuan sebagian mereka sebagai wali sebagian yang lainnya

Dalil dari As Sunnah

[المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضاً] رواه مسلم
Orang mukmin bagi mukmin yang lainnya seperti satu bangunan sebagian menguatkan sebagian yang lainnya.

Soal 44 : Apakah boleh berloyalitas kepada orang kafir dan menolong mereka?

Jawaban : Tidak boleh berloyalitas kepada orang kafir dan menolong mereka.

Dalil dari Al Quran

]وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُم[(المائدة: من الآية51)

Barang siapa mengambil mereka sebagai wali maka sesungguhnya dia termasuk dari golongan mereka

Dalil dari As Sunnah

[إن آل بني فلان ليسوا لي بأولياء] متفق عليه

Sesungguhnya keluarga bani fulan bukan waliku (karena mereka orang kafir).

Soal 45 : siapakah wali ?

Jawaban : Wali adalah orang beriman yang bertaqwa.

Dalil dari Al Quran

]أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُون الذين آمنوا وكانوا يتقونَ[(يونس:62)

Ketauhilah sesungguhnya wali-wali Allah Subhanahu wata’ala tidak ada rasa takut atas mereka juga tidak mereka sedih. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka bertaqwa

Dalil dari As Sunnah

[إن وليي الله وصالح المؤمنين] متفق عليه

Sesungguhnya waliku adalah Allah Subhanahu wata’ala dan orang beriman yang shalih.

Soal 46 : Untuk apa Allah Subhanahu wata’ala menurunkan Al-Qur’an?

Jawaban : Allah Subhanahu wata’ala menurunkan Al-Quran untuk diamalkan.

Dalil dari Al Quran

]اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاء[(لأعراف: من الآية3)

Ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian dan jangan ikuti wali selainNya

Dalil dari As Sunnah

[اقروا القرآن واعملوا به ولا تستكثروا به] صحيح رواه أحمد

Bacalah AlQur’an dan amalkan, jangan engkau memperbanyak harta dengannya.

Soal 47 : Apakah kita mencukupkan diri dengan Al Quran dari Hadits?

Jawaban : Kita tidak mencukupkan diri dengan Al Quran dari Hadits.

Dalil dari Al Quran

]وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ[(النحل: من الآية44)

Dan telah kami turunkan peringatan kepadamu agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka

Dalil dari As Sunnah

[ألا وإني أوتيت القرآن ومثله معه] صحيح رواه أبو داود

Ketauhilah sesungguhnya aku diberi Al Quran dan sepertinya bersamanya.

Soal 48 : Apakah kita mendahulukan satu ucapan di atas ucapan Allah Subhanahu wata’ala dan rasulNya?

Jawaban : Kita tidak mendahulukan satu ucapan di atas ucapan Allah Subhanahu wata’ala dan RasulNya.

Dalil dari Al Quran

]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ[(الحجرات: من الآية1)

Hai orang-orang beriman janganlah kalian mendahului dihadapan Allah Subhanahu wata’ala dan RasulNya

Dalil dari As Sunnah

[لا طاعة لأحد في معصية الله إنما الطاعة في المعروف] متفق عليه

Tidak ada ketaatan untuk seseorang dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wata’ala, tiada lain ketaatan itu ada dalam hal yang baik.

Soal 49 : Apa yang kita lakukan jika kita berselisih?

Jawaban : Kita kembali kepada kitab dan Sunnah.

Dalil dari Al Quran

]فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ[(النساء: من الآية59)

Dan jika kalian berselisih maka kembalikan kepada Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul

Dalil dari As Sunnah

[تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما إن تمسكتم بهما كتاب الله وسنة رسوله] صحيح

Aku telah tinggalkan dua perkara, kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh dengan keduanya yaitu kitab Allah Subhanahu wata’ala dan sunnah rasulNya..

Soal 50 : Apa bid’ah dalam agama itu?

Jawaban : Semua yang tidak ada dalil syar’i atasnya.

Dalil dari Al Quran

]أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّه[(الشورى: من الآية21)

Apakah mereka punya sekutu yang mensyari’atkan buat mereka dari agama yang tidak Allah Subhanahu wata’ala izinkan

Dalil dari As Sunnah

[من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو ردّ] متفق عليه

Barang siapa yang mengada-adakan dalam perkara kami ini, apa yang bukan darinya maka ia tertolak.

Soal 51: Apakah ada bid’ah hasanah (yang baik)?

Jawaban : Tidak ada bid’ah hasanah.

Dalil dari Al Quran

]الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْأِسْلامَ دِيناً [(المائدة: من الآية3)

Pada hari ini aku telah sempurnakan buat kalian agama kalian, Telah aku sempurnakan nikmatKu atas kalian dan Aku telah Ridhoi Islam buat kalian sebagia diin (sistem hidup)

Dalil dari As Sunnah

[إياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة] صحيح رواه أبو داود

Jauhilah oleh kalian semua yang diada adakan, karena semua yang diada adakan itu bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat.

Soal 52 : Apakah dalam Islam ada sunnah yang baik?

Jawaban : Ya seperti orang yang memulai perbuatan baik supaya ditiru.

Dalil dari Al Quran

] وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً[(الفرقان: من الآية74)

Dan jadikanlah aku imam untuk orang-orang yang bertaqwa

Dalil dari As Sunnah

[من سن سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها من بعده] رواه مسلم.

Barang siapa yang mencontohkan sunnah yang baik baginya pahalanya dan pahala yang melakukannya setelahnya.

Soal 53 : Apakah cukup bagi seorang untuk memperbaiki diri sendiri?

Jawaban : Harus memperbaiki diri sendiri dan keluarganya.

Dalil dari Al Quran

]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً [ (التحريم: من الآية6)

Hai orang-orang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka

Dalil dari As Sunnah

[إن الله تعالى سائل كل راع عما استرعاه أحفظ ذلك أم ضيعه] حسن

Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala ta’aala akan meminta pertanggungan jawaban setiap pemimpin dari apa yang dipimpinnya apakah menjaganya atau menyia-nyiakannya

Soal 54 : Kapan kaum muslimin menang?

Jawaban : Jika mengamalkan kitab Rabb mereka dan sunnah nabi mereka.

Dalil dari Al Quran

]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ[(محمد:7)

Hai orangorang yang beriman jika kalian menolong Allah Subhanahu wata’ala, Allah Subhanahu wata’ala pasti menolongmu dan meneguhkan kaki kalian

Dalil dari As Sunnah

[لا تزال طائفة من أمتي منصورين] صحيح رواه ابن ماجه

Tidak henti-hentinya segolongan dari umatku menang tertolong.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.